NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:300
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

"Nindy!! apa dari maksud semua ini, kamu begitu tega padaku padahal kamu sudah tau kan, kalau aku akan datang untuk melamar kamu sesuai janjiku padamu, tapi apa yang ku lihat ini?" emosi Ardan.

"Ar-ardan!! ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan Ar." gugup Nindy.

"Sudahlah Nin jangan ada yang di tutupi lagi seperti itu, sudah waktunya dia tau tentang kita, oh iya tadi kamu barusan bilang ingin melamar Nindi kan sungguh kamu tuh terlalu percaya diri sekali, haha apa kamu tidak berpikir gimana caranya kamu bisa membuat Nindy bahagia nantinya, sedangkan kamu sendiri seperti ini, sungguh sangat konyol sekali." ucap Rendy sambil mengejek Ardan.

"Ya kamu bener juga Ren, bagaimana cara kamu mau bisa membahagiakan aku, lagian aku ini cewek yang realistis yang tidak mungkin bisa hidup hanya dengan cinta saja, sedangkan kamu sendiri juga hidupnya masih dengan penuh kesusahan seperti ini." sambung Nindy.

Ya Ardan memang selama berhubungan dengan Nindy dia selalu menutupi jati dirinya dengan hidup yang apa adanya, bahkan dia tinggal di kontrakan yang bisa di bilang sangat biasa dan sederhana sekali, padahal dia merupakan anak orang kaya di kota tersebut.

Ardan sebenernya sungguh sangat marah saat mendengar perkataan dari kedua orang yang ada di depannya ini yang memandang semuanya hanya dengan materi saja, tapi Ardan mencoba untuk menetralkan amarahnya karena di pikiran nya percuma juga untuk mempertahankan hubungan dengan orang yang seperti Nindy.

"Huft..baiklah jika ini semua keinginan kamu, padahal aku datang ke sini sengaja ingin melamar kamu, tapi melihat kamu yang seperti ini jadi aku urungkan niatku, jadi mulai sekarang di antara kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi." sahut Ardan.

Tanpa ada rasa sedih maupun kecewa di mata Ardan, karena sudah berhasil mengatur amarah yang ada di hatinya, dia pun keluar dari Rumah sang mantan serta segera menaiki motor sport nya dan langsung pergi dari Rumah sang mantan tersebut.

Brum

Brum

Ardan sudah melesat pergi dari Rumah sang mantan dengan kecepatan tinggi sedangkan di dalam Rumah keduanya syok sampai terbengong saat melihat Ardan yang sudah pergi dengan mengendarai motor sport nya karena saat Ardan datang keduanya tidak melihat bahwa Ardan datang dengan motor sport nya itu.

Apalagi yang cewek ada rasa penyesalan di dalam hatinya, ya karena Nindy sebenarnya masih sangat mencintai Ardan, tapi karena ada desakan dari Keluarga nya untuk segera memutuskan hubungannya dengan Ardan, karena menurut semua Keluarga nya tidak akan ada masa depan untuk Nindy, apabila masih bersama Ardan dan Keluarga pun menyarankan untuk kembali pada sang mantannya, karena dia merupakan anak orang kaya yang terpandang di kota.

.

.

# Di Rumah Keluarga Ardan #

Ardan yang baru masuk ke dalam rumahnya langsung di sapa oleh sang Mamanya yang bernama Shinta.

"Eh kak baru pulang, ayo sini makan malam bersama dulu." ucap Mama Shinta.

Ya kenapa Ardan di panggil Kakak oleh kedua orang tuanya, itu karena setelah Ardan punya Adik jadi orang tua nya keterusan memanggil Kakak pada Ardan, padahal awalnya hanya ingin membiasakan Adiknya Ardan memanggil Ardan dengan sebutan Kakak.

"Maaf yah Ma! Kakak sudah makan di jalan tadi, jadi Kakak mau ke kamar saja yah ingin langsung istirahat." sahut Ardan.

Ardan pun langsung melangkah kan kaki menuju ke kamar nya, sedangkan Mama Shinta melihat pundak dari putra nya itu yang sedang berjalan ke kamar, merasakan ada sesuatu yang sedang putranya sembunyi kan.

''Ada apa yah Pa dengan si Kakak! baru saja pulang kok jadi seperti itu?" tanya Mama Shinta.

"Maksud Mama itu apa sih, si Kakak juga terlihat baik-baik saja.'' jawab Papa Samuel.

"Ck. Papa tuh jadi orangtua kok tidak peka sama sekali pada putranya sendiri, sudahlah Mama ingin tanya langsung sama si Kakak, daripada ngobrol dengan orang yang tidak peka sama sekali seperti Papa." kesal Mama Shinta.

Mama Shinta pun berdiri dari kursinya dan langsung melangkah menuju ke arah kamar putranya, sedangkan Papa Samuel sampai terbengong mendengar perkataan dari sang istri tercintanya itu.

"Pa kenapa Mama terlihat begitu sangat kesel dengan Papa?" tanya Alena adiknya Ardan.

"Tidak ada apa-apa kok, sudahlah kamu lanjutkan saja makannya Dek." jawab Papa Samuel.

"Baiklah Pa." sahut Alena.

Sedangkan Mama Shinta sudah berada di depan kamar putranya dan langsung mengetok pintunya.

Tok

Tok

"Kak!! boleh Mama masuk." ucap Mama Shinta.

"Masuk saja Ma! tidak di kunci kok" teriak Ardan dari dalam kamar

ceklek

"Tadi habis kemana dulu Kak! kok baru sampai tidak pulang ke Rumah dulu?"

Tanya Mama Shinta sambil berjalan masuk ke dalam kamar untuk menuju ke ranjang tidur putranya, ya karena Ardan sedang duduk di ranjang tidurnya.

"Tidak kemana-mana kok Ma." jawab Ardan.

"Sudahlah Kak! jujur saja dengan Mama, jangan ada yang kamu sembunyikan dari Mama." ucap Mama Shinta.

Kring

Kring

"Ma! tunggu sebentar yah mau angkat telpon dulu, eh tapi ini nomor siapa yah."

Ucap Ardan sambil mengambil hp di saku baju serta kebingungan saat melihat nomor yang tidak di kenali.

"Ya udah angkat saja dulu takutnya ada yang penting, oh iya jangan lupa di load speaker yah." sahut Mama Shinta.

"Ish Mama kok sekarang kepo banget sih.''

Gerutu Ardan tapi respon dari Mama Shinta hanya menganggukkan kepala saja itu pertanda membenarkan ucapan dari putranya.

Ya karena Mama Shinta selalu mengajarkan kepada putra putri nya untuk tidak menyembunyikan rahasia apapun itu, Ardan pun mengangkat panggilan telpon tersebut dan tidak lupa juga load speaker untuk menuruti permintaan dari Mama tercintanya.

"Halo maaf ini siapa?"

"Assalamualaikum Mas."

Mama Shinta sampai bengong saat mendengar suara merdu dari seorang Perempuan tersebut.

"Waalaikumsalam maaf yah Mbak."

Ardan sambil garuk kepala yang tidak gatal sama sekali. karena melihat Mama Shinta sedang melototi dirinya.

"Iya tidak apa-apa Mas! oh iya gimana caranya agar saya bisa mengembalikan jas milik Mas ini."

"Oh yang tadi ketemu di bandara itu, tidak di kembalikan juga tidak ada masalah kok Mbak, jadi santai saja yah, kalau boleh tau darimana Mbak tau nomorku."

"Oh saya tau dari saku jas nya Mas."

"Ternyata seperti itu.'

"Begini saja kirim alamat Mas! nanti saya yang akan kirimkan jas nya ke Rumah Mas."

"Ya udah saya kirimkan langsung, semoga tidak merepotkan Mbak nya yah."

"Tidak kok Mas!! ya udah saya tunggu yah Mas Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Tut

Tut

"Subhanallah!! merdu banget suaranya, sampai-sampai menggetarkan hati Mama." puji Mama Shinta.

"Aduh Mama please yah jangan berlebihan seperti itu, aduh aduh sakit ma."

Sahut Ardan sambil meringis kesakitan karena telinganya di jewer oleh Mama Shinta.

"Kak! kamu mengatai Mama lebay, itu tidak sopan tau." kesal Mama Shinta.

"Iya maaf Ma! jadi boleh yah Kakak ingin...

Bersambung

~*See You Next*~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!