NovelToon NovelToon
Monster Temer Pemalas

Monster Temer Pemalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Time Travel
Popularitas:404
Nilai: 5
Nama Author: Sang Penguasa Langit Malam

transmigrasi seorang anak yang rajin
yang ingin menjadi seorang dokter hewan,tapi karna kecelakaan dia terbunuh,lalu dia terlempar ke dunia dimana para penjinak monster ada.
sketika kerajinannya berubah menjadi malas,dia tidak mau adanya masalah

apakah dia berhasil menjadi tamer terkuat dengan sifat malasnya, atau dia akan terus bermalas-malasan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Penguasa Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sistem dan Patner ku Seekor Kambing

_TEMER MONSTER_

Setelah guru itu keluar, aku rebahan di lantai kelas.

"Waduh, kenapa aku malah terjebak di cerita kayak gini sih? Ntar pasti ada yang sok keras. Dikalahin malah panggil ayahnya. Ayahnya kalah muncul kakeknya. Kakeknya kalah bisa-bisa leluhur mereka yang ngopi di akhirat muncul. Kan sial.

Lebih baik malas-malasan aja deh. Dewa Pemalas, gue ikut sifat malas lu aja ya. Jangan cari gue. Gue orangnya males repot.

Kalau lu tanya kenapa gue repot? Jawabnya benturin kepala lu, ntar lu pingsan, lalu gak ingat. Hahaha," senyumku saat berkata di benak.

Semua orang pada lirik gue rebahan di lantai sambil berenang gaya punggung.

_"Eh itu si Amir kan? Katanya calon Dokter Monster, kok tidurnya kayak ikan asin dijemur?"_

_"Shhh... dia lagi ngisi energi buat misi 'rebahan 24 jam' katanya"_

_"Gila bro, rebahan aja masuk poster buronan. Keren"_

"Eh bentar. Ini kan kelas, kenapa dia tidur di situ gaya punggung? Bener-bener ngaco tuh orang, hahaha," ucap dua cewek ngibah.

"Eh dasar anak anjing, bicara langsung ke wajah gue kalau berani," ucap gue masih rebahan di lantai.

Lalu mereka beneran mendekat dan berkata tepat di muka gue.

"Lu yang nyuruh ya?" ucap remaja cewek itu, yang kembali ke kursinya.

"Eh dasar duo cewek sialan, ganggu orang lagi rebahan aja," ucapku marah.

"Eh kok ngamok? Kan lu sendiri yang nyuruh," balas kedua gadis itu gak ada dosanya sambil senyum pula.

"Eh benar juga. Gue kan yang nyuruh. Sialan," ucapku menunjuk muka sendiri.

"Lihat berapa bodohnya dia, hahaha," ucap kedua gadis tadi.

Gue note ya, kedua gadis itu namanya Linda dan Lindia. Gadis kembar yang sangat populer kayaknya sih.

"Udah kalian berdua diem. Gue lagi melamun, jangan ganggu," ucapku yang masih seperti tadi.

Kedua cewek itu mendekat.

"Melamun apa utang ya?" ucap Lindia dengan polos.

Semua siswa-siswi ketawa ngak.

_"Fix dia reinkarnasi kasur, bukan manusia"_

_"Amir tuh bukan Temer... Tukang Mesum"_

"Jangan melamun mas, ntar otak meleduk. Gue gak mau beresin otak lu ya, gue piket soalnya," balas Linda tak punya dosa.

"Dasar kalian sialan," ucapku mendekatkan wajahku ke wajah keduanya.

"Hoy hoy, jangan deket-deket. Napasmu bau terasi," ucap Linda menutup wajahku dengan tangannya.

"Sialan, tangan lu juga bau terasi," ucapku.

Linda mencium tangannya dan langsung menampar wajahku dengan nikmat.

Prak... prak... prak...

"Kok enak ya nampar lu," ucap Linda gak punya dosa.

"Sialan kalian," ucapku ya pasrah.

Kalau kalian tanya gue kenapa pasrah, gue bakal jawab gini. Mereka itu perempuan, masa gue yang laki-laki balas cewek. Kurang gentle dong. Tapi gue pengen balas mereka. Takutnya ntar mereka minta uang ke gue untuk bayar berobat dong. Itu membuat gue sakit. Gue gak punya uang sepeser pun di kantong gue. Dan lagi rumah gue aja gue gak tau. Dan lagi gue malas cari rumah gue.

"Eh lu mau balas ya?" ucap Linda.

"Anjing lah," ucapku sambil meninggalkan kelas.

"Hay lihat, dia ngambek tuh," ucap Linda.

_POV berganti ke gue lagi. Santai lah gue kan MC. Nih cerita kalian jangan males lihat gue._

Gue berjalan keluar kelas dan betapa terkejutnya gue melihat semuanya bener-bener familiar.

"Bentar. Sekolahan ini, gerbang ini, dan tempat ini... ini adalah bumi gue dilahirkan. Berarti rumah gue sama dong. Kirain masuk tubuh orang lain, eh ternyata tubuh sendiri," ucap gue lihat jendela. Dan apesnya itu toilet wanita.

