NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02 — Pengkhianatan

Kinara masih berdiri mematung di ambang pintu. Jantungnya berdetak begitu keras hingga telinganya sendiri dapat mendengar suaranya. Tatapannya tidak pernah lepas dari perempuan yang berdiri di samping Rashid.

Wanita itu tampak tenang, bahkan sesekali mengusap lembut perutnya yang membuncit. Gerakan sederhana itu terasa seperti pisau yang perlahan mengiris dada Kinara.

"Apa maksud semua ini, Mas?" tanya Kinara lirih. Suaranya hampir tidak terdengar.

Rashid mengembuskan napas pelan, seolah pembicaraan ini hanyalah urusan biasa. "Boleh kita masuk dulu?"

Kinara tidak menjawab, tetapi tatapannya beralih pada tangan Rashid yang masih menggenggam tangan perempuan itu.

Dulu tangan itu selalu menggenggam tangannya ketika mereka menghadapi masa-masa sulit. Kini, tangan yang sama menggenggam jemari perempuan lain.

"Aku tanya sekali lagi." Mata Kinara mulai memerah. "Siapa dia? Kenapa kau membawa wanita lain pulang ke rumah kita, Mas?"

"Maaf sudah datang malam-malam, Mbak. Sebelumnya perkenalkan, saya adalah Marissa." Wanita itu tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya.

Kinara tidak menggubris sapaan itu. Tatapannya tetap tertuju pada Rashid. "Aku ingin medengar jawabannya langsung dari suamiku."

Wajah Marissa langsung berubah masam.

Rashid akhirnya melepaskan tangan wanita itu. Namun bukan karena merasa bersalah. Ia hanya ingin berdiri lebih tegak di hadapan Kinara.

"Dia adalah perempuan yang kucintai, Ra."

Kalimat itu meluncur begitu saja dari lisan Rashid tanpa keraguan ataupun penyesalan. Tanpa memikirkan bagaimana hati perempuan yang telah menemaninya selama lima tahun akan hancur mendengarnya.

Napas Kinara terasa tercekat. Bibirnya terbuka, tetapi tak satu kata pun keluar. Ia merasa seluruh tubuhnya kehilangan tenaga.

"Kau bercanda, kan, Mas?" bisiknya pelan.

Rashid menggeleng. "Aku serius, Ra. Dan dia sedang mengandung anakku. Marissa bisa memberiku hal yang tidak bisa kau berikan selama 5 tahun pernikahan kita."

Keheningan yang panjang menyelimuti teras rumah. Kinara berharap seseorang akan mengatakan bahwa ini hanya mimpi buruk. Namun tidak, semuanya terasa terlalu nyata.

Matanya kembali tertuju pada perut wanita bernama Marissa itu. “Kau benar-benar sedang hamil? Apakah itu … apakah kau benar-benar mengandung anak suamiku?” tanya Kinara dengan suara bergetar.

Marissa terlihat menundukkan kepala.

Dan Rashid yang berdiri di sampingnya menjawab tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Iya, Ra. Aku tahu ini terasa tidak adil buatmu, tapi semuanya sudah terjadi."

Kinara menggigit bibir bawahnya, seolah belum cukup puas dengan fakta yang ada. Ia masih memaksa dirinya bertanya.

"Dia … benar-benar mengandung anakmu?"

Rashid menatap lurus ke arah Kinara. "Harus berapa kali kukatakan, Ra? Marissa benar-benar sedang mengandung anakku."

Dunia yang berusaha Kinara bangun dan bina selama 5 tahun terakhir terasa runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh tanpa bisa dicegah.

Ia mundur selangkah. Tangannya meraih kusen pintu agar tubuhnya tidak jatuh. “Tidak … ini tidak mungkin,” gumamnya seraya menggeleng pelan. Kinara asih merasa tak percaya.

Lima tahun ia menjaga rumah tangga ini dan setia mendampingi Rashid dalam suka dan duka. Lima tahun pula ia menahan rindu pada kedua orang tuanya demi mempertahankan pernikahan yang diyakininya akan bertahan seumur hidup. Namun balasan yang ia terima justru pengkhianatan.

"Sejak kapan?" tanya Kinara dengan suara bergetar. “Sejak kapan kalian berhubungan? Sejak kapan kau membohongiku?

