Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenisu, ia sangat berbakat dalam bidang seni beladiri juga bidang kedokteran. Ia menguasai ilmu kedokteran modern maupun ilmu dokter tradisional.
Li Mingyue terbunuh karena penghiatan temannya sendiri, saat menjalankan misi bersama. Bukannya pergi keneraka atau surga dia berinkarnasi kezaman kultivator, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah di injak seperti semut.
Dia menjadi seorang putri lemah yang tidak dianggap di kerajaan Xuanxi, bahkan ia juga akan di nikahkan dengan seorang Jendral lumpuh, dingin dan galak.
°
°
°
☆ Cerita ini hanya fiktif belaka tidak sesuai dengan sejarah maupun kehidupan nyata, ini murni karangan Author. ☆
🎈 Mohon Dukungannya ya Teman-teman!... 😍😍😍🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. berinkarnasi ke dunia lain.
Liu Yiran sangat senang melihat kondisi Li Mingyue yang ia kepung dan terpojok tidak bisa melakukan apaun lagi. tetapi ia kesal melihat wajah Li Mingyue tetap tenang tidak panik sedikitpun.
"Li Mingyue...! Jangan pura-pura tenang aku ingin melihat ketakutan di wajahmu itu, aku sangat muak melihat wajah polosmu itu, jangan pura-pura, berteriaklah minta ampun padaku, aku akan meringankan rasa sakitmu." Ucap Liu Yiran dengan marah, ia menodongkan pistol kearah Li Mingyue, ia ingin sekali melihat Li Mingyue memohon kepadanya, tapi apa yang ia lihat...
Li Mingyue hanya tersenyum mendengar ucapan Liu Yiran, melihat pistol ia tidak takut sama sekali.
"Sayang sekali...!!! Kak Yiran kamu tidak menikmati ketenaran itu setelah kepergian ku." Jawab Li Mingyue dengan tenang. Lalu ia mengeluarkan remot pengendali Bom dalam saku celananya, dan tersenyum kepada Liu Yiran.
Liu Yiran terkejut, ia tidak menyangka Li Mingyue nekat memasang bom disini. " Gawat...! Semuanya cepat pergi ruangan ini sudah dipasang bom!." Teriak Liu Yiran kepada semuanya, musuh yang mengepung Li Mingyue saat ini.
"Ingin pergi tidak semudah itu, semua pintu dan lubang keluar sudah ditutup rapat." Ucap Li Minggue, ia masih tersenyum.
"Kak Yiran, kita pergi bersama-sama, aku senang bisa pergi bersamamu, untuk membalas kebaikkanmu dulu padaku." Ucap Li Mingyue lagi, lalu ia menekan tombol warna hijau.
"Mingyue jangan gila...! Jika kamu menekan itu kita semua tidak selamat." Teriak Liu Yiran dia sudah ketakutan termasuk semua musuh yang tadi mengepung Li Mingyue mereka sudah sibuk mencari jalan keluar, tetapi mereka tidak menemukannya.
tidak menunggu lama setelah tombol hijau di tekan semuanya meledak...
Duuuaaarrrr!!!!
Ruangan itu hancur rata tidak ada yang selamat semuanya habis tersisa termasuk Liu Yiran dan Li Mingyue mereka pergi bersama-sama, sesuai keinginannya Li Mingyue.
*
*
*
Di dunia lain, tempatnya yang sangat jauh. Ada seorang gadis yang terbaring di tempat tidur. Gadis itu terlihat sangat lemah, wajahnya pucat dan matanya tertutup rapat, seperti tidak bernyawa lagi...
Tiba-tiba...!!!
Mata gadis itu terbuka lebar, sambil memutar-mutar bola matanya sana sini, untuk melihat sekeliling ruang yang ia tempati.
"Dimana aku, bukankah aku sudah meledakkan diri bersama mereka." Gumam gadis itu tetapi matanya memasuh melihat keadaan sekelilingnya untuk mengetahui dimana dia berada saat ini, ia merasa tempat ini sangat aneh.
Ia melihat ruangan luas, seperti istana, jika di lihat lagi ini istana kosong tanpa perabotan, semua kosong disini. Lalu ia mencoba bangun dari tempat tidur tetapi ia kesusahan.
"Hah... mengapa tubuhku menjadi lemah seperti ini!." Gumamnya lalu ia menyadari sesuatu. " tunggu dulu...! Bukankah tubuhku sudah hancur, lalu ini tubuh siapa?." Gumamnya sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangannya, lalu melihat tangannya sendiri.
Ia melihat tangannya putih pucat terlihat rapuh, lalu merasakan tubuhnya sendiri masih utuh.
"Aku masih hidup, tubuhku masih ada, tidak hancur! Lalu apa kabar dengan Liu Yiran dan yang lainnya, apa mereka juga masih hidup sama seperti ku." Gumamnya lagi.
Lalu ia mencoba lagi untuk bangun dan berdiri, tetapi ia terjatuh lagi dan meringis sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Karena kepalanya tiba-tiba merasa sakit saat itu juga, ia merasakan sakit yang sangat luar biasanya.
Bertepatan saat itu ia melihat kenang-kenangan dan ingatan dari seorang gadis dari kecil hingga tumbuh besar seperti saat ini.
Ia melihat ingatan itu, gadis itu memiliki wajah dan nama sama dengannya, tapi bedanya gadis ini seorang putri kerajaan, anak dari raja yang menguasai wilayah Xuanxi.
Kita berpikir kehidupan putri pasti berlimang harta dan di puja oleh orang-orang, tetapi tidak dengan putri ini dia diabaikan oleh ayahnya, semua hartanya dirampok, dia sering disiksa oleh pelayan atas suruhan dari selir-selir ayahnya juga anak-anak selir lainnya.
Sedangkan raja hanya menutup mata tentang situasi itu, tidak pernah mengutus orang untuk membantu putrinya, bahkan menjengukpun tidak pernah.
Li mingyue mengepalkan tangannya, rasa sakit dikepalanya sudah hilang begitu pula dengan kenangan itu ia sudah mengingatkan semuanya.
"Aku paham sekrang, aku berinkarnasi ketubuh gadis malang ini, lalu yang aku lihat tadi ingatan dari pemilik tubuh." Gumamnya.
Ia merasakan semua penderitaan itu, seperti dirinya lah yang menderita, ia mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Mereka sangat jahat!" Gumam Li Mingyue dengan marah.
Ia sudah menyadari diri berinkarnasi ketubuh gadis ini, dan ia hidup lagi tetapi di dunia lain, dunia yang berbeda dengan dunianya dulu.
"Dunia ini yang ku lihat dari ingatan pemilik tubuh, adalah dunia kultivator yang terkuatlah berkuasa dan yang lemah di injak, pantas saja pemilik tubuh ini diperlakuan tidak adil di istana ia sangat lemah, sejak kecil ia tidak memiliki akar roh spiritual." Ucap Li Mingyue lagi.
Lalu ia tidak sengaja melihat pergelangan tangannya, matanya terbelalak tidak percaya apa yang dia lihat, ada rasa senang melihat benda itu..
"Ini gelang warisan dari kakek! Mengapa tubuh ini juga memilikinya." Ucap Li mingyue ia mengambil gelang itu dari pergelangan tangannya lalu memperhatikan gelang itu dengan teliti.
"Sangat mirip tidak ada perbedaan sama sekali, tetapi ini bukan gelang dari kakek, karena gelang itu sudah hancur bersama tubuhku disana." Ucapnya lagi, ia masih memperhatikan gelang itu.
Lalu ia teringat ucapan kakeknya untuk mengakui dirinya sebagai pemilik gelang itu, harus meneteskan darahnya sendiri.
"Ya, aku harus mencobanya siapa tahu aku memiliki jari emas hadiah reinkarnasi ku." Ucapnya lagi lalu ia menusuk jarinya sendiri dengan pisau dan meneteskan darahnya kesana.
Ia melihat tidak ada perubahan pada gelang itu, darahnya sudah banyak keluar. Lalu ia pasrah kembali membalut jarinya yang terluka supaya tidak mengeluarkan darah lagi.
"Hah, mengapa tidak ada perubahan sama sekali, darahku sudah banyak sekali membasuh gelang ini." Ucapnya ia kembali memperhatikan gelang itu...
Lalu ia melihat gelang itu menyerap darahnya sedikit demi sedikit, tak lama setelah itu gelang itu bersih dari darah ia menyerap semua darah itu.
Li Mingyue kembali melihat pemandangan yang sama saat ia menetes darah di gelang warisan kakeknya.
Gelang itu kembali mengeluarkan cahaya, tetapi cahayanya lebih pekat dari sebelumnya sampai dia menutup matanya karena silauan itu, saat dia membuka matanya dia sudah berada di tempat lain.
"Dimana aku apa aku dipindahkan lagi ke dunia lain." Gumamnya sambil melihat sekeliling, ia tidak melihat apapun hanya pemandangan yang indah dan hamparan tanaman yang sangat banyak.
°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
mau kasian TPI mereka sendiri yg memulai jahat pada mingyue🤣
lanjut up lagi thor