NovelToon NovelToon
Hanya Bisnis, Sayang

Hanya Bisnis, Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vanessa_Write

"Ingat posisi kita, Elena. Di luar kita adalah pasangan sempurna, tapi di dalam rumah ini, kita adalah dua orang asing yang kebetulan berbagi satu atap. Jangan pernah lupakan itu."

Elena adalah CEO Luminous Beauty yang ambisius. Baginya, hidup adalah tentang citra dan kesempurnaan visual. Namun, sebuah pengkhianatan di dewan direksi memaksanya bersekutu dengan pria yang paling ia benci, Adrian ,
sang penguasa Arsa Food Group yang dingin dan praktis.

Namun, di balik kemewahan hidup mereka, ada rahasia gelap yang terkubur. Saat dinding kebencian mulai runtuh oleh sesuatu yang tak terduga, Elena menyadari bahwa Adrian mungkin bukan hanya rekan bisnis/suaminya, melainkan dalang di balik tragedi masa lalu keluarganya.

Di dunia mereka, cinta adalah kelemahan, dan pengkhianatan adalah strategi. Saat kontrak mulai melanggar logika hati, siapakah yang akan hancur lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanessa_Write, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Transaksi di Balik Kegelapan

Sepanjang malam hingga fajar menyingsing, Elena tidak bisa memejamkan matanya sedikit pun. Kamar tidurnya yang luas terasa begitu sunyi, sementara pikirannya terus berputar pada rahang tegas Adrian Arsa dan kalimat teka-teki yang ditinggalkannya di koridor lelang. Ditambah lagi, bayangan kalung The Blue Seraph yang kini berada di tangan pria berdarah dingin itu membuat dadanya terus dihantam rasa sesak. Elena tahu siapa Adrian di dunia bisnis. Pria itu adalah raja diraja di industri pangan global.

Arsa Food Group bukan hanya perusahaan biasa. Mereka menguasai puluhan pabrik pengolahan makanan, perkebunan komoditas terbesar, hingga jaringan distribusi pangan yang menyuplai supermarket di berbagai belahan dunia. Adrian adalah pria yang bisa menaikkan atau menurunkan harga kebutuhan pokok hanya dengan satu jentikan jari. Pria sedominan itu tidak mungkin bergerak tanpa kalkulasi keuntungan yang matang.

Tepat jam dua siang, saat Elena sedang mencoba fokus memeriksa laporan kuartalan Luminous Beauty di kantornya, pintu ruang kerjanya diketuk dengan terburu-buru. Maya, asisten pribadinya, masuk dengan wajah yang pucat pasi dan napas yang agak tersengal.

"Maaf mengganggu waktu Anda, Bu Elena," ucap Maya sambil meletakkan sebuah kotak surat eksklusif berlapis emas murni di atas meja ek besar Elena. "Ini... baru saja diantarkan oleh kurir khusus berpakaian taktis. Surat ini dikirim langsung dari kantor pusat Arsa Food Group. Ada pesan bahwa Anda harus membacanya sekarang juga."

Elena mengernyitkan dahi. Ia meraih surat di dalam kotak tersebut, membuka segel lilin hitam berlogo huruf 'A'. Di dalamnya terdapat selembar kertas linen premium dengan tulisan nama dan alamat yang diketik rapi.

Kehadiran Anda ditunggu sore ini pukul empat di lantai eksekutif Arsa Tower. Ini mengenai The Blue Seraph dan masa depan Luminous Beauty.

Tidak ada basa-basi. Tidak ada pilihan untuk menolak. Itu adalah sebuah perintah yang dibungkus dengan nama undangan bisnis. Elena meremas pinggiran kertas itu. Amarahnya kembali tersulut, namun rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Ia harus mendapatkan kembali kalung ibunya, apa pun caranya.

