NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Saiyaarasaiyaara

Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.

"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"

"Iya, Mas!"

"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"

"Iya, Mas ...."

"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"

"Iya, Mas."

"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"

Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.

Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?

Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1

Naya sedang menguap sambil berusaha menahan rasa kantuknya. Beberapa kali kepalanya oleng ke bawah dan Naya segera mengerjapkan bola matanya berusaha untuk tetap sadar.

Akan tetapi ternyata usahanya tersebut percuma saja. Kedua bola matanya tidak bisa dia ajak kompromi. Pada Akhirnya Naya kalah dalam usahanya yang sia-sia dan berakhir menutup matanya dengan sempurna.

Gadis itu tertidur dengan kepalanya yang menopang penuh ke atas meja. Melihat hal itu gadis lain yang berada disebelahnya segera meringis ngeri dan memperingatkannya.

"Duh, Naya!" panik gadis yang duduk disampingnya sembari menepuk Naya untuk membangunkannya.

Bukannya bermaksud jahat tidak membiarkan Naya menyelesaikan tidur nyenyaknya. Hanya saja tidur dalam kelas sementara dosen yang membawakan mata kuliah masih berada dalam ruangan yang sama, bukanlah sesuatu yang bisa dibiarkan.

Naya bisa saja terkena masalah dan gadis yang duduk di sebelahnya dan merupakan sahabat dekatnya tentu saja tidak akan membiarkannya.

"Bangun Naya! Bangun atau kamu akan terkena masalah lagi ...," peringkat gadis disebelahnya terus-menerus sambil waspada melihat ke depan, takut sang dosen mengetahui kelakuan bobrok sahabatnya yang berani tidur di dalam kelas.

"Naya!" bentak gadis itu kembali, kesal dengan Naya yang tidur seperti orang mati saja.

Mau tak mau gadis disebelahnya pun  mencubit lengan sahabatnya dengan keras dan dengan persiapan seolah memprediksi Naya setelah dicubit, gadis itu langsung membekap mulut Naya ketika ingin berteriak kesakitan.

Naya yang kaget dan terbangun dan rasa sakit di lengannya langsung menatap sahabatnya dengan galak.

"Ada apa sih, Deva?" tanya Naya sambil mengeram kesal setelah berhasil menyingkirkan telapak tangan Deva yang menutup mulutnya. "Sakit tau kamu cubitin begini!"

Gadis disebelahnya yang ternyata bernama Deva tersebut pun mendengus tak beda jauh dengan Naya. "Harusnya kamu bersyukur aku masih ada hati membangunkan mu sebelum dibangunkan iblis di depan sana!" seru Deva memperingatkan.

"Tapi nggak mesti di cubit Deva!" omel Naya kesal.

"Kalau tidak dicubit, memangnya kamu mau bangun? Engga tahu. Sejak beberapa menit lalu aku pun telah mencoba banyak cara untuk membangunkan mu!"

Naya kehabisan kata tak tahu harus menjawab apa. Gadis itu menoleh ke depan dan melihat dosen mata kuliah mereka siang itu sibuk menjelaskan mata kuliah siang itu.

Bersamaan dengan hal itu rasa kantuk kembali menyerang Naya. Melihat peluang dosennya yang sibuk menjelaskan materi, membuat Naya berpikir situasi cukup aman untuk tidur terlebih lagi dia sedang berada di bangku paling belakang.

Naya tersenyum miring kemudian sedikit bergeser ke sisi lainnya dengan pelan-pelan.  Gadis itu bermaksud akan bersembunyi dibalik tubuh mahasiswa di depannya yang cukup berisi. Kemudian mempersiapkan diri untuk tidur kembali. Serta tak lupa mengabaikan Deva yang membangunkannya penuh perjuangannya.

Naya benar-benar keterlaluan dan Deva sebagai sahabat yang baik hanya geleng-geleng kepala sambil mengusap dadanya untuk sabar.

Kali ini Deva tak mau lagi merepotkan diri menolong Naya. Biarkan saja gadis menyebalkan itu mendapatkan hukumannya.

Diam-diam Deva berpindah tempat duduk dengan pelan beberapa meter menjauh dari Naya, tanpa sepengetahuan sang dosen yang berhasil dikelabui olehnya.

Deva melakukan itu bertujuan agar tidak ikut mendapatkan masalah ketika beberapa saat yang akan datang, jika gadis bebal itu ketahuan tidur dalam kelas, dia tidak akan ikut terkena masalah.

Beberapa saat kemudian kelas tiba-tiba hening tanpa suara.

Seseorang dari depan kelas berjalan dengan langkah lebar menghampiri Naya dengan mata emangnya.

