Dominic bukan laki-laki yang baik, kegagalan di pernikahan pertama sama sekali tidak membuat dia jera.
Baginya pernikahan karena kecelakaan bukan disebabkan oleh kecerobohan nya, melainkan kebodohan perempuan yang tidak bisa menjaga Marwah nya.
Setelah dia mendapat kan apa yang dia mau tinggal dia buang sesuka hatinya.
Sang Papa dan Mama nya sudah mulai gerah dengan kelakuan Dominic soal pandangan nya pada perempuan mencari cara untuk menjebak putranya sendiri dalam lubang penyesalan karena terlalu sering meremehkan kaum perempuan.
Bagi Dominic perempuan itu sama saja, sedikit diberi perhatian, limpahan materi, kartu hitam dan di bujuk rayu maka tempat mereka berakhir di atas kasur Milik nya.
Tapi siapa sangka perjodohan yang di atur sang Mama dan Papa nya menyeret hati nya semakin dalam pada sosok gadis Muslimah dengan sejuta trik dan intrik nya.
Tidak segampang itu menjatuhkan Zeline ke atas ranjang milik nya, sebab gadis itu bukan sembarang gadis yang bisa dibeli dengan benda apa saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Like father like A Son
"Dom.... come... bangun sekarang dan berangkat lah bekerja setelah ini"
Satu teriakan terdengar memenuhi satu ruangan kamar mendominasi berwarna putih tersebut.
Seorang wanita paruh baya lebih terlihat mulai menghela nafasnya kesal sambil sesekali memijat-mijat kepalanya karena rasa sakit yang sebenarnya tidak ada.
"Dominic...."
Lagi satu teriakan memenuhi ruangan kamar tersebut.
Oh shi..t.
Yang di panggil Dominic terlihat menggeliat sambil meraih handphone nya yang tergeletak di atas nakas disisi kanan dimana dia terlelap tadi, laki-laki itu mengumpat dirinya sendiri didalam hati saat sadar pukul berapa saat ini.
Rasa sakit di kepala nya jelas masih menghantam sejak tadi, dia fikir dia terlalu banyak minum semalam.
Dan sial nya ditengah banyak nya dia minum, teman-teman nya malah pergi meninggal kan dirinya sendirian di mobil nya dan membiarkan dirinya tenggelam didalam ke mabukan nya bersama sang sopir pribadi nya.
"Dom..."
Teriakan Mommy nya membuat laki-laki itu pada akhirnya bangun juga.
Laki-laki itu mengerutkan keningnya, dia fikir kapan Mommy nya datang ke apartemen nya? bukan kah seharusnya wanita bertubuh imut-imut itu ada di rumah saudara Pertama nya? mereka akan menyambut kelahiran cucu pertama.
Tapi kenapa sang Mommy nya ada disini pagi ini!?.
Dominic secara perlahan membalikkan tubuhnya sambil dia melebarkan senyumannya.
"Morning Mom"
Ucap Dominic sambil mengedipkan sebelah matanya.
Melihat gaya sang putra nya Sang Mommy nya hanya bisa menggelengkan pelan kepala nya.
"Tidak bisakah kamu berhenti bermain-main Dom? Mommy fikir ini waktunya kamu serius memikirkan soal kehidupan kamu"
Bisa Dominic dengar keluhan yang sama yang dilontarkan sang Mommy nya sejak tahun kemarin.
Berhentilah bermain-main?!.
Jika di kerucutkan dan di saring artinya, sang Mommy nya ingin dia berhenti bermain-main dengan para perempuan dan memintanya menikah dengan cepat sekarang juga.
Sang Mommy nya sudah terlalu ribut minta di Carikan menantu dan menambah calon cucu baru di silsilah keluarga Faith yildiz.
Dominic memutar bola matanya dengan cepat, dia berdiri sambil berkata.
"Apakah istri Ayaz tidak jadi melahirkan? aku fikir Mommy pernah berkata waktu nya sudah dekat"
Mendengar pertanyaan Dominic jelas saja sang Mommy nya mulai berkicau panjang lebar.
"Orang tua siapa yang bisa dengan tenang meninggalkan Putra mereka yang setiap harinya Sibuk dengan minuman dan Perempuan? oh ya Tuhan, kenapa aku bisa melahirkan putra model begini? katakan kapan? kapan kamu akan berubah dom?!"
Dan bisa dibayangkan bagaimana wanita tua yang sekalinya bicara pasti akan berbuntut panjang dan lebar, dari pada mendengar kan kicauan Mommy nya, Dominic fikir berhentilah menanyakan hal yang tidak masuk akal pada kaum perempuan dan wanita.
"Bisa kita membicarakan nya nanti Mom? come...aku harus ke kantor dengan cepat bukan? sekarang Mommy bisa menunggu aku turun ke meja makan dalam 20 menit"
Ucap nya lantas memutar tubuh Mommy nya secara perlahan, kedua tangan nya menggenggam hangat bahu sang Mommy nya lantas membiarkan mommy nya untuk keluar dari kamar nya.
"Dom... Mommy bicara serius, Mommy fikir ini waktunya kamu menikah, selagi Daddy Aland mu belum bicara dan ikut masuk terlibat, ada baik nya kamu menentukan sendiri pilihan kami dari sekarang"
Wanita itu terus bicara sambil berusaha menoleh ke arah wajah Putra nya, tapi laki-laki itu selalu berhasil menghindar dengan cara nya sendiri.
"20 menit Mom, I love you"
Setelah berkata begitu, Dominic mencium pipi kanan Mommy nya dengan penuh kasih sayang, setelah itu dia langsung menutup pintu kamar nya dengan cepat.
Oh god.
Dominic menghela nafas sejenak, dia langsung membuka pakaian nya dengan cepat.
Setelah itu dengan cepat laki-laki itu Bergerak menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
apakah dr sekian banyak koment sy ada benar pa salah mf ya kk tor tapi kau bikin aku pengen ktemu jika allah riddho pokoknya 😍😍😍😍👍🙏
autor kau begitu piaway dlm berkarya, bagiku ini nyata dlm kehidupan, entah karna sy biasa menikmati di tiap sajian cerita dg hati dan meresapi sampay sesegukan, tapi 1 yg sy dpt dr stiap karya yg sy baca syukur dlm segalanya pd allah,
mohon tetap sehat tor 👍trimakasih💪🙏😍