Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.
Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.
Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.
"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Neraka itu Bernama Sekolah
Bara berlari sekuat tenaga agar dirinya tidak kalah dengan Asep, dan benar saja Bara memenangkan lomba itu walaupun ia harus berlari dalam keadaan seperti anj*ng berlari.
"wahhh rupanya anj*ng peliharaan ku lebih cepat daripada teman ku ini". kata Andy yang daritadi mengikuti Asep dan Bara dari belakang bersama-sama dengan teman-teman nya yang lain.
"bangsatt!! aku kalah dengan si gendut jelek ini" marah Asep ketika mengetahui dirinya ternyata kalah terhadap Bara.
teman-temannya pun menertawakan Asep karna dia kalah dari Bara yang berlari seperti anj*ng. "ahahaha goblok kali kau ni sep" seru Jamal menghina Asep.
"diam kau!! mau ku robek mulutmu itu" emosi Asep meledak-ledak ia tak terima dengan kekalahan itu
"gendut sialan!!. sini kau babi gendut". Asep menghampiri Bara dan langsung menendang nya dengan keras.
"bughhh bughhh"
"akhhhh sakittt" pekik Bara yang kesakitan karna tendangan Asep
"ini akibatnya lo berani nantang gue". Asep terus saja membabi buta memukuli Bara
"bughhh bughhh"
Andy yang daritadi hanya menonton saja tak sedikitpun dia mencoba melerai temannya yang sekarang memukuli Bara dengan sangat brutal. ia malah tertawa senang karna melihat Bara di pukuli.
tak lama bel masuk pun berbunyi. akhirnya Asep menghentikan aksinya, coba saja bel masuk itu tak berbunyi mungkin Asep masih terus memukuli Bara hingga dia bahkan untuk berdiri saja tidak bisa.
"untuk kali ini lo masih selamat ya babi, andai bel masuk tak berbunyi, mungkin kamu sudah berada di rumah sakit sekarang" ucap Asep yang masih menyimpan emosi nya
kemudian Andy mengisyaratkan teman-temannya untuk segera duduk ke tempat mereka masing-masing. sedangkan Bara masih merintih kesakitan karna tadi di pukuli oleh Asep.
kemudian ia mencoba untuk berdiri dan berjalan ke tempat duduknya. melihat Bara di pukuli dengan brutal siswa siswi yang lain pun tidak berdaya untuk membantu nya karna jika mereka membantu sama saja mencari masalah dengan geng Andy.
pada saat jam istirahat berbunyi para geng Andy berkumpul di toilet di belakang sekolah bisa di bilang itu markas mereka dimana geng Andy bisa bebas merokok serta minum-minuman.
"mal panggil di babi kesini gue mau kasih hadiah karna dia udah menang lawan Asep tadi" perintah Andy ke Jamal
"siapp bosss"
Jamal pun segera mencari keberadaan Bara yang sekarang Bara berada di kelas
sesampainya di kelas Jamal langsung menyuruh Bara untuk menemui Andy di toilet belakang sekolah.
"Andy aku datang untuk memenuhi panggilan mu" ucap Bara sambil menundukkan kepalanya karna dia sangat takut dengan Andy
"lihat lah ternyata peliharaan ku ini sangat penurut" ucap Andy
"babi Lo tau ga barusan lo melakukan kesalahan apa?" tanya Andy kepada Bara.
Dengan cepat Bara menggelengkan kepalanya
"lo panggil nama gue ngerti ga?!!" bentakk Andy
"mulai sekarang lo panggil gue tuan Andy, mengerti!!"
Bara pun mengangguk cepat. tapi tak disangka setelah itu Andy malah memukul Bara hingga dia tersungkur dan kepalanya terbentur tembok toilet. itu membuat kepala Bara sedikit pusing namun hal yang dilakukan Andy jauh lebih dari itu.
melihat Bara yang sudah jatuh Andy malah mengeluarkan tongkat saktinya dan mengeluarkan air kencing nya untuk di siramkan ke badan Bara yang sudah terjatuh. melihat hal itu Bara pun tak mampu berbuat banyak dia banyak dia hanya berusaha menutupi wajahnya agar tidak terkena air kencing Andy.
"hahaha, minum lah itu babi gendut, lo pasti haus karna tadi habis lomba lari yakann" ucap Andy dengan senang dia melakukan hal itu
setelah melakukan perbuatan keji itu Andy lantas menyuruh Bara untuk cosplay lagi.
namun bukan menjadi binatang melaikan pokemon ia menyuruh Bara cosplay sebagai pikachu. Bara pun tak berdaya ia terus menuruti apa perintah dari Andy
"sekarang lo pergi ke kantin belikan gue minum, karna gue haus, apakah kau mengerti pikachu kuu?"
"mengerti pikaaa" sahut Bara yang sekarang cosplay menjadi pikachu
geng Andy yang melihat itu tertawa lepas karna di depan mereka sekarang ada sesuatu yang begitu lucu untuk di tertawakan
"hahaha lucuu banget sumpah, pikaa pikaa" ucap Burhan
"memang pantas dia seperti sangatlah mirip dengan aslinya" pungkas Arini
Bara pun berlari menuju kantin dan membelikan minum untuk Andy. Dia benar-benar menjadi pusat perhatian seluruh siswa siswi disekolah.
Bara hanya bisa menahan malu itu atau kalo tidak dia bakal pukul habis-habisan oleh Andy. dalam hati Bara dia menangis 'kenapa nasib ku sangat tragis begini, ibuu aku ingin pindah dari sekolah ini'
sesampainya Bara di toilet yang mana itu markas dari geng Andy dia pun segera menyerahkan pesanan dari Andy. lantas Andy pun menyuruhnya untuk pergi, setidaknya setelah dia menuruti permintaan Andy ia tidak di siksa lagi olehnya.
bel sekolah pun berbunyi waktu sudah menunjukan pukul 14.00. para siswa siswi bergegas untuk pulang, Bara yang hendak pulang di cegah oleh Asep yang masih menyimpan dendam atas kekalahannya tadi pagi.
"eh eh mau kemana babi gendut?, lo ga bole pulang dulu, urusan lo sama gue belom selesai"
"tapi sep kan lo tadi udah puas mukulin gue" balas Bara yang mencoba membela diri
Asep yang kesal dengan jawaban Bara seketika murka. "BANGSATT!! LO PIKIR GUA BISA PUAS HANYA DENGAN MENGHAJAR LO AJA?"
seketika Asep menarik krah seragam Bara. Asep menarik Bara dengan kuat hingga Bara terjatuh dan terseret. Asep membawa nya di sebuah gudang sekolah.
"masuk lo gue bakal bikin perhitungan yang lebih dari tadi pagi tadi" ucap Asep sambil melemparkan tubuh Bara kedepannya
"ayoo berdiri babi lawan gue" ucap Asep
Bara sama sekali tak bergeming dia hanya diam saja dan menundukkan kepalanya. "maaf sep gue ga berani, tapi tolong ampuni gue, janji gue bakal ngalah sama lo lain kali" Bara memohon
"ohh gitu jadi lo minta belas kasihan gue, lo denger yaa gara-gara lo gue jadi harus traktir temen-temen gue bangsatt!!" ucap Asep yang sudah di penuhi emosi
"dan sekarang lo bilang kalo janji bakal ngalah sama gue, lo pikir gue bakal kalah sama lo?, anj*ng lo yaaa".
seketika pukulan Asep mendarat di wajah Bara dengan keras pukulan itu membuat sudut bibirnya berdarah. tak sampai situ Asep terus menerus memukuli Bara hingga dia benar-benar babak belur.
"uhukk uhukkkk" Bara yang babak belur memuntahkan darah dari mulutnya
"sep ampun gue minta maaf" mohon Bara kepada Asep
Asep akhirnya berhenti memukulinya.
"denger gue baik-baik, sekali lagi lo cari masalah sama gue bukan hanya badan lo yang babak belur tapi gue patahin semua tulang-tulang lo itu" ucap Asep.
setelah puas Asep meninggal Bara sendiri di dalam gudang sekolah dia langsung pergi sementara Bara ia masih berkelahi dengan rasa sakit yang sekarang ia rasanya di sekujur tubuhnya. waktu sudah mulai petang setelah mencoba beberapa kali untuk berdiri akhirnya Bara mampu menopang tubuhnya untuk berjalan meskipun tertatih-tatih tapi Bara tetap berusaha untuk pulang kerumahnya.
sesampainya Bara di rumahnya ia langsung membersihkan tubuhnya dan mengobati luka-lukanya agar ibunya tidak curiga jika ia habis di pukuli oleh teman sekolahnya.
"sampai kapan aku harus seperti ini, aku hanya ingin hidup seperti orang normal yang memiliki teman-teman" gumam Bara.
pukul 21.00 Bara yang terlelap di kamar nya tidak menyadari kedatangan ibunya. ia begitu lelah seharian ini sampai tidurpun dia sangat nyenyak.
"tok tok tokk" suara ketukan pintu
"Bara nakk, kamu sudah tidur kah?". ucap Mila manggil Bara yang berada di dalam kamar
"apakah anak itu kecapean yaa sampe aku ketok pintu kamar nya tidak ada respon sama sekali" gumam Mila
Mila pun mencoba lagi untuk membangunkan Bara yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Bara bangun nak, ayo kita makan malam ibu sudah hangatkan sup tadi pagi, ibu juga sudah kasih telor rebus kesukaan kamu"
beberapa detik kemudian Bara terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara ibunya.
"iyaa Bu Bara bangun" ucap Bara yang baru saja bangun dari dunia mimpinya itu.
"yauda ibu tunggu yaa". ucap Mila
Mila pun menunggu putranya itu di ruang tengah rumahnya.
Bara keluar dari kamar nya dia mengenakan lengan panjang untuk menutupi luka-luka nya, untungnya wajahnya tidak seberapa parah memarnya ia masih bisa menutupi dengan bedak untuk menyamarkan memarnya.
"kenapa pakai baju lengan panjang?. bukannya sekarang musim panas. apakah kamu tidak gerah memakai baju panjang itu?". tanya Mila kepada putranya yang memakai baju lengan panjang ketika musim panas
"a-aku tadi pakai agar tidak di gigit nyamuk bu. iyaa benar agar tidak di gigit nyamuk". bohong Bara kepada ibunya.
Mila sedikit curiga dengan Bara bukan tanpa sebab karna ia begitu tau bagaimana putranya itu dia sangat tidak nyaman jika harus merasakan gerah. namun dia memilih untuk tidak menanyakan itu lebih jauh.
"yauda ayo makan. ibu sudah siapkan makanan untukmu"
Bara yang melihat makanan yang di sajikan ibunya seketika dia merasa kesal karna lagi-lagi ia harus makan telor rebus setiap hari. dia sangat membenci tubuhnya yang gendut karna tubuh itu yang membuat Bara selalu di bully oleh geng Andy di sekolah.
"telor rebus lagi bu?, sampai kapan kita harus makan itu?, apakah ibu tidak melihat badan ku yang sudah sangat gemuk ini?" kesal Bara
"kalo badan mu gemuk artinya kamu tidak kekurangan gizi nak, bukannya telor rebus ini kesukaan mu?"
Bara yang sudah merasa muak dengan bentuk badannya itu seketika hilang kendali dan marah kepada ibunya.
"AKU BENCI TELOR REBUS ITU!!. GARA-GARA DIA AKU SELALU MENDAPATKAN PERUNDUNGAN DARI TEMAN-TEMANKU".
secara tidak sadar dia baru saja mengungkapkan sesuatu yang selama ini dia pendam sendiri.
"ibuu aku mau pindah dari sekolah neraka itu, aku sudah tidak sanggup mu, liat ini badan ku semuanya sakit bu hiks".
Seetika Bara membuka baju lengan panjang nya dan memperlihatkan bahwa sekujur tubuhnya penuh luka lebam. Bara menangis di depan ibunya.
Mila sangat kaget dengan apa yang ia liat. tubuh putranya itu penuh dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. dia sangat sedih melihat putra satu-satunya itu.
"nakk kok bisa badan mu penuh luka lebam begini?".
"siapa yang tega melakukan ini Baraa? hiks...". Mila memeluk putra semata wayangnya itu. airmata nya jatuh begitu deras melihat putranya penuh luka.
"ibu aku mau pindah sekolah, aku tidak mau lagi sekolah disana bu, itu adalah neraka untukku huhuhu". Bara yang menangis di pelukan ibunya memohon untuk tidak lagi pergi ke sekolah.
"iyaa iyaa ibu mengerti nakk. kamu yang sabar yaa ibu bakalan pindahkan kamu ke sekolah yang lebih baik".