NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laluna Khairunisa

Dengan wajah yang sumringah meski babak belur hampir tak berbentuk ,seorang gadis keluar dari gedung tempat pertandingan tinju dari Thailand, Muay thai yang berada di salah satu sudut ibu kota.

Dan dengan bangganya pula dia membawa piala yang sebenarnya sudah berjejer puluhan bahkan mungkin ratusan jumlahnya yang disimpan di dalam almari kaca di ruang tamu apartemen sederhananya.

Yang paling membuatnya tersenyum malam in adalah dia berhasil membawa hadiah satu milyar rupiah dari pertandingan yang dia ikuti melawan juara bertahan dua tahun berturut-turut seorang gadis perkasa dari Eropa.

"Bravo, kamu hebat sekali Laluna, aku ikut bangga menyaksikan kemenangan mu". Teriak salah satu sahabat nya, seorang cowok tinggi besar berotot dengan perut sixpack wajahnya cukup tampan dan sayangnya dia tak suka yang cantik².

"Ajak rekan wartawan semuanya, makan malam di restoran biasanya aku yang traktir". Perintah Laluna sambil melambaikan tangannya menuju mobil sahabatnya disana seorang gadis manis berhijab coklat telah menunggu di dalam mobil dia menunggu Luna masuk lalu mengantarkan nya pulang ke apartemen nya.

"Lihatlah mukamu Luna, hampir tak berbentuk , lebam dan bengkak kayak gitu, mana tega aku melihatmu seperti itu?" ia adalah dokter Najwa, satu satunya sahabat Laluna yang sangat perduli padanya, Laluna sendiri adalah seorang wartawan lepas dari berbagai berita online, disamping itu dia juga memiliki usaha sendiri yang bergerak dalam penerbitan buku dan novel, ini sudah berjalan lima tahun lebih dan hasilnya sudah bisa dia rasakan sendiri, di usianya yang ke dua puluh lima dengan status single, seorang pengusaha wartawan dan juga petarung handal, itulah Laluna Khairunisa.

Tetapi di balik kehebatan gadis bernama Laluna, dia sudah lama berpisah dengan orang tuanya yang konglomerat itu.

Ayahnya adalah seorang anggota DPR yang hartanya trilyunan, simpanannya tak terhitung aset nya bertumpuk tumpuk dan simpanan emasnya berkilo kilo, sementara ibunya adalah seorang wanita karier yang ambisius, seorang jaksa penuntut umum, lengkaplah sudah sebenarnya kebahagiaan keluarga mereka, keluarga yang sangat cerdas dan terhormat Dimata khalayak.

Saudaranya ada tiga orang semuanya laki laki dan Laluna adalah anak terakhir yang terlahir perempuan, sayang sekali ketiga kakak Laluna meninggal ketika usia mereka menginjak Akil balig, karena Laluna mengetahui sisi gelap dari suatu rahasia yang tersembunyi,maka ketika dia berusia delapan belas tahun, dia minggat dari rumah memisahkan diri dari kenyamanan keluarga dan mencari ketenaran dan kesuksesan sendiri dengan jalan yang lurus.

"Sudahlah dokter Najwa, bukankah ini hal yang biasa bagi ku? Dan kamu bukan baru saja melihatnya". Elak Laluna sambil meringis karena dokter Najwa mengoleskan desinfektan ke luka luka yang ada di seluruh tubuh Luna.

Secara olahraga Muay Thai adalah olahraga yang menggabungkan seni delapan anggota tubuh, yaitu dengan memukul menendang siku dan lutut, semuanya bergerak semuanya kena serangan dan itulah hebatnya, disamping sebagai olahraga juga bisa buat menjaga diri, sebenarnya bukan hanya bela diri Muay Thai saja yang di kuasai oleh Laluna, diantaranya silat, taekwondo dan Wushu, semua sudah khatam di pelajari nya.

"Kamu itu wanita Luna , kelak juga akan jadi istri orang cobalah bersikap anggun selayaknya wanita dewasa". Nasehat sahabatnya itu, dokter Najwa yang juga istri seorang perwira tinggi .

"Baiklah dokter, nasehat dokter akan ku pertimbangkan, tapi aku sudah nyaman seperti ini, bolehkan kata kata nikahnya di skip? Karena itu jauh dari planning hidupku". jawab Luna santai dan cuek.

"Hal itu apa kata takdir, jika Allah menghendaki kamu tidak bisa mengelak". Jawab dokter Luna mengakhiri perdebatan itu.

"Baiklah ustadzah, aku mendengar nasehatmu". Jawaban Luna menandakan bahwa dia tak ingin berdebat lagi dengan sahabatnya, kemudian setelah mengobati luka luka Laluna dokter Najwa mohon pamit, tak lupa Laluna menyelipkan lembaran merah dalam amplop entah berapa dia tak sempat menghitungnya karena dia ambil begitu saja dari koper hasil dari pertandingannya beberapa waktu lalu.

Dokter Najwa ingin mengembalikan karena tak enak menerima hasil dari Laluna dengan cara berkelahi yang mengakibatkan tubuhnya babak belur begitu, mana tega makan hasil dari uang berkelahi?, tapi Laluna memaksa dan dokter Najwa pun terpaksa menerimanya, mungkin nanti akan di sumbangkan ke yayasan amal atau panti asuhan yatim piatu biar rezeki sahabatnya itu dapat berkah.

Laluna menerawang langit langit kamarnya, airmata meleleh begitu saja, memikirkan orangtuanya yang hebat itu, mana mungkin mungkin mereka mencarinya? Dengan alasan sibuk selama ini yang memberi kabar justru Luna, sekali waktu meskipun orang tuanya tak perduli tapi Luna masih punya hati, takutnya jika terjadi sesuatu terhadap orang orang hebat itu, misalnya sakit. Meski banyak para pengawal dan pelayan tapi dia orang tua kandungnya se benci apapun Luna pada mereka masih kwatir juga akan keselamatannya dan terutama Laluna takut di sebut anak durhaka, Laluna takut dosa.

Laluna mengambil gawainya dan memencet nomor yang tersimpan dan di beri nama Ibunda, dan setelah lama menunggu hpnya dalam mode calling bukan ringing, setelah itu ada jawaban 'nomor yang anda tuju sedang tidak berada dalam jangkauan, silahkan hubungi nanti'. Laluna heran tak biasanya nomor ibunya tidak aktif, Luna meneliti nomor dan foto profil ibunya yang memakai foto cincin berlian tapi disitu profile nya sudah di hapus dan nomor ibunya yang ia simpan tanpa foto profil, Laluna mencoba menelpon dengan gawai lain, dan ternyata nomor itu aktif dengan profil yang sama, dari sebrang ada jawaban dari sang ibu.

"Iya hallo, ada yang bisa kami bantu?" suara merdu ibunya yang memang seorang jaksa dia harus tampil sesempurna mungkin demi popularitas nya.

Laluna tak menjawab, dia langsung mematikan telephon nya, berarti dia di blokir sama ibunya.

"Hah, di blokir? Setega itukah mereka dan menganggap ku benar benar sudah tidak ada dan tak berguna? Ya Tuhan apa salahku hanya karena aku tak mau mengikuti jalannya aku jadi di buang seperti ini, ya Allah engkau tahu mana yang benar dan mana yang salah, jika langkah yang ku tempuh salah, maafkanlah aku ya Allah tapi jika jalan yang ku ambil Engkau ridhoi maka berilah aku petunjuk Mu ya Allah harus lewat jalan mana aku melangkah". Doa Luna dan akhirnya Luna pun tertidur dengan luka tubuh dan batin yang mengenaskan.

Dalam tidurnya Luna bermimpi berjalan di luasnya Padang ilalang, tanpa tujuan dan sendirian, di kejauhan dia Melia ketiga pria remaja yang sedang terikat, ketiganya meronta minta tolong, Laluna mendekat dan alangkah terkejutnya ketika melihat siapa yang sama sama terikat di sebuah pilar itu, mereka adalah kakak kakaknya yang telah meninggal secara tak wajar, meninggal bukan karena kehendak Allah yang maha pemberi hidup tapi karena kehendak dan keserakahan orang tuanya, Laluna yang berkeringat dingin itu terbangun dari mimpi buruknya, dan mimpi itu sudah menjadi langganan tiap saat, Laluna masih saja selalu mencari jalan bagaimana menyempurnakan kepergian ketiga kakaknya, " ya Allah bantulah aku" doanya seusai sholat malam.

@@&@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!