NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarak yang Terlalu Dekat

Tanganku sudah terbebat rapi, dislokasi tulang akibat gerakan gym yang salah, patal memang enatah apa yang aku pikirkan sehingga mengganggu fokusku saat berolahraga. Sebelum cedera ini terjadi ada sekelebat wajah Ayleen dan Zahira yang menggangu pikiranku, pada akhirnya aku terjatuh dan menumpu tangan kananku yang belum siap sama sekali.

“Pak Arsyad, mau saya antar pulang?” Ujar wanita yang tadi membantuku untuk memanggilkan tim kesehatan di tempat olahraga. Perempuan itu ternyata salahsatu karyawan di perusahaan milik papa.

“Tidak terimakasih, saya sudah menelpon supir.”

Tidak lama supir sudah mengantarkanku dengan selamat, aku mulai memasuki rumah. Rumah masih sepi mungkin wanita itu belum pulang dari tempat kerjanya.

“Assalamu’alaikum….” Tidak lama suara lembutnya terdengar. Wanita itu memasuki rumah.

Aku berjalan kearah sofa dan menghempaskan tubuh disana, tangan kananku masih terasa ngilu. Tidak bisa digerakan sama sekali, cederanya cukup parah jadi membutuhkan beberpa kali perawatan lagi.

“Loh mas, tangannya kenapa?” Dengan wajah paniknya wanita itu mendekat kearahku.

“Dislokasi tulang, cedera saat gym.” Jawabku singkat.

“Loh kok bisa?” Tanya nya lagi, kini tangannya sibuk membuka sepatu yang masih aku kenakan. Sikap Ayleen akhir-akhir ini banyak berubah, tidak lagi ada wajah yang pura-pura menatap tegas kearahku. Yang ada kini adalah sorot wajah yang lembut penuh dengan kasih sayang dan kesabaran.

“Mau ngapain?”

“Sepatunya buka saja mas, biar kamu bisa istirahat lebih nayaman.” Ucapnya lagi lalu melanjutkan kegiatannya. Walaupun wajahnya terlihat lelah namun wanita ini berusaha untuk berbakti pada suaminya.

Sepatu olahragaku sudah terlepas kemudian Ayleen pergi untuk menyimpannya dirak sepatu.

“Mas. Ada lagi yang dibutuhkan?, kalau tidak ada kau masuk dulu ke kamar.”

Aku menggeleng pelan.

Setelah kejadian hujan-hujanan waktu itu, kini hubunganku dengan Ayleen mulai terbuka satu sama lain. Kami sudah melakukan obrolan panjang pada suatu malam, Yang pada intinya Ayleen sudah menerima pernikahan ini dengan lapang. Walaupun pada kenyataannya aku sudah menorehkan luka baru untuknya, aku yang belum memiliki hati untuk Ayleen sedangkan Ayleen sudah mulai membuka hati untukku.

Kata orang-orang bilang, cinta akan tumbuh dengan seiring waktu. Mungkin itu benar bagi Ayleen, tapi tidak untukku. Karena hatiku masih terpaut oleh Zahira, cinta paertamaku.

Pintu terbuka, Ayleen keluar dengan keadaan yang lebih segar, sepertinya wanita itu sudah menunaikan ibadah, wanita itu keluar dengan menggunakan dress berwana soft yellow dengan hiasan renda dibagian dadanya, rambutnya yang halus ia ikat sebagian. Jika seperti ini Ayleen akan sangat terlihat cantik sekali. Wanita itu mulai menyadari kecantikan pada dirinya.

“Mas…”

“Hem..?” Aku yang masih duduk disofa menoleh kearahnya.

“Mau makan malam sekarang?, biar aku siapin. Tadi mbak Asih sudah masak ternyata.”

“Saya mau sup iga.” Ucapku singkat.

“Sup iga?”

“Heem.”

“Yaudah, aku bikinin tapi nunggu agak lama gapapa?”

“Heem.”

Aku merebahkan tubuhku pada sofa, tidak lama rasa kantuk mulai menyerang. Tidak biasanya ngantuk dijam segini, ditambah lagi rasa nyeri ditanganku.

Tidak terasa mungkin aku tertidur, sampai terasa ada tepukan halus dibahuku.

“Mas…”

Ayleen ada didepanku, dengan semangkuk sup yang wanginya menguar menusuk hidung.

“Sup nya udah mateng.”

“Bisa makan sendiri?, itu tangannya…”

Aku meringis manahan rasa ngilu, ketika membenarkan posisi lengan kananku.

“Kenapa gak kedokter aja mas?” Ujar Ayleen, wanita itu sudah inisiatif menyuapkan nasi kedalam mulutku. Aku mulai mengunyah, nasi ditambah sup iga terasa sangat lezat didalam mulutku.

“Besok saja.” Jawabku setelah menelan kunyahan nasi.

Wanita itu dengan telaten menyuapiku sampai habis. Entah mengapa perhatian kecil dari Ayleen membuat dada ini hangat.

“Makasi.” Ucapku pelan.

“Sudah menjadi tugasku mas.” Jawabnya sambil membereskan piring dan mangkuk bekas tadi dipakai.

Deg. Gelenyar hangat itu berdesir kembali didalam dada.

***

“Mas.. ganti baju dulu!, bajunya aku sudah siapin.” Ucapnya setelah menunaikan ibadah isya, masih memakai mukenanya, tubuh kecilnya dengan lincah menyiapkan segela keperluanku.

Aku yang sedang bersandar disofa akhirnya bangkit dan melangkahkan kaki menuju Ayleen. Aku yang kesusahan berusaha melepaskan kaos olahraga yang masih melekat pada tubuhku.

“Susah mas?” Ternyata Ayleen memperhatikan gerak-geriku.

“Susah, masih sakit tangannya.”

“Aku bantu?”

Aku mengangguk. Mengiyakan.

“Sebentar mas.” Ayleen melipat mukenanya, membenarkan dressnya yang sedikit tersingkap yang menampilkan kaki jenjang dan mulus itu.

Sial, kenapa tubuhku jadi menegang seperti ini.

Ayleen mengikat sebagian rambutnya, shit… kenapa wanita itu terlihat berbeda malam ini. Ayleen mulai berjalan mendekat kearahku, langkahnya sempat ragu begitupun gerakan tangannya.

Aku terdiam saat Ayleen berdiri terlalu dekat di depanku. Jarak kami hanya beberapa langkah kecil, cukup dekat sampai aku bisa melihat wajahnya dengan jelas tanpa perlu memperhatikan terlalu lama.

Dan sialnya… baru kali ini aku menyadari kalau Ayleen secantik itu.

Bukan cantik yang mencolok seperti wanita-wanita yang biasa datang ke acara bisnis atau makan malam penting bersamaku. Kecantikan Ayleen terasa sederhana, tapi justru itu yang membuat mataku sulit berpaling. Kulitnya tampak bersih, bulu matanya lentik alami, dan bibir kecilnya bergerak pelan saat berbicara. Hidungnya yang kecil nan lancip memantulkan cahaya dari lampu kamar.

Lalu lesung pipi kecil di sudut bibirnya yang membuat kesan manis saat Ayleen tersenyum ataupun berbicara.

Entah kenapa dadaku terasa seperti ditarik pelan.

Aku menelan ludah kasar, mencoba mengalihkan pandangan, tapi malah tanpa sadar memperhatikan helaian anak rambutnya yang jatuh berantakan di dekat pipi. Aroma tubuhnya ikut tercium samar. Wangi lembut seperti sabun dan bedak bayi bercampur sedikit aroma bunga yang manis.

Tidak menyengat, menenangkan.

Tapi cukup untuk membuat pikiranku buyar.

Aku bahkan bisa merasakan tubuhku menegang hanya karena aroma sederhana itu. Aneh. Sangat aneh. Padahal selama ini aku tidak pernah peduli pada hal-hal seperti ini.

“Ayleen...” panggilku pelan.

Suaraku terdengar lebih berat dibanding biasanya.

Wanita itu mengangkat kepala, menatapku polos tanpa menyadari kalau sejak tadi aku terlalu sibuk memperhatikan wajahnya dari jarak sedekat ini.

Dan untuk pertama kalinya, aku mulai sadar…

kehadiran Ayleen ternyata jauh lebih mengganggu daripada yang kupikirkan.

Jemari lentik itu mulai membantu kaos yang masih kukenakan dengan perlahan dan penuh kelembutan, tidak sengaja kulit halusnya bersentuhan langsung dengan kulit tubuhku.

“Maaf mas.” Ucapnya dengan raut wajah panik.

Sial, kenapa tubuhku makin menegang saat sentuhan halus itu menganai kulitku.

Dan.. argh.. kenapa juniorku ikutan menyembul dan menegang.

Gawat kalau sudah seperti ini.

“Mas, udah aku..”

Bruk…

Entah, kakinya tidak sengaja tersandung dengan kakiku, untung tangan kiriku sigap menahan pinggang ramping itu. Dan sangat terasa dua benda kenyalnya menempel pada tanganku.

*

*

Wkwk gemes banget.. pasutri yang katanya ga ada rasa cinta ini.

Tunggu update bab selanjutnya ya, dijamin panas dingin

1
Ria Leilyhani
nah lo mas ar, ayleen cemburu, kasihan ayleen. lanjut thor
Ria Leilyhani: iya ga jelas banget jadi laki, buat mas Ar cemburu Ayleen biar tau rasa dia bininya ditaksir cowok lain😁
total 2 replies
Ria Leilyhani
lanjut thor, aku suka ceritanya
roses: makasih kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
buci tipis tipis dulu ya kak😁
Ria Leilyhani
nunggu mereka membucin
Buku Matcha
merinding ya thor
Buku Matcha
Mas Ar kok bisa hafal dengan hal beginian, bener bener suami idaman. walaupun agak bakal dikit.
Amiroh
lho ko g lanjut
roses: tuunggu up besok ya kak
total 1 replies
Aniza
lanjut thooor
Aniza: oke thooooor👍👍👍
total 2 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!