NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Xiao Lin

Wilayah Timur

Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala Wilayah Timur, memancarkan sinar keemasan yang menembus kabut tipis di puncak Gunung Pedang Surgawi.

Di tempat tertinggi, Sekte Pedang Benua berdiri dengan megah. Bangunan-bangunan megah berlapis emas dan perak berjejer rapi, menjadi rumah bagi para kultivator genius yang bercita-cita menembus langit. Namun, kemegahan itu sama sekali tidak menyentuh bagian paling bawah gunung—area halaman belakang tempat para murid pelayan tinggal.

"Satu...

"dua...

...

...

...

"sembilan puluh delapan... "

"sembilan puluh sembilan..."

"seratus."

Seorang pemuda berpakaian abu-abu kasar yang penuh tambalan menyeka keringat deras di dahinya.

Namanya Xiao Lin.

Dia adalah seorang murid pelayan di sekte Pedang Benua. Di usianya yang sudah menginjak tujuh belas tahun. Ia masih belum bisa merasakan keberadaan Qi Alam.

Qi Alam merupakan energi langit dan bumi yang sudah ada dari awal terbentuk nya dunia. seseorang yang menjadi Kultivator harus bisa merasakan Qi Alam.

Tahap kekuatan kultivator di mulai dari:

-Ranah Pengumpulan Qi-

Di tahap ini seorang kultivator menyerap energi bumi dan langit mengumpulkan nya di meridian.

-Ranah Fondasi Qi

Di tahap ini sudah bisa mengubah Energi menjadi Fondasi yang kuat. Membuat tubuh jadi lebih kuat dan tahan banting

-Ranah Inti Emas / golden core

Energi yang sudah terkumpul Akan menbentuk Inti Energi yang lebih padat di Dalam Dantian.

Seorang kultivator yang sudah menembus Ranah - Nastcent Soul- bisa membelah gunung hanya dengan satu tangan.

"Xiao Lin! Dasar pemalas! Kenapa kayu bakarnya belum diantar ke dapur luar?!"

sebuah teriakan melengking membuyarkan lamunan Xiao Lin.

Seorang pria paruh baya bertubuh tambun berjalan mendekat dengan wajah masam. Dia adalah Pengawas Liu, orang yang bertanggung jawab mengatur para pelayan di sektor barat.

"Maaf, Pengawas Liu. Saya baru saja selesai membelahnya. Saya akan segera mengantarkannya sekarang juga," jawab Xiao Lin dengan nada sopan sambil membungkuk dalam.

Kepribadiannya yang polos dan selalu menghargai orang lain membuatnya memilih untuk tidak mencari keributan.

"Cepat lakukan!"

"Jika para murid luar terlambat sarapan karena kayu bakarmu belum siap, kepala kecilmu itu tidak akan cukup untuk membayar kemarahan mereka!" Pengawas Liu meludah ke tanah, lalu pergi sambil menggerutu.

Xiao Lin tersenyum tipis, tidak memasukkan kata-kata kasar itu ke dalam hati. Dia segera memanggul keranjang kayu yang sangat berat itu di punggungnya.

Otot-otot remajanya menegang, menahan beban yang bisa membuat orang biasa pingsan. Dengan langkah mantap, dia mulai berjalan mendaki tangga batu menuju dapur luar sekte.

Perjalanan itu tidak pernah mudah. Tangga batu itu adalah jalur yang sering dilalui oleh para murid luar—mereka yang berhasil masuk ke ranah kultivasi resmi namun masih berada di tingkat bawah. Bagi mereka, menindas murid pelayan adalah hiburan sehari-hari untuk melampiaskan stres akibat tekanan latihan.

Saat Xiao Lin baru menyelesaikan setengah perjalanan, terdengar suara tawa meremehkan dari arah atas. Tiga orang pemuda mengenakan jubah putih bersih khas murid luar berjalan turun. Di dada jubah mereka, terdapat sulaman berbentuk pedang kecil.

"Heh, lihat siapa ini. Bukankah ini si sampah Xiao Lin?" ujar pemuda yang berjalan di tengah.

Namanya Wang Hu,

Seorang murid luar yang baru saja menembus Qi Gathering tingkat 2. Wajahnya dipenuhi keangkuhan.

