Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan
Plakkkk
Suara tamparan terdengar didalam ruangan dengan semua orang yang membulatkan mata karna terkejut menyaksikan kejadian dihadapan mereka. Berkali kali mereka mengucek mata seolah memastikan jika yang terjadi kali ini benar adanya bukan hayalan mereka saja.
Tragedi tamparan yang begitu mengejutkan di hadapan mereka dimana sosok gadis yang memakai hanfu bewarna merah muda tampak mundur beberapa langkah kebelakang akibat tamparan yang dia dapatkan di pipinya.
Disisi lainnya, Kedua gadis muda tampak saling beradu tatap dengan kebencian yang mendalam terlihat jelas dari netra hitam keduanya.
"Kau..kau"
Sosok gadis muda berusia 18 tahun yang kini mengenakan hanfu mewah bewarna merah muda tersebut terkejut dengan tamparan yang dia dapatkan di pipinya, Dia marah luar biasa sebab yang menjadi pelaku seharusnya tidak berani bersikap seperti itu padanya.
Jangankan untuk menamparnya, Untuk menatapnya harusnya gadis itu segan, Sama seperti di hari-hari sebelumnya.
Namun belum sempat dia mengeluarkan sepatah katapun, Yu Chaoyin Gadis berhanfu putih yang tampak begitu sederhana kembali membuka mulutnya.
"Kau, Bukankah sudah ku katakan untuk pergi dari sini? Aku sudah cukup pusing dengan masalahku, Jadi berhenti membuat kekacauan"
Sahut Yu Chaoyin dengan kesal dia menunjuk wajah gadis dihadapannya dengan mata melotot, Wajahnya tampak berkerut dengan memandang semua orang yang ada di ruangannya dengan kekesalan yang mendalam. Dia benar-benar tidak berniat untuk meladeni mereka yang sama sekali dia tidak kenali saat ini, Namun orang-orang tersebut datang di waktu yang tidak pas membuat kekacauan di tempatnya di mana saat ini otaknya juga sedang kacau balau.
"Jika kau tidak pergi sekarang, Tidak hanya tamparan yang akan kau dapat, Tapi aku akan menghancurkan wajah jelekmu itu sialan"
Lanjut Yu Chaoyin dengan wajah yang mulai memerah karna amarah, Dia bukan orang yang memiliki stok kesabaran yang cukup banyak, Jangankan banyak, Jika dihitung dari 100% dia hanya memiliki stok 2% kesabaran.
Jangan tanya bagaimana reaksi orang orang yang melihat kejadian tersebut, Mereka dibuat terkaget kaget seolah melihat sang putri menjadi orang yang berbeda hari ini.
"Kau, berani sekali kau menampar...."
Plakkkkk
Belum sempat Meiyin menyelesaikan perkataannya, Chaoyin kembali melayangkan tamparannya dipipi kiri gadis tersebut hingga kini membuat kedua pipi Meiyin memerah.
"Aku berani, Katakan padaku kau ingin ditampar berapa kali, Akan aku kabulkan sampai tanganku kebas"
Tantang Chaoyin yang menatap remeh pada Meiyin yang tampak masih syok dengan keadaan.
"Kau pikir kau siapa yang berani bersikap seperti tidak sopan padaku, Tidak ingatkah dengan statusmu, Kau hanya anak angkat selir, Dan kau tau betul siapa aku dan apa posisiku, Dan jangankan untuk bersikap tidak sopan, Bahkan seharusnya untuk menatapku kau harusnya sungkan"
Rentetan kalimat yang keluar membuat semua orang benar benar tercengang luar biasa, Bahkan Meiyin tampak syok dan diliputi amarah tidak menyangka jika Chaoyin yang selama ini selalu diam dan tidak berkutik ketika ditindas olehnya berani mengatakan semua itu padanya.
Gadis berhanfu merah muda bernama Meiyin ingin menyela, Namun segera di tahan oleh pelayan pribadinya yang memberi isyarat agar segera pergi meninggalkan Yu Chaoyin.
"Nona, Sebaiknya kita pergi, Putri harus bersiap-siap karna tidak lama lagi pangeran akan segera datang berkunjung"
Pei sang pelayan pribadi Meiyin berbisik ke telinga sang nona dengan cepat, Dia merasa ada yang berbeda dengan putri Chaoyin saat ini, Dan dia yakin jika bertahan lebih lama ditempat ini akan berakibat buruk pada nonanya.
Meiyin sempat ingin menolak, Sebab dia tidak bisa menerima dimana Chaoyin gadis sialan itu telah berani merendahkan bahkan menghina nya. Namun ketika mendengar Pei menyebut pangeran lantas menganggukkan kepalanya setuju. Bagaimanapun pangeran lebih penting dari Chaoyin saat ini. Dia harus mempersiapkan penampilan yang sempurna untuk menyambut kedatangan pangeran dari kekaisaran seberang. Dan untuk Chaoyin dia tau betul balasan apa yang sangat pantas untuk gadis itu.
