Dilarang Plagiat Karya Saya ‼️
Hidup sendirian berada di suatu pulau terpencil, kawasan tersebut sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Letaknya sangat jauh dan tidak diketahui, namun pada suatu hari seorang wanita cantik tersesat ketika dirinya healing sendirian.
"Merman? Bukannya merman itu hanya dalam mitos belaka? Hahaha, itu bukan merman!"
"Merman tidak mungkin ada dan mustahil jika muncul di dunia nyata! Mitos tetaplah mitos, dan tidak akan pernah menjadi nyata!"
"Hufh... aku salah melihat pasti!" Namun dugaannya salah, makhluk yang ia anggap mitos ternyata memang nyata.
"Ace..." Merman itu bergumam pelan.
"Hah? Kau mengatakan apa?" Dahi wanita itu mengernyit kebingungan.
"Ace... mm ngan igi!"
"....." Mengerjapkan mata dan terdiam membisu.
"Maksudnya?" Pikirnya wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Mula
Lautan bernuansa hijau, bersih, dan jernih. Memiliki kedalaman berkisar 7.927 meter (80 kilometer), lautan ini bernama Lautan Noixt.
Sebelah Utara terdapat Samudra Xyeon sedangkan di sebelah Barat terdapat Samudra Pxion, dan sementara Lautan Noixt berada diantaranya. Karena itu Lautan itu yang dikenal sebagai Lautan Sunyi, tanpa adanya satu pun makhluk yang hidup disana terkecuali satu sosok berekor menjuntai.
Lautan Noixt merupakan keindahan alam, bebatuan menjulang amat tinggi, pepohonan bergoyang seiring alunan irama angin. Pada pagi harinya udara teramat dingin melebihi dari Kutub Utara, bahkan sampai menjelang malam tiba, dan terdengar aneh. Keadaan sekitarnya begitu hening, ombak bergemuruh sungguh nyaring, dan menghantam keras bebatuan besar.
Ombak terus bergelombang dasyat, namun terdapat sesuatu yang tengah berenang di dalam air. Itu adalah seekor merman atau putra duyung, berjenis kelamin pria, dirinya telah hidup ribuan tahun dan berkisar selama 556 ribu tahun (setengah juta tahun).
Saat ini pria merman tersebut masih berenang dengan riang gembira, setelah di rasa lelah dirinya menepi ke sisi. Duduk berselonjoran, dengan ekor panjang indahnya bernuansa merah muda kebiruan terang, dia mengepakkan ekornya ke air sehingga menimbulkan suara.
Beberapa menit kemudian.....
Sekarang sudah tidak lagi dikepakkan ekornya itu, dirinya duduk tenang sembari punggung menyender ke batu besar tepat berada di belakangnya.
"Uuu, an aci!" Pria merman menggerutu kesal, lalu mengerucutkan bibir pink alaminya.
***
Pagi yang cerah di hari Minggu, seorang wanita cantik tengah berolahraga di ruangan gym. Lengan berotot bergerak seiring mengangkat alat gym, wajah cantiknya dan serta tubuh rampingnya bercucuran keringat.
Beberapa menit kemudian…
"Huh, hah, huh." Wanita itu terengah-engah, lalu mengatur pernafasan agar stabil dan akhirnya nafasnya telah kembali seperti semula. Wanita itu berhenti dan meletakkan alat tersebut, karena merasa haus dia mengambil botol minum di atas meja lalu meminumnya.
Gluk
Gluk
Gluk
"Ah, segarnya." Ucap wanita itu setelah meminum air, lalu meletakkan botol minum ke tempatnya kembali dan kemudian dia pergi dari ruangan gym.
Saat ini wanita itu berada di dalam kamar dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lantaran tubuhnya penuh dengan keringat sehabis berolahraga tadi.
Beberapa menit berlalu…
Setelah membersihkan diri wanita itu sedang duduk di sofa sembari memainkan ponsel.
"Bagus juga nih tempatnya, cocok sekali untuk healing" Decak kagum wanita itu seraya melihat beberapa foto tempat refreshing.
"Bosan di rumah terus, apa aku healing saja ya? Tapi kemana?" Wanita itu berpikir sejenak dengan dahi mengernyit.
"Ingin ke tempat sepi dan jarang dikunjungi oleh orang-orang karena pasti cocok untuk menyegarkan diri dari pekerjaan. Apakah tempat seperti itu masih ada?" Ucapnya wanita itu sambil mematikan ponsel.
"Baiklah, keputusannya adalah pergi ke danau Shixez" Setelah berpikir tadi wanita itu memutuskan untuk pergi ke tempat tujuan yaitu danau Shixez, lalu beranjak dari sofa dan bersiap berkemas barang yang akan dia bawa.
