NovelToon NovelToon
Aretha

Aretha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:918
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Weekend

Pukul enam pagi Aretha Lopez sudah bangun pagi, meskipun terlahir dari keluarga yang kaya raya, tetapi yang istimewa dari dirinya Aretha, dia tidak perna sombong dengan kemewahan itu. Dia miliki semua fasilitas kemewahan itu karena memang dia butuh, bukan untuk pamer.

Dia sudah siap dengan baju olah raganya, hari ini weekend biasanya kalau tidak keluar dengan kekasihnya, dia akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tadi bangun pagi, dia sudah berdoa. Rutinitas yang tidak perna dia lupa. Sampai usianya sudah dua puluh enam tahun ini.

Dia melihat handphonenya dan dia tidak sadar bahwa ada pesan dari kekasihnya dari semalam. Waktu di baca dia tersenyum. Maka diapun meneleponnya.

"Hallo sayang..... Masih tidur ya??"

"Jam berapa ini sayang??"

"Jam enam pagi sayang. Kamu ada kegiatan tidak di rumah sakit??"

"Hari ini aku off. Kamu sayang."

"Aku juga. Aku pengen ke mall beli buku. Temani ya."

"Tetapi sesudah itu kita di tempat Yuda aja ya."

"Oke."

"Ngak papa kamu aku jemput pake motor."

"Emang perna aku tolak dari motor kamu??"

"Ngak sih. I love you."

"Love you too."

Tea langsung berolah raga selesai itu dia mandi dan sarapan karena jam delapan Andreas akan menjemputnya dengan motor.

"Selamat pagi mama dan papaku."

"Ko cantik amat sih."

"Sudah dari dulu putriku cantik, dari dia lahir. Mau kemana putri kesayangan papa??"

"Mau jalan sama teman. Sekalian mau ngerjain tugas kampus."

"Makan siang, sama mama dan papa ngak."

"Maaf ya pa, ma. Kali ini ngak bisa lagi."

Pukul delapan Andreas sudah ada di pintu gerbang rumah Aretha. Satpam di rumah tahu betul bahwa hanya cowok ini dengan motor ini yang biasa menjemput dan mengantar nona Tea, kalau dia tidak membawa mobil.

"Ngak bawa mobil kamu sayang."

"Ngak ma, aku di jemput teman."

Aretha langsung keluar menemui kekasih hatinya yang sudah dia pacari selama enam tahun ini. Andreas sudah menunggu dengan motor gedenya di pintu gerbang. Mamanya melihat dari jendela. Hendak keluar namun Aretha anaknya sudah berangkat dengan temannya itu.

"Pak, apa non sering di jemput dengan orang itu??"

"Sudah lama nyonya dari, non kuliah sudah sering dijemput dan di antar oleh nak Andreas. Dia juga dokter nyonya."

"Kok pak lebih tahu."

"Kan kalau nunggu non, sering cerita dengan kami pak."

Mamanya Aretha pun masuk kerumah dengan muka sedihnya. Jadi selama ini hanya satpam yang lebih tahu tentang anaknya dari pada aku mamanya.

"Kenapa ma?? Tea sudah berangkat??"

"Sudah pa. Papa tahu ngak ternyata enam tahun mama ngak tahu apa - apa. Pak Satpam lebih tahu tentang anak kita."

"Maksud mama??"

"Tea punya teman cowok, katanya dokter juga. Yang sering antar dan jemput Tea."

"Jangan sedih, nanti kita tanyai langsung. Pantas ya ma, waktu makan malam dengan keluarga Dermawan bagaimana sikap Tea."

"Iya ya pa, untung Yuda ngak kecewa."

Aretha dan Andreas sudah berada di mall. Mereka jalan bergandeng tangan menuju lantai tiga dimana toko buku berada.

"Sayang, abang ngak bisa traktir kamu disini ya. Kita makan siang murah meriah di cafe Yuda saja ya."

"Siap. Tapi aku masih mau beli perlengkapan skin care aku."

"Oke sayang. Abang temani."

Aretha dan Andreas sudah tiba di Cafe Yudas, mereka setelah memarkirkan motor, Andreas membuka helm kekasihnya dan memberi kecupan mesra di kening Tea, karena dia melihat Yuda sedang mengintip mereka. Hati Andreas tertawa, melihat muka sahabatnya itu.

