Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
"Mbak Perlita sangat cantik, pasti nanti calon suaminya pangling deh." Puji MUA yang merias Perlita di hari pernikahannya.
"Mbaknya yang hebat, lihatlah hasil tangan mbak sangat memukau. Saya sangat beruntung bisa di rias oleh mbak di hari spesial saya ini," kata Perlita mengulas senyum manisnya yang menambah kecantikan dirinya.
"Perl...Perli." Teriak mama Perlita memasuki kamar putrinya, dimana Perlita sedang di rias saat ini.
"Ada apa ma?" tanya Perlita yang kemudian bangkit dari duduknya ketika mamanya masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang sangat panik.
"Perli, kamu harus merelakan Vito menikahi Ariana," kata Diana sembari menatap putrinya.
"Maksud mama apa? Kenapa aku harus merelakan calon suami aku untuk kak Ariana?"tanya Perlita yang terlihat bingung dan juga terkejut dengan ucapan Diana yang secara tiba-tiba.
"Ariana hamil anaknya Vito, dan mereka harus menikah. Kamu harus mengalah demi janin yang ada di dalam kandungan Ariana."
Deg!
Perlita terdiam mendengar ucapan mamanya. Jantung Perlita terasa berhenti berdetak saat ini.
"Malah diam lagi. Terserah kamu yah, mau menerima keputusan ini atau tidak, yang jelas Vito akan menikahi Ariana. Semua keluarga sudah berunding, Vito dan keluarganya juga sudah setuju. Jadi kamu harus setuju dengan keputusan kami ini. Lagian kamu juga tidak cocok dengan Vito. Ariana dan Vito juga sudah berteman sejak kecil, jadi mereka sangat cocok kalau menikah."
Setelah mengucapkan hal yang sangat menyakitkan tersebut, Diana langsung pergi dari kamar Perlita.
"Ma...Mama. Tunggu dulu, Ma! Teriak Perlita.
Saat Perlita akan keluar dari kamarnya, dua orang laki-laki berpakaian hitam langsung menghadang Perlita dan mendorong masuk ke dalam kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu kamar milik Perlita dari luar.
"Buka, buka pintunya!" Teriak Perlita dengan mengedor pintunya dengan keras tapi semua itu percuma saja.
Perlita terduduk di lantai kamarnya dan menangis sejadi-jadinya. "Kenapa aku harus terus mengalah? Dari dulu aku selalu di suruh mengalah."
Ya, Perlita memang dari kecil selalu disuruh mengalah kepada kakak perempuannya tersebut.
Selama ini Perlita memang selalu diperlakukan berbeda dari Ariana. Perlita harus berusaha dulu untuk mendapatkan apa yang dirinya mau. Termasuk sekolah dengan kerja kerasnya sendiri. Kedua orang tuanya menolak untuk membiayai uang sekolah Perlita, karena itu Perlita terpaksa bekerja di tiga tempat dalam sehari. Bahkan Perlita juga kuliah dengan kerja kerasnya sendiri. Kedua orang tuanya menolak untuk membiayai Perlita dengan alasan mereka yang tidak mampu, karena saat itu Ariana ingin menjadi dokter, jadi mereka menabung untuk biaya sekolah Ariana.
Usia Perlita dan Ariana hanya terpaut satu tahun saja. Ariana yang selalu dimanjakan seperti ratu di rumah itu. Apapun keinginan Ariana pasti selalu dituruti oleh kedua orang tuanya. Berbeda dengan Perlita yang harus cari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kamar dengan ukuran dua kali dua itu menjadi saksi bisu tangisan Perlita hampir setiap malamnya. Di rumah orang tuanya yang bisa dikatakan mewah, Perlita malah diberikan kamar yang biasa ditempati oleh asisten rumah tangganya yang berada di dekat dapur. Sedangkan Ariana berada di lantai dua dengan ukuran kamar yang besar dan tentunya mewah.
Perlita Cascata adalah seorang gadis cantik yang terlahir dari pasangan Roby dan Diana. Perlita terlahir berbeda dengan kakaknya. Perlita adalah perempuan yang sangat cantik, berkulit putih dengan mata indah, hidung mancung dan bibir tipis.
Kecantikan Perlita mampu menghipnotis orang yang memandangnya. Alis yang rapi tidak terlalu tipis dan juga tidak tebal, bulu mata yang lentik menambah kesan cantik di wajah Perlita. Selain itu Perlita juga memiliki lesung pipi yang menambah kesan manisnya saat Perlita tersenyum atau tertawa. Selain itu dia juga memiliki tubuh yang ideal.
Berbeda dengan Ariana yang terlahir dengan kecantikan biasa saja, kulit Ariana juga tidak putih seperti Perlita. Bahkan wajah Ariana sudah banyak di permak di klinik kecantikan. Keseharian Ariana selalu memakai make up yang tebal. Berbeda dengan Perlita yang selalu tampil natural setiap harinya. Kecantikan Perlita inilah yang membuat Ariana menjadi iri dan berupaya membuat orang tua mereka membenci Perlita.
Sementara di luar saat ini sedang berlangsung akad nikah. Ariana Savira dan Vito Sinaga akhirnya sah menjadi pasangan suami istri. Kedua mempelai dan kedua pihak keluarga sangat bahagia dengan pernikahan anak mereka. Tidak ada raut wajah sedih atau bersalah di wajah mereka saat ini. Mereka bahkan tidak peduli dengan perasaan Perlita saat ini.
Para tamu undangan merasa heran dan berbisik-bisik saat acara berlangsung, karena yang mereka tahu yang menjadi mempelai wanitanya seharusnya adalah Perlita Cascata yang merupakan adik dari Ariana Savira. Tamu undangan yang hadir pada saat itu juga adalah teman satu rumah sakit tempat Vito dan Ariana bekerja. Ariana dan Vito yang sama-sama berprofesi sebagai dokter memang bekerja di satu rumah sakit yang sama.
"Kok bisa yah dokter Ariana yang menikah dengan dokter Vito? Bukankah yang menjadi pengantin wanitanya adalah Perlita adiknya dokter Ariana?" Ucap teman satu profesi Vito dan Ariana.
"Iya yah. Tega bener loh mereka sama Perlita, padahal kan adiknya sendiri. Setahuku Perlita dan dokter Vito sudah berpacaran cukup lama. Yang aku dengar, kalau biaya pernikahan ini katanya menggunakan uang Perlita, karena uang dokter Vito akan di pakai buat membeli rumah. Tapi sekarang malah menikah dengan dokter Ariana. Ini mah definisi kakak kandung adalah maut. Masa calon suami adiknya sendiri direbut di hari pernikahan adiknya. Pantas aja selama ini kedekatan dokter Vito dan dokter Ariana terlihat tidak lazim."
"Sudah sudah, jangan membicarakan ini di sini. Nanti ada yang dengar. Lagian ini juga bukan urusan kita. Nikmati aja lah pestanya, jangan menambah dosa di sini."
Mereka akhirnya terdiam dan menikmati pesta pernikahan kedua dokter tersebut.
Setelah rangkaian akad nikah selesai, kedua mempelai berganti pakaian dengan pakaian resepsi pernikahan. Resepsinya memang langsung diadakan setelah akad nikah.
"Selamat yah untuk kalian, ini baru mantu idaman mama Vit. Kalian berdua sama-sama cocok loh. Begini dong kalau cari istri, cantik dan seorang dokter lagi. Jadi nggak sia-sia kan kamu jadi dokternya," ujar Silvi dengan senyum bahagia karena mendapatkan menantu seorang dokter yang memiliki profesi yang sama dengan putranya.
Silvi memang tidak menyukai Perlita dari awal mereka menjalin hubungan. Silvi memang dari dulu menginginkan Vito menikah dengan teman satu profesinya juga. Sedangkan Perlita memiliki bisnis kecil-kecilan, yaitu menjadi seorang pedagang pakaian, yang menurut Silvi tidak berkelas dan tidak level dengan anak dan keluarganya. Keluarga Vito memang semuanya berprofesi sebagai dokter. Termasuk kedua orang tuanya dan juga saudara-saudaranya.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu