NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Dibuang Seperti Sampah

Sore yang mencekam. Awan pekat di langit bergerak cepat, diiringi angin kencang yang mematahkan ranting-ranting pohon di pinggir jalan. Kilat dan gemuruh sesekali menggelegar, membuat Firda, wanita muda yang baru dua hari menjadi ibu, meringkuk ketakutan di pinggir jalan sepi. Tak ada hunian atau pun pengendara yang lewat. Matanya merah dan membengkak, bukan hanya karena ketakutan, tapi luka hati dan duka mendalam yang mencabik-cabiknya, bak merenggut habis sisa jiwanya yang pergi bersama dengan mendiang suami yang sangat dicintainya.

Firda sangat menantikan kelahirannya bayinya, berharap setelah bayi itu lahir, dia akan kembali menemukan semangat untuk bertahan hidup. Namun, takdir justru berkata lain, bayi yang dilahirkannya dinyatakan meninggal beberapa jam setelah lahir. Sebelum Firda pulih, ibu mertuanya yang kejam justru malah membuangnya seperti sampah.

"Jangan pernah berani-berani pulang ke rumah saya lagi! Anak dan suamimu sudah meninggal, jadi kamu dan saya sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi!" Setelah itu, wanita paruh baya dengan dandanan menor itu dengan cepat pergi menggunakan mobil sedan merahnya.

Menggenggam dadanya yang sakit, akibat sakit hati dan bu4h d4d4 yang membengkak, Firda merasakan sekujur tubuhnya demam. Tubuhnya juga terasa sangat lemas, belum makan apa-apa sejak kemarin. Ingatannya seketika tertuju pada sesosok pria, Aris, mendiang suaminya yang meninggal 5 bulan lalu karena kecelakaan. "Mas Aris... andai aku tahu semuanya akan jadi begini setelah kamu pergi, lebih baik aku ikut denganmu saja. Hiks hiks hiks."

Air mata Firda kembali membanjiri pipinya, bersamaan dengan tangisannya yang pedih menyayat hati itu, bumi juga ikut menangis, hingga membuat sekujur tubuh Firda basah kuyup dan kedinginan. Karena tak memiliki tenaga apa pun lagi, kesadarannya akhirnya hilang tak lama kemudian.

Sementara itu di waktu bersamaan, dari jarak 3 kilometer dari tempat Firda tak sadarkan diri, sebuah mobil mewah melaju cukup kencang.

"Lebih cepat menyetirnya, Pras!" titah pria tampan dengan brewok tipis di belakang sana. Usianya kira-kira 32 tahun.

"Ini sedang saya usahakan, Bos. Tapi, menyetir dengan kecepatan tinggi saat hujan badai begini cukup berbahaya, saya tidak mau mengambil resiko. Keselamatan kita nomor satu."

"Masalahnya Akira sudah menangis sejak tadi, Pras, tapi lagi-lagi kita pulang dengan tangan kosong!" Arman memijat pangkal hidungnya frustrasi.

"Mau bagaimana lagi, Bos. Kita berdua sudah sama-sama berusaha keras mencari ibu susu yang cocok, tapi tidak ada satu pun yang sesuai." Pras menjeda ucapannya sejenak. "Wanita yang terakhir tadi sangat berbahaya, seandainya kita tidak melihat hasil test pemeriksaan kesehatannya, hampir saja dia menularkan penyakit mengerikan pada non Akira." Pria berkaca mata itu bergidik ngeri.

Arman menghela napas. Dadanya masih terasa berat dan sesak saat mengingat bagaimana Julia, mantan istrinya mencampakkannya demi pria lain. Wanita itu ketahuan berselingkuh dengan mantan kekasihnya saat usia kandungannya baru 5 bulan, begitu bayinya lahir, dia langsung meninggalkannya di depan pintu gerbang kediaman Arman. Awalnya Arman tidak mau langsung mengakui kalau bayi perempuan yang cantik itu adalah darah dagingnya, bisa jadi itu anak Julia bersama pria lain, tapi setelah hasil tes DNA-nya keluar, barulah Arman mau merawatnya dengan sepenuh hati dan segenap jiwanya.

Di tengah hujan badai, sorot lampu mobilnya menerangi jalan. Arman yang tak sengaja melihat ke arah depan menangkap sosok wanita berbaju putih bermotif tergeletak di pinggir jalan.

"Tunggu, Pras. Berhenti dulu di depan."

"Untuk apa kita berhenti, Bos? Bukannya kita harus cepat-cepat sampai di rumah. Non Akira 'kan sudah menangis sejak tadi."

"Aku tahu, Pras, tapi ini menyangkut nyawa orang lain."

"Maksudnya, Bos?" Pras yang penasaran langsung memelankan laju kendaraan. Detik berikutnya dia juga akhirnya melihat Firda yang tergeletak tak sadarkan diri. "Alamak. Apa dia korban tabrak lari? Kasihan sekali."

Baru saja Pras hendak turun memeriksanya, tapi sang bos ternyata lebih sigap, jadilah pras melajukan mobil dengan pelan untuk mendekat. Dari dalam mobil, Pras bisa melihat Arman langsung membopong wanita itu masuk ke dalam mobil.

