Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu itu manusia atau hantu?
Kimberly yang tahu kalau dirinya akan di dorong membuat Kimberly memegang tangan pria tersebut. Setelah itu menarik tangan pria tersebut kemudian menekuknya.
Hal itu tentu saja membuat pria tersebut berteriak kesakitan dan berusaha menariknya namun Kimberly mendorongnya dengan kekuatan penuh hingga pria tersebut jatuh ke jalan aspal.
"Apa yang sudah kamu lakukan?" Tanya pria yang satunya lagi dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah Kimberly.
Tanpa menjawab Kimberly membalikkan badannya kemudian memegang jari telunjuk pria tersebut lalu menekuknya kemudian menendang kaki ketiga yang menjadi kebanggaan pria tersebut.
"Akhhhhh!!..." Teriak pria tersebut kesakitan sambil berlutut dan memegangi adik kecilnya yang terasa ngilu.
Kimberly hanya menatapnya dengan tatapan datar kemudian berjalan ke arah samping karena pintu gerbang tidak bisa di buka.
Kimberly tanpa sengaja melihat bangunan yang sudah di renovasi. Dulunya bangunan tersebut adalah gudang tua yang sengaja di bakar oleh Ibu tirinya dan adik tirinya.
Kimberly kembali teringat di mana dulu dirinya di sekap di gudang tua sambil memegangi perutnya yang buncit. Tiba-tiba ruangan yang ditinggali Kimberly berasap dan hal itu membuat Kimberly berjalan dengan tertatih-tatih sambil memegangi perutnya.
Flash Back On
"Tolong bukakan pintu! ... Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ..." Teriak Kimberly sambil terbatuk-batuk dan memukul-mukul pintu tanpa mempedulikan tangan kanannya yang terasa perih karena memukul pintu dengan sekuat tenaga.
Kimberly tanpa putus asa berteriak dan memukul-mukul pintu agar berharap ada orang yang mendengarnya. Sedangkan di luar pintu dua orang wanita hanya menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Mereka adalah Ibu Bela yang merupakan ibu tiri Kimberly dan Cintya yang merupalkan adik tiri Kimberly.
"Kimberly, Ibumu sudah lama mati dan kini giliran kamu yang akan mati menyusul ibumu. Setelah kamu mati maka semua saham milik ibumu akan menjadi milikku." Ucap Kimberly sambil tersenyum jahat.
"Siram lebih banyak bensin agar wanita itu mati terbakar bersama anak haram yang ada di dalam perutnya!" Perintah Ibu Bela pada ke dua pelayan setianya.
"Baik, Nyonya Besar." Jawab kedua pelayan setianya dengan serempak.
Kemudian kedua pelayan setianya masing-masing mengangkat diregen yang berisi bensin kemudian menyiramnya ke arah pintu dan sekeliling ruangan tersebut.
Api yang awalnya kecil kini berubah menjadi besar dan hal itu membuat Ibu Bela, Cintya dan ke dua pelayan setia mereka pergi meninggalkan tempat tersebut sambil tertawa.
Mereka berempat sama sekali tidak peduli teriakan Kimberly yang meminta tolong dengan nada memohon. Kimberly yang tidak ingin dirinya mati dan ingin menyelamatkan kandungannya langsung menghubungi teman baiknya yang bernama Ronald.
Asap dan hawa panas yang mengumpul di ruangan tersebut membuat Kimberly berusaha bertahan hingga beberapa saat tubuh Kimberly ambruk ke lantai yang sudah berdebu.
("Ronald, tolong Aku." Mohon Kimberly dengan mata perlahan terpejam dan mulai kehilangan kesadaran).
("Kimberly! Bertahanlah, Aku akan ke sana." Ucap Ronald dengan nada panik).
Ronald yang kebetulan berada di dalam mobil menuju ke arah rumahnya langsung memutar stir kemudi menuju ke tempat kediaman keluarga Baskoro dengan kecepatan tinggi.
Hingga lima belas menit kemudian Ronald sudah sampai di tempat kediaman Keluarga Baskoro. Ronald kemudian berlari sambil melepaskan pakaian jasnya lalu dimasukkan ke dalam kolam renang yang dekat dengan gudang.
