Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Brak!
Rayya yang sedang memasak di dapur terkejut mendengar pintu depan di buka secara kasar , Ia mematikan kompornya. Mengelap tangan nya yang kotor ke celemek yang ia pakai.
“Rayyaaaaa.” Suara melengking itu Milik kakak ipar nya - Raisa.
Rayya buru buru melangkah menghampiri kakak iparnya itu sebelum suara keras nya membangunkan anak nya yang masih tertidur “Iya mbak , ada apa? Rayya disini.” Jawab rayya
“Ngapain aja sih kamu. Lama banget di panggilin.” Gerutu raisa, Tangan nya bersedekap dada.
“Maaf mbak, rayya lagi masak. Ada apa mbak?” Tanya rayya dengan sopan. Mereka memang tidak satu rumah, tapi rumah mereka tak jauh jaraknya. Raisa memang sering sekali membuat gaduh di rumah rayya, ada saja permintaan nya pada rayya. Terkadang pada suaminya - Reino.
“Aku mau minta uang, Besok ulang tahun Maira. Jadi aku mau pesenin dia kuee..” Ujar raisa, Membuat rayya mengerutkan keningnya. Anaknya yang ulang tahun mengapa harus ia yang mengeluarkan uang?
“Maaf mbak, Bukan nya aku gak mau ngasih. Tapi aku gak punya uang, Mas reino gajian kan masih 2 hari lagi.” Jawab rayya
“Apa! Gak punya uang? Gila kamu ya ra, Padahal reino ngasih kamu uang bulanan besar. Tapi belum waktunya gajian , Uang kamu sudah habis. Pasti kamu buat foya foya kan?” Bentak raisa.
Rayya hanya bisa mengelus dada mendengar ucapan kakak iparnya yang selalu bermulut lemes ini “Mas reino itu ngasih aku 2 juta perbulan, Dan tiap hari nya mbak selalu kesini minta uang ke aku. Aku juga ambil dari uang bulanan yang di kasih mas reino, Jadi uang nafkah yang di berikan mas reino buat aku itu. Gak sepenuhnya aku yang gunain, Tapi kan buat mbak juga.” Jawab rayya
Rasanya rayya capek menjelaskan berulang kali tentang uang nafkah yang diberikan sang suami, Habis untuk apa saja. Tapi raisa bahkan suaminya tak jarang menyalahkan dirinya yang tak pandai mengelola uang.
“Jadi sekarang kamu nyalahin aku? Iya!”
“Aku bukan nyalahin mbak, Tapi aku cuman ngejelasin kemana aja uang nafkah yang di berikan mas reino. Biar mbak gak terus salah paham, aku yang ngabisin uang itu.” Jelas rayya
“Aku gak perduli ya rayya, Sekarang kamu harus kasih aku uang 500ribu buat dp kue ulang tahun maira. Karna aku udah janji sama Mpok leha buat bayar dp hari ini.” Ujar raisa setengah memaksa
“Sekalipun mbak maksa aku sampai besok, aku ga punya uang segitu mbak. Kalau mau nih..”
Rayya menggeledah uang di saku celana nya lalu menyodorkan nya pada raisa “Aku ada 20ribu. Itu uang ku satu satunya , Uang nafkah pemberian mas reino yang tersisa.” Ujar rayya
Mata raisa mendelik “Kamu lagi menghina ku hah! Bisa bisanya kamu memberikan ku uang sampah ini.” Ucap raisa sambil menampik tangan rayya yang memegang uang 20ribu itu.
Rayya mengedikkan bahu nya “Yaudah kalau mbak gak mau, Aku belanjakan sayur aja besok.” Ucap rayya, Lalu ia berlalu pergi kembali ke dapur. Meninggalkan raisa yang terus mengumpati rayya
Tak lama suara teriakan raisa menghilang, Rayya pikir mungkin kakak iparnya itu sudah capek merongrong dirinya. Dan berakhir pulang. Rayya pun tak ambil pusing, Ia kembali melanjutkan memasak. Karna sebentar lagi anaknya pasti bangun dan meminta sarapan.
“Pakeetttt.”
Rayya menoleh sebentar, Lalu kembali mematikan kompor. Untung masakan nya sudah matang, Ia pun berlari ke depan “Iya mas, paket siapa?” Tanya rayya
“Atas nama ibu Rayya kemala. Totalnya 19ribu bu.” Ucap tukang paket itu, Rayya mengangguk. Lalu mengeluarkan uang 20ribu yang tadi hendak di berikan raisa, Tapi di tolaknya.
Ia memberikan uang itu pak tukang paket “Waduh bu, apa ada uang pas? Saya tidak punya kembalian 1ribu.”
“Udah gak papa mas, ambil aja.” Ucap rayya
“Makasih bu.”
Rayya menganggu, Tukang paket itu pergi dari sana. Rayya pun menutup pintu rumahnya. Tanpa ia sadari, raisa melihat itu semua.
“Sialan! Katanya gak punya uang tapi bisa pesen paket , Aku aduin kamu ke reino. Liat aja rayya.” Gumam raisa