NovelToon NovelToon
TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di balik kesuksesan Bian sebagai Manajer, ada Husna istri sah yang anggun, mandiri, dan pemegang kendali finansial keluarga. Saat Bian tergoda Salma, karyawatinya dan meminta izin menikah lagi, Husna tidak mengamuk. Ia memberi satu syarat mutlak 100% gaji resmi Bian wajib ditransfer ke rekeningnya.
Sementara bagi Salma yang menawari cinta ala ABG hanya dinafkahi dari hasil toko swalayan baru yang belum pasti untung.

​Merasa menang, Salma setuju tanpa sadar ia salah lawan. Situasi makin panas saat Devan dan Deka, putra kembar yang saat ini sudah sekolah tingkat SMA, terang-terangan membela sang ibu dan membenci Bian. Siapa pemegang tahta sejati dalam keluarga ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

​

​Pagi harinya, suasana di dalam rumah utama Husna terasa begitu tenang dan menyejukkan. Sinar matahari pagi menembus celah-celah jendela kaca besar, memantul di atas meja makan kayu jati yang kini menyajikan sarapan hangat. Keheningan dan kedamaian yang sempat hilang selama bertahun-tahun kini kembali sepenuhnya menghiasi setiap sudut rumah mewah tersebut.

​Di meja makan, Husna duduk diapit oleh kedua putra kembarnya, Devan dan Deka. Dengan cermat, Husna menuangkan teh hangat ke dalam cangkir kedua anaknya. Tidak ada lagi raut wajah muram atau sorot mata lelah pada wanita anggun itu. Wajahnya terlihat jauh lebih segar, memancarkan aura ketenangan yang luar biasa.

​Deka yang sedang mengoleskan selai cokelat pada rotinya perlahan menghentikan gerakannya. Ia menatap ibunya dengan raut wajah penasaran yang amat dalam.

​"Bun..." panggil Deka pelan, memecah keheningan meja makan.

​Husna menoleh, menyunggingkan senyuman lembutnya. "Iya, Sayang? Ada apa?"

​Deka meletakkan pisau selainya, lalu menopang dagunya sambil menatap Husna lekat-lekat. "Kapan Bunda mau menceraikan Ayah, Bun? Bukannya balas dendam Bunda ke Ayah dan Tante Salma sebenarnya sudah usai? Atau... Bunda sengaja menundanya karena masih mau melihat Ayah semakin sengsara dan menderita sama istri barunya di swalayan itu?"

​Devan yang duduk di samping Husna ikut menghentikan suapannya. Ia mengangguk setuju dengan pertanyaan kembarannya, menunggu jawaban pasti dari sang ibu. Selama ini, si kembar memang menjadi garda terdepan untuk melindungi Husna, tetapi keputusan akhir tentang ikatan pernikahan itu sepenuhnya berada di tangan Husna sendiri.

​Husna tidak langsung menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis sebuah senyuman anggun, dewasa, dan penuh kepastian yang sangat menenangkan.

​"Bunda tidak pernah berniat membalas dendam atau sengaja menikmati penderitaan orang lain, Nak," ujar Husna dengan nada suara yang sangat lembut namun tegas. Husna meraih jemari kedua anak kembarnya di atas meja, menggenggamnya hangat. "Soal perceraian... Bunda sudah mantap. Tadi malam tim pengacara Bunda sudah merampungkan seluruh berkasnya. Kalau tidak ada halangan, besok pagi Bunda dan tim hukum akan resmi mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama."

​Devan dan Deka saling bertukar pandang. Senyum puas terpancar jelas di wajah si kembar.

​"Dan bisa dipastikan," tambah Husna seraya terkekeh pelan, "dalam satu dua hari ini, surat panggilan resmi dari pengadilan akan langsung diantarkan oleh kurir pengadilan ke alamat toko swalayan itu. Alamat yang sekarang jadi rumah baru untuk Ayah kalian dan perempuan itu."

​Deka tertawa lepas mendengarnya. "Bagus banget itu, Bun! Biar pas suratnya datang, Si Tua sama Tante Salma lagi duduk di atas kardus keripik kentang sambil gigit jari. Pasti heboh banget itu!"

​Namun, sebuah pemikiran mendadak melintas di kepala Deka. Wajah remaja itu mendadak mengernyit serius.

