NovelToon NovelToon
Hatimu Milik Siapa?

Hatimu Milik Siapa?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​Tiga tahun menikah, Tania hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri. Baginya, Rey adalah semesta, tapi bagi Rey, Tania hanyalah 'obat penawar' saat hatinya hancur ditinggal masa lalu.

Tania sudah memberikan segalanya, sampai dia sadar—di hati suaminya, tetap ada nama wanita lain yang tak sanggup dilepaskan.

​Saat Tania berhenti peduli dan berpapasan tanpa lagi menatap mata suaminya, Rey baru merasakan dingin yang sesungguhnya.

"Apakah mencintai harus sesakit ini? Jika kau cinta, mengapa tak menahannya, Rey?"

Terinspirasi dari lagu Arvian Dwi(Hatimu Milik Dia)

Dukung Authir yaa,,like,komen,gift hehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Tamu yang Tak Diundang

​Malam ini, Jakarta sedang tidak bersahabat. Hujan turun menderu-deru, membuat suasana di dalam rumah mewah itu terasa semakin senyap.

Tania baru saja selesai menata meja makan. Ada ayam bakar bumbu rujak dan sayur lodeh favorit Rey—atau setidaknya, itulah yang selalu Rey habiskan tanpa protes dulu.

​Tania melirik jam dinding. Sudah pukul delapan malam. Rey belum pulang, dan tidak ada pesan singkat sama sekali.

​Drrrtt... Drrrtt...

​Ponsel Tania di atas meja dapur bergetar. Bukan dari Rey, tapi sebuah panggilan video dari Maya. Tania mengusap layar, mencoba memasang wajah "baik-baik saja" sebelum menekan tombol hijau.

​"Halo, May?"

​"Tania! Kamu di mana? Masih di rumah?" Suara Maya terdengar panik, latar belakangnya bising, sepertinya dia sedang berada di sebuah mal.

​Tania mengernyit. "Iya, masih nunggu Rey pulang. Kenapa, May?"

​Maya tampak ragu sejenak. Menjauhkan ponselnya, seolah sedang memastikan sesuatu. "Tan... aku nggak tahu harus bilang gimana. Tapi barusan aku lihat mobil Rey di parkiran Senayan City. Dan dia nggak sendirian."

​Jantung Tania terasa berhenti berdetak sejenak. "Sama rekan kerjanya mungkin, May. Dia bilang ada meeting luar hari ini."

​"Rekan kerja atau masa lalu yang gagal move on?" Maya mendengus kesal.

"Tania, dengerin aku. Rey lagi sama Bianca di butik tas. Dan Bianca... dia lagi gelayutan di lengan suami kamu seolah mereka itu pasangan paling bahagia sedunia!"

Tania terdiam. Tangannya yang memegang ponsel gemetar hebat. Ia merasa lantai di bawah kakinya seolah runtuh. "Mungkin cuma kebetulan ketemu, May. Aku... aku percaya sama Rey."

​"Percaya itu bagus, Tan. Tapi bego itu beda tipis!" Maya berteriak pelan.

"Sini aku kirim fotonya. Habis itu kamu pikir sendiri, masih mau masak enak buat dia atau mau siram dia pakai air sayur yang kamu masak itu pas pulang nanti!"

​Sambungan terputus. Sedetik kemudian, sebuah notifikasi foto masuk. Tania membukanya dengan jari gemetar. Di sana, meski agak kabur, terlihat jelas punggung tegap Rey yang sedang berdiri di depan kasir butik ternama. Di sampingnya, seorang wanita berambut panjang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Rey sembari memegang sebuah tas mewah.

​Pemandangan itu jauh lebih menyakitkan daripada tusukan pisau dapur yang pernah mengenai jari Tania.

​Tiba-tiba, suara pagar otomatis terdengar terbuka di luar. Suara mesin mobil yang sangat ia kenal perlahan masuk ke garasi. Tania buru-buru mematikan layar ponselnya.

Ia menarik napas sedalam-dalamnya, menghapus setitik air mata yang hampir jatuh, dan mencoba berdiri tegak di samping meja makan.

​Pintu depan terbuka. Rey masuk dengan raut wajah lelah yang biasa. Jasnya tersampir di lengan, dan dasinya sudah sedikit longgar.

​"Baru pulang, Rey?" tanya Tania, mencoba menjaga suaranya agar tetap stabil.

​Rey hanya melirik sekilas, lalu berjalan menuju tangga. "Iya. Capek banget."

​"Kamu... udah makan?"

​"Udah tadi. Di luar."

Tania menatap deretan makanan di meja yang belum tersentuh. "Oh. Sama klien?"

​Langkah kaki Rey terhenti di anak tangga pertama. Rey terdiam sejenak, membelakangi Tania. "Iya. Klien lama."

​Tania mengepalkan tangannya di balik punggung.

"Klien lama? Atau cinta lama?" jeritnya dalam hati.

​"Oh ya, tadi Maya lihat kamu di Senayan City," ucap Tania tiba-tiba. Maya ingin tahu, sejauh mana suaminya akan berbohong.

​Rey berbalik perlahan. Matanya yang tajam menatap Tania dengan tatapan dingin yang sulit diartikan. "Terus?"

​"Dia bilang kamu nggak sendirian. Katanya kamu sama Bianca."

