NovelToon NovelToon
Cinta Sang CEO Dingin

Cinta Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Balas Dendam / CEO / Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di kota megah Aurelia City, cinta dan kebencian berjalan beriringan di balik kaca gedung tinggi dan cahaya malam yang tak pernah padam.

Lina Anastasya, gadis sederhana yang keras kepala dan penuh tekad, hanya ingin bertahan hidup di dunia kerja yang kejam. Namun, takdir mempertemukannya dengan pria paling ditakuti di dunia bisnis Ethan Arsenio, CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan berhati beku.

Pertemuan mereka dimulai dengan kesalahpahaman konyol, berlanjut dengan kontrak kerja yang nyaris seperti hukuman. Tapi di balik tatapan tajam Ethan, tersembunyi luka masa lalu yang dalam… luka yang secara tak terduga berhubungan dengan masa lalu keluarga Lina sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 2

"Bunuh diri karier."

Dua kata itu berdengung di telinga Lina. Kakinya terasa seperti jeli, tak mampu menopang tubuhnya. Ia bersandar di dinding koridor, pucat pasi.

Presdir Ethan Arsenio. Nama yang hanya berani dibisikkan orang-orang di lobi. Dikenal sebagai jenius bisnis berhati es, penguasa Aurelia City. Dan Lina baru saja menodai baju jasnya.

Wanita paruh baya tadi yang Lina duga adalah manajer SDM tampak sama takutnya. "Presdir Ethan, saya... saya akan panggilkan tim kebersihan dan siapkan setelan baru Anda..."

Ethan mengangkat satu tangan. Semua orang langsung diam.

Ia bahkan tidak repot-repot melepas jasnya yang basah. Matanya yang tajam masih terkunci pada Lina, seolah sedang menganalisis mangsa.

"Bu Sandra," katanya, suaranya yang berat dan dingin membelah keheningan. "Batalkan orientasi karyawan baru ini."

Hati Lina mencelos. Ini dia. Pemecatan.

"Baik, Presdir," kata Bu Sandra, menatap Lina dengan kasihan. "Akan saya... antarkan dia ke pintu keluar."

"Tidak," potong Ethan.

Lina dan Bu Sandra sama-sama membeku.

Ethan akhirnya mengalihkan pandangannya dari Lina, menatap Bu Sandra. "Bawa dia ke ruangan saya. Sekarang."

Tanpa menunggu jawaban, Ethan berbalik. Punggungnya yang tegap dan langkahnya yang penuh kuasa memancarkan aura intimidasi murni. Ia berjalan menuju kantor sudut raksasa di ujung koridor, meninggalkan Lina yang gemetaran.

"A-apa yang kau tunggu?" desak Bu Sandra, suaranya bergetar antara marah dan takut. "Cepat jalan! Jangan buat Presdir menunggu!"

Lina merasa seperti narapidana yang digiring menuju tiang gantungan.

Perjalanan menyusuri koridor mewah di lantai 50 itu terasa seperti selamanya. Setiap langkah di atas lantai marmer yang mengilap terasa berat. Kantor CEO itu memiliki pintu ganda dari kayu mahoni gelap yang menjulang tinggi, membuatnya merasa semakin kecil.

Bu Sandra mengetuk pelan.

"Masuk."

Suara itu datang dari dalam, teredam tapi tetap menusuk.

LANTAS, Bu Sandra membuka pintu dan dengan cepat mendorong Lina masuk. "Presdir, ini Nona Anastasya." Lalu, secepat kilat, Bu Sandra menutup pintu, meninggalkan Lina sendirian di dalam kandang singa.

Ruangan itu... sangat besar. Seluruh apartemen studio Lina mungkin bisa muat di dalamnya. Satu dinding seluruhnya terbuat dari kaca, menyuguhkan pemandangan Aurelia City dari ketinggian yang memabukkan. Perabotannya minimalis, mahal, dan dingin. Hitam, abu-abu, dan krom.

Ethan Arsenio berdiri membelakangi pintu, menghadap jendela kaca raksasa itu. Ia telah melepas jasnya yang ternoda, menggantungnya sembarangan di sandaran sofa kulit. Kemeja putihnya juga basah di beberapa bagian, menempel di punggungnya yang bidang.

Keheningan itu menyesakkan. Lina hanya bisa berdiri kaku di dekat pintu.

