NovelToon NovelToon
Suamimu Kau Jual Takdir Menjadikannya Milikku

Suamimu Kau Jual Takdir Menjadikannya Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di balik kesuksesan dan harta melimpahnya, Nadya hidup dalam kesepian dan tekanan keluarga. Suatu malam, ia tak sengaja menyerempet Sarah, teman masa sekolahnya yang hidup dalam kesulitan. Di luar dugaan, Sarah yang putus asa menawarkan suaminya sendiri, Armand—pria tampan yang taat beribadah—kepada Nadya seharga 2 miliar rupiah, disertai ancaman laporan polisi jika menolak.
Ketika Nadya mendatangi rumah mereka untuk menemui Armand, situasi berubah menjadi bencana bagi Sarah. Armand yang mengetahui istrinya tega memperjualbelikan martabat rumah tangga demi uang merasa harga dirinya diinjak-injak, dan seketika menjatuhkan talak kepada Sarah. Pada akhirnya, Nadya tetap menyerahkan uang tersebut kepada Sarah, sementara sebuah takdir baru mulai terajut di antara Nadya dan Armand.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Suasana di ruang tamu yang sempit itu mendadak hening dan mencekam.

Mereka bertiga duduk mengitari meja kayu sederhana: Sarah dengan raut wajah dingin, Nadya yang canggung sekaligus penasaran di pojok kursi, dan Armand yang masih diliputi kebingungan.

"Ada apa, Sarah? Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Armand lembut, berusaha mengabaikan perasaan tidak enak yang mulai menggerogoti dadanya.

Sarah menatap suaminya lurus-lurus, tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.

"Mas, aku ingin kita bercerai."

Kalimat itu terlempar begitu saja, menghantam udara malam dengan dingin.

Armand tertawa sumbang, menggelengkan kepalanya seraya mencoba menganggapnya sebagai gurauan.

"A-apa? Jangan bercanda, Sayang. Kamu ini bicara apa, sih? Cuma karena kecelakaan kecil ini kamu jadi,"

"Mas! Aku tidak bercanda!" potong Sarah cepat, suaranya naik satu oktav.

Kata-kata itu memutus ketenangan Armand. Rasa terkejutnya perlahan berganti menjadi luapan amarah yang membakar.

Pria yang biasanya tenang dan sabar itu bangkit berdiri, dadanya naik turun menahan emosi yang meledak-ledak.

"Bercerai kamu bilang?!" suara Armand menggelegar, memantul di dinding-dinding rumah mereka yang lapuk.

"Mudah sekali mulutmu mengucapkan kata cerai, Sarah! Kurang apa aku menjaga dan mendampingimu selama ini? Pagi sampai malam aku memeras keringat di atas mesin jahit hanya demi memastikan ada makanan di meja kita!"

Armand mengusap wajahnya kasar, lalu menunjuk wanita kaya di sudut ruangan itu dengan telunjuk yang bergetar hebat.

"Lalu, tiba-tiba kamu pulang diantar wanita asing berpenampilan mahal ini, dan tanpa beban sedikit pun kamu minta berpisah? Apa matamu sudah begitu silau oleh kemewahan sampai tega menukar harga diri suamimu sendiri?!"

Sarah ikut bangkit, membalas tatapan Armand tanpa rasa takut.

"Memang! Aku sudah lelah hidup melarat bersamamu! Aku, meminta Nadya untuk memberiku kompensasi dua miliar karena ia sudah menyerempet ku. Dan, aku akan memberikan mu kepada Nadya."

Pengakuan polos nan kejam itu seperti hantaman godam yang menghancurkan sisa kesabaran Armand.

Dadanya sesak; rasa dihargai sebagai seorang laki-laki runtuh tak berbekas dalam hitungan detik.

Dijual oleh istri sendiri demi segepok uang.

Armand mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih, menatap Sarah dengan sorot mata yang tak lagi memancarkan kasih sayang, melainkan kekecewaan mendalam.

"Dua miliar," desis Armand, suaranya mendadak memelan namun terasa jauh lebih berbahaya.

