Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.
Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.
Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan Ipar
Pengenalan tokoh :
Citra Ningtyas Widyakusuma
Citra seorang janda muda berusia 28 tahun. Dia bercerai dengan Bayu, mantan suaminya dua tahun lalu. Pengaruh mama mertuanya yang terlalu ikut campur ditengarai menjadi pemicu retaknya rumah tangga mereka yang akhirnya berujung pada perceraian.
Arga Bima Wardana
Pria yang masih menyandang status perjaka meskipun sudah memasuki usia 40 tahun. Bima adalah kakak tiri Bayu dan jatuh hati pada Citra yang notabene adalah mantan adik iparnya.
Prolog :
Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Arga Bima Wardana.
Bima, panggilan akrab dalam keluarga Wardana adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra. Rumah tangga Citra dan Bayu hanya berjalan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.
Setelah dua tahun berpisah, kini Citra dipertemukan kembali dengan Bima, salah satu anggota keluarga Wardana yang menjadi klien di perusahaan tempat ia bekerja.
Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkaran keluarga mantan suaminya?
...❤❤❤❤❤❤❤❤❤...
Di salah satu ruangan marketing yang biasanya dihuni tiga orang staff, kini hanya Citra saja yang berada di sana. Dua orang rekannya, Erwin, cuti karena menemani istrinya melahirkan, sementara Elis mendapat tugas menjaga di pemeran expo interior yang diselenggarakan di sebuah mall ternama di Jakarta.
Ketidakhadiran kedua rekannya otomatis membuat Citra sedikit repot. Dia terpaksa harus menghandle pekerjaan kedua rekannya yang absen hadir di kantor hari ini.
"Erwin nggak berangkat ya, Cit?" tanya Liza dari arah pintu ruangan. Liza adalah marketing manager di PT. Vista Ceramics, perusahaan manufaktur yang memproduksi bahan material kontruksi seperti keramik.
Citra bekerja di perusahaan itu sebelum dia menikah dengan Bayu. Hal itulah yang selalu dipermasalahkan mertuanya. Arini tidak setuju Citra bekerja. Dia ingin Arini di rumah dan fokus mengurus Bayu. Sementara Citra harus membiayai kuliah adiknya juga kebutuhan orang tuanya.
Padahal sebelum menikah Citra sudah meminta pengertian Bayu, karena dia sumber keuangan keluarganya. Awalnya Bayu bisa mengerti, tapi campur tangan Arini begitu kuat dan membuat Bayu terpengaruh dan selalu memprotes, terutama jika Citra bekerja lembur. Arini juga selalu berusaha melarang jika Bayu memberi uang ada keluarga Citra.
Citra menoleh ke arah suara Liza yang terdengar dari arah pintu ruangan. "Nggak, Bu. Mbak Atiek udah mulai kontraksi katanya," jawabnya.
"Hmmm, siang ini ada jadwal ketemu sama relasi lagi padahal," ucap Liza menyayangkan ketidakhadiran Erwin, walau dia memaklumi alasan cuti Erwin. "Kamu saja nanti temani saya ketemu klien, ya, Cit!" Liza mengajak Citra untuk menemaninya menggantikan tugas Erwin. Biasanya jika bertemu dengan klien yang akan ditemui siang nanti, Erwin yang selalu menemaninya. Terkadang Erwin menghandle-nya sendiri. Tapi, karena hari ini Erwin berhalangan, terpaksa dia harus menemui klien-nya tersebut bersama Citra.
"Baik, Bu." Meskipun dirinya repot, Citra tak dapat menolak permintaan sang bos. Inilah yang dimaksud dia harus menghandle tugas rekannya tadi.
"Ya sudah, kamu siapkan saja dokumen yang mesti dibawa nanti. Hubungi Ervin, tanya berkasnya ada di mana, Jam sebelas nanti kita berangkat!" ujar Liza kemudian.
"Baik, Bu," balas Citra. Sementara Liza meninggalkan ruangan Citra dan kembali ke ruangannya.
"Huft!" keluh Citra dengan memu kul lemah kepala dengan kepalan tangannya. Pekerjaannya saja masih menumpuk, tapi harus ia tunda karena ada tugas lain yang membutuhkan bantuannya.
***
Pukul 11.05 menit Citra bersama Liza pergi meninggalkan kantor menuju tempat pertemuan dengan relasi bisnis kantor mereka. Liza mengendarai mobilnya sendiri, sedangkan Citra duduk di sebelahnya.