Dua jam kemudian, mobil sedan hitam Elena berhenti di lobi utama Arsa Tower, sebuah gedung pencakar langit berdesain futuristik yang menjulang tinggi, mendominasi cakrawala pusat bisnis metropolitan. Gedung itu adalah simbol dari kekuatan absolut industri pangan milik Adrian. Setelah melewati pemeriksaan keamanan yang super ketat dari para penjaga bertubuh tegap, Elena diantar menggunakan lift pribadi berkecepatan tinggi langsung menuju lantai paling atas, lantai khusus sang penguasa tunggal.

Ketika pintu lift terbuka, Elena disambut oleh ruangan kantor yang teramat luas dengan dinding-dinding kaca besar yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian ratusan meter. Desain interiornya sangat maskulin dan modern yang didominasi oleh warna hitam, abu-abu arang, dan aksen logam. Di balik meja kaca besar yang terletak di tengah ruangan, Adrian Arsa sedang duduk dengan tenang. Pria itu telah menanggalkan jas tuksedonya semalam, kini hanya mengenakan kemeja abu-abu gelap dengan lengan yang digulung rapi hingga siku, menampilkan lengan bawahnya yang kokoh dan berurat.

Tanpa ekspresi, Adrian mengangkat pandangannya dari Tablet bisnis di tangannya saat Elena melangkah masuk. Ia tidak berdiri untuk menyambutnya, melainkan hanya menyandarkan punggungnya pada kursi kulit premiumnya. Dengan gerakan tangan yang santai namun penuh wibawa, Adrian menggeser sebuah kotak beludru hitam berukuran sedang ke tengah meja kaca.

Tutup kotak itu terbuka sedikit, memperlihatkan kilau biru safir dari The Blue Seraph yang memantulkan cahaya sore dari balik jendela.

"Duduklah, Nona Alexander," sapa Adrian, suara baritonnya yang berat terdengar menggema rendah di ruangan yang kedap suara itu.

Elena melangkah maju dengan ketukan sepatu hak tingginya yang berirama tegas di atas lantai granit. Ia menolak untuk duduk di kursi yang disediakan, memilih untuk tetap berdiri tegak di seberang meja Adrian, menatap pria itu dengan pandangan menantang. "Aku tidak punya banyak waktu untuk basa-basi, Tuan Arsa. Langsung saja pada intinya. Sebutkan berapa angka yang kamu inginkan agar kalung ibuku bisa kembali ke tanganku malam ini. Aku akan membayar dua kali lipat dari harga lelangmu semalam jika itu yang kamu mau."

Adrian terkekeh rendah, sebuah suara tanpa humor yang terdengar sangat dingin. Ia menegakkan posisi duduknya, menumpu kedua tangannya di atas meja kaca, menatap Elena dari bawah dengan sepasang mata gelap yang sarat akan dominasi. "Uang? Kamu pikir aku mengeluarkan seratus lima puluh juta dolar semalam karena aku kekurangan uang, Elena? Industri makananku menyuplai kebutuhan pokok untuk sepertiga populasi wilayah ini setiap harinya. Nilai perusahaanku jauh di atas apa yang bisa ditawarkan oleh seluruh aset kosmetik milik Luminous Beauty saat ini."

Elena mengepalkan tangannya di samping tubuh, merasa terhina oleh kesombongan pria di depannya. "Lalu apa maumu? Jika kamu tidak menginginkan uangku, kenapa kamu memanggilku ke sini dan memamerkan kalung itu di depanku?"

Adrian perlahan berdiri dari kursinya. Tubuhnya yang tinggi besar dan tegap seketika menciptakan tekanan yang kuat di dalam ruangan. Ia berjalan memutari meja kaca besar itu, melangkah pelan mendekati Elena hingga jarak di antara mereka hanya tersisa dua jengkal. Elena bisa mencium aroma samar kopi hitam dan parfum kayu yang mahal dari tubuh Adrian.

