NovelToon NovelToon
Bocah Cadel Itu Suami Ku

Bocah Cadel Itu Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Brielle Ardelia Noor selalu hidup bak putri kerajaan—dikelilingi keluarga hangat, kakak-kakak jahil, dan Daddy yang selalu memanjakannya.

Sampai suatu malam… hidupnya berubah.

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Brielle harus menerima perjodohan dengan putra keluarga rival.

Masalahnya?
Calon suaminya adalah cowok dingin, menyebalkan… dan seorang bocah cadel yang paling ingin ia hindari.

Namun, siapa sangka—di balik tutur katanya yang tak sempurna, tersembunyi cinta paling tulus yang belum pernah sebelumnya Brielle temui

•“Katanya dia cadel dan aneh…
Tapi kenapa cuma dia yang mampu bikin Princess Noor jatuh paling dalam?” ✨


•“Dijodohkan demi bisnis? Brielle siap memberontak.
Tapi semuanya berubah saat si bocah cadel itu mulai memanggilnya… ‘istri’.” 💍

" kenapa harus bocah kek lu sih, yang jadi Suami gw~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Sang Princess Noor

“APA?!”

Suara itu menggema memenuhi ruang keluarga mansion Noor.

Brielle bahkan sampai berdiri dari sofa karena terlalu kaget.

“Daddy lagi bercanda kan?” tawanya garing. “HAHA… lucu banget.”

Namun…

Tak ada satu pun yang tertawa.

Senyum Brielle perlahan memudar.

“Maksud Daddy… dijodohin beneran?”

Naufal menunduk pelan.

“Iya, Princess.”

Deg.

Brielle langsung menatap Freya.

“Mommy?”

Freya menggigit bibir bawahnya, lalu mengusap kepala putrinya lembut.

“Elle…”

“NO.”

Brielle mundur satu langkah.

“NO, NO, NO.”

Arvenza yang sejak tadi diam langsung berdiri.

“Dad, ini nggak masuk akal.”

Zayden ikut mengepalkan tangan.

“Kita masih bisa cari cara lain.”

Naufal menghela napas panjang.

“Daddy sudah coba semuanya.”

“Kalau harus jual perusahaan ya jual aja!” bentak Arvenza emosional. “Kenapa Elle yang harus dikorbanin?!”

“Arven—”

“Dia bahkan baru tujuh belas tahun, Dad!”

Ruangan kembali hening.

Brielle masih berdiri mematung. Seolah otaknya belum mampu mencerna semuanya.

“Siapa?” tanyanya lirih.

Naufal terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab.

“Putra keluarga Garendra.”

Brielle mengernyit.

“Keluarga rival itu?”

“Iya.”

“Yang suka perang bisnis sama Daddy?”

Naufal mengangguk pelan.

Brielle tertawa kecil. Namun semakin lama tawanya terdengar menyedihkan.

“Daddy serius mau nikahin Elle sama anak musuh keluarga?”

Tak ada jawaban.

Dan itu cukup membuat mata Brielle mulai memanas.

“Elle nggak mau…”

Suara gadis itu mulai bergetar.

“Elle nggak mau nikah…”

Freya langsung memeluk putrinya.

“Sayang…”

“Aku masih mau sekolah…” lirih Brielle pelan. “Masih mau main sama teman-teman… masih mau tinggal sama Mommy, Daddy, Ka Arven, Ka Zay…”

Tangannya mulai mencengkeram baju sang ibu.

“Elle belum siap…”

Air mata pertama jatuh.

Dan detik berikutnya—

Brielle menangis.

Bukan tangisan manja seperti biasanya.

Tapi tangisan takut.

Tangisan seorang anak yang dunianya runtuh dalam satu malam.

Arvenza langsung memalingkan wajah frustrasi. Zayden mengepalkan tangan kuat-kuat sampai uratnya terlihat.

Mereka berdua paling tahu…

Seberapa berharganya Brielle di keluarga ini.

Princess kecil mereka.

Anak paling cerewet. Paling manja. Paling berisik.

Sekaligus paling disayang.

“Dad,” ucap Zayden dingin. “Gue nolak.”

“Zay—”

“Kalau perusahaan hancur ya biarin hancur.”

“Jangan egois!” bentak Naufal tiba-tiba.

Semua langsung diam.

Naufal memejamkan mata frustasi.

“Itu bukan cuma perusahaan.”

“Itu hidup ribuan karyawan kita.”

“Itu masa depan keluarga Noor.”

Suasana langsung membeku.

Brielle masih menangis dalam pelukan Freya.

Tapi perlahan… tangisnya berubah menjadi isakan keras.