Beberapa menit kemudian…..
"Oke, semua barang sudah dimasukkan ke dalam ransel." Setelah berkata demikian wanita itu keluar dari kamar sembari menggendong ransel tersebut, kemudian barang yang dibawa wanita itu berupa ponsel, kamera, jaket, topi, dan dompet.
***
Sesampainya ditempat tujuan, wanita itu memarkirkan kendaraannya dan sebelum keluar dari mobil terlebih dahulu memakai jaket beserta topi. Kemudian keluar dari dalam mobil, ransel tidak dibawa kecuali kamera dikalungkan ke leher. Setelah keluar dari dalam kendaraannya, terlihat keadaan di sekitar danau Shixez begitu sepi.
"Kirain tempat ini bakalan ramai tapi dugaanku salah, lah ini tempat kok sepi banget?" Kata wanita itu seraya menatap ke sekitar.
Dirinya berjalan dan turun ke bawah, namun langkahnya terhenti karena dia tidak melihat satupun perahu.
"Lah? Ini tidak ada perahu? Terus bagaimana dong aku untuk menyebrang kesana? Masa jalan sih? Kan tidak lucu." Wanita itu menggerutu kesal sambil menghentakkan kedua kaki.
Kemudian wanita itu mencari kesana dan kemari, akhirnya apa yang dia cari sudah ditemukan.
"Nah, itu ada perahu tapi agak kecil cuman tidak terlalu kecil tapi tidak apa-apa." Lirih wanita itu seraya melangkah dan mendekati perahu itu.
Lalu kemudian wanita itu menaiki perahu yang dimaksud itu, dan segera menjalankan perahunya.
Dalam perjalanan.....
"Wah, indah sekali." Wanita itu terpesona akan pemandangan di sekitar danau Shixez, dan sesekali berhenti dan mengabadikannya menggunakan kamera.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Beberapa menit berlalu…
Terlihat di depan sana terdapat kabut putih yang begitu tebal, lantas wanita itu berhenti mendayungkan perahu.
"Tunggu-tunggu, perasaan sebelumnya tidak ada kabut tuh tapi ini kenapa tiba-tiba muncul kabut? Mana kabutnya tebal lagi." Wanita itu gelisah sambil menatap ke sekeliling daerah yang diselimuti oleh kabut tebal.
Wanita itu ragu untuk melanjutkan perjalanan tetapi saking penasarannya apa yang berada dalam kabut, dia kembali mendayungkan perahunya. Ketika melewati kabut merasakan sesuatu yang berbeda, dan berkata dalam batin.
"Kok firasatku tidak enak ya? Semoga tidak terjadi apapun." Batin wanita itu, dan setelah melewati kabut tebal pemandangan kali ini begitu sangat kosong hanya terdapat air beserta bebatuan yang begitu besar.
"Hah kok? Aneh begini sih!?" Wanita itu berkata, raut wajahnya sudah mulai pucat dan menyadari suatu kejanggalan lalu membulatkan mata kemudian menjerit histeris.
"AAAA, TIDAKK INIII TIDAKK MUNGKIN JIKA TERSESAT!?" Wanita itu menjerit sambil menjambak surai coklatnya.
Dalam termenungnya wanita itu mengarahkan pandangan dan secara tak sengaja melihat sosok asing yang terduduk di atas bebatuan besar, dari arah belakang perawakannya terlihat seperti seorang pria.
"Pria? Ta… tapi kan sedari tadi aku tidak melihat orang lain disini selain diriku, lantas dia siapa? Apakah hantu?" Ujar Wanita itu bertanya-tanya, bahkan bulu kuduknya berdiri.
Wanita itu takut jika itu benar hantu kemudian melayang ke arahnya dan berakhir dicekik oleh hantu itu, lalu ditenggelamkan ke dalam air. Sungguh menakutkan. Sejenak wanita itu terdiam lalu melihat sebuah ekor panjang yang menjuntai ke bawah, dan berpikir.
"Ekor itu seperti mirip?" Pikir wanita itu, dan setelah menyadarinya itu ekor apa lalu membulatkan kedua mata.
"It… itu kan ekor merman eh mermaid?"
"Eh, lagian merman dengan mermaid itu sama hanya saja berbeda gender, hm"
"Yang benar saja! Merman itu mitos mana ada di dunia nyata. Pasti aku salah melihat."
"Mitos tetaplah mitos dan mustahil untuk membuktikannya."
Dirinya tidak percaya dengan hal yang berbau mitos belaka seperti merman atau sejenisnya, lalu kemudian sosok disangka merman itu menceburkan dirinya ke dalam air, sedangkan ia terdiam.