"Bangun!" seseorang itu langsung membangunkan Naya.

Namun gadis itu malah acuh dan menulikan telinga seolah tidak mendengar.

"Bangun Kanaya Ariyana!"

"Mmm ... kalau aku tidak mau memangnya kenapa?" erang Naya dengan serak dan nada suaranya khas dengan suara orang mengantuk berat.

Orang yang membangunkannya tidak berhenti begitu saja dan kini malah dengan berani menepuk ringan bahu Naya.

"Bangun gadis nakal!"

"Mmmm ...." Naya hanya membalas dengan erangan berat dan malasnya.

Membuat orang yang membangunkannya naik pitam dan mengeram marah.

"Apa yang kamu lakukan semalam sampai tidak mau bangun begini, hahh!" bentak orang tersebut sambil menggebrak meja yang dijadikan tempat tidur untuk kepala Naya untuk bersandar tidur.

Seketika hal itu membuat Naya yang sedang menutup mata langsung membulatkan matanya kesal. Gadis itu dengan cepat mengangkat kepalanya dengan kasar dari atas meja, bersama dengan hal itu dia menjawab dengan asal sambil meluapkan kekesalannya.

"Gue begadang semalaman membuat anak makanya engga tidur, pu--" Naya langsung menghentikan suaranya dan melotot kaget ketika menemukan Marcello Rahardian Lutfan yang membangunkannya.

Dosennya sendirilah yang membangunkan dirinya. Sial di mana Deva, kenapa tidak membangunkannya sebelum pria iblis di hadapannya datang.

Naya segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Gadis takut sekaligus teramat malu mengingat kalimat tak sengaja yang dikeluarkan olehnya yang paling akhir.

Oh Tuhan, astaga habislah dia.

"Keluar!" bentak Marcel dengan dingin dan suara tegas. "Kamu pikir ini hotel sampai bisa tidur dalam kelas saya seenaknya?!" omel Marcel melanjutkan.

Mau tidak mau, hal itupun membuat Naya dengan wajah pucat meraih tasnya dan berjalan keluar kesal dengan pasrah.

Bagaimana menurut kalian tentang bagian ini?

Katakan sesuatu tentang Naya?

Bagian mana yang paling menarik?

Atau adakah kritikan atau saran?

Sampaikan di kolom komentar menggunakan bahasa yang halus, lugas dan mudah dipahami😊😇

⚠Perhatian ⚠⚠

•Bagian yang tidak ada papan, "Happy Reading/To Be Continued" itu artinya belum direvisi.

•Jangan nekat baca atau tanggung sendiri risikonya.

Yang ingin kepoin penulis atau saling follow, boleh nih kunjungi akun media sosialnya.

ig : Saiyaa_ra

fb : Saiyaarasaiyaara

1
Sulati Cus
manis walaupun ada typo
Indrayani setiadi
iya betul banget ...
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
G.I
Judul novelnya nggak sesuai isinya...pantasnya dikasih judul Suamiku Kejam...
G.I
Ceritanya enak dan ringan konfliknya...tapi judulnya nggak sesuai isinya...pantasnya dikasih judul Suamiku Kejam....wkwkwkwkwkkkk
G.I
Naya atau Nana...yg betul mana sih
Qaisaa Nazarudin
Kan jadi salah paham,Marcel menuduh Naya,Naya menuduh Marcel..
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo gitu kenapa sok jual mahal,sok jutek,sok Cuek..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan nakal..gak ada manis2 nya..
Qaisaa Nazarudin
Namanya Naya apa Nana ya,Kok dari tadi Nana,Nana..🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Naya mah kebangetan,Menantang dgn vara memberontak,Kasian banget Misua,Seorang Dosen tapi isteri nya hurmm...
Qaisaa Nazarudin
Mampir,nyimak.
Zahra Hasyim
maaf ya kak mungkin saya baca nya sampai sini aja .
Mas Sigit
sebenarny namany ini naya apa nana ya, bru sebentar bener namany naya ko jd nana lg🤦‍♀️
Christine Liq
Luar biasa
Anie Jung
Mampir.😁
aira aira
yey
G.I
Dari awal cerita kenapa nggak ganti judul Suami Dosenku Kejam...tak cocok dengan judul My Perfect Husband...biarpun akhir nanti bahagia tetap judulnya nggak cocoklah wkwkwkkk
G.I
Bukan membingungkan judulnya nggak sama dengan isinya...
G.I
Judulnya keren kok isi menjengkelkan wkwkwkkk
Isna mansur
keren..keren..bikin gemes bacanya..meski ada typo nya..tp tetap seru kok..semangat kak...😘😘😘👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!