Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.
Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?
Semoga suka♡♡♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan tak teeduga
Malam ini setelah meetingnya selesai Dave pergi ke club sendirian. Beberapa hari ini dia bertemu dengan kliennya yang berada di Surabaya.
Tangan kanannya menggoyang goyangkan es batu yang ada di dalam minumannya, sedangkan tangan kirinya memegang ponsel. Netranya fokus menatap layar ponselnya yang menampilkan Foto dan video keponakan keponakannya.
Tingkah mereka yang jahil dan ajaib menjadi hiburan untuknya. Dia mendapatkan foto dan video terbaru setiap jamnya dari grup keluarga besarnya.
Besok dia akan bertemu dengan mereka, karena pagi pagi sekali Dave akan kembali ke Jakarta.
Sesekali Dave meneguk minumannya yang mengandung alkohol dalam kapasitas low.
"Maaf...., mengganggu."
Dave mengalihkan pandangannya. Di depannya ada seorang perempuan cantik yang tanpak berdiri gelisah di depannya.
"Aku lagi ngga mau ditemani," usirnya halus, mengharap perempuan ini cepat pergi. Dia sudah mengusir dua orang perempuan yang pakaiannya jauh lebih se-xy dari ini.
Perempuan muda itu melipat bibirnya, dan sesekali dia menoleh ke arah belakangnya. Dave mengikuti arah pandangan perempuan muda itu. Dia melihat beberapa perempuan muda lainnya kini tersenyum senyum padanya.
Bukannya Dave ge-er, dirinya sangat mudah mendapatkan perhatian dari banyak perenpuan yang memiliki keinginan khusus terhadap dirinya.
"A aku dan teman temanku sedang bermain true or dare." Dia mencoba menjelaskan kenapa bisa datang ke hadapan laki laki ini
Mendengar nama permainan itu hampir saja Dave mengeluarkan dengusan.
Permainan konyol, celanya dalam hati.
"Emm... Aku dan teman temanku main true or dare....,," ulangnya terbata.
"A Aku terpaksa menerima tentangan. Mereka memintaku..... men menci-um seorang laki laki dan memilih anda." setelah mengatakannya, dalam remang lampu club, Dave bisa melihat rona merah di pipinya. Gestur gadis itu juga semakin gelisah.
Dave menatap perempuan itu acuh walau dalam hati terkejut mendengar permintaan ngga masuk akal itu.
Dave yakin gadis itu ngga mabok. Jalannya masih lurus dan ngga sempoyongan. Dia menatap sebentar ke arah teman temannya yang sedang menatap.ke arah mereka.
"Jadi kalo mereka memintamu meniduri laki laki, kamu juga akan lakukan?" Sarkas Dave.
Bodoh sekali! Mau menurunkan harga diri demi taruhan ngga berguna itu, kecam Dave dalam hati. Kalo di Inggris atau di Eropa, memang biasa saja yang dilakukan perempuan ini.
Tapi di sini, negara yang menjunjung tinggi nilai moral kesopanan....., Dave ngga habis pikir.
Setelah beberapa kali pulang ke negera kelahiran papinya, dia sudah melihat kehidupan malam yang hampir sama dengan yang dia temukan selama di luar negeri.
Bukan menyamaratakan semua perempuannya, buktinya sepupu sepupunya bisa mendapat perempuan yang baik, yang sulit Dave temukan.
Selama ini yang selalu dia dapatkan selalu perempuan model begini. Gampang menyerahkan harga diri padanya
Sementara itu perempuan muda di depannya sempat ternganga mendengar penghinaan laki laki yang awalnya menurutnya kalem.
No! Dia salah. Laki laki ini mempunyai banyak racun di dalam mulutnya.
"Tentu saja tidak," bantahnya agak marah.
Dave menyeringai.
"Lebih baik kamu jujur saja jadi, tidak perlu mengikuti keinginan teman temanmu." Dave meneguk lagi minumannya sambil menatap perempuan di depannya dengan sorot tajam.
Perempuan ini sangat cantik. Dave sebenarnya tidak keberatan menuruti apa.yang diminta olehnya. Tapi harga dirinya tersinggung karena dijadikan sasaran taruhan.
Kalo sepupu sepupunya tau, mereka pasti akan mengetawakannya abis abisan.
Dia memang jomblo yang menyedihkan.
Perempuan muda itu menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa jujur," jawabnya penuh sesal yang tak berguna. Dia terpaksa menurunkan harga dirinya.
"A aku mohon. Ha hanya ci-uman bibir sebentar saja. Kita juga ngga akan bertemu lagi."
Kedua alis mata Dave bertaut.
Ya, mungkin saja. Karena besok pagi dia akan meninggalkan kota ini. Juga perempuan muda ini.
"Masih banyak laki laki di sini. Ngga perlu aku juga, kan?" Dave masih enggan menuruti kemauan perempuan ini.
Perempuan muda ini tau, tapi dia ngga mau teman temannya memilihkan lagi laki laki yang lain. Sudah cukup dia dihinakan laki laki ini.
"Ci-um sebentar saja. Ka kamu juga ngga akan rugi."
Dave melengak, agak kaget mendengar ngeyelan perempuan ini.
"Kamu memaksa sekali."
"A aku terpaksa." Perempuan itu berkata dengan suara bergetar.
Dave meletakkan gelas yang dia pegang dan menyimpan ponselnya di saku jasnya.
Baiklah. Gadis ini akan dia berikan pelajaran yang paling berharga agar tidak sembarangan meminta dici-um laki laki asing.
"Duduk di sini." Dave menunjukkan pahanya.
"Ki kita bisa melakukannya sambil berdiri," tolaknya makin gugup.
"Ya, sudah, kamu cari laki laki lain saja."
Perempuan itu nampak bimbang, tapi akhirnya mau melakukannya juga.
"Siapa namamu?" Dave menatap wajah cantik yang sudah sangat memerah.
'Rhea....."
"Nama asli?"
Perempuan itu mengangguk walau sedikit menyesalinya.
"Namaku Dave."
Perempuan muda yang mengaku bernama Rhea itu memberanikan diri untuk makin mengikiskan jarak. Sementara laki laki di depannya hanya diam saja, seolah menunggu eksekusinya.
Jantung Rhea berdebar kencang ketika bibirnya berhasil menyentuh bibir laki laki itu.
Dia lega karena berhasil menyelesaikan tantangan. Tapi saat akan menjauhkan bibirnya, laki laki itu malah menghis@p kuat bibirnya membuat dia terperangah.
Matanya sempat melotot. Dia terpaksa mengulurkan tangan, membelit tengkuk Dave karena hampir saja dia terjatuh akibat gerakan yang ngga pernah dia sangka sangka.
Jantungnya berdebar makin kencang. Dia tidak bisa menolak ciu-m@n yang penuh tuntutan itu. Malah Rhea membuka mulutnya dan matanya kini terpejam.
Dave tersenyum melihatnya. Dia akan memberikan cium@n yang tak mungkin bisa dilupakan Rhea.
Tangan Dave mengusap punggung Rhea membuat gadis itu makin mengeratkan pelukannya dan membalas cium@nnya. Terdengar len-nguh@n dan des@h pelannya
Dave dengan nakal merem@s d@d@ yang ternyata ukurannya memenuhi telapak tangannya.
Rhea main menggila dengan h@sr@tnya yang naik tiba tiba.
"Mau lanjut?" tanya Dave serak Sial, Dave membatin. H@sr@tnya ikutan naik mendengar des@h@n lirih gadis itu. Dave buru buru menjauhkan bibirnya, sebelum dia melakukan yang lebih jauh
Rhea tersentak.
"Su sudah cu cu kup," tolaknya terbata. Dari jarak sedekat ini Rhea akui laki laki ini memiliki paras yang sangat tampan dengan sepasang bola mata berwarna biru terang yang indah.
Rhea buru buru bangkit dari paha Dave yang didudukinya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia segera pergi ke tempat teman temannya. Dalam hati masih bingung kenapa dia bisa menikm@ti perlakuan laki laki itu. Harusnya dia menampar tangan nakal itu. Laki laki bernama Dave itu meminta lebih banyak
Dave tidak menahannya. Juga tidak menatap kepergian Rhea. Kini dia teguk lagi minumannya. Tapi senyum di bibirnya belum juga hilang mengingat yang sudah dia lakukan tadi.
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...
Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk