NovelToon NovelToon
Sakitnya Menikah Denganmu

Sakitnya Menikah Denganmu

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Selingkuh / Romansa / Penyesalan Suami / Pelakor / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:315.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss 'R'

Kirana Adara Caroline gadis berusia 23 tahun, akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang sudah lama ia cintai, yaitu Hendrik Arsenio.

Meskipun Hendrik tak pernah mencintai Kirana, tapi ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah membuat Kirana hamil.

Sedangkan di lain sisi Hendrik ternyata masih mencintai mantan kekasihnya yang tak lain juga merupakan sahabat Kirana.

Akankah Hendrik akhirnya bisa mencintai Kirana? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss 'R', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Keputusan

"Sudah ingat kamu, Mas?" tanya Kirana membuyarkan lamunan Hendrik.

"Bagaimana aku bisa tau kalau itu anakku atau bukan?" sahut Hendrik santai.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat ke pipi Hendrik.

"Kamu kira aku perempuan murahan? Yang biasa tidur dengan beberapa laki-laki? Serendah itu ternyata kamu menilai aku? Aku akui, kalau aku memang miskin, dan aku juga nggak secantik perempuan di luar sana. Tapi aku punya harga diri!" cecar Kirana penuh emosi.

"Kita sudah hampir dua bulan nggak ketemu, lalu sekarang kamu tiba-tiba datang dan bilang sedang hamil anakku. Bisa aja kan selama hampir 2 bulan belakangan ini kamu juga sudah tidur dengan laki-laki lain? Lalu kamu datang padaku dengan mengatakan kalau kamu hamil anakku?" sinis Hendrik.

"Andai aku nggak hamil anak kamu, aku juga nggak mau bertemu dengan kamu! Aku datang kesini juga terpaksa! Kalau kamu masih nggak percaya jika sekarang aku hamik anak kamu, aku siap jika harus tes DNA nantinya!" bentak Kirana dengan mata melotot.

"Tapi aku nggak cinta sama kamu, Ran. Aku nggak mungkin menikah dengan perempuan yang nggak aku cinta. Sedikitpun kamu bukan tipe perempuan yang ingin aku jadikan istri," tolak Hendrik.

Degh.

Kalimat itu mampu membuat Kirana merasa terhina.

"Tapi aku sekarang sedang hamil anak kamu, Mas. Aku nggak mungkin mengugurkannya. Aku nggak mau menambah dosa lagi," bantah Kirana cepat dengan berlinang air mata.

"Beri aku waktu satu minggu. Nanti akan aku kabarin kamu lagi, bagaimana solusinya," lalu Hendrik berjalan membuka pintu apartemennya.

Kirana yang sadar telah di usir oleh Hendrik secara halus pun segera melangkah ke arah pintu.

"Aku harap kamu bisa bersikap dewasa. Aku tau kamu orang baik," ucap Kirana sebelum ia benar-benar melangkah keluar.

Di dalam kamar kos, Kirana segera merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Pikirannya kali ini benar-benar kacau.

Di satu sisi dia bahagia, karena akan menikah dengan Hendrik. Apalagi ia telah mengandung anak Hendrik. Tetapi di sisi lain, dia sedih karena ternyata Hendrik hingga kini belum juga punya perasaan yang sama dengannya.

"Perempuan seperti apa sih Mas yang bisa membuatmu jatuh cinta? Apakah aku harus merubah diriku seperti perempuan yang kamu suka itu?" Kirana berucap dalam hati.

tok

tok

tok

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kos nya.

"Sintya? Kok tumben kamu mau datang ke kos ku? Aku pikir kamu sudah nggak mau datang lagi kesini," ujar Kirana lalu mempersilahkan Sintya masuk.

"Iya terpaksa, karena ada sesuatu yang mau aku tanyakan."

"Kok nggak lewat pesan singkat aja, Sin? Kan biasanya jam segini kamu selalu sibuk kerja di toko papamu?"

"Apa benar kamu sekarang sedang hamil anaknya Mas Hendrik?" tanya Sintya dengan tatapan tak suka.

"Kamu tau darimana? Kok kamu bisa kenal sama Mas Hendrik juga?" Kirana justru bertanya balik. Karena selama ini yang Kirana tau, Sintya dan Hendrik tak saling kenal. Bahkan berita soal kehamilannya pun ia belum memberitahu siapa-siapa selain Hendrik.

"Jawab aja pertanyaanku, Ran!" kali ini Sintya berbicara dengan lantang.

"Iya, aku hamil anak Mas Hendrik," sahut Kirana pasrah. "Tapi kamu tau ini semua dari mana, Sin? Kamu juga kenal dengan Mas Hendrik?" tanya Kirana penasaran.

