Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.
Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?
Semoga suka♡♡♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dave dan keluarga papanya
Dave menatap jauh ke luar jendela kamar di rumah opanya Hendy Permana.
Dia baru saja tiba. Walaupun sudah berulang kali kembali ke Jakarta, tapi tetap saja masih membuka luka lama yang sudah berusaha dia tutup rapat rapat.
Omanya sudah tiada. Opanya yang meminta agar mereka kembali berkumpul bersama keluarga besar dan teman temannya di Jakarta. Opanya sudah beberapa tahun yang lalu menetap di Jakarta.
Awalnya canggung, apalagi saat bertemu Eldar. Mereka saudara satu ayah, tapi oma mereka membenci Eldar. Bahkan sampai beliau meninggal, kebencian itu terus dibawanya. Omanya tidak mengijinkan Eldar hadir di sampingnya saat beliau sedang sakit parah hingga menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. Mungkin oma belum bisa memaafkan maminya Eldar yang sudah membu-nuh papi mereka dengan kejam.
Dave ingat pertemuan pertama mereka. Ketika Eldar dirawat di rumah sakit setelah menyelamatkan teman yang sekarang jadi istrinya.
Saat itu, dia dan Eldar baru tau kalo mereka bersaudara.
Sekarang kondisi Opa Hendy tidak begitu sehat, jadi dia tidak bisa mengabaikan permintaan opanya.
Cabang perusahaan mereka di Inggris terpaksa diserahkannya pada orang kepercayaan opanya. Sedangkan dia menjadi CEO di grup perusahaan Permana yang ada di Jakarta.
Eldar seolah tau diri, lebih memilih mengelola perusahaan dari suami baru maminya yang berpusat di Spanyol. Di Jakarta juga ada cabangnya yang memungkinkan Eldar juga bisa lebih sering pulang menengok keluarganya.
Tante Daiva dan Om Xavi selalu memintanya tinggal di rumah mereka, tapi Dave menolak. Dia lebih suka tinggal di apartemen. Tapi dia tetap selalu dilibatkan dalam momen momen penting keluarga Airlangga.
Dave meletakkan buket bunga ke makam papinya yang belum pernah dia lihat. Hanya fotonya saja yang selalu diperlihatkan omanya dengan penuh air mata. Tadi juga dia sudah meletakkan buket bunga di makam oma dan makam maminya.
Mami dan papi. Hanyalah sebuah nama tanpa cerita dia pernah bersama dengan mereka. Hanya cerita yang dia dapatkan dari oma, opa, Om Xavi, dan Tante Daiva tentang mereka.
Dia bersimpuh cukup lama, hingga kakinya mulai terasa pegal. Baru dia bangkit.
Tapi saat menoleh, tubuhnya mematung. Ada Eldar yang berdiri di depannya.
Dengan kerabat Airlangga yang lain, dia bisa mengakrabkan diri. Tapi dengan Eldar, tetap saja suasana pertemuan.mereka selalu kaku. Seperti sekarang.
"Kapan datang?" tanya Eldar sambil berjalan melewatinya, gantian bersimpuh di makam Aiden-papa mereka.
"Tadi malam."
Hening.
Dave melirik yang dilakukan Eldar. Dia meletakkan buket bunga yang dibawanya di samping buket bunga dari Eldar.
"Di rumah Daddy, keponakan keponakan kamu sedang kumpul semua," ucap Eldar tanpa menatap Dave.
"Ya, nanti. Aku duluan." Dave melangkah pergi meninggalkan Eldar.
Mereka masih tetap kaku saja... Dave terus melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Eldar.
Eldar menoleh sebentar, menatap kepergian Dave. Helaan nafasnya.terasa berat.
Padahal Dave cukup akrab dengan Jayden dan Jennifer. Bahkan Erland. Tapi dengan Eldar seperti ada tembok yang tak terlihat.
*
*
*
"Sayang." Daiva memeluk hangat Dave yang datang juga ke rumahnya.
"Tante..."
Daiva tersenyum maklum mendengar panggilan Dave padanya.
Beda dengan Eldar yang sudah bersamanya sejak bayi, walau tau dia bukan mami kandungnya, tapi dia tetap memanggilnya mami. Dave juga memanggil Xavi dengan sebutan om.