"Bangke lo. Lihat gue, lo cium Tea di kening. Maksud lo??"

"Mau sadari kamu, Tea itu kekasih ku. Bos biasa ya. Yang pas di kantong aku."

"Kenapa ya, Tea mau aja pacaran dengan laki - laki kurang modal ini??"

"Takdir bro. Gue di takdirkan buat Tea."

"Ngomong apa sih, pesannya lama amat."

"Pacar kamu tuh, mau pamer."

"Bang... Jangan dong."

"Oke sayang. Bro pojok biasa."

"Nanti pegawaiku yang antar buat kita bertiga."

"Lo mau ikut nimbrung dengan kita?? Mau jadi obat nyamuk."

"Jangan susah aja kalian ajak aku, senangnya ngak mau."

Selesai makan bersama dan ngobrol ringan Yuda kembali mengurus cafenya karena ada pelangan yang mau menyewa cafenya menjadi moment bersejarah buat hidup mereka.

"Sayang, kamu mau di jodohkan sama Yuda??"

"Abang tahu dari??"

"Yuda sendiri, malam itu di pulang aku ada di cafenya."

"Iya, tetapi orangtuaku bukan orang yang kolot, mereka juga harus menanyakan keinginan anaknya."

"Terima kasih sayang, masih menjaga cinta kita. Abang punya tabungan sudah bisa membeli rumah buat kita berdua, tetapi rumah yang abang beli tidak semegah rumah kamu. Bagaimana sayang??"

"Emang selama enam tahun, aku selalu meminta kemewahan."

"Ngak sih, hanya aku minder sama keadaan ekonomi keluargaku. Jika di bandingkan dengan kamu."

"Aku ngak butuh harta, kita bisa cari bersama. Kamu mencintai aku tulus saja itu cukup."

"I love you..... Dari hatiku paling dalam. Apa aku bisa bertemu dengan mama dan papa kamu??"

"Aku hanya menunggu kamu siap sayang. Kalau abang siap, ayo kita ketemu orangtuaku."

"Kalau begitu, hari ini kamu harus ketemu sama orangtuaku. Kamu mau??"

"Mau dong."

Selesai makan siang, dan minum kopi sedikit, Andreas dan Aretha langsung pulang menuju rumah Andreas. Ini saatnya orangtuanya tahu tentang Aretha.

Sampai di halaman rumah yang masih terlihat asri, dimana depan rumahnya ada pohon buah mangga, kedondong mini. Sebelum ke rumahnya Andreas, Aretha membeli kue buat dibawakan ke rumah.

"Ma , pa kenalkan Ini Aretha Lopez, pacar Andreas."

"Lopez, apakah mba ini anaknya bapak Josep Lopez yang punya Aretha Karsa Grup??"

"Iya. Itu papa saya."

"Abang, kenapa bisa anak orang kaya suka sama kamu???"

"Emang ada salah apa dengan Abang mu jika mencintai anak dari yang punya Aretha Karsa??"

"Ngak salah sih. Tetapi kok mba Aretha mau ya sama kakak saya??" Aretha hanya tersenyum dan diam saja.

"Sayang adekku ini baru magang di perusahaan kamu???"

"Oooooo."

"Mba saya tahu pak Josep punya anak satu, tetapi saya tidak menyangka anaknya pak Josep pengusaha terkaya se Indonesia ini mau sama anak pegawai kantor distrik. Seperti dongeng - dongeng."

"Tea maafkan adikku yang alay ini. Namanya Adriana Jatmiko. Ke kantor papa kamu dan minta papamu hapus dalam daftar nama pegawai magang."

"Abang enak aja. Ini impianku bisa bekerja di perusahaan itu. "

Aretha bisa berbaur dengan kehidupan keluarganya yang sederhana itu.Dan dia diterima dalam kehidupan kelaurga Jatmiko. Dari siang sampai sore Tea ada di rumah Andreas, selesai minum teh sore, baru Tea di antar pulang oleh Andreas.

1
HiaTus
kita juga suka uang 🤭
Ceisye: 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!