"Aku dan Mas Hendrik adalah sepasang kekasih! Tapi justru kamu menghancurkan hubungan kami saat ini, Ran!" teriak Sintya sambil mendorong tubuh Kirana.

"APA?" mata Kirana membulat sempurna.

"Sejak kapan kalian menjadi sepasang kekasih? Kenapa kamu nggak cerita sama aku, Sin? Kita sudah lama bersahabat, tapi kamu malah menyembunyikan soal ini?" cecar Kirana.

"Aku tau Ran kalau kamu juga suka sama Mas Hendrik. Makanya aku nggak kasih tau kamu kalau kita sudah pacaran. Itu semua demi menjaga perasaanmu. Tapi tadi Mas Hendrik ngabarin aku kalau kamu datang ke apartemennya dan mengaku telah hamil anaknya."

"Aku minta sekarang lebih baik kamu gugurkan kandunganmu itu. Aku bakal beri apapun yang kamu mau, asal jangan rebut Mas Hendrik dariku!" sambung Sintya lagi.

"Sin, bukannya aku nggak menghargai kamu. Tapi tolong posisikan jika kamu saat ini ada di posisiku. Apakah kamu tega jika harus membunuh janin yang tak berdosa?" isak Kirana sambil memegang perutnya.

"Persetan dengan janin itu! Kalau kamu masih ngotot mau mempertahankan janin itu, jangan salahkan aku jika nanti rumah tanggamu dengan Mas Hendrik berantakan! Karena kalian menikah bukan atas dasar saling cinta!"

"Tega kamu, Sin. Aku juga nggak mau kok Sin merebut Mas Hendrik dari kamu. Apalagi kamu adalah sahabatku."

"Kalau kamu anggep aku sahabat, gugurin janin itu. Ayo aku antar kamu cari tukang urut yang bisa bantu kamu buat gugurin kandungan!" Sintya menarik kasar tangan Kirana.

Dengan cepat Kirana segerw menepis tangan Sintya.

"Aku nggak mau, Sin! Aku tetap mau mempertahankan janin ini. Lagipula kemana kamu saat itu? Andai yang menolong Mas Hendrik malam itu adalah kamu, aku nggak bakal ganggu hubungan kalian."

"Bukan urusan kamu malam itu aku kemana!"

"Okeh, berarti mulai sekarang kita sudah bukan sahabat lagi! Dan ingat janjiku, aku bakal rusak rumah tanggamu nanti! Karena Mas Hendrik hanya cinta sama aku!" imbuh Sintya sebelum ia keluar dari kamar kos Kirana.

"Ya Tuhan, ternyata selama ini Mas Hendrik mencintai sahabatku sendiri. Tapi kenapa di antara mereka tak ada yang memberitahuku?" ratap Kirana.

Satu minggu kemudian, sesuai dengan janjinya, Hendrik kembali menghubungi Kirana.

[Temui aku di cafe yang dekat dengan tempat kerjamu sekarang juga.] pesan dari Hendrik.

[Baik.] balas Kirana.

Kebetulan hari ini adalah hari libur kerja, jadi Kirana punya banyak waktu.

Cukup menempuh perjalanan selama lima belas menit, Kirana akhirnya sampai di cafe yang Hendrik maksud. Kirana segera membuka pintu cafe dan mencari keberadaan Hendrik. Ternyata disana Hendrik telah menunggunya sambil memainkan ponsel.

"Maaf kalau sudah menunggu lama," Kirana berbasa-basi.

"Duduklah!" Hendrik menunjuk kursi yang ada di hadapannya.

"Aku sudah ambil keputusan, kita akan menikah secepatnya. Karena kedua orangtuaku pun sudah lama menginginkan aku menikah dan segera memiliki anak. Tapi dengan syarat, ...." Hendrik tak melanjutkan kalimatnya.

"Syarat? Apakah harus ada syarat itu?" Kirana mengerutkan keningnya.

"Ya! Itupun jika kamu mau aku bertanggung jawab atas kehamilanmu itu," sahut Hendrik dengan wajah datar.

"Apa itu syaratnya?" tantang Kirana.

"Setelah anak itu lahir, aku mau kamu melakukan tes DNA. Jika hasilnya tidak cocok maka aku akan ceraikan kamu. Tapi jika hasilnya cocok, maka aku akan siap menerima kalian berdua meskipun aku nggak pernah cinta sedikitpun sama kamu."

"Aku setuju." Kirana yakin jika hasilnya nanti pasti akan cocok. Dan Kirana juga yakin jika suatu saat nanti Hendrik akan mencintainya.

Seperti pepatah jawa yang mengatakan cinta karena terbiasa bersama.

"Mas, boleh aku tanya sesuatu?"

Hendrik menganggukan kepala.

"Apakah kamu dan Sintya ada hubungan?" tanya Kirana hati-hati.

"Nggak ada. Kita hanya sebatas teman, sama seperti aku dan kamu."

"Tapi kenapa Sintya bilang kalau kalian ada hubungan spesial? Bahkan dia juga memintaku untuk mengugurkan kandungan ini." sahut Kirana.

"Aku dan Sintya nggak akan pernah bisa bersatu sampai kapanpun."

"Jadi, ...."

"Sintya bohong sama kamu. Memang beberapa bulan lalu dia pernah menyatakan cintanya padaku. Tapi aku tolak, karena dia juga bukan tipeku."

"Kamu kenal Sintya darimana?"

"Sepertinya pertanyaanmu itu nggak terlalu penting buat di tanyakan."

Kirana memilih diam setelahnya. Karena memang benar yang Hendrik katakan barusan.

"Baiklah, karena semua sudah jelas. Aku mau menghubungi kedua orangtuaku dulu. Lusa kita bahas lagi masalah pernikahan kita," lalu Hendrik bangkit dari kursinya meninggalkan Kirana yang masih duduk disana.

Namun saat Kirana akan berdiri juga, tiba-tiba ada yang menahan bahunya untuk tetap duduk di kursinya.

1
Dewi Retno purbasari Purbasari
Ngak asyik kok ceritanya udah tamat aja blm sampai Kirana cerai dan bahagia. Klau bisa tolong di lanjut ceritanya kak. SEMANGAT 💪💪💪
keyJoe: nanti akan di lanjut di season 2 ya kak...🤗

sambil nunggu bisa baca novel yang satunya... ❤

trimakasih sudah membaca..🙏
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor..
Rere Behelshop: kenapa tamat
total 2 replies
Hasim Nely
lama up ny thor..... mogaja slanjutny bisa rutin upny 😁😁😁😍😘
Hanisah Nisa
һᥱᥒძrіk... ᥣᥱᥣᥲkі ⍴ᥣіᥒ ⍴ᥣᥲᥒ.....
elin herlina
mending cerai aja, drpd di tengah2 klrg toxic yakin gk bs hidup tenang,lagian punya suami yg gampang di bodohi itu yakin hidup km gak bkln bahagia.
Suci Dava
Modelan suami sprti Hendrik enaknya disleding aja
Tipa Ghorky
bagus ran jgn mau balikan ma Hendrik suami yg ga bisa melindungi istri ,, semoga Hendrik , mama nya Hendrik juga Handoko segera dapat karma nya
Ester dj
cerita sangat menarik,saya suka
elin herlina
q bnr2 gak setuju kalo kirana harus kembali lg sm hendrik,laki2 lembek yg gak punya pendirian jg mudah di hasut,masa seumur hidup kirana hrs menderita d tengah2 klrg toxic, mending pasngin aja dia sm richart.
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Tipa Ghorky
jgn tolol RAN mau balikan ma Hendrik mendingan jadi single parent drpd bertahan sama suami ga tau diri kayak Hendrik ,, ditunggu karma buat Hendrik , apalagi mama nya Hendrik juga Handoko sama istri nya
Tipa Ghorky
semoga richar dah bener2 berubah dan tulus membantu Kirana ,, semoga Hendrik dan keluarga toxic nya mendapatkan karma Krn dah menyakiti Kirana dan segera masuk penjara atas kasus kekerasan ke Kirana ,, Thor lama banget baru up semoga bisa lebih rajin up ya
keyJoe: hehehe...
iya maaf ya, Kak. Di usahakan mulai sekarang sudah bisa up rutin...😊🙏

terima kasih sudah setia menunggu..
sehat selalu, Kakak.❤
total 1 replies
Putri Chaniago
jgn sampai Hendrik menemukan Kirana biarkan saja surat panggilan dari pengadilan agama diterima Hendrik gugatan cerai dari Kirana
hasimnely
dasar gk ad akhlag,....... uh jgn sampai papany hendry kenapa2,.....
Hanisah Nisa
ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 𝗍һ᥆r ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Suci Dava
up nya jngn lama2 yaa thor
hasimnely
next....
visi Sembiring
semoga papa mertuanya cpt sadar dan mengungkapkan kebenarannya biar ibu merry dan anak2nya dituntut atas kasus penganiayaan tidak ada ampun lg buat bu merry kebenaran hrs ditegakkan biar suaminya kirana menyesal membela ibu dan saudara2 nya yg membuat rmh tangganya hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!