​"Eh, tunggu dulu, Bun..." ujar Deka penuh rasa ingin tahu. "Kalau Bunda resmi cerai sama Ayah, berarti fasilitas dan tunjangan untuk Ayah sebagai manajer senior di jaringan usaha keluarga kita bisa langsung dihentikan dong? Gaji Ayah yang besar itu otomatis diputus juga, kan?"

​Husna menatap putra bungsunya itu dengan binar mata penuh kehangatan, lalu tertawa kecil menanggapi kepolosan pikirannya.

​"Kata siapa, Nak? Memangnya kamu yakin Ayah kamu dan perempuan itu masih akan dipertahankan di perusahaannya?" tanya Husna penuh arti, menaikkan satu alisnya. "Mengingat usaha swalayan Ayah kamu dan skandalnya sudah viral di mana-mana hari ini?"

​Deka membelalakkan matanya kaget. "Maksud Bunda...?"

​"Seorang direksi di perusahaan jaringan distributor utama tidak akan mempertahankan seorang eksekutif yang nama baiknya sudah tercoreng akibat kasus utang, penelantaran, dan skandal pribadi yang jadi konsumsi publik,"

potong Devan cepat, menangkap maksud ibunya dengan sangat cerdas. "Pihak jajaran komisaris pasti langsung mengambil tindakan tegas untuk pemutusan hubungan kerja demi menjaga nama baik perusahaan."

​Husna mengangguk anggun menyetujui ucapan Devan. "Tepat sekali, Devan. Dewan komisaris sudah menjadwalkan rapat darurat pagi ini untuk menonaktifkan posisi Ayah kalian. Jadi tanpa Bunda minta pun, karier dan jabatan yang selama ini dia bangga-banggakan akan runtuh dengan sendirinya."

​Husna lalu mengelus lembut rambut Deka dengan tatapan penuh kasih sayang seorang ibu.

​"Dan kamu tidak perlu pusing atau khawatir soal gaji Ayah kamu yang sebenarnya tidak seberapa itu, Deka," lanjut Husna dengan nada bicara yang begitu tenang namun memperlihatkan kelasnya sebagai seorang pengusaha sukses. "Gaji manajer senior Ayah kamu itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan hasil gurita bisnis dan jaringan distributor utama yang Bunda kelola sendiri selama ini. Kehidupan kita tidak pernah bergantung pada Ayah kalian."

​Deka terdiam sejenak. Ia menatap wajah ibunya yang tenang. Senyuman di bibir Deka terpancar tulus, namun pandangan matanya mendadak berubah hangat dan sarat akan emosi haru.

​"Deka tahu kok, Bun..." bisik Deka dengan suara yang bergetar penuh kejujuran. Deka meraih tangan Husna, menggenggamnya erat-erat dengan kedua tangannya. "Deka tidak pernah takut kekurangan finansial, Bun. Deka tahu Bunda hebat dan mampu mencukupi semuanya buat kami. Tapi... Deka jauh lebih takut saat melihat senyum di wajah Bunda pudar gara-gara ulah Ayah."

​Kata-kata sederhana namun mendalam dari putra remajanya itu seketika merasuk hangat ke dalam dada Husna. Matanya berkaca-kaca menahan rasa haru yang luar biasa.

​"Deka sama Devan cuma mau lihat Bunda bahagia," tambah Deka lagi dengan mata berbinar tulus. "Senyum Bunda itu harta paling berharga buat kita berdua. Kalau Bunda tersenyum lega seperti sekarang, rasa takut Deka hilang semua."

​Devan ikut menggenggam tangan ibunya dari sisi lain. "Betul kata Deka, Bun. Senyum Bunda adalah ketenangan buat rumah ini. Apapun keputusan Bunda, Devan sama Deka bakal selalu ada di depan buat menjaga Bunda."

​Husna tak sanggup lagi menahan air mata bahagianya. Ia merangkul kedua putra kembarnya yang kini telah tumbuh menjadi pelindung yang tangguh dan bijaksana. Rasa sakit, pengkhianatan, dan penderitaan yang ia tanggung selama berpuluh-puluh tahun bersama Bian seolah menguap begitu saja, terbayarkan oleh kehangatan cinta dari kedua anaknya.