Marissa menaikkan pandangannya, dengan berani menatap Kinara. "Sebenarnya kami adalah teman nasa kecil, tapi selama beberapa bulan terakhir kami menjadi dekat."

"Hanya dalam beberapa bulan?" Kinara tertawa kecil. Tawa yang terdengar lebih mirip tangisan. "Berarti selama ini, saat aku menunggumu pulang larut malam. Kau bukan sedang sibuk dengan pekerjaanmu, tapi bermesraan dengannya, ya?

Tatapan Kinara berubah tajam, sorot matanya berubah marah. “Kau hebat sekali, Rashid. Jika ada penghargaan orang yang paling lihai dalam berbohong, kau pasti akan memenangkan penghargaan itu,” ujarnya getir.

Rashid tidak menyangkal hal itu, ia akui ia memang sudah membohongi istrinya. “Aku memiliki alasanku sendiri, Ra.”

Kinara menggeleng pelan. "Alasan? Alasan apa? Alasan untuk mengkhianati ku? Ini lucu sekali, kupikir aku sudah memahami, tapi ternyata aku salah. Aku bahkan tidak mengenali laki-laki yang berdiri di depanku sekarang."

Marissa terlihat gelisah, ia tak membayangkan situasinya akan menjadi seperti ini. Ia pikir semuanya akan terasa mudah saat ia berhasil mengandung anak Rashid.

"Mas Rashid ... mungkin sebaiknya kita pulang dulu."

Namun Rashid mengangkat tangan, menghentikannya. "Tidak." Tatapannya kembali mengarah pada Kinara. "Justru malam ini semuanya harus selesai."

Ucapan itu membuat perasaan Kinara semakin tidak enak. "Apa maksudmu menyelesaikannya? Apa kau sama sekali tidak merasa bersalah?"

Rashid menggeleng lalu mengeluarkan sebuah map cokelat dari dalam tas kerjanya. Ia menyerahkannya kepada Kinara.

Dengan tangan gemetar, Kinara menerima map tersebut. Saat membuka dan membacanya, wajah Kinara langsung memucat, tak percaya sekaligus terkejut.

Dokumen itu berisi surat permohonan cerai yang telah ditandatangani Rashid.

Tanpa sadar air matanya menetes di atas lembaran kertas itu. "Kau bahkan sudah menyiapkan semua ini. Apa kau benar-benar berniat membuangku setelah semua hal yang kulakukan untukmu?" tanyanya tak percaya Rashid akan setega itu padanya.

Kinara merasa seperti benda yang habis manis sepah dibuang. Setelah membantunya hingga sukses seperti sekarang, Rashid justru mengkhianati dan langsung membuangnya begitu saja seperti barang bekas.

"Aku sudah memikirkannya sejak lama." Rashid berkata dengan dingin, tangannya kembali menggenggam tangan Marissa, seakan ingin menegaskan kepada Kinara bahwa ia benar-benar sungguh dengan niatnya.

"Sejak lama?" Kinara mengangkat wajahnya. "Lalu selama ini apa artinya aku bagimu?"

Rashid terdiam beberapa detik. Jawaban yang keluar setelahnya menghancurkan sisa hati Kinara. "Kau adalah wanita yang pernah aku cintai."

Satu kalimat itu saja sudah cukup untuk menghapus semua kenangan yang selama ini Kinara anggap berharga. Ia menatap wajah pria yang pernah menjadi alasan ia meninggalkan segala kemewahannya.

Pria yang dulu bersumpah akan menjaganya dan selalu mencintainya apapun yang terjadi, kini berdiri di hadapannya sambil membawa perempuan lain dan anak yang dikandung perempuan itu.

1
yosh—
wah, kelas✨
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tentu saja, pulanglah 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
HK: 😔😔😔😔😔
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
serakah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
Iffanaya 😽
double up kk 😁
Iffanaya 😽: semangat ya kak 💪
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Janji harus ditepati 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantan istrimu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pasti kerjaan Marisa 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tas dan juga kopernya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
Iffanaya 😽
si jalang itu gk cukup kah jd pelakor skrng ngehancurin usaha mantan istri suami nya 😠
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain kegagalanmu 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hati" modus penjahat 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!