NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Tuan Mafia

Istri Bodoh Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Mafia / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:895
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Seyna Darma, gadis yang dianggap bodoh karena trauma kematian kedua orang tuanya, hidup dalam siksaan paman dan bibi yang kejam.
Namun di balik tatapannya yang kosong, tersimpan dendam yang membara.
Hingga suatu hari ia bertemu Kael Adikara, mafia kejam yang ditakuti banyak orang.
Seyna mendekatinya bukan karena cinta, tapi karena satu tujuan yaitu menghancurkan keluarga Darma dan membalas kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 KAEL ADIKARA

Seyna berada di balkon kamarnya menatap semua orang yang berlalu lalang untuk menghadiri pesta pertunangan Alisha dan Rangga salah satu anak konglomerat di kora Bunga itu.

"Nona..." panggil salah seorang pelayan.

Seyna membalikkan badannya menatap ke arah Risa dan seorang anak kecil laki laki yang tak lain adalah Rayan adik kandung Seyna.

"Rayan..." ucap Seyna lirih.

"Tuan dan Nyonya yang meminta saya mengantar Tuan Rayan kemari," ucap pelaya itu.

Seyna melompat lompat kegirangan, seolah bertemu dengan teman lamanya.

"Rayan...kamu mau main?" tanya Seyna mendekat ke arah Rayan.

Rayan hanya mengangguk lalu segera memeluk sang kakak, tubuh Rayan lebam lebam yang membuat Seyna marah dan sedih menatap sang adik.

"Pergi...Pergii..." usir Seyna kepada sang pelayan itu sambil mendorong dorong tubuhnya untuk keluar.

Pelayan itu mendengus, lalu menatap tajam ke arah Seyna yang di balas oleh ejekan dari raut wajah Seyna.

"Dasar gadis bodoh!" ucap Pelayan itu lalu segera pergi meninggalkan Seyna dan Rayan.

Seyna segera menghampiri Rayan, lalu memeluknya erat erat dan berbisik lirih ditelibga adik kecilnya.

"Rayan...tunggu kakak sebentar lagi ya buat nyelamatin kamu dan pergi dari rumah ini."

Rayyan hanya tersenyum menatap sang kakak, "Kakak...kakak jangan cedih cedih, Rayyan anak kuat kok."

"Kakak tahu kamu kuat sayang, tapi luka luka ditanganmu ini pasti ulah paman dan bibi," Seyna menunjukan beberapa luka lebam di tangan dan kaki.

"Tidak apa apa kakak, yang penting sekayang Rayyan bica ketemu kakak," ucap Rayyan segera memeluk lagi sang kakak yang sudah berurai air mata.

"Dirga dan Reni!Lihat saja saat aku menemukan Kael Adikara, akan ku buat kalian tersiksa lebih tersiksa dari apa yang keluargaku alami!" gumam Seyna sambil menatap nanar ke arah lukisan besar.

Saat adik dan kakak itu berbincang ringan, tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dengan lembut.

"Nona..." panggil Risa.

"Risa?"

"Iya nona, gaun yang anda minta sudah siap."

"Baiklah Risa, bawa saja masuk. Pintunya tidak terkunci," jelas Seyna.

Risa pun segera membuka pintu itu, dan terlihat ditangannya ada satu gaun mewah yang sudah diambil Seyna di kamar ibunya dulu.

"Apa nyonya yakin akan melakukan itu?"tanya Risa raut wajahnya tampak khawatir.

"Aku sudah yakin," ucap Seyna tegas lalu mengambil gaun itu dan segera memakainya di dalam kamar mandi.

Selang beberapa menit Seyna tampak cantik dengan gaun berwarna hitam yang membalut tubuh mungilnya itu, lalu segera berjalan ke arah Risa dan Rayan yang terpukau.

"Kakak cancii sekali," ucap Rayyan langsung berlari memeluk sang kakak.

Sedangkan Risa segera menghampiri Seyna, yang tampak anggun.

"Nona tampak cantik sekali," ucap Risa sambil menutup mulutnya saking terpukaunya.

"Risa, seperti apa wajah Kael itu?" tanya Seyna.

Risa segera buru buru mencari sesuatu di saku bajunya, hingga sebuau kertas foto yang sudah terlipat ia keluarkan.

"Ini nyonya yang bernama Kael Adikara, orang paling kaya di kota ini ditambah banyak rumor yang mengatakan bahwa dia adalah orang paling kejam yang tidak segan segan membunuh."

"Tapi apakah nona yakin?kalau nona kenapa napa bagaimana?"tanya Risa sambil menunduk.

"Aku akan mendekatinya dan hanya melalui orang itu, aku bisa membalaskan dendamku kepada keluarga Darma dan mengambil hakku dan Rayan atas rumah ini dan perusahaan Darma."

Risa hanya mengangguk, ia paham bahwa Seyna selalu saja di tindas dan diperlakukan keji semenjak sang kakek meninggal.

"Terimakasih ya nona...sudah mau bertahan," ucap Risa tiba tiba.

"Sudah lah, tidak usah menangis. Aku pasti baik baik saja, lagi pula semua orang menganggapku bodoh. Jadi mereka akan memaklumi ku."

"Dan terimakasih Risa, sudah menemaniku selalu. Aku selalu menganggapmu sahabatku bukan sekarang pelayan," ucap Seyna lalu memeluk Risa erat.

"Sepertinya pesta sudah mau mulai nona, ini topeng pestanya nona," Risa menyodorkan satu topeng yang sudah ia siapkan.

"Baik, aku akan keluar tolong jaga Rayyan ya Risa."

Sebelum pergi Seyna berdiri di hadapan sang adik lalu memberikan satu bungkus permen dan berkata lembut.

"Kakak keluar sebentar dulu, jangan nakal nakal sama Kak Risa ya."

Rayyan hanya mengangguk mengambil satu bungkus permen itu dan segera membukanya, sedangkan Seyna mulai membuka kamar itu secara perlahan dan berjalan mengendap endap agar tidak diketahui orang orang dan mulai mencari orang di foto itu.

Seyna melangkah hati-hati melewati kerumunan tamu pesta, topeng menutupi separuh wajahnya. Mata tajamnya terus mencari sosok yang ada di foto itu. Lampu pesta berkelap-kelip, musik dan tawa memenuhi ruangan, tapi Seyna hanya fokus pada satu tujuan yaituorang difoto itu.

Tiba-tiba, tanpa sengaja ia menubruk seseorang.

"Ah!" serunya, pura-pura terkejut, namun matanya menatap Kael tepat di matanya.

"Pria ini sama seperti di fotoku, apakah ini seorang Kael Adikara?"

Seyna menatap wajah pria itu yang tertutup topeng, tubuhnya atletis, sorot matanya tajam dan bibirnya berwarna pink. Kael menatapnya bingung. Tidak ada seorang pun yang berani menatapnya seperti itu, apalagi menatap langsung ke mata Kael Adikara. Ia melangkah mundur sedikit, menilai gadis kecil itu dengan alis terangkat.

"Siapakah gadis kecil ini?kenapa rasanya ada yang berbeda dari gadi ini?"pikir Kael.

Tanpa menunggu reaksi panjang, Seyna menarik lengan Kael dan melangkah menjauh dari kerumunan. Aneh tapi nyata, Kael tidak menolak ia malah menuruti langkah gadis itu, rasa penasaran di matanya semakin terlihat.

"Ayo kakak...ikut aku, aku takutt..takutt" ucap Seyna lirih.

Mereka sampai di sebuah lorong sepi. Seyna berhenti, pura-pura kebingungan, lalu mencoba melepas topengnya sambil menatap Kael dengan mata polos tetapi di balik kepolosan itu ada niat yang sangat jelas.

Kael yang melihat wajah mungil nan cantik itu seketika terpesona, hingga ia diam beberapa detik. Sampai Seyna lompat lompat untuk mencoba melepas topeng itu,untung saja Seyna bisa melepaskan topeng dari wajah Kael.

Wajah Kael sangat tampan dengan dagu yang tegas, ditambah hidungnya yaang mancung. Lebih tampan daripada di foto itu.

"Kamu...siapa?"tanya Kael.

"Aku...takut kak..takut," ucap Seyna sambil merangkul leher Kael.

"Lindungi..aku kakak."

Hingga tiba tiba Seyna mencium tepat di bibir Kael. Keheningan sesaat menyelimuti lorong itu. Kael menegang, mata melebar, namun ia tidak mendorongnya. Kejadian itu berbeda dari siapa pun yang pernah berani mendekatinya. Seyna melepaskan ciuman itu, menunduk sebentar seakan malu, lalu tersenyum tipis dengan tatapan yang menyiratkan perhitungan.

"Kata mama...kalau sayang sama seseorang harus dicium.." ucap Seyna dengan wajah polosnya itu.

Mendengar perkataan gadis itu Kael tersentak, menampilkan wajah bingungnya.

.....

MOHON DUKUNGANNYA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA TERIMAKASIHH

Jangan lupa follow buat tau kalau ada cerita baru dari othorrr!!

1
Bu Dewi
seru, lnjut lagi kak.. hehehhehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!