"Tunggu kau, Aku akan membalasmu"
Sarkasnya pada Chaoyin yang kemudian segera berbalik meninggalkan tempat gadis tersebut.
"Sebelum membalasku, Persiapan pipimu untuk ku tampar 10 kali"
Balas Chaoyin dengan suara kerasnya, Dia membiarkan orang-orang sialan itu keluar dari tempatnya.
"Sekarang kalian pergi dari sini, Biarkan aku sendiri"
Titahnya pada pelayan pelayan yang tidak dia kenalinya masih berada dalam kamarnya.
"Baik putri"
Mereka menjawab dengan serempak, Meski dibenak mereka sudah dipastikan rentetan pertanyaan yang membuat mereka bertanya-tanya.
Mereka pikir bukankah kejadian ini terlalu mengejutkan? Dimana seharusnya putri Chaoyin yang dalam proses pemulihan karna baru sadar dari kejadian tenggelamnya gadis itu disungai menjadi sosok yang begitu berbeda, Kini sadar dan menjadi sosok yang sangat sangat berbeda.
Mereka bahkan sempat merasa ragu jika gadis itu adalah orang yang sama dengan junjungan mereka.
Begitu memastikan semua orang telah pergi dari kamarnya, Chaoyin lantas memegang kepalanya yang terasa berdenyut kali ini.
Dia mengigit kukunya ketika rasa panik menerjangnya, Dia panik, Tentu saja, Dia tiba tiba ada ditempat yang dia tidak tau dimana, Bersama dengan orang-orang yang juga tidak dikenalnya sama sekali.
"Ohh god, Sekarang pikirkan dengan baik, Kenapa aku ada disini"
Yu Chao mulai memaksa otaknya untuk bekerja lebih keras, Memikirkan bagaimana bisa dia sampai di dunia kuno yang mirip dengan dinasti China puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu.
Hingga ingatannya tertuju pada sebuah buku, Ya dia ingat buku itu, Secercah ingatannya memusat pada lembaran terakhir pada buku tersebut yang mengatakan..
"Ubah kisahnya, Selamatkan dia"
Sebaris kalimat yang Yu Chao rasa
Dan siapa sangka, Saat dia membuka matanya, dia sudah ada di dunia yang dia tidak mengerti bersama orang-orang yang tidak dikenalinya sama sekali.
"Tenang tenang, Mari kita pikirkan solusinya, Lembaran terakhir mengatakan, Ubah kisahnya, Selamatkan dia"
Tapi, apa katanya? Ubah kisahnya? Dia bahkan tidak membaca buku itu hingga selesai lalu bagaimana dia harus mengubahnya. Dan tentang status Meiyin yang dia katakan tadi, Dia sempat membacanya dibagian pertama lembaran buku tersebut.
"Oh My God"
Chaoyin merasa kepalanya akan pecah memikirkan semua hal ini.
Tok
Tok
Tok
Chaoyin mendesis dengan emosi, Dia baru mendapatkan ketenangan dalam beberapa menit tapi ketukan kembali terdengar membuat dirinya ingin mengumpat.
"Ada apa?"
Tanyanya dengan kasar pada pelayan yang terlihat berjalan menghampirinya.
"Maaf mengganggu waktu anda putri, Tapi kaisar meminta anda untuk datang diruang pertemuan"
Jelas pelayan tersebut dengan wajah ketakutan, Entah mengapa dia merasa jika sosok junjungannya kali ini berbeda, Bahkan sangat sangat berbeda.
...****************...
Brakkkk
Suara geprakan meja terdengar membuat semua orang memusatkan perhatian pada sosok berhanfu putih yang tidak lain adalah Chaoyin.
"Aku tidak tertarik dengan perjodohan ini, Dan berhenti memaksaku untuk tetap melanjutkan perjodohan tidak masuk akal ini"
Sentak Chaoyin dengan emosi.
Gadis itu benar-benar tidak habis pikir, Bagaimana bisa dijodohkan diusia yang masih sangat muda dan akan dinikahkan dalam waktu dua tahun kedepan. Tidak hanya itu, Alasannya menolak perjodohan ini dengan keras sebab dalam sinopsis buku yang dia basa dimasa depan, Tunangan Chaoyin direbut oleh Meiyin dan pasangan sialan itu menjebak dirinya hingga harus berakhir diasingkan didesa entah dimana dan dia merenggang nyawa dibunuh oleh kelompok pembunuh bayaran.
"Yu Chaoyin, Dimana sopan santunmu"
Kaisar Yu berkata dengan lantang, Menatap wajah putrinya dengan datar
"Ckck sebelum bertanya dimana sopan santunku, Sebaiknya kau jawab pertanyaanku, Dimana kasih sayangmu pada putrimu sendiri yang bahkan kau tega menjodohkannya dengan pria yang tidak pantas bersanding dengannya"
Timpal Chaoyin dengan sarkasnya, menatap balik mata kaisar Yu seolah tidak memiliki rasa takut dalam dirinya.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor