Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 awal pertemuan
Pagi yang cerah di sebuah rumah mewah, seorang pemuda tampan dengan postur tubuhnya yang tinggi menjulang dan kulitnya yang kuning langsat khas kulit orang jawa nampak berdiri di depan pintu pagar besi rumah itu dengan tas ransel menggantung di pundaknya sebelah kiri.
Rambut pria muda itu nampak hitam lurus, tebal dan mengkilat tertempa sinar matahari.
Hidungnya mancung dan rapi, bibirnya sedikit tebal dan berwarna kemerahan.
Pemuda itu baru saja turun dari ojek yang ia pesan,
" permisi pak...
benar ini rumah keluarga Suprapto ?! " sapa pemuda itu pada seseorang yang berada di pos.
Pria baya di pos itu menatap takjub pada sosok pemuda tampan di hadapannya.
Jika tak melihat sendiri, ia tak akan percaya ada pemuda setampan pemuda itu.
Selain itu...
Ia seperti tak asing dengan wajah pemuda itu.
" kamu siapa ?! " tanya pria baya itu.
" saya Yoga Setyawan pak,
saya di minta datang kemari dan menemui langsung tuan Suprapto " jawab pemuda itu dengan lugas tapi sopan.
Pria baya di pos itu segera berdiri ketika ia seperti mengingat sesuatu.
Sekitar sepuluh menit yang lalu ia ingat, sang tuan besar baru saja menelponnya dan memberitahunya tentang seseorang yang akan datang dan di minta untuk langsung di antar ke dalam.
" kamu anaknya pak Bagus yang dari kampung itu kah ?! "
Tanya pria baya itu yang tak lain adalah mang Hasan,
Satpam penjaga pintu pagar sekaligus tukang kebun di rumah besar keluarga Suprapto itu.
" iya pak...
saya putra pak Bagus, saya di minta langsung datang dan menemui tuan Suprapto "
" iya iya...tuan besar sudah pesan sama saya tadi,
Pantes saya kayak nggak asing sama wajah kamu,
rupanya kamu anaknya pak Bagus to....
Ayo saya antar kamu ke dalam "
" iya pak...terimakasih " ucap Yoga sopan dan halus.
Pak Hasan segera membuka pintu pagar dan mengajak Yoga masuk ke dalam rumah.
" Siapa ini San ?! Kok wajahnya kayak ingat... " tanya wanita tua dengan postur tubuh sedikit tambun yang berdiri di teras rumah.
Wanita tua itu adalah salah satu pelayan senior di rumah itu.
" ini Yoga mak Sri...anaknya pak Bagus, bapak adakah... ?! " jawab pak Hasan.
" oh iya...wajahnya mirip Bagus,
Ajak duduk dulu gih San....
Aku panggilkan bapak " jawab mak Sri
" iya mak....makasih " jawab Hasan, kemudian ia meminta Yoga untuk duduk di kursi yang ada di teras itu.
" kamu nunggu sendiri di sini nggak papakan Yoga....?!
aku tinggal ke depan, pintu pagar tadi kayaknya belum aku tutup " ucap pak Hasan.
" iya pak silahkan, terimakasih sudah di antar kemari..
Maaf merepotkan bapak " jawab Yoga
" jangan tak enak hati dan sungkan begitu Ga....
aku ini teman bapakmu kerja di sini.
Anggap saja aku ini pamanmu dan panggil aku paman saja....
jangan pak begitu..." jawab Pak Hasan.
Yoga tersenyum canggung namun tulus,
" terimakasih pak Hasan, e....paman.... " jawab Yoga merespon baik ucapan pak Hasan,
Tak lama pak Hasan benar benar berlalu meninggalkan Yoga sendirian.
Setelah beberapa waktu menunggu, seorang pria baya dengan postur tubuh tegap dan wajah yang masih terlihat tampan di usianya yang tak lagi muda berdiri di ambang pintu.
" kamu anaknya pak Bagus ?! " tanya pria itu yang tak lain adalah tuan rumah rumah ini. Tuan Anthony Hanggara Suprapto.
Yoga langsung bangkit dari duduknya,
" iya benar pak, nama saya Yoga Setyawan " jawab Yoga dengan sopan dan menundukkan kepalanya di hadapan pak Anthony,
Ia mengenali wajah pria itu, beberapa tahun yang lalu ketika neneknya meninggal laki laki baya itu beserta istrinya datang melayat kerumahnya.
Dan bapaknya mengenalkan laki laki itu kepada ia dan ibunya sebagai majikannya di kota.
" oh ayo ayo...
sini masuk....kenapa kau hanya duduk berdiri di sana " pak Anthony melangkah mendekat dan merangkul pundak Yoga, seketika Yoga merasa kikuk.
Tapi tentu ia tak berani menolak selain menurut.
Pak Anthony mengajak Yoga masuk ke dalam rumah dan kemudian mempersilahkan pemuda itu untuk duduk.
Baru saja duduk dengan suasana hati yang sungkan,
seorang wanita baya yang juga masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda datang.
" siapa pa ?! " tanya wanita itu setelah ia mendekat.
" coba tebak siapa dia ?! " jawab pak Anthony
Wanita baya itu menelisik wajah Yoga dan membuat Yoga kian salah tingkah.
" wajahnya seperti tak asing ya pa...." ucap wanita baya itu.
" tentu saja....
dia ini anaknya pak Bagus ma..." jawab pak Anthony kemudian.
" saya Yoga nyonya...
salam kenal "
Yoga pun memperkenalkan diri dengan sopan di hadapan wanita yang kini duduk di sisi pak Anthony itu,
Dia adalah nyonya Hagia, istri pak Anthony. Nyonya Hagia menatap Yoga agak lama sebelum akhirnya ia tersenyum tipis.
" Ya Tuhan....makanya wajahnya kayak nggak asing,
kamu sudah sebesar ini....nggak nyangka pak Bagus punya anak setampan ini ya pa..." ucap nyonya Hagia membuat Yoga menjadi kian salah tingkah.
Pak Anthony tersenyum,
" orang pak Bagus sendiri juga tampan kan ma..." jawab pak Anthony.
" iya sih...
oh ya...bagaimana kabar ibumu ?! Sudah sembuhkan ?! "
" alhamdulillah sudah nyonya....
tapi maaf...
bapak masih belum bisa kembali kemari dan meninggalkan ibu " jawab Yoga.
" tak apa Yoga, bapakmu sudah mengatakannya sama saya,
tapi kamu nggak papakan sementara ini mengantikan bapak kamu di sini menyupiri saya ?! " tanya pak Anthony.
Tiga bulan yang lalu pak Bagus pamit pulang karena istrinya sakit anxyety dan terbilang parah masuk rumah sakit.
Beberapa hari yang lalu, laki laki itu meminta maaf karena tak bisa lekas kembali karena ia yang masih tak tega meninggalkan sang istri.
Sebagai gantinya,
Pak Bagus mengirim putra satu satunya untuk menggantikannya sebagai supir pak Anthony karena pak Anthony yang tak mengizinkan dirinya mengundurkan diri.
" tidak tuan, tidak apa apa " jawab jujur Yoga, ia memang tak masalah menggantikan posisi sang ayah untuk sementara waktu ketika sang ayah masih menunggu proses penyembuhan ibunya.
Selama ini keluarganya sudah sangat banyak di bantu oleh keluarga majikan sang ayah itu.
Bahkan biaya kuliahnya dulu juga biaya berobat sang nenek yang masuk rumah sakit sebelum meninggal dulu juga banyak dari mereka.
Dan sekarang Yoga merasa ini waktunya ia untuk membalas budi.
" apa pendidikanmu terakhir Yoga ?!
aku dengar dari bapakmu kamu sempat berkuliah..." tanya pak Anthony.
" iya tuan,
saya memang sempat berkuliah, tapi hanya sampai S 1 saja tuan,
saya memilih merawat kebun peninggalan nenek dan kakek saja tuan.
Sayang jika di biarkan terbengkalai " jawab Yoga
" berkebun ?! " cicit tuan Anthony
" ya tuan "
" wow....luar biasa,
pemuda seusiamu mau berkebun ?! Kamu memang beda Yoga.....
Oh ya...kamu tanami apa kebun itu ? Luaskah ?! " tanya pak Anthony merasa kepo dengan sosok pemuda di hadapannya itu.
" kayu jati dan sengon laut tuan "
" wow... " sekali lagi laki laki baya itu tak mampu menutupi kekagumannya akan sosok putra sang supir pribadi itu.
" perkayuan ya.... memang kau kuliah jurusan apa Yoga ?! "
" kehutanan jurusan studi silvikultur tuan " jawab Yoga lagi dan sukses membuat pak Anthony dan nyonya Hagia kian menatap takjub pada sosok di hadapan keduanya itu.
" berapa usiamu sekarang ?! "
" 25 tahun tuan "
" usiamu sudah matang dan pantas untuk menikah,
apa kau sudah punya calon pasangan hidup ?! Sudah tentunya ya kan...." tanya pak Anthony dengan nada bergurau namun ia sebenarnya ia kian kepo dengan kehidupan sosok pemuda tampan yang terlihat begitu santun di hadapannya itu.
Yoga tersenyum tipis dan menahan malu,
tapi belum sempat ia menjawab, bersamaan dengan itu.
Seorang gadis cantik dengan rambut panjangnya yang lurus di cat berwarna agak merah kecoklatan dan ia biarkan tergerai tiba tiba datang mendekat ke arah mereka.
Mata Yoga seketika tertarik menatap gadis itu, untuk sejenak Yoga merasa terpaku melihat kecantikan gadis itu.
Seluruh dunianya seolah hanya tertuju pada sosok cantik itu.
Wajah cantik luar biasa dengan kulit bersih dan semulus porselen yang terlihat nyata karena ia yang hanya memakai kemeja pendek lengan pendek dan sukses mengekspose kulit lengannya yang seputih kapas.
Balutan itu kian menampakkan kesempurnaannya karena ia yang juga memakai rok mini dan jelas memamerkan kaki jenjangnya yang putih bersih tanpa sedikitpun ada bekas cacat karena luka atau apa.
di tambah dengan bola mata bulat dengan hidung nya yang ramping dan mancung.
Belum lagi bibir tipis dan semerah cerry. Yoga diam diam menelan ludah melihatnya.
Yoga adalah pria dewasa yang normal, melihat pemandangan yang seperti itu tentu ia merasa lain.
Jantungnya tiba tiba terasa berdetak kencang dan darahnya berdesir cepat.
Sungguh sempurna Tuhan menciptakan sosok gadis itu.
Gadis itu juga melirik ke arah Yoga.
Sejenak mata keduanya saling bertemu sebelum akhirnya Yoga sadar dan memutus tautan mata keduanya lebih dulu dengan menunduk dan menatap lantai.
Ia merasa tak sopan jika menatap gadis itu lama, ia memang tidak tahu siapa dia...
tapi ia yakin, gadis itu salah satu penghuni rumah ini.
Atau bahkan mungkin putri tuan Anthony.
Entahlah....
Yoga tak tahu, yang ia tahu....ia harus menghormati siapa saja orang di rumah ini, terutama pemilik rumah ini karena kepada mereka ia bekerja saat ini dan berhutang budi.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