Lalu— Brielle ngamuk.

“AAAAAAARRRRGH!”

Gadis itu mendorong pelukan ibunya dengan kasar. Dia memukul bantal sofa, melempar remote ke karpet, bahkan menendang meja kecil di depannya sampai gelas bergetar.

“NGGAK MAU! NGGAK MAU! NGGAK MAU!”

“Elle, sayang—” Freya mencoba menenangkan.

“JANGAN PEGANG!” Brielle menjerit sambil mundur. Matanya merah, basah, tapi penuh amarah. “Daddy jahat! Daddy tega! Elle benci Daddy!”

Naufal terdiam. Wajahnya pucat.

“Elle benci semuanya!” lanjut Brielle sambil membanting boneka kesayangannya ke lantai. “Elle nggak mau dijodohin! Elle nggak mau nikah! Elle masih kecil!”

“Elle…” Naufal mencoba mendekat.

“JANGAN DEKAT-DEKAT!” Brielle mundur sampai punggungnya menyentuh dinding. Dadanya naik turun. “Daddy pilih perusahaan daripada Elle?! Berarti Daddy nggak sayang Elle!”

Kalimat itu seperti tamparan keras untuk Naufal.

Tapi pria itu mengatupkan rahangnya. Menelan ludah. Lalu—

“Cukup.”

Suara Naufal dingin. Tegas. Berbeda dari biasanya.

Brielle tersentak.

“Daddy mau nggak mau harus selamatkan keluarga ini,” lanjut Naufal dengan nada yang tak bisa dibantah. “Dan satu-satunya cara adalah pernikahan itu.”

“Tapi—”

“TIDAK ADA TAPI.”

Naufal menatap putrinya dengan mata lelah namun penuh kepastian.

“Daddy tahu kamu marah. Daddy tahu kamu benci Daddy sekarang. Tapi malam ini…” Naufal menarik napas panjang. “Kita akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Garendra.”

Seluruh ruangan membeku.

“Apa?!” Arvenza melangkah maju. “Malam ini juga?!”

“Ya.”

“Dad, itu terlalu cepat!” Zayden ikut menolak.

“Sekarang juga,” potong Naufal tanpa menggubris. Matanya hanya tertuju pada Brielle. “Kamu boleh benci Daddy. Tapi malam ini… kamu akan duduk di sana. Kamu akan lihat calon suamimu.”

Brielle menggigit bibirnya sampai hampir berdarah.

Air matanya tak berhenti mengalir.

Tapi dia tidak berteriak lagi.

Karena dia tahu… kali ini sang ayah benar-benar serius.

“Elle benci Daddy…” bisiknya lirih, nyaris tak terdengar.

“Daddy tahu,” jawab Naufal pelan. Lalu dia berbalik. “Siapkan dirimu. Mobil akan menjemput satu jam lagi.”

Satu jam.

Hanya satu jam untuk seorang putri berusia tujuh belas tahun meratapi hancurnya masa depannya sendiri.

Arvenza dan Zayden hanya bisa saling pandang.

Sedangkan Freya memeluk putrinya yang kini hanya terdiam.

Dan untuk pertama kalinya…

Keluarga Noor merasakan keheningan yang begitu menyakitkan.

---

Bersambung.

1
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjutttgt
Lucky Ferdinand Sihombing
Gak brisik gak Briellle 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
lucu bet mereka berantam 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
hadir 💪
jeeny sihombing
lanjut pokoknya💪
jeeny sihombing
keren
cila_aa
Haii salam kenal kak🖐


bantu support juga yaa😇
Alia Chans: Salken juga kk☺
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
et si cadel bisa ae maen nyosor aja 😩
Wulandari Ayuningtyas: wkwk🤣🤣
total 2 replies
Wulandari Ayuningtyas
itu om om suruh share lok buruan thor,mau aku gampar dengan kata kata 🤣
Wulandari Ayuningtyas: iya biar sadar dia 🤣
total 2 replies
Adinda
buat peran cewek Manis dan imut anak pindahan sekolah lain Dan buat brielle panas karena nevran dekat sama cewek itu Thor pasti seru
Alia Chans: Saran diterima kk🙏🏻😊
total 1 replies
jeeny sihombing
good💪
jeeny sihombing
suka pokoknya, cerita nya gk klise gitu, bintang lima deh
Nelson Sihombing
mampir
SANG
Asik ya
SANG
Seru ya
SANG
Like iklan plus komen👍💪
SANG
Bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Masama dek/Rose/
total 2 replies
SANG
Lanjut dek👍💪
SANG
Semangat dek👍💪
SANG
Aku hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!