Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Atap Dua Bendera
Di kediaman Biantara tidak pernah hening karena Kelakuan para inti Geng REVLOSKA
"Mama kita sarapan disini ya " Ucap Deon lalu berjalan menuju meja disana sudah ada Reo papanya Arkana
Karina menyendokan nasi goreng untuk suaminya sedangkan yang lainnya menyendokan ke piring masing-masing
"Beberapa bulan lagi kalian bakal lulus kalian sudah pilih universitas mana untuk kuliah? " Tanya Karina kepada Lima pemuda tersebut
"Kalo Arkana pasti pilih Universitas yang sama dengan kekasih nya ma " Ucap Dava dengan Santai
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk...
Karina terbatuk setelah mendengar ucapan sabahat putranya, Reo dengan cepat memberikan air minum untuk Karina
"Pacar? " Tanya Karina setelah batuknya mereda
" Itu bukan pacar taruhan kan Ar? " Tanya Karina menatap Putranya penuh Selidik
Sedangkan Arkana ia menatap datar sahabat yang bermulut Ember disamping nya ini
"Tentu saja bukan mom" Ucap Arkana Lembut. Arkana akan Berbicara lembut jika dengan keluarga nya terutama mommynya ia sangat berhati-hati jika berbicara dengan mommy nya
"Coba mommy lihat foto gadis itu" Ucap Karina sedangkan Reo dan para Sahabat Arkana diam saja menyimak pembicaraan ibu dan anak tersebut
Arkana mengambil ponselnya lalu memberikan kepada mommy
Karina menerima ponsel Arkana, dapat ia lihat foto seorang Gadis yang sedang tersenyum manis sambil memegang bunga
"Dia sangat cantik sekali, tapi bukankah dia anak angkat Bara? Mas coba kamu lihat mas " Ucap Karina lalu memberikan ponsel kepada suaminya
"Hm dia memang anak Angkat Bara " Ucap Reo sambil mengembalikan ponsel tersebut pada Arkana
"Jadi gadis itu siapa namanya sayang? " Tanya Karina menatap kearah putranya
"Namanya Elzia ma "jawab Rayyan sambil menyenggol lengan Arkana dan sesekali menyuapi makanannya ke dalam mulut
"Ma kita berangkat dulu ya takutnya kami telat nantinya " Ucap Dimas mewakili mereka semua
"Iya hati-hati di jalan, oh iya Ar jangan lupa untuk bawa kekasihmu kesini ya mommy ingin bertemu dengannya" Ucap Karina penuh harap
"Ar ajak kekasih mu untuk main ke sini ya " Ucap Karina penuh harap
"Ar tidak berjanji ya mom" Ucap Arkana tidak bisa bisa mengiyakan ajakan mommynya
Kini Geng REVLOSKA sudah meninggalkan mansion Biantara menuju sekolah
Sedangkan Arkana menuju suatu tempat yaitu siapa lagi kalau bukan tempat Tinggal Elzia, sedangkan para inti hanya mengikuti kemana ketuanya pergi
Di Mansion Bramasta
Elzia dan para abangnya yang lain juga baru selesai sarapan sedangkan Eliza masih sibuk dengan laptopnya
Di halaman depan
Arkana dan para sahabatnya sudah sampai di depan pagar terlihat satpam menghampiri mereka berlima
" Maaf kalian siapa kalo saya boleh tau? " Tanya pak Satpam dengan sopan
"Ini pak kami temennya Elzia sama Eliza pak" Ucap Deon mewakili mereka berlima
Belum sempat satpam menjawab tiba-tiba suara datar seseorang mengalihkan perhatian mereka
" Buka saja pak, biarkan mereka masuk! " Ucap Eliza datar sambil menatap dingin Ke arah Arkana dan yang lainnya
Eliza langsung masuk begitu saja sedangkan pak satpam langsung membuka pintu pagarnya untuk Arkana dan para sahabatnya
"Terimakasih pak" Ucap Deon mewakili mereka sedangkan pak satpam hanya tersenyum saja
Mereka semua duduk diruang tamu disana sudah ada Alaska dan yang lainnya
"Ngapain kalian kesini? " Tanah Jeno menatap Julid ke Geng Revloska
" Ye biasa aja kali muka kau " Ucap Dava ikut Julid
"Heh batang marmud ini Rumah saya jadi saya berhak melarang siapapun termasuk kau " Ucap Jeno lagi dan semakin Julid