"Cit, kamu tau nggak? Orang yang akan kita temui nanti itu masih single, bujangan tua, tapi ganteng, lho! Siapa tahu nanti kalau kalian ketemu, bisa berjodoh," ucap Liza. Dia memang atasan yang akrab dengan anak buahnya, sehingga terbiasa melakukan percakapan ringan di luar konteks pekerjaan.
Citra sontak menolehkan pandangan ke arah Liza dengan membulatkan bola matanya. Tak menduga kalau atasannya itu berniat menjodohkannya dengan klien perusahaan mereka bekerja.
"Hehe, siapa tahu, Cit." Liza terkekeh merespon reaksi Citra yang terkejut tadi.
"Ibu ada-ada saja, deh." Citra menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dirinya dijodoh-jodohkan
"Memangnya kamu nggak kepingin nikah lagi, Cit? KAmu masih muda, cantik, pasti banyak yang naksir kamu," tanya Liza tertarik membahas masalah pribadi anak buahnya itu. "
Citra termasuk menanggapi pertanyaan Liza. "Wanita mana yang nggak kepingin punya pendamping, Bu? Setiap wanita pasti kepingin, termasuk saya.Tapi, untuk sekarang ini saya mau fokus kerja dulu saja, Bu. Cari uang yang banyak buat membiayai orang tua dan adik. Lagi pula, belum ketemu orang yang tepat. Masih trauma punya mama mertua yang begitu, haha ..." Citra menjawab dengan tertawa kecil. Dia sudah bekerja dengan Liza sejak masih gadis sampai kini berstatus janda. Sedikit banyak Liza mendengar alasan perceraian dirinya dengan Bayu.
"Punya mertua rese emang nggak enak ya, Cit!? Apalagi anaknya lebih condong ke mamanya dibanding ke istrinya sendiri. Untung waktu nikah dulu, aku udah nggak ada mertua, jadi nggak ngalamin ketemu mama mertua rese seperti yang kamu alami dulu." Liza menceritakan, betapa beruntungnya dia tak pernah mendapatkan mama mertua yang mengusik rumah tangganya.
Dua puluh menit berselang, mereka sampai di tempat yang dituju. Sebuah restoran yang ada di kawasan mall elit. Mereka berjalan menuju sebuah meja di mana seorang pria duduk membelakangi mereka.
"Selamat siang, Pak Arga. Maaf, menunggu lama, ya?" Liza menyapa orang yang mereka temui dan meminta maaf karena ternyata klien-nya itu lebih dulu tiba dibandingkan mereka.
Pria yang disapa Liza menolehkan pandangannya ke asal suara Liza, hingga wajah pria itu pun akhirnya tampak jelas terlihat.
Bola mata Citra membulat ketika melihat sosok pria yang mereka temui ternyata orang yang sangat familiar. Arga, dia adalah kakak tiri Bayu, atau lebih tepatnya mantan iparnya.
Tak beda jauh dengan Citra, pria itu pun sama terkejutnya melihat Citra ada di hadapannya saat ini.
"Mas Bima?"
"Kamu?"
Citra dan Bima saling bertegur sapa. Bima adalah nama panggilan keluarga sehingga Citra pun ikut memanggil menggunakan nama Bima dibandingkan nama Arga.
"Lho, Pak Arga dan Citra sudah saling kenal?" Liza terkesiap melihat reaksi kedua orang itu yang sepertinya saling mengenal, apalagi Citra memanggil Arga dengan sebutan Mas Bima, yang dia tahu Bima adalah nama tengah Arga.
"Emmm ...."
"Ya, dia mantan adik ipar saya." Belum sempat Citra menjawab karena ragu menyebut jika Bima adalah mantan kakak iparnya, Bima sudah lebih dulu menjelaskan status hubungannya dengan Citra.
"Oww, kebetulan sekali, bisa jadi reuni, dong." Liza berkelakar dengan terkekeh.
"Apa kabar, Bu? Pak Erwin tidak ikut?" Kini Bima membalas sapaan Liza tadi dan berjabatan tangan dengan Liza.
"Erwin kebetulan hari ini cuti, menemani istrinya yang akan melahirkan, Pak." Liza menjelaskan alasan tidak hadirnya Erwin menemaninya bertemu dengan Bima.
"Oh, begitu ... Silakan!" Bima kemudian mempersilakan Liza dan Citra duduk di kursi berhadapan dengannya. Tapi, ekor matanya melirik pada mantan adik iparnya yang secara kebetulan juga sedang memperhatikannya. Seulas senyum tipis pun terkulum dari bibir wanita cantik itu ketika mereka saling beradu pandang.
♥️♥️♥️
Bersambung ...
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
kamu emang the best