NovelToon NovelToon
Kau Milikku! Saudara Tiriku

Kau Milikku! Saudara Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / BXB
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: zean amora

sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 2

"Ayah? " jawab Zean.

"Ayo ayo ikut ayah. Ayah ingin menunjukkan sesuatu padamu" Antusias nya.

Zean mengikuti ayahnya kebelakang rumahnya. Disana terdapat papan besar. Dan terpampang banyak piala dan sertifikat. Zean tidak percaya itu, dia mendekat dan menyentuh nya.

"Suka? " Tanya sang ayah.

"Ayah yang membuatnya? " tanyanya.

"Iya dong. Ayah yang membuatnya. Ayah ingin memberikan tempat personal untuk prestasimu" Ucapnya bangga.

"Hahah" Zean tertawa melihat ayahnya ini. Ayahnya benar-benar tak habis fikir.

Tawanya berhenti di sebuah figuran. Figuran itu berisi sejumlah uang. Zean terkejut, dan menoleh bertanya pada ayahnya.

"Ayah. Ini uang siapa? Kenapa ayah menjadikannya figuran? "....

" Ya.. Itu uang prestasimu. Ayah tidak akan memakainya. Ayah menyimpan nya untuk biaya kuliahmu nanti. Ayah masih bisa membiayai mu " Jawabnya sambil menunjukkan otot lengannya yang tidak ada.

"Hahah,.. ayah tidak perlu seperti ini. Ayah pakai saja untuk sehari-hari. Ayah.. Kamu meragukan putramu ini? "...

" Tidak tidak, kamu sangat pintar. Bagaimana bisa ayah meragukanmu. Ayah ini masih muda, bisa mencari uang lebih banyak". Ucapnya.

"Huh... Baiklah baiklah. Terserah ayah saja. " Ucap Zean final.

"Nak..., Jangan memaksakan dirimu. Jika kamu lelah, istirahatlah. Mencari uang adalah tugas ayah, tugasmu... Adalah belajar. "..

" Hemm, ayah.. aku tahu mencari uang adalah tugas Ayah. Tapi belajar juga nggak semudah yang Ayah pikir. Aku juga harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang aku inginkan. Ayah bekerja keras untuk masa depanku, jadi aku juga harus bekerja keras untuk masa depanku sendiri. " Jawab Zean tenang.

"iya iya sudah kamu benar. Tetap, lebih fokus pada sekolahmu. " balas sang ayah.

Zean mengangguk setuju.

Mereka kemudian pergi makan malam, dengan lauk seadanya. Lauk sederhana seperti kentang rebus, tempe goreng, dan kue dari mama nya Arine.

Disisi lain..... 

"Tuan muda... Waktunya makan malam, tuan dan nyonya sudah menunggu dibawah. " Ucap seorang wanita paruh baya.

"Ya." Jawab sang empu di dalam kamar tersebut.

"Tuan, Apa tuan... " Belum sempat meneruskan ucapannya, dia sudah dijawab lebih dulu.

"Pergilah!! " ucap tuan muda itu.

Bibi art itu kemudian berpamitan dan pergi lebih dulu.

Di lantai bawah, ruang makan malam.

"Lihat. Aku memasak ini untuknya. Dia pasti akan menyukainya kan mas? Dia suka dengan ini. " Ucap wanita itu bersemangat melihat kepiting buatannya.

"Hem." Jawab sang kepala rumah, singkat.

pandangan mereka beralih ke bibi yang diminta untuk memanggil tuan muda mereka.

"Bi. Dimana dia? " tanya clara, nyonya Adrian sekaligus ibu dari Zean.

Bibi itu hanya menjawab dengan gelengan kepala.

"Tidak apa-apa. Duduklah, sebentar lagi anak itu turun. Kalau tidak, jangan harap bisa menggunakan uang di kartunya. " Jawab tuan Adrian.

"Benarkah? Jadi, uang mu hanya akan membiayai wanita murahan itu?. " Jawab tuan muda yang sedang dibicarakan.

Atensi mereka beralih ke tangga. Melihat nya turun dengan tatapan tajam.

Suasana menjadi tegang...

"Tuan muda. Mari tuan muda" Jawab sang bibi dengan menggeser sebuah kursi untuknya duduk.

Tanpa membalas, dia langsung duduk. Keheningan..

"Ah, ini. Ambil ini, mama sudah memasakkan kepiting ini untukmu. Kamu pasti menyukainya. " ucap clara memecah keheningan.

Bukannya mengambil, anak itu malah melemparkan kepiting pemberiannya ke lantai dan menginjaknya sampai kuah dari masakan itu merembes ke gaun yang digunakan clara.

"Heh. Menjijikkan. " jawabnya sarkas.

Prang..

" GAVIN " Ucap Adrian murka dengan tingkah putranya itu.