"Begitu murah harga kehormatan rumah tangga kita di matamu, Sarah? Kamu pikir aku ini barang dagangan yang bisa kamu lelang demi mengobati rasa iri dan serakahmu?"

Armand menarik napas panjang, mengumpulkannya dari lubuk hati yang paling hancur.

Ia menatap Sarah lurus-lurus, mantap tanpa ada ragu sedikit pun.

"Jika uang sudah menjadi tuhanmu, maka detik ini juga, aku jatuhkan talak kepadamu, Sarah. Kamu bukan lagi istriku!"

Kata-kata itu terucap bagai vonis mati yang membelah keheningan.

Sarah mematung seketika, sementara Nadya menahan napasnya di pojok ruangan, menyaksikan hancurnya sebuah rumah tangga akibat dorongan takdir yang kian rumit.

"Nadya! Mana uangnya?! Jangan diam saja, atau detik ini juga aku telepon polisi dan laporkan kamu atas kasus tabrak lari!" jerit Sarah dengan napas memburu, matanya menatap tajam penuh ancaman.

Nadya yang masih mematung di sudut ruangan menatap Sarah dengan pandangan tak percaya.

Rasa iba yang tadinya melingkupi hatinya kini berganti menjadi kengerian mendalam melihat sosok wanita yang pernah menjadi teman masa kecilnya itu.

"Sarah, tolong, jangan seperti ini," bisik Nadya, suaranya bergetar menahan gejolak emosi.

"Dia suamimu, Sar. Bagaimana bisa kamu mengorbankan ikatan suci ini demi uang?"

"Suami gembel?" Sarah tertawa sinis, menyilangkan kedua tangan di dadanya dengan tatapan melukai.

"Dia bukan suamiku lagi! Kamu dengar sendiri, kan? Dia baru saja menjatuhkan talak padaku! Lagipula, bukankah kamu belum menikah dan tertekan oleh tuntutan keluargamu? Ambil dia! Nikahi pria taat agama ini kalau kamu mau! Kalian berdua sangat cocok—yang satu kesepian, yang satu miskin!"

Di tepi tempat tidur kayu yang lapuk, Armand duduk tertunduk.

Pundaknya naik turun seiring tangisnya yang pecah.

Pria gagah itu menangis sesenggukan, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Rasa malu, sakit hati, dan harga diri yang dihancurkan oleh wanita yang dicintainya meremas dadanya begitu hebat hingga ia tak sanggup lagi mengeluarkan sepatah kata pun.

"Cepat! Mana uangnya?!" bentak Sarah lagi, memotong keheningan malam dan menggebrak meja kayu di hadapan Nadya.

Nadya menghela napas panjang. Ia menatap Armand yang terkulai lelah dalam kepedihan, lalu beralih menatap Sarah yang sudah dibutakan oleh keserakahan.

Nadya menyadari, mempertahankan pernikahan yang sudah ternoda oleh pengkhianatan seperti ini hanya akan menyiksa Armand lebih jauh.

Dengan tangan bergetar namun pasti, Nadya merogoh tas kulit mahalnya.

Ia mengeluarkan sebuah buku cek elegan dan sebuah pena berujung emas.

Di atas kertas berharga itu, Nadya menuliskan nominal yang fantastis: Rp2.000.000.000,-.

Sret!

Nadya merobek lembaran cek tersebut lalu meletakkannya begitu saja di atas meja.

"Ini uang yang kamu minta," ucap Nadya dingin, menatap lurus ke mata Sarah tanpa ada rasa hormat yang tersisa.

Mata Sarah berbinar seketika. Ia menyergap kertas itu bagai serigala kelaparan, memelototi deretan angka nol dan tanda tangan Nadya untuk memastikan keabsahannya.

Senyum lebar yang mengerikan mengembang di wajahnya.

"Terima kasih, Nadya. Dan, selamat tinggal kemiskinan!" seru Sarah penuh kemenangan, tanpa memedulikan Armand sedikit pun.

