Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.
impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .
bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Healing
Kulihat jam yang terpasang di dinding menunjukan pukul tiga sore,aku yang sudah merasa tenang memutuskan untuk pulang kerumah.
Aku segera berpamitan kepada ibuku dan memberiku beberapa lembar uang untuk ongkosku pulang kerumah menggunakan mobil angkutan umum.
"Aku harap Mas Bram menyesali perbuatannya atas kejadian tadi pagi".gumamku dalam hati memandang ke arah luar jalan dari dalam kaca jendela mobil.
"Berhenti disini pak!"seruku saat melewati jalan gang depan rumahku,membayar ongkos dan berjalan menuju rumahku yang hanya beberapa langkah dari depan jalan.
Tampak di ujung blok sebuah rumah minimalis berlantai satu dengan pintu berwarna coklat tua terlihat sepi dan tertutup rapat seperti tidak ada penghuni didalamnya.
aku segera membuka pagar dan mengetuk pintu rumah dengan pelan.
TOK ...TOk!!
Mas Bram muncul dari balik pintu sambil tersenyum melihatku yang telah kembali.
"sayang darimana saja ,kenapa pulangnya lama sekali,maafin aku ya!"serunya dengan wajah memelas.
Tanpa menjawab pertanyaannya aku segera masuk dan mengambil handuk untuk mandi karena tubuhku terasa lengket tidak mandi sejak tadi pagi.
Dia mengikutiku dari belakang memasang wajah memelas mendekat padaku perlahan dan memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepadaku.
"maafin aku ya...ini uang gaji aku kamu pegang,di hemat hemat ya catet dibuku biar tau pengeluarannya,kalau enggak dicatet aku enggak percaya kamu lagi buat atur keuangan!"ucapnya lagi.
Ku hitung uang pecahan seratus ribuan itu yang berjumlah dua juta rupiah untuk keperluan rumah dan dapur,sebelum aku bertanya sisanya ia segera menjelaskan.
" sisa uangnya aku yang pegang untuk bensin dan peganganku kerja".
"Yaudah mass aku simpen dulu uangnya,aku mau mandi!".
"Tunggu..!!!Minggu besok kita jalan jalan yuk,kamu mau kemana ?"tanyanya lagi.
Mendengar itu aku merasa senang...sudah lama kami tidak quality time berdua dengannya,Mas Bram yang selalu sibuk dengan pekerjaannya membuatku harus bersabar untuk menghabiskan waktu berdua dengannya.
"Ayo mas....aku kepengen sekali ke daerah Bogor ketempat wisata yang lagi hits itu mas !"seruku bersemangat.
"okee...nanti kita kesana biar kamu senang!"ucapnya.
Selesai mandi dan hanya mengenakan daster aku mengambil uang pemberian Mas Bram yang kusimpan dalam lemari dan menyisihkan di tiap lembar masing masing keperluan dalam buku yang sudah kutulis.
Sebagai seorang ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan gaji suaminya aku harus bisa berhemat dalam mengatur pengeluaran uang agar tercukupi.
Dan setelah mengatur semuanya hanya tersisa beberapa lembar uang ratusan untuk jatah kami liburan.
"mudah mudahan cukup nanti".ucapku memasukan buku berisi uang itu ke dalam lemari kembali dan menyimpannya di bawah pakaian.
Beberapa hari kemudian hari yang kutunggu tiba,pagi pagi sekali kami berangkat menuju salah satu tempat wisata yang ada didaerah cianjur melewati puncak dan masuk kedalam perkampungan desa,aku yang sambil melihat maps mengarahkan jalan kepada mas Bram yang sedang mengendarai motor agar tiba sampai tujuan.
Terlihat kanan kiri terdapat sawah membentang luas,udara dingin yang menyeruak dengan suasana pedesaan membuat kami terasa berada ditempat asing memasuki daerah yang belum pernah kami jamah sebelumnya.
Tepat disebuah tempat yang luas dengan pepohonan yang rindang akhirnya kami tiba ditujuan.
setelah memarkirkan motor matic kami menuju loket untuk membeli tiket masuk yang harganya masih terjangkau ,kami diberikan tanda gelang oleh petugas yang berjaga dan masuk kearea dalam.