Xiao Lin segera menghentikan langkahnya dan menundukkan kepala, berusaha menepi memberi jalan.

"Selamat pagi, Senior Wang, Senior Li, Senior Zhang." Sapa ramah Xiao Lin

"Pagi?"

"Pagi ini menjadi buruk karena aku harus melihat wajah pembawa sialmu, Xiao Lin," potong Wang Hu dengan sinis. Dia sengaja berhenti tepat di depan Xiao Lin.

Dua temannya terkekeh.

"Wang Hu, lihat kayu bakar yang dia bawa. Sangat rapi. Bagaimana kalau kita bantu dia menguji kekuatannya hari ini?"

Sebelum Xiao Lin sempat bereaksi, Wang Hu tiba-tiba menggerakkan kakinya. Sebuah tendangan yang dilapisi sedikit energi Qi menghantam keranjang kayu di punggung Xiao Lin.

BRAK!

Keranjang kayu itu hancur berantakan. Tumpukan kayu bakar yang dikumpulkan Xiao Lin dengan susah payah selama berjam-jam menggelinding jatuh ke jurang di pinggir tangga batu, sebagian lagi berserakan di jalanan. Xiao Lin sendiri terlempar beberapa meter ke belakang, dadanya terasa sesak akibat hantaman energi tersebut. Tubuhnya menghantam tangga batu dengan keras, meninggalkan luka memar yang berdarah di lengannya.

"Ah... kayu bakarnya..."

Xiao Lin mengabaikan rasa sakit di tubuhnya. Matanya menatap nanar ke arah kayu-kayu yang jatuh ke jurang. Jika kayu itu hilang, Pengawas Liu pasti akan mencambuknya malam nanti, dan dia tidak akan diberi makan selama tiga hari.

"Hahaha! Lihat dia, seperti anjing yang kehilangan tulangnya!" Wang Hu tertawa puas, melangkah maju dan menginjak tangan Xiao Lin yang berusaha memungut sisa kayu di atas tangga.

KRETEK.

Wang Hu menekan sepatunya kuat-kuat, memutar-mutarnya di atas jemari Xiao Lin. Rasa sakit yang luar biasa menusuk hingga ke sumsum tulang, membuat wajah Xiao Lin memucat. Keringat dingin bercucuran, namun pemuda polos itu menggigit bibirnya erat-erat agar tidak berteriak kesakitan.

"Senior Wang..."

"To... tolong lepaskan... saya harus mengantar kayu ini..." bisik Xiao Lin dengan suara bergetar,

matanya yang jernih masih memancarkan kepolosan tanpa rasa dendam, hanya ada permohonan agar dia bisa menyelesaikan tugasnya.

"Memohon? Sampah sepertimu tidak punya hak untuk memohon padaku!" Wang Hu mendengus meremehkan.

Dia menunduk, menatap Xiao Lin dengan tatapan penuh kebencian.

"Dengar, Xiao Lin. Di Sekte Pedang Benua, kau hanyalah lumpur di bawah kaki kami. Jangan pernah menatap mataku lagi dengan mata sok sucimu itu, atau aku akan mematahkan seluruh tulangmu!"

Wang Hu memberikan satu tendangan terakhir ke perut Xiao Lin sebelum akhirnya berjalan pergi bersama teman-temannya sambil tertawa terbahak-bahak.

Xiao Lin terbaring di tangga batu yang dingin. Tubuhnya meringkuk menahan sakit di perut dan tangannya yang memar membiru. Setelah beberapa menit, dengan perlahan dan gemetar, dia mulai bangkit berdiri. Dia tidak menangis. Pemuda pekerja keras ini menarik napas dalam-dalam, menstabilkan napasnya yang memburu.

Dia melihat ke sekeliling. Hanya ada beberapa batang kayu yang tersisa di tangga. Dengan tangan yang gemetar dan berdarah, Xiao Lin memunguti batang kayu itu satu per satu.

"Tidak apa-apa... aku masih bisa mencari kayu lagi di hutan bawah" bisik Xiao Lin pada dirinya sendiri.

Dia tidak tahu, bahwa takdir yang jauh lebih kejam sedang menantinya di depan sana.

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!