NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Fanfic / TimeTravel
Popularitas:986.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yun Sharei

Livy Adera seorang siswi yang sangat pintar, diusianya yang baru 15 tahun ia mampu mengerjakan soal-soal untuk mahasiswa universitas ternama.

Livy adalah seorang yang dingin dan cuek, meski begitu dia adalah seorang Ratu drama yang handal. Ia sangat pandai bermain peran dan memanipulasi pikiran orang lain.

Karena malas berteman dia suka menyibukkan dirinya dengan novel-novel romansa. Suatu hari saat pulang dari pesta ulang tahun temannya yang ke 17, ia mengalami kecelakaan mobil dan meninggal.

Bukannya mati Livy malah memasuki tubuh tokoh antagonis dari salah satu novel yang dia baca, yang mana dari sekian banyak novel yang dibaca, ia malah berada di novel yang dia benci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Sharei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 2

Livyana saat itu masih kecil tumbuh tanpa ayah dan kakak-kakak nya dikarenakan penyerangan Beast di perbatasan. Sehingga tidak ada seorang pun yang memperhatikan dan peduli padanya.

Ditambah dengan penampilannya, dengan Rambut putih keperakan dan mata Merah darah miliknya membuat Livyana terlihat menyeramkan, yah walau dia sangat imut dan cantik. Namun di dunia ini ada saja orang yang iri hati, hingga mampu menjerumuskan orang lain kejurang yang dalam.

Berbeda dengan duke yang memiliki rambut kuning keemasan dengan mata merah ruby juga duchess yang memiliki Rambut putih keperakan dengan mata biru laut. Sama halnya dengan kakak Livyana, Isgrid mirip seperti duke dan Lisgred yang mirip duchess.

Beredar rumor kalau Livyana adalah anak iblis yang telah membunuh ibunya, duke dan kakak livyana yang tidak ada disisinya saat Livyana dikucilkan oleh teman-temannya, membuat livyana stres dan depresi. Pada akhirnya dia menutup hatinya.

Rasa kesepian menghantuinya hingga ia bertemu dengan Putra mahkota Afgaren. Itulah sebabnya Livyana sangat mencintainya, karena bagi Livyana Putra mahkota Afgaren adalah orang pertama yang peduli padanya.

Demi terlihat kuat dan untuk menenangkan amarah ayah dan kakaknya, Livyana menjadi pribadi yang suka marah-marah dan kasar.

Lambat laun karena sifat angkuh dan kasarnya membuat para pelayan takut pada Livyana, jadi bisa dibilang di mansion Duke Reichburgh ia tidak memiliki teman.

...

"Hmmmm.... Walau ayahnya sayang dan memanjakan Livyana, namun kurang perhatian membuat Kepribadian Livyana menjadi seperti ini. Lebih parah lagi tidak ada yang melarangnya!! Astaga!!"Livy frustasi akan kelakuan Duke Reichburgh dan Kakak Livyana. Dia berguling-guling diatas kasur karena frustasi.

" Ehem..."Livy menetralkan rasa kesalnya dan duduk di pinggir Kasur. Ia mengetuk-ngetukkan jari pada dagunya, tanda dia mulai berfikir langkah pertama dalam rencana. Karena ada pepatah mengatakan awal yang baik akan menjadi akhir yang baik.

"Baiklah, 3 bulan sudah cukup untuk membuat seluruh penghuni Mansion Duke Reichburgh berada dipihak ku." Livy tersenyum smirk memikirkan rencananya.

"Dan untuk sekarang lebih baik aku tidur" livy mulai membaringkan tubuhnya dikasur dan menarik selimut. Ia mulai menutup matanya, namun ia segera membuka matanya dan duduk kembali.

"Astaga aku lupa! permasalahan yang paling penting, bagaimana Livyana bisa meninggal" Livy mulai bagun dan berjalan modar-mandir sambil memegang dagunya untuk berfikir.

"Coba ingat-ingat,Kata pelayan Livyana terjatuh dari tangga. Namun meski tanpa Luka yang serius, bagaimana aku bisa menempati tubuhnya. Apa ada yang mencoba membunuh Livyana? atau hanya kebetulan semata." Pikir Livy sambil berjalan mondar-mandir.

"Hmm.. ada dua kemungkinan aku bisa menempati tubuh Livyana, Pertama biasanya pemilik tubuh sudah meninggal dan meminta dibalaskan dendam. Kedua dewa reinkarnasi sengaja menarik jiwaku kesini, ini pasti ada alasan serius dibaliknya." Livy mendudukkan dirinya diatas kasur.