"Eh kadal kincot gua bodo amat ya "jawab Dava lagi
Sedangkan Alaska, Arkana dan yang lainnya hanya menatap datar melihat dua manusia yang tak bisa akur ini
" Udah jangan saling benci ntar jadi cinta loh " Ucap Fandi pada keduanya
" Lo pikir gue gay gitu iuuhhh amit-amit cabang bayi tujuh keturunan kaya gak laku aja mau sama cowok iuhhh" Ucap Dava jadi geli sendiri ketika membayangkan apa yang Fandi ucapkan
"Heh emang lo pikir gue juga mah sama lo gue juga ogah njirr amit-amit dah " Ucap Jeno Julid dan juga Geli ketika mendengar apa yang Fandi ucapkan tadi
"Apa yang kau lakukan disini? " Tanya Alaska menatap ke arah Arkana
"Menjemput kekasih ku " Ucap Arkana datar sedangkan yang lainnya menatap malas kedua orang ini' dasar kulkas ' batin mereka
Elzia turun menuju Ruang tamu ia cukup kaget ketika melihat kedatangan Arkana dan yang lainnya
'Ngapain dia kesini? ' batin Elzia menatap heran kearah Arkana
Disisi Arkana dan Alaska
"Siapa yang kau sebut kekasih? " Tanya Alaska sebab ia tak mengetahui siapa pacar Arkana
"Elzia!! " Jawab Arkana santai sedangkan Alaska hanya mengangguk saja
"Ar? Lo ngapain disini? " Tanya Elzia ketika sudah sampai di Ruang tamu
"Menjemputmu " Ucap Arkana lalu berdiri dari duduknya
"T-tapi g-gue bisa bawa motor sendiri " Ucap Elzia sambil terbata-bata
"Apapun itu pokoknya kau harus berangkat dengan ku dan aku tidak menerima penolakan" Ucap Arkana datar sedangkan yang lainnya hanya menonton saja pada sepasang kekasih ini
"Apa kalian akan terus disini sampai nanti? " Suara datar seseorang mengalihkan perhatian mereka
"Ya ini kita mau berangkat kok" Ucap Dimas sambil mengangkat tasnya sedangkan yang lain hanya mengangguk saja
"Telat lima menit maka kalian bersih toilet" Ucap Eliza datar nan dingin, Eliza langsung menuju motornya dan mulai berangkat
Arkana langsung meraih tangan Elzia dan membawanya ke motornya
"Pake helmnya" Ucap Arkana menyodorkan helm ditangannya, sedangkan Elzia masih diam karena Arkana selalu membuatnya terkejut
"Lama" Ucap Arkana langsung memasang kan helm di kepala Elzia hal itu membuat Elzia kaget
"Naik" Titah Arkana yang sudah di atas motor
Elzia hanya menurut saja meskipun ia sebenarnya tidak mau berangkat berengan kesekolah dengan satu motor
Setelahnya mereka semua meninggalkan mansion menuju ke sekolah
***
Disekolah
Arkana dan yang lainnya sudah sampai di sekolah
Banyak para murid bisik-bisik melihat kearah Arkana yang membonceng seseorang
"Siapa yang dibonceng kak Arkana"
"Tidak tau tapi kalo diliat dari postur tubuhnya itu mirip dengan kak Elzia"
"Iya lo benar apa emang dia kak Elzia ya "
Elzia dengan santai membuka helmnya membuat para murid bisik-bisik lagi
"Anjirr beneran kak Elzia cok"
"Iya njirrr gak nyangka cok"
"Wahh jadi kak Arkana sama kak Elzia pacaran"
"Patah hati adek bang"
"Kayak kak Arkana mau sama lo aja"
"Biarin namanya juga ngehalu kali"
Elzia dan Arkana serta para sahabat Arkana melewati koridor namun langkah mereka terhenti karena mendengar ucapan salah satu murid
"Eh guys kalian udah tau belom di berita? " Ucap murid laki-laki sambil menatap murid yang lainnya
"Berita apa emang? " Jawab salah satu dari mereka
"Sekolah KARYA DARMA kebakaran ini viral di sosmed"
Seluruh murid langsung mengecek ponsel mereka masing-masing termasuk Elzia dan yang lainnya
"Kebakarannya dari jam 21:00 malam tadi" Ucap Deon sambil melihat ponselnya
"Dan pelakunya masih dicari pihak kepolisian" Ucap Dava menambahkan
Didalam Ruangan OSIS Eliza mengetuk beberapa kali mikropon kecil
Tuk... Tuk... Tuk..
