NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Perkenalkan namaku Alisha Azura Bastara putri tunggal Mohan Bastara dan Alena Wijaya.

<<<<<<

Malam itu hujan begitu deras, aku beserta kedua orang tuaku sedang duduk santai diruang keluarga. Setelah makan malam kami sekeluarga membiasakan berkumpul bersama diruang keluarga meskipun sekedar mengobrol santai sebelum istirahat malam. Aku bahagia karena disela sela kesibukan kedua orang tuaku mereka masih menyempatkan waktu untukku sehingga aku tidak merasa kesepian.

Tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi, kami yang sedang fokus melihat siaran TV tiba tiba perhatian kami teralihkan saat mendengar suara bel berbunyi yang di tekan berulang kali, seperti sudah tidak sabar ingin segera dibukakan pintu oleh pemilik rumah. Papa dan mama mereka saling pandang karena mereka tidak merasa memiliki janji ketemu dengan siapapun.

"Biar Alisha saja pa, yang bukakan pintunya mungkin mas Fandi yang datang kesini" ucapkan seraya bangun dari tempat dudukku dan segera berjalan menuju arah pintu rumah. Karena para art sudah pergi istirahat setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.

Meskipun dalam hati merasa sedikit heran, karena tidak biasanya mas Fandi berkunjung kalau tidak ada kepentingan mendesak.

Ceklek..

Saat pintu aku buka, aku dibuat kaget ternyata yang berdiri didepan pintu adalah Vania sepupuku anak dari Tante Laras.

"Vania, ya Allah kenapa kamu datang tidak kasih kabar dulu Van, ayo masuk dulu takutnya kamu nanti masuk angin karena diluar masih hujan cukup deras" ajakku menarik pergelangan tangannya dengan lembut dan Vania hanya mengangguk singkat.

Tak lama mama dan papaku ikut menyusulku ke ruang tamu ingin melihat siapa tamu yang datang. "Loh Vania, kamu datang kesini dengan siapa nak..? Mama dan papamu kemana tumben enggak ikut datang kesini..? Tanya mamaku beruntun seraya mengelus pundak keponakannya. Sedangkan Vania tanpa menjawab pertanyaan mama tiba-tiba dia menangis terisak dengan bahu bergetar. Sedangkan kami bertiga saling pandang karena merasa heran dengan kedatangan Vania yang begitu tiba-tiba tanpa ditemani kedua orang tuanya. Sedangkan papa hanya diam saja sejak tadi karena sejak dulu papa tidak begitu dekat dengan keluarga Vania, meskipun Vania adalah keponakan dari istrinya.

"Alisha, antarkan Vania kedalam kamar tamu. Biar dia istirahat dulu, lagi pula sekarang sudah larut malam" ucap Mohan setelah itu meninggalkan ruang tamu tanpa menoleh ke arah Vania. Sedangkan Vania yang sejak tadi masih menangis di pelukan tantenya segera melepaskan pelukannya. "Tante, apa om Mohan marah dengan kedatangan aku..? Tanya Vania dengan memasang wajah sendu.

"Enggak kok sayang, kamu tau sendiri om mu seperti apa. Sikapnya memang seperti itu sejak dulu, udah biarkan jangan dipikirkan" Jawab Alena tersenyum lembut. Setelah itu Alena menatap putrinya yang sejak tadi berdiri di samping Vania "Sayang tolong antarkan Vania ke kamarnya ya biar dia istirahat, nanti kamu juga segera istirahat nak" ucap Alena lembut mengelus pundak putrinya lembut.

"Iya ma, mama juga segera istirahat, selamat malam mamaku yang cantik, cup" Alisha mencium pipi mamanya sebelum pergi mengantarkan Vania ke kamar tamu. Alena tersenyum lembut melihat tingkah mengemaskan putrinya "Selamat malam juga sayang" Alisha tersenyum manis.

Setelah itu kedua gadis cantik tersebut pergi meninggalkan Alena yang masih berdiri diruang tamu seorang diri. "Kemana Laras dan Roni, kenapa mereka membiarkan Vania datang kesini seorang diri. Besok aku tanyakan langsung ke Vania, sekarang biarkan dia istirahat dulu" gumam Alena pelan, setelah itu wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut segera mengunci pintu rumah dan menyusul suaminya kedalam kamar mereka yang berada dilantai satu.

Sedangkan didalam kamar tamu Vania, duduk ditepi ranjang. Tatapan mata begitu tajam dengan sorot mata penuh amarah yang tertahan. Vania begitu iri dengan kebahagiaan Alisha sepupunya, mengingat kejadian tadi Vania mengepalkan kedua tangannya.