Akhirnya, Ethan berbalik.

Wajahnya tanpa ekspresi, tapi matanya... matanya seolah bisa melihat menembus jiwa Lina.

"Lina Anastasya," ulangnya lagi. Kali ini bukan pertanyaan. "Umur 23. Lulusan Universitas Negeri Aurelia. Departemen Administrasi Umum."

Lina terkejut. "A-anda... tahu?"

"Aku membaca setiap resume karyawan yang masuk ke gedung hidupku," desisnya. Ia berjalan pelan ke meja kerjanya yang masif, lalu duduk di kursi kulitnya yang seperti singgasana. Ia menatap Lina lekat-lekat.

"Kau pikir kau akan dipecat," katanya.

Lina menelan ludah. "Saya... saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, Tuan Arsenio. Saya akan bekerja tanpa dibayar untuk mengganti rugi jas..."

"Diam."

Lina langsung terdiam, bibirnya terkatup rapat.

Ethan mencondongkan tubuhnya ke depan, kedua tangannya terkepal di atas meja. "Aku tidak akan memecatmu."

Secercah harapan mekar di dada Lina. "Be-benarkah?"

"Karena," lanjut Ethan, matanya menyipit berbahaya, "memecatmu terlalu mudah. Itu adalah sebuah kemewahan yang tidak pantas kau dapatkan setelah apa yang kau lakukan."

Harapan itu langsung mati.

"Saya... saya tidak mengerti."

"Kau diterima di Departemen Administrasi Umum di lantai 15," kata Ethan, suaranya datar. "Lupakan itu. Penempatanmu diubah."

Lina mengerutkan kening. "Diubah... ke mana?"

Ethan tersenyum tipis. Tapi senyum itu tidak mencapai matanya. Senyum itu lebih menakutkan daripada amarahnya.

"Ke sini," katanya. "Lantai 50. Kau akan menjadi asisten pribadiku."

Mata Lina terbelalak. Asisten pribadi CEO? Itu lompatan karier yang mustahil. "Ta-tapi Tuan! Saya tidak punya kualifikasi! Saya tidak—"

"Aku tidak butuh kualifikasimu," potong Ethan, nadanya final. "Aku butuh kau berada di tempat yang bisa kuawasi setiap detiknya."

Dia menunjuk ke sudut ruangan, dekat pintu masuk. Di sana ada sebuah meja kecil yang tampak menyedihkan, nyaris seperti meja resepsionis sementara, tanpa komputer, hanya telepon interkom.

"Itu mejamu."

Lina menatap meja itu, lalu kembali menatap Ethan. Ini bukan promosi. Ini adalah penjara.

"Tugas pertamamu," kata Ethan, bersandar di kursinya. "Ambilkan aku kopi baru."

Ia berhenti sejenak, matanya berkilat dingin.

"Dan pastikan. Kali ini. Tidak tumpah."

1
Eka suci
CEO kaku hanya tahu nego bisnis, cemburu bisa 🤔
wiwik
Drama apalagi ini..
marsellhayon
kerenn novelnya..teruslah berkarya thor.
Eka suci
cemburu lihat lihat dulu kalau buta begitu melihat nyesel kan
Eka suci
Lina itu dasarnya jenius cuma miskin
Eka suci
jadi senjata terus , ngga bosen 😏
Eka suci
si Ethan ini bego, dia cemburu malah menakuti
wiwik
Jangan dong😭😭
Eka suci
saat tahu kebenarannya CEO dingin itu kalang kabut sendiri 😏
Eka suci
dasar cemburuan
wiwik
Kerenn👍
Eka suci
bapaknya mungkin salah paham, atau dijebak 🤔
Eka suci
kecurigaan mu berlebihan, hasil kerja detektif hanya mengulik masalalu dan silsilah keluarga apa yg terjadi harusnya tahu kesan nya kamu CEO dingin tapi bego 😏
Eka suci
orang sukses itu hidup nya seperti robot🤭
Eka suci
CEO ini tahu cewe ini jenius
Eka suci
punya dendam pribadi nih, wawancara masuk kerja nya juga aneh kan🤔
Eka suci
👍
wiwik
Satu kata..suka cerita'y..💪..d tunggu up'y Kak..pnasaran terus
Nana Colen
mamam tah Ethan hahahaha senjata makan tuan 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
mantap thoor 👍👍👍👍👍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!