NovelToon NovelToon
Jejak Bintang Di Ujung Mantra

Jejak Bintang Di Ujung Mantra

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:784
Nilai: 5
Nama Author: Kyushine / Widi Az Zahra

Aurelia hanyalah seorang anak yatim piatu yang diadopsi keluarga penyihir terpandang. Dibesarkan bersama tiga putra berbakat, ia tumbuh ditengah kasih sayang sekaligus harapan untuk menjadi bagian dari keluarga itu selamanya.

Namun takdir berkata lain.

Dibalik senyumnya, Aurelia menyimpan kekuatan langka yang mampu mengubah dunia. Saat masa lalunya perlahan terungkap, ia dipertemukan kembali dengan sosok yang pernah menyelamatkannya di masa kecil—seseorang yang tak pernah berhenti mencarinya, sementara ia telah melupakannya.

Di antara takdir, sihir, dan perasaan yang tak pernah terduga, siapa yang akan dipilih oleh hati seorang penyihir terakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Langit malam itu berwarna merah. Namun bukan karena terbenamnya matahari, melainkan karena kobaran api yang melahap seluruh desa.

Terdengar jeritan manusia bercampur dengan sebuah ledakan mantra yang memecahkan langit. Rumah-rumah disana hancur satu per satu tanpa terkecuali, sementara para penyihir berjubah hitam mencari sesuati di antara puing-puing.

“Temukan anak itu! Dia adalah pewaris Astralis!” Sahut salah seorang yang mungkin dikenali sebagai pemimpin dari penyihir hitam.

Seseorang yang masih berada di dalam suatu kamar yang tersisa terlihat tengah memeluk seorang gadis kecil berusia enam tahun dengan tubuh gemetar. Air matanya bercampur darah yang mengalir dari pelipis.

“Dengarkan ibu baik-baik, nak” Bisik wanita yang kini tengah menatap lekat kedua mata putrinya yang masih berada dalam dekapannya.

Melihat kondisi ibunya dan desanya saat ini membuat gadis kecil itu menangis sambil memeluk boneka kain yang sudah terlihat lusuh akibat serangan yang terjadi sebelumnya.

“Aurelia, apapun yang terjadi di masa depan nanti, jangan pernah menggunakan kekuatanmu sedikit pun.” Kemudian wanita itu melepaskan sebuah liontin berbentuk bintang dari lehernya dan memakaikannya pada sang putri. Liontin itu kini terlihat memiliki sinar yang redup. “Kelak, seseorang akan menemukanmu.” Ucapnya lagi dan ia memeluk erat tubuh putrinya seakan itu adalah pelukan terakhir yang bisa ia berikan.

Ledakan besar kembali mengguncang tanah sehingga membuat pintu rumah yang tersisa itu pun hancur dan berhasil membuat para penyihir hitam menyerbu masuk ke tempat itu. Merasakan kehadiran orang-orang yang menyusup masuk, wanita itu mendorong Aurelia menuju lorong rahasia yang berada dibawah lantai.

“Cepat lari!” Perintahnya pada putri kecilnya dengan nada suara yang terdengar begitu gelisah. Namun gadis itu bukannya lari, ia malah kembali memunculkan kepalanya dan menggenggam tangan ibunya dengan erat.

“Ayo ibu ikut, kita larikan diri bersama!” Gadis itu bersuara dengan nada yang lirih dan air mata yang membanjiri kedua pipinya, tak lupa dengan boneka yang masih berada dipelukannya.

“Cepat lari!” Wanita itu kembali mendorong Aurelia dan langsung menutup pintu rahasia tersebut. Air matanya kembali mengalir kala melihat wajah terakhir putrinya yang mungkin tidak akan bisa ia temui lagi untuk selamanya.

Tangisan Aurelia menggema di lorong sempit tersebut, ia berlari tanpa tahu kemana tujuannya. Suasana saat itu terasa begitu gelap, dingin, dan sangat sepi, sampai akhirnya tanah dibawah kakinya mulai runtuh.

Tubuh kecil Aurelia jatuh ke sungai deras yang mengalir menuju hutan. Kesadarannya pun mulai memudar dan saat membuat matanya lagi, seorang anak laki-laki dengan pakaian compang-camping sedang menarik tangan Aurelia keluar dari sungai tersebut.

Wajah laki-laki itu terlihat samar dalam pandangannya, Aurelia hanya melihat sepasang mata abu-abu yang memantulkan cahaya bulan.

“Apa kau baik-baik saja?” Aurelia menangis dan memeluknya erat. Anak laki-laki itu tersenyum kecil seraya mengusap puncak kepala Aurelia. "Jangan takut. Aku pasti akan melindungimu.” Sambungnya lagi.

Laki-laki itu kemudian mengikatkan sebuah pita biru dipergelangan tangan Aurelia. “Lain kali kita bertemu lagi, aku pasti akan mengenalimu.” Kemudian beberapa detik kemudian suara ledakan kembali terdengar.

Beberapa orang datang menghampiri mereka, tapi anak laki-laki itu didorong menjauh, kemudian Aurelia dibawa pergi oleh pasangan penyihir yang menemukannya ditepi sungai.

Sejak malam itu, Aurelia melupakan segalanya termasuk anak laki-laki yang menyelamatkan hidupnya. Meski begitu, takdir tidak pernah melupakan siapapun dan akan mengembalikan semuanya pada tempat asalnya.

1
Diana Novitasari
rekomendasi dari kak Adib, aku baru baca sampai bab 5 🤭, sudah bagus👍
ujang casper
lanjut
ujang casper
ceritanya menarik, ada unsur harry potternya, keren min
Anonim
bagus ceritanya, kalimatnya tersusun rapi
Anonim
lanjut kak
kyu rin97
ceritanya sejauh bab 5 yg aku baca bagus, recommended, pertahanin kak
kyu rin97
seru kak, next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!