"Diberitahukan seluruh murid segera berkumpul dilapangan dalam waktu lima menit dari sekarang!! " Ucap Eliza datar tak ingin di bantah
Mendengar suara Eliza seluruh murid SMA NUSA berbondong-bondong kelapangan termasuk Elzia dan yang lainnya
"SELAMAT PAGI SEMUANYA!!" Ucap pak Handoko selalu kepala sekolah
"PAGI PAK!! " Jawab mereka serempak
"Baik apakah kalian sudah melihat berita yang ada di grup sekolah? " Tanya pak Handoko kepada semua murid
"SUDAH PAK" Jawab mereka lagi sedangkan Elzia, Arkana dan yang lainya hanya diam mendengarkan untuk Eliza ia tidak ikut berbaris karena ada sesuatu yang di urus
"Karena kalian sudah melihat berita kebakaran di SMA KARYA DHARMA dan pihak sekolah sudah memutuskan agar mereka bergabung dengan sekolah kita sementara sekolah tersebut dibuat ulang yang pastinya sangat membutuhkan dana yang cukup besar " Jelas pak Handoko
"Untuk kelasnya sudah di atur oleh Eliza selaku ketua OSIS " Ucap pak Handoko lagi
"Baik hanya itu yang bapak sampaikan untuk hari ini mungkin kalian tidak belajar sebab para guru akan melakukan rapat karena besok pagi para murid KARYA DHARMA akan datang jadi kalian menyambut nya dengan baik " Ucap pak Handoko lagi kemudian menyuruh para murid untuk bubar
Di Koridor banyak gosipan para murid
"Kudengar Murid-murid karya dharma itu para pembully "
"Iya mereka akan membully murid yang kurang mampu seperti kita "
"Kudengar mereka juga tidak mematuhi peraturan sekolah"
"Aku juga pernah dengan dari teman aku yang bersekolah disana katanya para guru tidak bisa berbuat apa-apa terhadap para pembully "
" Kenapa begitu? "
"Karena para pembully itu katanya anak orang kaya semua "
"Tapi kita tetap aman kan gak bakal dibully kan? "
"Tenang aja selama ada kak Eliza semuanya aman kok"
"Semoga aja "
"Yaudah yok masuk kelas "
Di kelas
"Kau tidak ingin ke kantin? " Tanya Arkana pada Elzia yang sedang bermain ponsel
"Mm yaudah yok aku juga lapar soalnya" Ucap Elzia sedangkan Arkana hanya mengangguk saja kemudian berdiri dari tempat duduknya
"Kau ingin kemana Ar? " Tanya Deon melihat kearah Arkana sambil memegang tangan Elzia
"Kantin" Ucap Arkana datar kemudian meninggalkan mereka begitu saja
"Serius kita diginiin? " Tanya Dava melongo saat melihat kepergian Arkana
"Benar-benar ya mentang-mentang udah dapat ayang sahabat ditinggalkan" Ucap Dimas mendengus malas
"Sahabat lo tu ray" Ucap Deon pada Rayyan yang hanya diam saja sejak tadi
"Sahabat lo juga" Ucap Rayyan mendengus malas kemudian berdiri dan menyusul Arkana yang sudah jauh
"Buset dah main tinggal aja bener-bener ya " Gerutu Dava misuh-misuh sendiri
"Dah susulin " Ucap Dimas bangkit dari duduknya dan menyusul mereka begitupun juga dengan Deon dan Dava