"Wah orang mesum, awas aja kau," ucap suara wanita di jendela transparan itu.

"Eh sial, kenapa gue milih jendela toilet sih asem," ucapku panik.

Sialnya saat gue sembunyi di sehelai rumput gue ketahuan.

"Mesum itu awas aja kau. Keluarlah Serigala Ice, cabik-cabik matanya," ucap wanita itu sambil memakai handuk. Dan gobloknya handuk itu terlepas.

"Sebelum serigala mu mencabik gue, lihat dulu keadaan mu," ucapku sambil melihat full pemandangan gunung dan gua.

Wanita itu dan serigalanya menoleh ke arahnya, dia berteriak.

"Sialan mesum!"

Suaranya yang berisik membuat semua kelas melihat jendela. Dan terpampang dia yang putih susu.

"Bajingan kalian jangan mengintip," ucap wanita itu.

Seketika aku melepas jaket sekolah dan memakaikannya untuk menutupi tubuhnya.

Dia berterimakasih, tapi saat melihat darah yang keluar dari hidungku dengan senyum mesum, dia pun langsung memukulku hingga terpental ke belakang.

"Eh perasaan aku hanya senyum biasa, tapi kenapa kena pukul lagi," ucapku sambil K.O di tempat.

Lalu saat jam pulang sekolah, gue pun langsung ke rumahku seperti biasa. Rumah yang kosong dan suram.

"Ha sial, nih rumah suram banget kayak cita-citaku yang suram," ucapku sambil rebahan.

Besok paginya gue bangun kayak biasa. Rebahan dulu 3 jam, baru ke sekolah wkwk.

Gue duduk di kelas. Guru masuk dan langsung ngomong.

"Pagi semuanya. Kali ini kita akan memilih monster pertama kalian. Sekarang berbaris dan ikut bapak ke belakang sekolah. Di sana ada banyak monster yang jinak. Ayo semua berbaris. Oh ya kecuali Amir, kau tidur aja di situ. Ntar satu jam kamu menyusul. Itu hukumanmu karena bertingkah mesum," ucap Pak Guru.

_"Syukur, si mesum ga ikut. Ntar monsternya malah diajak ke toilet cewek"_

_"Bayangin bro, dia kontrak Slime... terus slime nya dipake buat ngelap kaca toilet"_

"Ha... terserah... gue males ngapa-ngapain, mending tidur," ucapku sambil gelesotan di lantai.

"Sekarang dia bertingkah kayak ulat," ucap Lindia.

Mereka berjalan dan tak lama suara langkah kaki mereka menghilang.

Tanpa sengaja gue lihat tulisan kecil di papan: "Barang siapa yang hari ini tidak dapat hewan kontrak maka akan dikeluarkan dari sekolah."

Gue lihat sejenak terus panik. "Itu yang kalian mau kan? Kalau gue mah bodo amat."

"Eh ada misi dari sistem. Buka ah," aku ketuk layar dan ada misi.

"Buat kontrak dengan monster. Hadiah 3 slot monster. Juga gak mau yaudah, sistem males berdebat."

"Dapat 3 slot ya lumayan. Gue jinakin aja 1 monster terus buka klinik monster, mantap kan," ucapku dengan malas berjalan ke belakang sekolah. Di sana banyak siswa-siswi memilih hewan.

DING. Monster kualitas Raja terdeteksi...

DING. Monster kualitas Kesatria terdeteksi...

DING. 5 monster kualitas Tinggi terdeteksi...

Gue bodo amat. Gue jalan lalu gue lihat kambing... beneran ini kambing.

_"WOI LIAT TUH! DIA KONTRAK KAMBING!"_

_"Kambing? Buat sate? Skill nya 'serudukan' doang wkwk"_

_"Banyak monster yang bagus eh dia pilih yang 'Kualitas: Sampah'. Ini mah bukan Temer, Ternak"_

"Monster tingkat super sampah terdeteksi sih..."

"Ini bagus huwa," ucapku sambil menguap.

Lalu aku kontrak...

DING. Kambing Tanduk Putih berhasil dijinakkan.

*Nama:* Kambing Tanduk Putih

*Kualitas:* Sampah

*Tingkat:* Kualitas tidak mencukupi untuk membuka tingkat

*Bintang:* 0. Tidak bisa ditingkatkan dan tidak bisa dikembangkan

*Serangan yang dimiliki:*

Serudukan. Tidak bisa memiliki skill lain karena kualitas sampah.

_"Kasian kambingnya... nasibnya jadi partner MC paling pemalas sedunia"_

_"Sistem aja nulis 'anda si males berhasil menjinakkan monster'. Sistemnya nyerah bro wkwk"_

Selamat anda si males berhasil menjinakkan monster. Hadiah tambah 3 slot...

Bersambung......

1
BaekTae Byun
bukannya dapet monster kaisar ya ko jadi monster raja
Over Gread: sorry salah ketik kulitas
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!