NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 13

Kalimat itu meluncur dari bibir Maya dengan dingin, tegas, dan tak terbantahkan. Suaranya bergema memantul di dinding marmer ruang rapat lantai 45 Maheswari Tower, meninggalkan keheningan mencekam yang menusuk hingga ke tulang.

Hendra mencengkeram tepi meja kayu jati di depannya. Buku-buku jarinya memutih, napasnya memburu, dan wajah yang biasanya angkuh itu kini pucat pasi bagai mayat. "Kamu... kamu tidak bisa melakukan ini! Aku punya saham lima belas persen! Aku punya hak suara!" jeritnya parau, mencoba mempertahankan sisa-sisa kekuasaannya yang luruh dalam hitungan menit.

Lima belas persen saham yang kamu jadikan jaminan hutang ilegal ke konsorsium asing itu sudah disita oleh negara sejak pukul delapan pagi tadi, Paman," sahut Maya tenang. Ia memajukan tubuhnya sedikit, menatap Hendra tanpa belas kasihan. "Kamu bukan lagi komisaris. Kamu bahkan bukan lagi pemegang saham. Kamu hanyalah seorang tersangka."

Tepat ketika Maya menyelesaikan kalimatnya, pintu ganda ruang rapat terbuka lebar. Dua petugas dari Kejaksaan Agung berjas gelap masuk, didampingi oleh tiga personel kepolisian berseragam lengkap. Langkah kaki mereka yang mantap terdengar seperti ketukan lonceng kematian bagi karier politik dan bisnis Hendra.

Saudara Hendra Maheswari," tegas perwakilan Kejaksaan seraya membentangkan surat perintah resmi di hadapan Hendra. "Anda resmi ditahan atas dugaan kejahatan korporasi, pencucian uang, dan penggelapan dana publik senilai lima puluh miliar rupiah. Silakan ikut kami."

Hendra bergerak mundur, mencoba melepaskan diri saat dua polisi mendekatinya. "Lepaskan! Jangan sentuh aku! Maya, kamu akan menyesal! Orang-orang di belakangku akan menghancurkanmu dan perusahaan ini!" teriaknya histeris, suaranya memenuhi seluruh lorong saat petugas memborgol kedua tangannya dan menyeretnya keluar dari ruangan.

Teriakan frustrasi Hendra perlahan memudar seiring tertutupnya pintu ganda lantai 45.

Ruang rapat kembali hening total. Tujuh komisaris senior yang tersisa duduk mematung di kursi mereka masing-masing. Pria-pria paruh baya yang sebelumnya lantang meremehkan kepemimpinan Maya kini menundukkan kepala rapat-rapat, tak berani menatap mata sang CEO muda. Ketegasan Maya dan kelengkapan bukti yang ia sajikan telah membungkam semua potensi oposisi di dalam Maheswari Group.

Maya menyapu pandangannya ke sekeliling meja konferensi, menikmati kemenangan mutlak yang baru saja ia raih. Lalu, ia melirik pelan ke samping kirinya.

Leo masih berdiri di sana tegap, tenang, dengan kemeja putih dan jas hitamnya yang sangat rapi. Pandangan mata hitam pekat milik suaminya itu tak pernah lepas mengawasi seluruh penjuru ruangan, memastikan tidak ada lagi ancaman tersisa. Saat mata mereka bertemu, Leo menyunggingkan sebuah senyum tipis senyuman penuh kebanggaan yang tersembunyi secara halus.

Maya berdeham pelan, menguasai kembali fokusnya sebagai pimpinan tertinggi.

Kita lanjutkan RUPS hari ini," ucap Maya seraya membenahi letak dokumen di podiumnya. Suaranya kembali formal dan berwibawa. "Agenda selanjutnya adalah pengesahan alokasi dana ekspansi teknologi dan penunjukan direksi baru. Apakah ada dari dewan yang ingin mengajukan keberatan?"

Ruangan itu hening selama beberapa detik. Tak ada satu pun tangan yang terangkat. Tak ada satu suara pun yang berani menyela.

Baik. Dengan ini rapat menyetujui seluruh proposal secara aklamasi," tegas Maya, mengetukkan palu sidang kecil ke atas meja. BAM!

Pertarungan sengit di papan atas eksekutif itu resmi berakhir dengan kemenangan telak bagi Maya Maheswari.

Satu jam kemudian, lorong pribadi menuju kantor CEO di lantai 45 terasa begitu lengang. Suara ketukan tumit sepatu Maya terdengar berirama di atas lantai marmer kilat. Leo berjalan persis satu langkah di samping kirinya, menjaga jarak ideal sebagaimana seorang pengawal pribadi yang sempurna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!