NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2,

Sore harinya, setelah Resty pulang mengaji. dia melihat emaknya lagi duduk didepan rumah. dia bertanya dimana ayahnya, aminah jawab sambil ngelus kepala resty."bapakmu pergi lagi."

"apakah bapak malam ini tak pulang lagi." aminah hanya bisa senyum. senyum pahit.

pukul 7 malam, perut Resty keroncongan. Dia nanya sama Aminah."Mak...? kita makan apa malam ini."

aminah cuma jawab sambi senyum getir." maaf... nak! kalau malam ini kita tidak makan...! Tak apa-apa kan"

"tak apa-apa mak."padahal perutnya kosong. Dari pagi belum di isi apa-apa. Walaupun lapar, dengan riangnya Resty masih tetap mengajak ibunya untuk menonton tv dirumah tetangga."Mak..! ayo kita nonton, resty pengen nonton film kerajaan",

Aminah masih sakit. Tapi demi melihat senyum Resty sambil batuk aminah menjawab."ayo nak"

dengan penuh semangat, Resty dan Aminah pergi kerumah tetangga untuk menonton. sampai disana, mereka melihat pintunya masih tertutup tapi suara tv masih menyala. Saat itu resty mencoba untuk ngetuk pintu agar dibukakan. tapi setelah beberapa kali dipanggil tidak ada yang menyahut, dengan hati yang hampa. Ia gandeng mak nya untuk pulang.

Pada pukul 3 pagi, Resty kebangun. mendengar suara barang yang dipecahkan, dengan tubuh gemar ia melihat Aminah dipukul oleh bapaknya yang pulang dengan keadaan mabuk. Ibunya pingsan di samping pintu dapur."Mak...!, apa yang terjadi dengan Mak."

Resty berlari sambil memeluk aminah yang pingsan. Sambil menangis dia menatap ayahnya yang hanya diam berdiri Tampa ada niat untuk menolong ibunya. Resty menguncang tubuh Aminah."Mak...? tolong jangan tinggalkan Resty, kalau mak pergi, siapa yang akan melindungi Resty".

karena di liputi rasa takut, akhirnya awi menolong istrinya. dibaringkan ketempat tidur, karena tidak ingin disalahkan awi pergi dari rumah. Selama sebulan kondisi aminah semakin memburuk. Awi juga tidak pulang-pulang setelah kejadian itu. Resty dan Aminah makan apa yang ada dirumah. karena keterbatasan biaya untuk berobat, akhirnya Aminah menghembuskan napas. saat itulah awi kembali pulang kerumah. Ia melihat bendera kuning berkibar depan rumahnya. dia bertanya kepada tetangganya yang bernama Umar."apa yang terjadi. kenapa ada bendera kuning di rumahku."

umar memandang awi cukup lama. lalu jawab "sabar ya...!, istrimu sudah tenang disana"

dengan perasaan bingung ia masuk kerumah. pada saat itulah awi melihat tubuh yang tertutup kain putih. saat membuka kain penutup wajah, waktu seakan berhenti, karena istri yang selama ini dia sakiti telah pergi untuk selamanya.semua tetangga dan saudara jauh datang untuk menghibur Resty atas kehilangan ibunya."nak...! sabar ya, doakan ibumu tenang disana. jangan pernah putuskan doanya."

Resty tidak menangis, ia hanya Duduk dengan pandangan kosong dekat ibunya, karna ia tidak pernah terpikirkan akan kehilangan sosok yang selama ini begitu menyayanginya, jadi pelindungnya dikala mendapat amukan dari ayahnya. saat itulah dunianya benar-benar hancur. ia melihat ibunya terbujur kaku, dimandikan, dikafani dan disholatkan, mungkin dia berpikir setelah ini tidak akan ada lagi pelukan hangat, canda tawa, dan senyuman seseorang yang melindunginya dari kejamnya dunia.

Setelah dikebumikan Resty masih bertahan di gundukan tanah yang tidak bisa lagi dia ajak bicara, " ibu, kenapa ibu meninggalkanku sendiri, apakah ibu akan bahagia jika tidak bersamaku lagi dan apakah ibu tidak akan sakit lagi jika ibu pergi jauh" langit mulai hitam dan tidak akan lama lagi hujan, tapi Resty masih bertahan di pemakaman ibunya yang tidak akan pernah bisa memeluknya lagi

"jika ada kehidupan kedua, aku ingin tetap menjadi anakmu." disaat ia mengatakan itu. hujan turun deras membasahi bumi dan ikut merasakan kesedihan seorang anak yang ditinggal oleh seseorang yang begitu berharga dan pelindung baginya.

Awi yang melihat gundukan istrinya basah hanya diam. Tak ada raut penyesalan di matanya. Ia hanya berdiri sambil melihat anaknya basah kuyup tampa ada niat untuk payungi."tak usah cengeng. ibumu memang sudah sewajarnya mati. daripada hidup nyusahin."

Setelah mengatakan itu, awi Langsung pergi meninggalkan Resty yang tertegun mendengar ucapan bapak nya. sungguh kejam jika seorang ayah tega mengatakan hal itu kepada anak umur 8 tahun.

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!