​"Terima kasih ya, Anak-anakku..." bisik Husna lembut di antara tangis bahagianya. "Bunda janji, setelah ini senyum Bunda tidak akan pernah pudar lagi. Kita bertiga akan memulai lembaran baru yang jauh lebih bahagia."

​Di pagi yang cerah itu, di dalam rumah mewah yang penuh kedamaian, sebuah keputusan besar telah diambil. Husna siap melangkah mantap menyongsong masa depan tanpa rasa takut, memutus masa lalu yang kelam bersama Bian, dan memeluk kebahagiaan sejati bersama Devan dan Deka. Badai telah berlalu, dan kehancuran Bian di swalayan kini hanyalah masalah waktu sebelum ketukan palu pengadilan meresmikan kebebasan Husna sepenuhnya.

1
Arieee
bagus 👍👍👍👍👍👍
susi ana
aku geli sama istilah "niat jantan" dr Rafli..... lucu banget 😂
falea sezi
wahh uda end ternyata si bapak durjana
Noey Aprilia
Akhir tragis buat sng pngkhianat....
btw,srius end kk????
mksh crtanya,aku otw crtamu yg lain...💃💃💃
blcak areng: terima kasih Kak
total 1 replies
Muft Smoker
ceritanya seperti biasa ,,
bagus dan banyak pelajaran ny
Muft Smoker
waaah udh tamat kak ,,

yx seburuk-buruk ny kelakuan manusia di saat Dy berpulang tetap harus d lakukan yg terbaik ,,
bian udh menyadari dan menyesali perbuatan ny ,, ,,

terimakasih buat cerita ny kali ini kak ,,
dtggu karya terbaru ny ,,
semangat dan sukses selalu buat kk ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
karya terbaru ny udh msuk list aq ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kn emnk udh jdi ibu ny kak 🤭🤭😁😁🫰
T🥀007
lanjut
Nieta Poedjo
kartu hitam = black card
bukan
kartu hitam black card
Nieta Poedjo
katanya berhijab, kok ada kalimat anak rambut?
katanya sdh nikah, kok ada kalimat calon ibu?
Muft Smoker: 👌👌👌👌😁😁😁😁
total 3 replies
Noey Aprilia
Buah ksbaran husna d msa lalu,akhrnya ktmu jg dgn kbhgiaan...
slain syng sm dia,jg syng sm ank2nya....
Noey Aprilia
Mkin meranalh nnti sng mntan...
smntra mntan istri mkin sukses plus nkah lg sm orng brkuasa,dia msh ttp jd gmbel.....😛😛😛
Muft Smoker
semangat truuus kak ,,

lanjuut kak ,,

akhirnya Bu Husna menemukan org yg tepat ,,
semoga bahagia truss keluarga kalian ,,
Muft Smoker
kak sbnrnya yg kk sypa ,, Dita tita atau Devan deka ,,
kn yg menikah dluan pak Rafli ,,
Rahmawati Amma
awalnya ceritanya menarik tapi setelah aku baca sengaja loncat di bagian bab 38an aku udah malas bacanya pada hal aku ingin melihat bian menderita dan husna walaupun janda tapi berkelas dan tambah sukses tak taunya kawin lagi jadi malas baca soalnya bosan yg cerita cerai tapi kawin lagi😔😮‍💨
Rahmawati Amma
maaf thor saya ke luar dari novelmu paling malas klu ceritanya gini awalnya saya emang suka ceritanya tapi melihat babnya saya langsung berhenti ku kira ngak bakalan kawin lagi soalnya anaknya udah pada remaja tak tahunya malahan kawin lagi sama aja mantan suaminya gila s***n## kukira habis cerai dia akan menjadi lebih sukses dan menjadi janda elegan tak taunya gini ceritanya maaf thor aku keluar maaf tidak beri bintang full😔😢🙏
Muft Smoker
laki2 kayak pak Rafli 1 banding 100000000 ,, bnr2 langka ,,
Rahmawati Amma
pembalasan berkelas🤣🤣🤣
Noey Aprilia
D saat yg lain lbh suka pmer hrta dmi pujian,tp mas rafli lbih mmilih k tnah suci dmi niat yg suci jg....salut plus mkin mnghormati dia krna skapnya...
Nieta Poedjo
ooooo gitu tho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!