" Gara gara kamu, aku seolah hidup dalam bayanganmu. Apapun yang aku lakukan tidak pernah membuat mama dan papa bangga. Selalu kamu yang dipuji oleh kedua orang tuaku, sedangkan aku hanya dipandang sebagai anak yang tidak berguna tidak memiliki prestasi apapun.

Aku sangat membencimu Alisha, aku benci melihat senyumanmu dan tawamu. Kamu tidak pantas bahagia Alisha, yang pantas bahagia hanya aku. Hanya Vania Larissa, aku akan merebut apa yang kamu miliki termasuk kasih sayang kedua orang tuamu, hahaha...

Hanya aku yang pantas bahagia, kamu tidak pantas bahagia Alisha Azura Bastara" tawa jahat Vania menggema didalam kamar tersebut.

Sedangkan Alisha sudah tidur nyenyak diatas tempat tidur empuknya.

\>\>\>\>\>\>\>

Sedangkan didalam kamar pasangan paruh baya tersebut sedang berbicara serius.

"Mas sebenarnya ada apa sama kamu, setiap Vania datang kesini pasti sikapmu berubah dingin. Bahkan saat Laras dan Roni datang kesini, kamu selalu bersikap dingin sama mereka. Sebenarnya salah mereka apa mas, kenapa kamu seolah membenci sodaraku dan keponakanku?" tanya Alena meminta penjelasan suaminya.

Sebelum menjawab Mohan menghela nafas panjang lalu menatap wajah cantik istrinya yang begitu ia cintai. "Sayang kamu ngomong apa, itu hanya perasaan kamu saja mungkin. Mas bersikap biasa saja kok, mas tidak membenci siapapun sayang" jawab Mohan mencoba menyakinkan istinya. Alena yang mendengar jawaban suaminya tatapan matanya memicing tajam, bukan terlihat garang malah terlihat lucu dimata Mohan. "Cup, kamu sangat menggemaskan sayang" ucap Mohan mengecup sekilas bibir mungil istrinya tanpa merasa bersalah. "Mas..kamu kalau diajak ngomong serius pasti ada aja jawabannya. Bikin kesal aja deh, kamu mah gitu dari dulu" rajuk Alena dengan bibir mengerucut lucu.

Cup

"Udah ya sayangku cintaku jangan marah marah ah, nanti cantiknya makin nambah loh" goda Mohan seraya menjawil dagu istrinya.

"Mas...."

"Apa sayang..." jawab Mohan seraya memeluk istrinya dari belakang. Alena yang diperlakukan begitu lembut oleh suaminya hatinya yang awalnya jengkel lama lama luluh juga. Memang Mohan sengaja mengalihkan pembicaraan mereka karena Mohan tidak ingin menyakiti perasaan istrinya jika istrinya tau sikap asli keluarga adiknya.

\>\>\>\>\>\>\>

Sedangkan di kota lain pasangan suami istri nampaknya mereka baru saja pulang kerumah setelah seharian sibuk dengan urusan mereka.

Saat memasuki rumah mereka, rumah nampak terlihat begitu sepi sekali. "Dimana Vania, tumben sekali dia tidak menyambut kedatangan kita pa?" tanya Laras kepada suaminya. Sedangkan Roni yang ditanyain malah terlihat acuh seolah tidak peduli dengan keberadaan putrinya.

"Pa, kamu jangan gitu dong, Vania putri kita satu satunya. Kalau terjadi sesuatu sama dia bagaimana pa" ucap Laras dengan nada kesal. "Percuma punya anak tapi tidak ada gunanya sama sekali, biarkan sajalah dia mau pergi kemana papa enggak peduli" sahut Roni dingin.

Deg

Jantung Laras terasa diremas remas saat mendengar jawaban suaminya yang sangat menyakitkan. Memang ia akui dia sebagai seorang ibu jarang peduli dengan keseharian putrinya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing tanpa ada waktu untuk putri mereka satu satunya. Sehingga membuat Vania menjadi gadis liar susah diatur dan dinasehati. Vania sering pergi ke club bersama teman-temannya sekedar mencari hiburan dan bersenang-senang. Meskipun Laras dan Roni tidak memberikan perhatian tapi mereka selalu memberikan uang bulanan secara rutin sehingga Vania tidak kekurangan materi.

\>\>\>\>\>\>

Assalamualaikum semua, bagaimana kabar kalian. semoga sehat semua dan bahagia selalu 🥰 Ini ceritaku yang ke 3 aku, semoga kalian suka ya, jangan lupa mampir ke cerita baruku terimakasih 🙏 🥰🥰

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!