Setelah selesai Ronald nekat menerobos masuk ke dalam kobaran api sambil mentupi kepalanya dengan jas yang sudah basah kuyup.
Hingga beberapa saat Ronald berhasil menggendong Kimberly dan membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan pertama.
Flash Back Off
"Hutang enam tahun yang lalu akan kalian bayar sedikit demi sedikit." Ucap Kimberly sambil menahan amarah dan dendam terhadap keluarganya.
Kimberly kemudian berjalan dengan langkah tegak memasuki kediaman Baskoro tanpa mengalami kesulitan karena Kimberly tahu pintu rahasia menuju ke rumah tersebut.
Sedangkan di ruang keluarga di mana Ayah Kevin Baskoro, Ibu Bela dan Cintya duduk di ruang keluarga sambil menghibur Cintya yang sedang sedih.
"Pokoknya Aku tidak mau menikah dengan Diego. Diego itu sekarang hanyalah sampah masyarakat dan sifatnya sangat kejam. Selain itu kabarnya Diego juga tidak bisa melakukan hubungan suami istri." Ucap Cintya dengan wajah frustrasi.
"Jika Aku menikah dengannya maka lebih baik Aku mati saja!" Teriak Cintya histeris.
"Ibu juga tidak ingin kamu menikah dengannya tapi perusahaan milik Ayahmu harus bekerja sama dengan Keluarga Roberto agar bisa bertahan. Bukankah nantinya perusahaan milik Ayahmu akan jatuh ke tanganmu?" Tanya Ibu Bela sambil menggenggam tangan Cintya.
"Tapi ...." Ucapan Cintya terpotong oleh Ibu Bela.
"Sebenarnya dulu Neneknya Kimberly menjodohkan Kimberly dengan Diego tapi Diego menolaknya dengan alasan ingin fokus dengan bisnisnya. Tapi siapa sangka Diego mengalami kecelakaan dan Ibunya meminta agar Kimberly menikah dengan putranya. Sayangnya Kimberly sudah mati jadi mau tidak mau kamu yang menggantikannya." Ucap Ibu Bela.
"Ayah, tolong pikirkan cara lain." Ucap Cintya sambil merengek dan memegang lengan Ayah Kevin.
"Sudah sejauh ini, apa lagi yang bisa Ayah lakukan? Besok pagi mobil Keluarga Roberto akan segera tiba." Ucap Ayah Kevin yang tidak mempunyai pilihan lain.
"Aku tidak peduli! Pokoknya Aku tidak mau menikah!" Teriak Cintya dengan wajah frustrasi.
"Kalau Dia tidak mau menikah maka Aku saja yang akan menikah." Ucap seorang wanita sambil perlahan membuka pintu.
Ayah Kevin, Ibu Bela dan Cintya langsung menatap ke arah pintu di mana pintu tersebut menuju ke arah kamar tamu.
Seorang wanita cantik berjalan dengan tubuh tegap dengan menggunakan pakaian serba hitam dan memakai kaca mata yang juga berwarna hitam.
"Siapa kamu?" Tanya Ayah Kevin dengan wajah terkejut begitu pula dengan Ibu Bela dan Cintya.
"Tuan Kevin ternyata benar-benar pelupa, ya?" Tanya wanita cantik tersebut sambil melepaskan kacamatanya yang ternyata bernama Kimberly.
"Bahkan putrimu sendiri pun tidak kamu kenali setelah enam tahun kita tidak bertemu." Sambung Kimberly.
"Ka ... Kamu ... Kimberly?" Tanya Ayah Kevin dengan wajah sangat terkejut terlebih Ibu Bela dan Cintya.
"Kimberly? Bukankah Kimberly sudah meninggal dunia?" Tanya Cintya dengan wajah ketakutan.
"Bu, wanita itu hantu!" Teriak Cintya sambil memeluk ibunya dengan tubuh gemetar.
"Kamu itu manusia atau hantu?" Tanya Ayah Kevin.