"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Athena kembali memastikan dirinya adalah nyata. Kakinya perlahan menginjak lantai yang dilapisi dengan karpet bulu yang hangat dan lembut itu. Saat kakinya menginjak karpet bulu itu dia langsung menghentakkan kakinya seolah merasakan semuanya nyata.
"Apa yang kau lakukan Athena?" Namun Athena tidak menanggapi, bibirnya tersenyum kecil saat merasakan semuanya adalah nyata. Dia kembali, dia mendapatkan kesempatan kedua.
"Athena!" Bahu Athena langsung ditahan membuatnya berhenti.
"Ya mom?" Balasnya.
"Apa yang kau lakukan? Kau harus mandi dan MUA akan segera datang merias mu. Ayo cepat!" Seru mommy nya, tak lupa mendorong tubuh putrinya ke kamar mandi. Athena tidak mengatakan apapun, telinga nya mendengar pintu kamar mandi tertutup dari luar.
Athena kembali menatap pantulan nya di cermin. "Aku sungguh hidup kembali.... Mendapatkan kesempatan." Ucapnya, tangannya menyentuh kaca yang memantulkan bayangan nya.
"Aku akan menikah dengan Logan. Aku tidak bisa mengubahnya. Tapi, aku bisa mengubah takdir ku dirumah itu. Jika dulunya aku adalah pengantin yang menerima dengan senang hati segala kekayaan dan sikap pria itu, anaknya, keluarga nya maupun wanita itu." Athena menggelengkan kepalanya. "Tapi sekarang, tidak lagi! Ucapkan selamat tinggal Athena yang polos, lugu dan patuh serta ibu tiri yang baik! Katakan selamat datang pada Athena yang baru! Yang akan membalas siapapun yang menganggu nya dan menciptakan dunia nya sendiri." Athena membentangkan tangan seolah mengajak setiap elemen yang ada disekitarnya menyambut kehidupan keduanya.
"Selamat datang Athena yang baru!" Teriaknya.
****************
"Ini dia! Ayo cepatlah, kenapa kau lama sekali di kamar mandi? Hampir saja Daddy mu mendobrak nya." Gerutu mommy nya sambil menarik tangannya, memaksa duduk di depan meja rias.
"Dobrak saja. Lagipula, aku harus benar-benar bersiap. Mommy dan Daddy sudah bersusah payah menjual ku pada keluarga itu..."
"Athena!" Potong mommy nya dengan tatapan tajamnya.
"Kenapa? Itu benar, kenapa mommy merasa tersinggung atau marah atas ucapan ku. Aku harus menjadi seorang putri yang memenuhi ekspektasi kalian bukan? Tenang saja, aku akan melakukan nya dengan baik."
"Athena, hentikan! Daddy mu bisa dengar nanti! Dan dia....."
"Daddy tidak akan melakukan apapun. Dia akan menjaga ku seperti permata yang berharga tidak akan ada goresan. Karna aku..... Satu-satunya investasi nya yang tersisa." Sindir Athena dengan senyuman tipis.
"Kau...." Namun ucapan wanita itu terhenti saat MUA yang bertugas mendadani Athena sudah datang.
Wanita itu memundurkan langkahnya memberi ruang untuk perias putrinya. Athena duduk manis dengan alat makeup maupun benda-benda kecantikan yang semakin membuat wajahnya menawan.
'Sebentar lagi. Aku akan kembali bertemu dengan pria itu. Dia, dia membuat ku kehilangan putraku! Dan anak nya, aku akan memberikan pelajaran pada putrinya itu bagaimana menjadi anak yang baik!' batin Athena.
*****************
Mobil dengan harga fantastis itu berhenti di depan gedung yang akan menjadi saksi dimana dia kembali menyebutkan janji pernikahan. Namun, tidak ada senyuman merekah maupun wajahnya yang memerah seiring dengan langkahnya.
Disisi nya ada sosok kecil dengan rambut coklat yang tidak melepaskan tangan besarnya. "Daddy...." Panggil nya pelan.
"Tetap bersama Daddy." Sosok kecil itu mengangguk dan mengikuti langkah Daddy nya dengan kepala yang mendongak menatap dekorasi pesta, namun bukan itu tujuan nya.
'Mana dia?'
"Sudah, wah.... Cantik sekali! Sungguh semakin menawan nona." Puji MUA yang merias dirinya. Kelopak mata Athena bergerak. Perlahan, dia melihat pantulan nya yang sudah dipoles seperti boneka Barbie. Cantik, wajahnya yang mulus dan bersih begitu membuat make up menempel sempurna di wajahnya.
"Pengantin pria nya tidak akan bisa menutup mulutnya dan melepaskan pandangannya." Imbuh MUA. "Iya, pastinya!" Timpal rekannya. Mereka menatap kagum kecantikan klien mereka.
"Athena......" Sejenak kata-kata itu menggantung di udara. Kakinya melangkah pelan, matanya terpaku pada Athena di depannya.
"Kau sangat cantik....." Puji nya.
"Ayo, pengantin pria sudah datang." Athena mengikuti langkah itu. Dengan gaun putih yang memiliki ekor panjang dibelakang dan veil nya yang terpasang sempurna membayangi kecantikan nya. Dulu, Athena akan memberikan senyuman yang paling manis, tatapan yang paling memuja dan pipi nya yang bersemu merah, serta menanamkan kata-kata dihatinya untuk menjadi istri yang baik, ibu yang baik serta mencintai nya seumur hidup. Tapi sekarang, Athena rasanya ingin m3ludahi kata-katanya itu.
Merasakan kehadiran pengantin wanitanya. Kepala itu tetap mendongak seolah ingin memperlihatkan kesombongannya. Dulu Athena berpikir mata yang tidak berkedip itu adalah tatapan memuja maupun terpesona, tapi itulah kebodohannya. Athena mengalihkan pandangannya ke sisi kursi undangan. Dia melihat sosok kecil yang bersama dengan sepasang suami istri paruh baya dan lihatlah, siapa yang ada di sebelah anak itu.
'Miranda.'
Athena kembali mengalihkan pandangannya ke calon suaminya. Saat jarak mereka terkikis.... Athena tersenyum tipis dengan wajah yang mendongak menatap tatapan abu-abu itu. "Hai, calon suamiku." Sapa Athena tanpa senyuman yang luntur.
Athena dapat melihat punggung kokoh yang menegang itu dan dia senang. 'Apa yang kau pikirkan? Aku akan menatap mu dengan malu-malu dan mer3mas jari-jari ku? Dengan leher tertunduk. Kau salah! Ini baru dimulai!'
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🥰🥰