Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Ima adalah seorang istri yang begitu sangat mencintai suaminya yang bernama Aldi. Seorang pengusaha kuliner yang lumayan sukses. Aldi begitu memanjakan Ima sehingga Ima terlalu bergantung pada Aldi.
"Mas, kamu jadi ga kesini?" tanya Ima saat menghubungi suaminya via telpon.
"Nanti mas kesana, dek. Mas janji." jawab Aldi.
"Kondisi papa lagi drop, mas. Aku sangat cemas, aku butuh kamu mas untuk menemani aku di sini." suara Iam terlalu berharap dan memelas, karna sangat butuh sandaran saat ini agar ia mampu melewati ini semua.
"Maaf dek, mas benar - benar ga bisa. Kerjaan mas begitu banyak. Besok mas pasti kesana. Jangan lùp makan, mas ga mau kamu sakit. Udah dulu ya, mas mau lanjut kerja dulu. Love you honey." ujar Aldi membuat Ima harus mengerti dengan keadaan suaminya yang sibuk bekerja demi memanjakan dirinya.
Usaha kuliner yang mereka geluti tak langsung sukses begitu saja, perlu banyak yang di korbankan baru sampai di titik ini. Salah satunya rumah orang tua Ima yang rela ia jual demi menambah modal agar usahanya makin maju.
Ima menarik nafas kasar karena dadanya rasanya sesak dan menghembuskanya. Ia di tuntut harus bisa memahami keadaan seorang diri. Ima berusaha merubah ekspresinya wajahnya seceria mungkin agar ayahnya tidak melihat diirnya tengah bersedih.
"Hallo ayah. Ayah udah bangun?"sapa Ima dengan senyum manis menghiasi bibirnya yang mungil.
"Sini." panggil.ayah dengan suara lemah.
"Apa ayah mau sesuatu?" tanya Ima lembu.
"Tidak, suamimu mana?" tanya ayah.
"Mas Aldi lagi di resto, yah. Kerjaan lagi banyak - banyaknya. Jadi belim sempat kesini, tapi insya Allah besok mas Aldi janji mau kesini nengokin ayah." jelas Ima.
"Sudah ayah duga, dia tidak akan pernah datang.
"Sudahlah yah, ga boleh ngomong kaya gitu. Mas Aldi benran sibuk yah, Jadi ga usah berpikiran yang aneh - aneh lagi. Ayah harus banyak istirahat agar cepat sembuh. " Ima mengelus tangan yang hanya tinggal tulangnya saja. Entah kenapa ayahnya sedari dulu tak pernah menyukai Aldi, suaminya.
Saking perhatiannya Aldi menyuruh Ima untuk membawa ayahnya tinggal bersama agar Ima tidak capek bolak balik kesana kesini.
"Bawa aja ayah tinggal bareng kita, mas kaishan lait kamu capek."
"Benran mas."
"Hmmm...."
"Makasih ya, mas. Kamu memang suami perhatian." Iam memeluk suaminya dan menciumnya bertubi - tubi sebagai bentuk ucaoan terimakasih.
Ima merasa jadi wanita paling beruntung memiliki suami seperti Aldi. Selain tampan juga mapan dan sangat perhatian terhadap keluarga tentunya.
"Ini baut kamu, simpan baik - baik. Ayah yakin suatu saat kamu pasti membutuhkannya." ayah memberikan secarik kertas yang di ambil dari bawah bantalnya.
"Ini apa, yah?" tanya Ima sambil membuka kertas oti dan melihat sebuah alamat tertulis di sana.
"Itu alamat rumah ibumu."jawab ayah. Ima langsung membuang kertas itu dengan wajah mencerminkan amarah.
"Ibu, aku ga butuh wanita itu yah." ucap Ima penuh dengan kebencian.
"Ayah tau kamu membenci ibumu, tapi kamu suatu saat nanti pasti membutuhkan pertolongan dia."
"Ga bakal yah. Bagiku ibu sudah mati, aku tak sudi bertemu lagi denganya." Kilatan amarah dimata Ima mengambarkan betapa besarnya luka yang ibunya tinggalkan untuk dirinya dan sang ayah. Ibunya tega pergi saat umurnya masih kecil dan membutuhkan kasih sayang sosok seorang ibu.
"Ima, hanya dia satu - satunya yang bisa menolong kamu nanti setelah ayah tiada. Dia pasti akan membantu kamu, ayah yakin itu."
"Sudahlah yah, ga usah sebut nama dia lagi. Aku ga mau mendengarnya. Aku sudah punya mas Aldi yang bisa jadi sandaran aku kelak." ucap Ima dengan nada meletup - letup.
"Ingat nak, ibu itu tak pernah ada bekasnya tapi kalu suami ada bekasnya. Ibu tidak akan pernah lupa sama anaknya meski anaknya tidak baik sekalipun. Jika ayah sudah tak ada carilah dia."
"Ayah bisa ga sih berhenti ngomongin dia, aku sudah bilang aku tak butuh orang lain karna sudah ada suamiku yang akan melindungi aku." cinta telah membutakan hati Ima, nasehat sang ayah tak didengarnya.
Dulu juga sewaktu menikah dengan Aldi ayah tak pernah setuju. Ayah setuju juga karna terpaksa, Ima mengancam akan kabur jika ayah tak merestui mereka.
Ima memutuskan untuk keluar sejenak untuk menenangkan hatinya yang panas. Ia butuh ruang untuk melepas sesak.
$$$$$$$$$%%%%%$$$$$$$$$%%%%%%$$$$$$
Assalamualaikum kk, hallo ketemu lagi kita di karya terbaru thor. Di tunggu like dan komennya kk, serta jangan lupa vote yang banyak ya👍🙏🙏