Ia bergegas melangkah ke kamar, mengemas barang-barangnya secepat kilat, dan pergi meninggalkan rumah itu tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Ruang tamu sempit itu kini menyisakan keheningan yang pekat.

Hanya tersisa suara isak tangis Armand yang pelan dan Nadya yang berdiri mematung, menyadari bahwa takdir baru yang rumit baru saja dimulai di antara mereka berdua.

Armand menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, bahunya terguncang hebat seiring isak tangisnya yang makin pecah dan sesenggukan.

Suara tangisnya memenuhi tiap sudut ruangan yang sempit itu, berbaur dengan kepedihan yang teramat mendalam.

"Apa yang sudah Kamu lakukan, Nona?" bisik Armand di balik jemarinya, sebelum akhirnya mendongak dengan mata yang memerah dan basah oleh air mata.

Sorot matanya dipenuhi luka dan kekecewaan yang sangat besar.

"Kenapa Kamu menghancurkan pernikahanku? Kenapa Kamu menuruti kegilaannya dengan uang itu?!"

Nadya maju satu langkah, merentangkan tangannya pelan dengan raut wajah serba salah dan panik.

"Armand, tidak seperti itu. Tolong dengarkan aku dulu—"

Namun Armand tak ingin mendengar apa pun lagi.

Harga dirinya telah hancur berkeping-keping, dan kehadiran wanita asing berkelas itu hanya makin memperjelas jurang ketimpangan yang menghancurkannya malam ini.

Tanpa mengacuhkan ucapan Nadya, Armand bangkit berdiri dengan tubuh gemetar.

Ia melangkah cepat menuju kamar tidur utama, membalikkan badan, lalu membanting pintu kayu itu hingga menutup rapat.

BRAK!

Suara pintu yang terbanting keras bergema di seluruh rumah, disusul bunyi kunci yang diputar dari dalam.

Setelah itu, hanya ada keheningan yang mencekam.

Nadya masih duduk di ruang tamu dengan wajah kebingungan.

Ia mematung di atas kursi kayu yang keras, menatap pintu kamar yang terkunci rapat dengan dada bergemuruh.

Niat awalnya hanya ingin bertanggung jawab atas kecelakaan kecil dan memastikan keselamatan teman lamanya.

Namun kini, ia malah terjebak di tengah kehancuran rumah tangga orang lain, menggenggam takdir seorang pria asing yang baru saja ditinggalkan istrinya demi selembar cek dua miliar rupiah.

Nadya mengusap wajahnya yang terasa lelah, bingung harus bertahan di sana atau melangkah pergi meninggalkan pria yang kini hancur karena keputusannya.

1
Muft Smoker
semoga semua bnr2 berakhir ,,
gx da drama2 lgi Dr trio Medusa itu😒😒😒
Wayan Suryani
gampang banget nyuliknya TDK masuk akal
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
konflik udh mulai kerasa nii ,,
Muft Smoker
itu laa kalo rasa dendam Dan iri udh berkerak di hati ,,
semua cara pastiii di lakukan ,,
akhirny menjerumuskan sang pelaku sendiri ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,
makin penasaran ma kelanjutan ny
Muft Smoker
Sarah memilih lawan yg salah ,,
Muft Smoker
jgn sampai km terpengaruh arman ,, kalo gx nnti aq slepet km pake nuklir ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
Ceuk kuring mah Sarah geus meunang 2 milyar rupiah, mimitian usaha, ulah miceunan sagalana tanpa alesan, usahakeun ngatur hirup anjeun sangkan leuwih hade,
Muft Smoker
dulu Armand km tukar dg uang 2 miliar ,, skrang dg tdk tau malu ny km ingin mengambil ny kembali krn melihat Armand sudah berbeda ,,
Muft Smoker
mak ma ank sama aj ,,
awas jgn boros2 ,, nnti cepat abis ,, mau minta ma sypa lgii
Muft Smoker
awas aja nnti liat si Armand udh sukses ,, ente minta balik lgi ,,
,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!