"Mas, tidak apa-apa sudah. " Tahan clara, sambil memegang tangannya.

"Jaga ucapanmu GAVIN. Dia mamamu,. Jika kau tidak bisa menerimanya, setidaknya jangan berbicara keterlaluan seperti itu. " Marah Adrian.

"Apa pah? Bukannya yang aku katakan itu fakta ya? Wanita murahan akan tetap menjadi wanita murahan, tidak akan menjadi bidadari. " jawab gavin ketus.

Setelah mengatakan itu, gavin pergi masuk ke dalam kamarnya.

"Anak itu. " geram Adrian.

"sudah mas, ayo duduk. Gapapa, mungkin gavin butuh waktu. Sudah, jangan terlalu keras padanya. " Ucap clara menenangkan.

Belum sempat menenangkan diri, mereka melihat gavin turun dengan membawa kunci mobil.

"Mau kemana GAVIN? " tanya Adrian.

"Keluar. Nikmati saja makan malamnya. " jawabnya.

Setelah menjawab mereka, gavin pergi dan mengendarai mobil entah kemana.

suasana meja makan pun berubah menjadi suram. Hanya ada keheningan...

.... 

Asteria High School adalah sekolah elit, sekolahnya para penguasa. Dimana uang dan kekuasaan saling menyapa setiap harinya. Sekolah paling bergengsi, fasilitas lengkap dan banyak bangunan bangunan yang bisa menampung banyak prestasi dan minat siswa siswinya.

Ruang kelas yang nyaman dan dilengkapi teknologi pembelajaran modern, perpustakaan besar dengan koleksi buku yang lengkap, laboratorium, aula megah, hingga lapangan olahraga yang luas. Tidak hanya itu, seragam mereka jauh lebih berkelas dari sekolah lainnya. Begitu megah dan mewah.

"Apa yang sedang kamu baca itu? " Tanya Zean pada Arine. Pasalnya, dia sejak tadi membaca tulisan banyak yang ada di HP nya.

"Mereka memang berkelas. Tapi, mereka tidak tau bahwa bintang yang sesungguhnya untuk tempat itu ada disini." Bukannya menjawab pertanyaan Zean, Arine justru menjawab yang lain. Dia kemudian menoleh pada Zean.

"Apa kau berbicara padaku Zean? ".... Lihat?

" Hm, ya. Aku bertanya, apa yang sedang kamu baca? " Tanya Zean kembali.

"Hehe. Aku sedang membaca artikel. Artikel sebuah sekolah elit Zean. Huh,.. Aku pikir mereka terlalu melebih lebihkan sekolah itu. " Ucap Arine.

Zean hanya mendengarkan.

"Kau tau? Nilai tertinggi toh tetap dari sekolah kita. Yaitu, Zean yang cerdas dan pintar ini. " Katanya bangga sambil bertepuk tangan.

Zean hanya menggelengkan kepala melihat tingkah teman satunya ini.

Lama berjalan, mereka akhirnya sampai. Arine pergi lebih dulu mengingat kelas mereka tidak sama. Arine adik bawahnya Zean.

Zean juga masuk ke dalam kelasnya. Zean bukan tidak punya teman, hanya saja tidak sedekat Arine. Dia duduk sendirian dikelas, karena jumlah mereka ganjil dan sedikit yang masuk ke kelas itu. Karena hanya orang yang benar-benar pintar yang ada disana.

Kring!! Pergantian jam.

Sekarang jam olahraga. Dan ada dua kelas yang akan digabungkan yaitu kelasnya Zean dan kelas sebelah.

"Zean, yok ganti. " sapa salah satu teman Zean.

"Ya. Duluan saja. " Jawab Zean. Zean masih memperbaiki sepatunya. Dia memberikan lem khawatir lepas saat dia olahraga nanti.

Sangat memprihatinkan.

Di ruang  ganti...

Sebagian siswa sudah selesai berganti pakaian. Ada beberapa siswa yang sibuk memamerkan sepatu olahraga baru yang mereka dapatkan.

Zean hanya bisa menunduk dan memastikan lem yang ada di sepatunya sudah cukup kuat.

"Zean kamu belum selesai? " Tanya faris.

"Sebentar." Zean membuka pintu sambil membenarkan pakaian nya.

Faris menoleh ke bawah. "Sepatumu lepas lagi lem nya? " Tanya faris prihatin.

Zean melihat sepatunya sebentar lalu tersenyum tipis.

“Cuma sedikit. Masih bisa dipakai.”

Ia berdiri, memasukkan lem kecil itu ke dalam tas, lalu berjalan keluar bersama teman-temannya menuju lapangan.

Bagi Zean, selama sesuatu masih bisa digunakan, ia tidak pernah merasa perlu menggantinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!