Saat melihat wajah Firda, mata Pras langsung membulat. "Loh, Bos, itu 'kan perempuan menyedihkan yang kita lihat di klinik tadi siang

"Ya, aku tahu," kata Arman. Sekujur tubuhnya juga basah kuyup sama seperti Firda yang terlihat pucat dengan bibir membiru. Tahu bahwa wanita itu pasti kedinginan, Arman pun mengambil jasnya yang masih kering untuk menyelimuti wanita itu. "Jalan, Pras," titahnya kemudian.

"Kita kemana dulu, Bos? Ke rumah atau ke rumah sakit?"

"Langsung pulang ke rumah saja. Lebih dekat. Soal wanita ini, kita ada dokter Amira yang bisa memeriksanya."

Pras mengangguk. "Baik, Bos."

...****************...

Dokter Amira, wanita paruh baya dengan ekspresi tenang, selesai memeriksa Firda yang terbaring di sofa ruang tamu. Arman, dengan tatapan waspada, berdiri di samping.

"Bagaimana, Dok?" tanya Arman.

Dokter Amira melepaskan stetoskop. "Wanita ini baru saja melahirkan, kemungkinan 1-2 hari lalu. Demam tinggi, ASInya bengkak parah—menunjukkan tanda-tanda mastitis akut. Ditambah dehidrasi berat dan kelelahan ekstrem. Dia butuh perawatan segera."

Arman mengernyit. "Mastitis? Apakah itu berbahaya?"

"Bisa berujung abses kalau tidak diatasi. Sekarang, dia perlu antibiotik, kompres hangat untuk ASI, dan cairan infus. Plus, bayi harus segera disusui untuk mengeluarkan ASI yang terblokir."

Arman menatap Firda, yang masih tak sadarkan diri. "Dokter... apa dia... bisa jadi ibu susunya Akira?"

Dokter Amira tersenyum lembut. "Jika kondisinya stabil, bisa. Tapi fokus dulu pada pemulihannya. Saya akan siapkan resep."

Arman mengangguk. "Baik, Dok."

Pras yang menyimak pembicaraan antara Arman dan dokter Amira berbisik, "Jangan sembarangan pilih ibu susu, Bos, takutnya sama seperti wanita terakhir tadi." Pras kembali bergidik ketika mengingat penyakit menular yang diderita wanita itu.

Arman terdiam. Yang dikatakan Pras memang ada benarnya, tapi entah mengapa intuisinya mengatakan bahwa wanita yang belum dia ketahui namanya itu adalah yang paling cocok untuk dijadikan ibu susu, mengingat kejadian di klinik bersalin beberapa jam lalu. Menurut bisik-bisik yang dia dengar, anak wanita itu meninggal. Tapi entah bagaimana, wanita menyedihkan itu bisa dia temukan tak sadarkan diri di pinggir jalan.

...****************...

Beberapa jam kemudian, Firda terbangun dengan selang infus yang menempel di tangannya. Dia menatap ke sekeliling, ruangan luas yang mewah dan megah itu membuatnya kebingungan. "Di mana aku?" katanya, berusaha bangkit, tapi kepalanya tiba-tiba terasa nyut-nyutan, pun buah d4d4nya yang masih sakit dan bengkak, meski sudah tidak sesakit sebelumnya. Kening Firda mengernyit, saat mendapati 2 buah handuk kompres menempel di kedua gundukan kembarnya, dan ASI yang terus menetes. Seketika dia langsung memeluk tubuhnya sendiri. Entah siapa yang melakukan itu untuknya, mengganti bajunya, hingga dia sekarang bahkan tidak memakai bra, dan bagian sensitif bawahnya sudah terpasang rapi popok dewasa.

Seorang wanita paruh baya berseragam maid warna pink muda beranjak menghampirinya. "Nona, Anda jangan banyak gerak dulu," katanya, berusaha membaringkan kembali Firda ke tempat semula, dengan pelan, dan hati-hati. Untungnya Firda menurut.

"Saya di mana, Bi?" tanyanya dengan suara pelan, masih kebingungan. Seingatnya, rumah peninggalan mendiang suaminya tidak sebesar ini. Juga, asisten rumah tangganya bukan wanita paruh baya ini.

"Anda sekarang di kediaman Tuan Arman." Si Bibik lantas menceritakan bagaimana Firda bisa sampai ke sana. Firda yang akhirnya kembali mengingat semuanya langsung menangis sesenggukan. Menangisi bayi dan suaminya yang tega meninggalkan dirinya sendirian di dunia yang kejam ini, serta bagaimana perlakuan kejam Mama Risma yang tega membuangnya.

Disaat Firda sedang menangisi nasibnya yang menyedihkan, tiba-tiba dia mendengar suara tangisan bayi yang sangat keras. Firda langsung berhenti menangis, dia segera bangkit dari sofa bed. "Bayiku!"

_____________________________________

👋 Halo, Readers! 😊

Selamat datang di karya 'comeback ke-2' Author🤗! Senang banget kamu tertarik untuk mampir ke sini😄 Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, dan subscribe-nya yah! 💖 Bantu Author terus berkarya dengan feedback yang kamu berikan! 😊 Tolong bacanya jangan diskip-skip yah🤭😅Terima kasih banyak sebelumnya, semoga cerita ini bisa kamu nikmati dan menghiburmu🎉

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!