​Suasana mendadak menjadi sangat kaku. Suara rintik hujan di luar terasa sangat keras di telinga Tania. Rey mendesah kasar, seolah Tania baru saja menanyakan hal yang paling tidak penting di dunia.

​"Dia butuh bantuan, Tan. Kebetulan ketemu di sana, dan dia lagi ada masalah. Nggak enak kalau aku tinggalin gitu aja."

​"Butuh bantuan sampai harus bersandar di bahu kamu?" tanya Tania, suaranya mulai bergetar.

Rey melangkah turun, mendekat ke arah Tania. Aroma parfum sandalwood bercampur dengan aroma parfum vanilla milik wanita lain tercium sangat kuat dari jas yang ia pegang.

"Tania, jangan mulai deh. Aku baru pulang, capek. Jangan jadi istri yang dramatis cuma karena laporan nggak jelas dari Maya."

​"Dramatis?" Tania tertawa kecil, tawa yang penuh luka.

"Istri mana yang nggak sakit hati lihat suaminya bohong, Rey? Kamu bilang meeting kerja, tapi nyatanya kamu nemenin dia belanja tas? Kamu anggap aku apa di rumah ini?"

​Rey meletakkan jasnya di kursi makan dengan kasar. "Aku udah kasih kamu segalanya, Tania! Rumah ini, mobil, fasilitas... semua kamu punya. Bisa nggak sih jangan cuma karena masalah Bianca kamu jadi ribet kayak gini?"

​"Aku nggak butuh tas mewah atau rumah besar ini, Rey! Aku cuma butuh kamu jujur!" suara Tania naik satu nada.

"Jujur sama aku... hati kamu sebenarnya milik siapa? Karena selama tiga tahun ini, aku merasa aku cuma berbagi tempat tidur sama orang asing!"

​Rey menatap Tania dengan tatapan dingin. "Kalau kamu terus-terusan kayak gini, rumah ini malah makin terasa kayak penjara buat aku."

​Tanpa kata lagi, Rey berbalik dan naik ke lantai atas, meninggalkan Tania sendirian di ruang makan yang gelap.

Suara pintu kamar yang dibanting terdengar begitu keras, seolah menghancurkan sisa-sisa harapan di hati Tania.

Tania terduduk di kursi. Ia menatap piring ayam bakar yang sudah dingin. Tangannya meraih sendok, lalu dengan gerakan perlahan, ia mulai menyuapkan nasi ke mulutnya sendiri. Nasi itu terasa seperti pasir, hambar dan sulit ditelan.

​Ia makan sendirian di tengah kemewahan yang terasa hampa. Sambil mengunyah, air matanya jatuh satu per satu ke atas piring.

"​Sampai hilang baru kamu mengerti, Rey...," bisiknya dalam hati.

Tania baru saja meletakkan ponselnya setelah menatap sekali lagi foto dari Maya tadi, bersamaan dengan itu, sebuah pesan WhatsApp masuk dari nomor yang tidak dikenal. Tania membukanya, jantungnya mencelos.

​[0812-xxxx-xxxx]:

"Rey, makasih ya buat yang tadi. Tasnya udah aku simpan, cantik banget. Maaf ya kalau jadi ngerepotin kamu seharian ini... Oh ya, kabari ya kalau kamu sudah sampai rumah."

​(Satu menit kemudian...)

​"Aduh, maaf Tania! Aku baru sadar ini nomor kamu, bukan nomor Rey. Tadi aku cuma mau berterima kasih karena nggak sengaja ketemu Rey di mall dan dia baik banget mau bantuin aku. Jangan salah paham ya, Tan. Have a good night!"

Tania meletakkan ponsel itu di meja dengan pelan. Ia tidak membalas. Ia hanya terus makan, meski setiap kunyahannya diiringi dengan isak tangis yang semakin menyesakkan dada.

Malam itu, Tania menyadari satu hal: dia benar-benar sudah kehilangan suaminya, bahkan sebelum dia sempat memilikinya sepenuhnya.

1
@Yayang ♡ Risa
Rey kamu dan Bianca sama sama dapat karmanya
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wkwkwk Bianca dibully habis"nya, mulutnya tajem juga itu narapidana
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
dia ga hanya mendukungmu tapi dia melihat kamu dengan bakatmu juga🤭
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
Adrian perhatian banget, cowo idaman
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
skrng Tania lebih bersinar iya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cie Tania dilamar Adrian ini🤭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
karma emang datang begitu cepat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🧡⃟ᴍᴜᴍᴜ⁷
mulai dari awal lagi rey, harus semangat
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
karma sedang kalian alami, semoga kalian sadar iya
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
ga selamanya kita selalu diatas
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
sabar iya
𝐀⃝🥀мυмυ
rey rey kamu harus sabar iya
Yayang Lop3♡ Risa
Bianca kamu taubat kesalahan kamu besar banget
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
semoga kamu bisa belajar dari tania iya bianca
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
maun kasian tapi itu karna buat kalian yg jahat ke tania
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
Kasian ibunya rey sakit"an tapi mau gmn dia dlu ga membela tania
☘𝓡𝓳 мυмυ
kalian berdua harus smaa" belajar berubah lebih baik lagi dan bertaubat
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
uhuy adrian romantis sekali🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
cie adrian selalu ada buat tania🤭
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Bianca kamu sudah sadar belum kalau kamu dulu menyakiti Tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!