"Hmm... baiklah masalah itu biar waktu yang menjelaskan, namun untuk keamanan sebaiknnya aku tetap bersikap seperti Livyana, yang perlu aku lakukan membuat pertunangan dengan Afgaren dibatalkan." Livy sudah mulai tenang, kepribadiannya memang santai bahkan jika dia dihadapkan pada situasi hidup dan mati.

"Langkah berikutnya adalah menjadi kuat" Livy dengan antusias untuk belajar sihir dan pedang karena di novel dia malas belajar sihir sehingga bakatnya terbuang sia-sia dibidang sihir, namun ia sangat rajin berlatih pedang dan memanah.

"Ha..ah waktunya tidur" gumam livy mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menuju dunia mimpi yang indah.

...

Mentari pagi menyinari kamar Livyana yang masih terlelap dalam mimpinya.

Tok..tok..tok

"Nona, ini sudah pagi! anda harus pergi bersiap" ucap pelayan sedikit berteriak agar terdengar oleh Livy.

"Hoaamm..."Livy bangun dari tidur pulasnya, ia membuka pintu kamar dengan penampilan yang terlihat menggemaskan dimata para pelayan, bahkan muncul rona merah dipipi mereka.

'Nona sangat menggemaskan'batin para pelayan.

Livy mengusap matanya dengan sangat imut yang mampu membuat mereka membeku kagum

"Apa yang kalian tunggu, masuklah!!" livy berbalik dan masuk kedalam diikuti oleh pelayan.

Keheningan terjadi disana, Livy hanya duduk diam diatas kasur, itu karena dia masih mengantuk dan saat ini dia sedang mengumpulkan tenaga untuk beraktifitas. Hal itu terlihat menggemaskan bagi para pelayan yang melihatnya.

"Nona apa anda akan langsung mandi, air hangat nya sudah disiapkan" ucap salah satu pelayan yang mencoba memecah keheningan.

Livy menoleh pada pelayan itu dan mengangguk setuju. Ia berdiri kemudian pergi keruang mandi. Selesai mandi Livy berhias dengan bantuan para pelayan.

'Astaga jantungku, nona sangat imut saat diam'batin pelayan yang menyisir rambut Livy.

"Aku ingin gaya sederhana dan tidak berat" intruksi Livy, pelayan pun mematuhinya rambuat livy digerai sedikit bergelombang dengan pita putih dan ruby merah ditengah-tengahnya.

Livy menyuruh pelayan mencari baju berwarna putih maupun merah yang cocok dengan pita miliknya. Akhirnya livy mengenakan gaun putih dengan Pita merah dipinggang gaunnya. Dan sepasang sepatu berlian putih, dan untuk pakaian glamaor dan berat milik livyana ia berikan pada pelayan.

"Nona, gaunnya ingin anda apakan." tanya pelayan yang memegang gaun livyana.

"Terserah mau kalian apakan" ucap livy singkat padat dan jelas. Namun bagi beberapa orang terlihat menggemaskan

...

Thanks for Readers

Maaf jika ada typo.

Next Eps...

1
SecretS
thor , terus lanjutan kisah Livy gimana?? lalu untuk Reim itu gimana nasibnya
Ziah Salsabilah
karakter livy makin lama makin gak jelas🗿 gw sbgai cwek aja ngebayangin sikapnya geli sndri.
Rania Hurin
kerjanya tidur mulu & bermalas malasan..bosan
Lina Octavianti
Luar biasa
Quell
lah, ku kira yang namanya Lisgred ( maaf kalo salah ) itu yang kakak
Ni Ketut Patmiari
ya ampuun penculik nya bkin gemes, baik banget wkwkkwkw
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Alfaris Crispy
kebanyakan makan cookies... sebulan badan melar kaya balon
Dede Mila
masih membaca...
@¥u &@n!
Bangke loh makan tidur mulu gila bner
@¥u &@n!
Kok MC nya malas malasan mulu sih thor
@¥u &@n!
Namanya susah banget thor
@¥u &@n!
Iew menjijikan knpa kalo udah menyerah tiba-tiba dari pihak sebelah mlah sebaliknya ya
@¥u &@n!
Keren thor
@¥u &@n!
Wow i like it thor
@¥u &@n!
Mampir nih
VilianaIvy
Salam baru nak mula menbaca
Murni Dewita
mampir
Travel Diaryska
livy nya agak plin plan gaksi? soalnya waktu itu sempet bilang yakin kalo perasaannya sm juan itu jatuh cinta sm juan, tp skrg malah blg belum cinta karna belum yakin akan perasaannya 😩
Ddyat37 Del*
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!