NovelToon NovelToon
Penantang : Dari Sekolah

Penantang : Dari Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Action / Duniahiburan / Fantasi
Popularitas:751
Nilai: 5
Nama Author: Xdit

Rio Mahadipa adalah Korban bully di sekolahnya semasa dia Berada di sekolah menengah, tetapi saat dia tidur dirinya mendapati ada yang aneh dengan tubuh nya berupa sebuah berkat lalu dia berusaha membalas dendam nya kepada orang yang membully nya sejak kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xdit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal permulaan

Pagi itu tubuh Rio terasa nyeri seolah seluruh sendi baru saja mengalami hujan pukulan. Kenangan malam sebelumnya hanya muncul sebagai kilasan yang menyakitkan, hanya perasaan samar samar.

Ada sesuatu yang berubah, tetapi ia belum tahu apa. Saat pikirannya masih kabur, suara panggilan dari luar kamar memecah keheningan.

Rani masuk begitu ke kamar Rio saja tanpa mengetuk, wajahnya menampilkan keheranan yang jarang muncul. Biasanya Rio selalu bangun terlambat, namun hari ini ia duduk tegak di pinggir kasur.

Rani sudah mengenakan seragam sekolah dan tampak terburu-buru, seakan waktu sedang menariknya pergi.

“Kamu bisa bangun pagi juga sekarang,”

ucapnya singkat sebelum keluar.

"Sarapan sudah di siapkan, bangun dan makan lah..."

Dalam beberapa langkah, gadis itu sudah beranjak menuju pintu rumah, meninggalkan kehangatan kecil yang menjadi penopang hari-hari Rio.

Setelah mengucap hati-hati, Rio berjalan ke ruang tamu dan mulai makan sambil menonton TV. Di layar, pertandingan tinju internasional sedang berlangsung. Entah mengapa pandangannya menajam; suara komentator, gerakan petinju, ritme napas ,semuanya terasa seperti rangkaian data yang mudah dibaca.

Ada ketenangan dalam fokus barunya yang tidak pernah ia miliki sebelumnya.

"Apa ini?,Apakah ini akibat kejadian semalam? "pikirnya. Ia menghabiskan sarapan, mandi, lalu bersiap menuju sekolah dengan tubuh yang masih menyimpan pertanyaan yang belum terjawab.

Sesampainya di sekolah, perasaan tertekan kembali muncul. Bayangan perundungan selalu menanti di balik gerbang, dan pikiran itu membuat langkahnya terasa berat.

Namun seperti biasa, ia tetap berjalan tanpa pilihan lain. Di depan area masuk, seorang siswa mendekatinya.

David salah satu orang yang kemarin merundungnya bersama Rivaldo.

"Hey Rio!, pinjamkan aku sedikit uang mu,kau memilikinya kan!?."

David meminta uang dengan sikap mengintimidasi. Tubuhnya lebih tinggi, tatapannya tajam, dan keberadaannya selalu terasa seperti ancaman yang siap meledak kapan saja.

"Tidak..,aku tidak punya uang.."

Rio menolak, namun penolakan itu membuat situasi memburuk dengan cepat.

David menarik kerah seragamnya, mengangkat tubuh Rio sedikit lalu menjatuhkannya."

Ketakutan itu merambat tanpa diminta, membuat Rio menutup mata sejenak saat David mendekatkan wajahnya.

"Bangun lah!!. Pengecut!!."

Perintah untuk bangun datang seperti cambuk, dan ia tidak punya pilihan selain menurut.

Tangan kanan David terangkat, siap meluncurkan tinju ke wajah Rio. Namun sebelum pukulan itu tiba, Mata Rio bisa menangkap gerakannya ,detail kecil yang biasanya tak terlihat.

Tubuhnya merespons tanpa pikir panjang, menunduk, lalu jatuh menghindari serangan itu. Perubahan kecil namun jelas.

“Apa tadi itu? Kau menghindarinya?”

David terlihat makin murka. Ia berjalan perlahan, seperti binatang besar yang hendak menerkam. Tubuh Rio gemetar, namun tatapannya tidak sepenuhnya kosong. David mendekati nya dan menendangi kaki nya.

"Cepat berdiri lah!. Pukul aku!."

David membentak Saat tangan Rio terangkat, gerakannya muncul alami sebuah jab cepat yang tepat mengenai wajah lawannya. Pukulan lurus pendek itu mengguncang kepala David dan membuatnya terhuyung. Rio menatap tangannya sendiri dengan rasa tidak percaya.

"Sejak kapan bisa melakukan itu? "Pertanyaan itu menggemakan kekosongan di pikirannya.

David kembali menerjang, mengayunkan pukulan keras ke arah wajah Rio. Namun tubuh Rio kembali bergerak sendiri.

menghindar ke samping, diikuti jab kedua yang mengenai rahang lawannya. Darah muncul di bibir David, dan ia tak lagi bisa berdiri tegak.

Rio tidak merasakan jijik atau takut. Justru ada ketenangan asing yang mengalir, seolah tubuhnya sedang membaca pola yang lebih besar.

"Kau berlatih bertarung ya sialan!!."

namun kalimat itu terputus ketika ia akhirnya jatuh dan pingsan. Biasanya David menyuruh Rio memukul dirinya karena Rio sangat lemah,tapi kali ini berbefa

Tanpa membuang waktu, Rio bergegas masuk ke gedung sekolah. Di kelas, ia duduk di kursinya yang berada di tengah, menunduk dan menempelkan dahi ke meja. Napasnya masih belum stabil.

"Apa yang sudah dilakukan… Kenapa aku memukulnya?..dan apa yang akan terjadi jika mereka kembali?."

Rio melihat tangannya."Dan juga ... apa yang terjadi dengan tubuhku?."

Khawatir dan semangat aneh saling bertabrakan di pikirannya. Ada rasa ingin membalas Rivaldo, tetapi ia tahu kemampuan barunya masih terlalu mentah untuk menghadapi perundung utama kelas.

Pintu tiba-tiba terbuka keras, suara yang membuat punggungnya menegang.

Rivaldo telah datang. Rio memilih tetap menunduk, berpura-pura tidak melihat, meski jantungnya berdetak cepat. Ia tahu hari ini tidak akan mudah. Ia hanya berharap pukulan yang akan datang tidak sebanyak biasanya.

1
DANA SUPRIYA
kasihan Rio, sabar ya walaupun sabar itu membuat hati kesal
lyks kazzapari
ya saya bantu dg like dan hadiah 😄
Rdt: wah makasih banyak,aku jadi ngerepotin kamu jadinya 😅
total 1 replies
Hans_Sejin13
jangan lupa bantu saya kak
Rdt: oke ,udah ku bantu
total 1 replies
Rdt
peak
Anisa Febriana272
Mampir, jangan lupa mampir juga ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!