Disana terlihat tampak indah dengan area tanah yang sangat luas dengan berbagai permainan dan juga mini zoo yang binatangnya semua didatangkan khusus dari jepang membuatku terpesona dengan keunikannya.
"Mas kita kesana yuk!"seruku mengajak Mas Bram yang terlihat sibuk bermain ponselnya.
"bentar...!"sahutnya pelan sambil menatap layar ponselnya dengan serius.
Aku mencoba bersabar menunggunya selesai dengan handphonenya sambil berdiri di tengah orang yang berjalan lalu lalang memasuki tempat itu.
"Mas kamu lagi chatan sama siapa si,kita duduk disana aja yuk !"seruku lagi melihatnya tersenyum asik menatap layar handphonenya.
"Bentar dulu bisa gak si!!!!kalau mau duduk duduk aja disana!!!"bentaknya dengan suara keras .
"ya Allah sampe segitunya Mas Bram padaku" ucapku dalam hati merasa terkejut dengan kata katanya.
"kamu lagi chatan sama siapa si?"tanyaku sambil menengok ke layar handphonenya.
Deg..
dadaku terasa sedikit sakit melihatnya asik chatan dengan teman wanitanya membahas tentang tempat hiburan yang baru kami datangi.
"Dia sampai membentakku demi teman wanitanya itu yang juga sudah bersuami"ucapku dalam hati memperhatikan mas Bram.
"kamu chatan sama siapa mas,bisa ga kamu enggak chat sama temen cewek kamu itu saat kita lagi berdua??"ucapku dengan serius.
"Yaudah oke oke ...!"sahutnya memasukkan handphonenya kedalam saku celana.
Saat kita berdua pun mas Bram seperti itu padaku ,entah apa dia bahagia menikah denganku,belakangan ini kuperhatikan dia sering chatan dengan teman wanitanya yang satu kerjaan dengannya,kata Mas Bram temannya itu baru menjadi conten creator dan dia merekomendasikan tempat yang baru kami kunjungi ini kepadanya,tapi apa harus membentak dan mengabaikanku seperti ini.
Aku tidak mau ambil pusing dan berpikiran negatif tentangnya,tapi aku tidak mau mas Bram terlalu dekat dengan teman wanitanya sampai seperti itu walau temannya itu sudah bersuami dan memiliki anak.
Pernah suatu ketika aku ada reuni dengan teman teman tempat dulu ku bekerja,aku bilang pada suamiku untuk menjemput ku di salah satu restoran tempat kami berkumpul kebetulan jam pulangnya sama dengan selesai acara reunianku.
Tapi Mas Bram menyuruhku untuk naik mobil angkutan umum saja karena dia sudah janji mau mengantar teman wanitanya itu pulang,aku menurut saja padanya walau teman ku menawarkan diri untuk mengantarku pulang tapi aku lebih memilih naik angkutan umum karena aku menjaga diriku dari fitnah jika orang melihatku diantar oleh lelaki yang bukan suamiku sendiri.
Mas Bram menyuruhku menunggunya di simpang jalan sambil menunggunya yang kebetulan teman wanitanya itu dijemput suaminya di simpang jalan itu juga.
Kulihat dia menurunkan teman wanitanya itu disana dan menghampiriku,sebenarnya aku sedikit keberatan karena aku istrinya Yang seharusnya lebih diprioritaskan tapi kenapa malah teman wanitanya itu yang dia utamakan.
"Ah...sudahlah aku tidak mau berburuk sangka...aku bukan wanita yang menuduh pasanganku tanpa bukti yang nyata.
Mungkin saja suamiku hanya ingin menolongnya saja"pikirku .
Kemudian kami menjelajahi area tempat wisata itu yang begitu asri dan indah,banyak turis arab yang berkunjung kesana dan banyak wahana mainan yang belum selesai pembuatannya karena tempat ini tergolong baru,ada flying fox,jembatan gantung,ayunan gantung dan banyak lagi yang menguji adrenalin.
Mas Bram terlihat menikmati liburan kami sampai ia tertidur di salah satu gazebo tempat orang orang beristirahat dari perjalanannya yng lumayan jauh mengelilingi tempat wisata ini.
Melihat mas Bram yang terlelap tidur disampingku membuatku mengingat saat kami pertama kali bertemu tanpa disengaja yang membuatku memutuskan untuk mau menikah dengannya saat itu.
...***...