"Keponakan keponakan kamu sudah menunggu." Daiva menggandeng lengan Dave masuk ke dalam rumahnya.
Begitu melihat Dave yang sudah dibawa Daiva ke.ruang makan, empat keponakannya berlari mendekat dengan wajah gembira.
Anak Eldar hanya satu cowo. Jayden juga masih satu tapi cewe. Sedangkan anak Jennifer, kembar cewe.
"Om.... Baru datang?" sapa Oscar-anak balita Eldar.
"Iya." Dave menepuk pelan bahu Oscar.
"Om."
"Om ."
"Om."
Keponakan keponakannya yang cantik juga ikut memanggil omnya dengan riang.
Dave segera berjongkok dan memeluk ketiga keponakan perempuannya yang cantik cantik. Ada anak Jayden-Samiya, dan si kembar anak Jenifer, Bella dan Briella.
"Pas, nih, kamu datangnya, Dave," sambut Jennifer.
"Kita baru aja mau makan siang," sambungnya lagi.
Dave mengangguk kemudian tersenyum ketika keponakan keponakannya menarik narik tangannya agar secepatnya bergabung.
Jayden pun mendekat.
"Jangan ganggu Om Dave dulu," kekeh Jayden.
Keponakan keponakannya tertawa berderai. Tetap menggandengnya ke meja makan.
Jayden menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya bersama sepupu sepupunya.
"Dave," panggil Xavi yang berjalan mendekat. Sementara itu keponakan keponakannya sudah berlari ke arah orang tua mereka.
"Om...."
Xavi tersenyum mendengar panggilan itu. Dia memeluk hangat putra kembarannya yang sudah meninggal-Aiden. Dia menepuk lembut punggung Dave.
"Ayo, kita makan bersama. Kata El, dia ketemu kamu. Tantemu sudah masak rendang kesukaanmu. Dia yakin banget kalo kamu akan datang." Xavi menuntaskan ucapannya, kemudian tertawa berderai.
Jayden dan Jennifer juga tertawa mendengarnya.
"Bule yang suka rendang ," ejek Jayden. Karena Dave lebih terlihat bule dari pada Eldar. Dave lebih identik wajah Aiden yang jatuhnya jadi mirip Xavi. Tapi Eldar lebih dominan wajah maminya-Aurora. Karena itu keluarga Xavi tidak menyukainya. Karena selalu terbayang dengan kematian tragis Aiden.
"Kayak kamu ngga bule aja. Kamu malahan selain rendang, suka paru, ketoprak bahkan jamu tolak angin," sarkas Jenifer membela Dave sekaligus mengejek kembarannya.
Jayden merespon ejekan kembarannya dengan tawa yang makin keras. Seakan mengatakan, kalo memang benar adanya yang dikatajan Jennifer.
Sementara Eldar yang melihatnya mengukirkan senyum tipis tanpa beranjak dari kursinya. Skylar-istri Eldar menggenggam tangan suaminya.
"Besok katanya ada guru tk yang baru," ucap Jennifer saat mereka sedang menikmati hidangan di atas meja.
"Siapa, Jen?" tanya Raveena-istri Jayden ingin tau. Dia baru mendengar berita ini. Saat melihat ke arah suaminya, Jayden hanya mengedikkan bahunya, karena memang sama sekali tidak tau.
"Anak temannya Tante Puspa," sahut Jennifer.
"Iya, kan, mam?" Jennifer balik bertanya pada maminya. Dia tadi sempat mendengar obrolan maminya via telpon. Waktu dia bertanya, maminya hanya mengatakan kalo guru tknya anak temannya Tante Puspa.
"Iya. Katanya teman dekat wakti kuliahnya dulu," jelas Daiva.
"Kok, mau, sih, mam, jadi guru tk? Kenapa ngga kerja di kantor aja?" tanya Jayden.
"Mami kurang tau juga. Anaknya baru aja datang kemaren. Dari Surabaya," sambung Daiva lagi.
"Oooh....," respon Jayden sambil manggut manggut.
Dave hanya mendengar saja sambil mengunyah daging rendangnya.
Surabaya? Batinnya.
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...
Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk