NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: KOPI TERMAHAL DI DUNIA

Crrash!

Cairan hitam pekat membanjiri meja kayu dalam hitungan detik. Es batu berhamburan, dan yang paling mengerikan: genangan kopi itu dengan cepat meresap ke dalam tumpukan berkas OSIS Raina yang dikerjakan berturut-turut selama tiga hari.

Keheningan melingkupi tempat itu. Devan tertegun, menatap genangan kopi lalu menatap wajah Raina yang mendadak pucat, sebelum perlahan berubah merah padam.

"Devan... Adhitama..." bisik Raina dengan suara gemetar menahan amarah yang meledak di dadanya.

"Raina, s-sorry! Gw beneran gak sengaja!" Devan panik. Ia buru-burung menarik beberapa lembar tisu dari kantongnya dan mencoba mengusap kertas-kertas yang kini sudah berubah warna menjadi cokelat tua dan basah kuyup. Tulisannya luntur total.

"Jangan disentuh!" teriak Raina pendek, membuat beberapa siswa di perpustakaan menoleh. Raina menarik napas panjang, berusaha keras agar air mata frustrasinya tidak jatuh di depan cowok paling nyebelin ini. "Kamu tahu berapa jam aku bikin laporan ini?"

"Nanti gw ganti kertasnya! Gw print-in lagi, suwer!" Devan mengangkat dua jarinya, mukanya mendadak pucat melihat kilatan amarah murni di mata Raina.

"Bukan cuma kertasnya, Devan! Data dan rekapannya ada di situ!" Raina berdiri, merapikan barang-barangnya dengan gerakan kasar. Ia menatap Devan tajam. "Kamu harus ganti rugi. Dan aku gak mau ganti rugi cuma pakai kata maaf."

"Mau ganti rugi apa? Uang jajan gw seminggu? Beliin es kopi se-karton?" Devan mencoba mencairkan suasana, walau ketakutan jelas terlihat di wajahnya.

Raina mengemas tasnya, lalu menatap Devan dari atas ke bawah. "Ketik ulang seluruh laporan ini sampai rapi, rekap ulang semua datanya dari awal, dan serahkan ke aku sebelum jam lima sore. Kalau tidak, aku pastikan poin pelanggaranmu penuh dan kamu dicoret dari tim basket."

Tanpa menunggu jawaban Devan yang melotot tak percaya, Raina melangkah pergi meninggalkannya sendirian di tengah genangan kopi.

BAB 3: RAJA PRANK VS RATU DISIPLIN

Kantin SMA Garuda jam istirahat kedua selalu berubah menjadi arena pacuan kuda. Suara piring berdentang, riuh tawa siswa, dan aroma soto ayam menyatu di udara. Di tengah keramaian itu, Raina duduk di pojok ruang dengan laptop terbuka. Matanya menatap tajam layar monitor, memeriksa ulang lembar demi lembar laporan yang diketik Devan kemarin sore.

"Gimana, Bu Wakil? Rapi, kan? Bahkan gw pakai font Times New Roman ukuran 12, space 1.5 sesuai standar anak OSIS," Devan mendadak muncul dari belakang, membawa piring berisi tahu isi hangat dan langsung duduk tepat di depan Raina.

Raina tidak mendongak. Tangannya lincah menekan tombol scroll. "Ngetiknya sih rapi. Tapi kenapa di bagian catatan kaki ada tulisan 'Raina galak seperti induk macan'?"

Devan tertawa lepas, hampir tersedak tahu isi yang baru digigitnya. "Ups, kelepasan. Itu kan fakta lapangan, Na."

"Devan," Raina menutup laptopnya dengan suara klak yang cukup keras. "Tugas itu penembus dosamu kemarin. Bukan ajang buat bikin prank baru."

"Elah, bercanda sikit biar gak tegang," Devan memajukan badannya, menopang dagu dengan kedua tangan sambil menatap Raina jahil. "Lagian, kamu tuh terlalu lurus. Sekali-kali melenceng dikit napa? Biar ada warnanya itu hidup."

Hidupku udah penuh warna tanpa kamu racuni," balas Raina dingin. Ia menarik napas panjang, mencoba mempertahankan benteng kesabarannya yang terus digempur. "Dan ingat, kamu masih punya utang poin kedisiplinan. Kalau hari ini kamu bikin ulah lagi

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!