"Aku menginginkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan saham atau lembaran dolar, Elena," ucap Adrian, suaranya merendah menjadi sebuah bisikan yang teramat intens tepat di depan wajah Elena. "Aku menginginkan sebuah aliansi yang sah secara hukum. Menikahlah denganku. Sebuah pernikahan kontrak yang tertulis di atas kertas selama dua tahun penuh."

Kata-kata itu menghantam telinga Elena bagai petir di siang bolong. Sepasang mata indahnya membelalak sempurna, menatap Adrian dengan pandangan tidak percaya yang bercampur dengan rasa muak yang mendalam. "Menikah? Kamu gila? Kamu pikir aku ini wanita murahan yang bisa kamu paksa masuk ke dalam pernikahan kontrak hanya demi seuntai perhiasan? Aku tidak akan pernah menjual diriku pada pria berdarah dingin sepertimu!"

Elena berbalik, bersiap untuk melangkah pergi menuju pintu keluar, namun kalimat Adrian berikutnya seketika menghentikan langkah kakinya seolah ia baru saja menginjak ranjau darat.

"Ini bukan tentang satu perhiasan, Elena. Dan aku sama sekali tidak tertarik untuk membeli dirimu," kata Adrian, suaranya kini berubah menjadi sedingin es yang tajam. Ia berjalan mendekati jendela kaca besar, menatap ke arah luar melihat pemandangan gedung-gedung tinggi di bawah mereka.

"Begitu kamu memutuskan untuk mengambil alih posisi CEO di Luminous Beauty setelah kematian misterius ayahmu, kamu secara otomatis menaruh target besar di punggungmu sendiri. Musuh-musuh Alexander adalah sebuah organisasi gelap berskala internasional yang sangat berbahaya dan mereka sedang mengawasimu. Mereka membiarkanmu naik ke takhta hanya untuk melihat apakah kamu memegang kunci rahasia yang ditinggalkan ayahmu sebelum dia lenyap."

Elena berbalik lambat, wajahnya mendadak kehilangan sedikit rona merahnya. "Dari mana... dari mana kamu tahu tentang musuh-musuh ayahku?"

Adrian berbalik menatap Elena, sorot matanya berkilat penuh amarah yang tertahan. "Karena industri makanan milikku adalah salah satu sektor yang coba mereka kuasai lewat jalur pasokan logistik ilegal sepuluh tahun lalu, dan ayahmu adalah satu-satunya orang yang berani membantu keluargaku untuk melawan mereka sebelum akhirnya dia dibuat menghilang tanpa jejak. Pernikahan kontrak denganku adalah satu-satunya tameng hukum yang sah untuk menyatukan kekuatan kita. Di mata hukum, begitu kamu menjadi istriku, aku memiliki hak mutlak untuk menempatkan tim keamanan bersenjata pribadiku di setiap sudut aset milikmu, mendampingimu di setiap rapat umum pemegang saham, sekaligus memberi kita alasan yang masuk akal bagi dunia luar untuk menyelidiki masa lalu Alexander tanpa memicu kecurigaan organisasi tersebut. Pikirkan baik-baik dengan otak bisnismu, Elena. Ini bukan soal cinta. Ini adalah transaksi murni... transaksi untuk memastikan kamu tetap bernapas di duniaku yang kotor ini."

Elena terdiam mematung di tengah ruangan yang sunyi. Kata-kata Adrian menghantam logika bisnisnya dengan sangat keras. Di satu sisi, ia membenci sifat arogan pria ini, namun di sisi lain, ia sadar bahwa ancaman internal dari para dewan komisaris di perusahaannya sendiri memang semakin tidak terkendali.

Kalung di atas meja itu kini tampak bukan lagi sebagai perhiasan, melainkan sebuah kunci pembuka gerbang neraka yang harus ia hadapi bersama pria di depannya.

......BERSAMBUNG......

1
Bu Dewi
seru kak alur ceritanya😍😍😍👍
VanessaJournal: terima kasih atas support nya kak! 😊🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!