Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Pertarungan Ratu Lily Vs Empat Kaisar
Domain Celestial...
"Ratu Lily! Kali ini kau tidak bisa lari lagi. Lebih baik serahkan teknik kultivasi akar bodymu beserta catatan rahasia milik kaisar kuno yang ada padamu itu," ucap Wuyie sang kaisar Iblis penguasa lembah setan tersebut.
"Kaisar iblis benar. Jika kau mau menyerahkannya, mungkin kami akan sedikit berbelas kasih padamu dan akan memakamkan jasadmu secara layak," timpal Jinshan yang dijuluki kaisar Giok.
'Perkembangan wanita ini sangat mengerikan, hingga kami berempat harus turun tangan.Sialnya keadaan kami pun tidak lebih baik darinya. Jika orang-orang melihat hal ini, mungkin akan sangat memalukan bagi kami yang menyandang gelar orang terkuat di domain celestial. Maka dari itu apapun yang terjadi, ia harus segera dihabisi sebelum melampui dan membahayakan posisi kami dimasa depan.' Gumam Kaisar Jinshan dalam hati.
"Cih... Lebih baik aku mati dari pada menyerahkan teknik kultivasi yang telah aku kembangkan selama ribuan tahun ini," ucap ratu Lily. Meski tubuhnya penuh luka akibat serangan keempat kaisar yang berusaha memojokkannya selama tiga hari dua malam, namun sang ratu peri tidak takut sama sekali dan tidak berniat menyerah pada para penguasa tertinggi di domain celestial tersebut.
Kemudian ia menatap dingin ke arah kaisar Agung dan berkata:"Kak Uranus. Aku tidak menyangka kau terhasut oleh bujukan kaisar iblis yang mempunyai niat busuk itu."
"Adik. Aku selalu adil dalam mengambil keputusan suatu perkara, saat aku mengetahui pengembangan teknik kultivasi yang sangat berbahaya bagi semua umat. Aku sebagai pemimpin empat kaisar, terpaksa harus mengambil tindakan demi keamanan seluruh penghuni domain celestial." jelas sang kaisar agung Uranus pemimpin istana agung.
"Aku takut kau akan menjadi liar dan membuat kerusakan seperti kaisar kuno di masa lampau. Jadi, cepat serahkan catatan itu padaku untuk disegel!" Lanjutnya.
Sementara Sang Maharani Rosemary perempuan anggun yang mendapat julukan kaisar bulan dan satu-satu perempuan yang menyandang orang terkuat di domain celestial hanya menatap ke arah ratu Lily, karena bagaimanapun ia adalah teman dekatnya sejak kecil.
"Kak Uranus, apa yang membuatmu menuduh teknik kultivasiku berada dalam jalur sesat? Bukankah lebih sesat teknik kultivasi si badjingan Wuyie?" ujar Ratu Lily yang kecewa dengan keputusan orang yang paling ia hormati. Ia pun menatap tajam para kaisar yang terkenal berada di puncak beladiri selama ribuan tahun dan baru kali ini merasa terancam oleh orang lain selain kaisar kuno.
"Cih segala macam alasan kalian tuduhkan padaku, padahal kalian menginginkan catatan kaisar kuno ini kan? Kalau begitu ambil dan kita akan mati bersama hari ini!" teriak ratu Lily sambil mengeluarkan suatu teknik yang membuat seluruh tubuhnya diselimuti oleh cahaya hijau pekat.
"Sial, semuanya menghindar! Dia hendak meledakan diri!" teriak kaisar iblis yang paling panik saat melihat cahaya hijau mulai menyebar dan membumbung tinggi membentuk siluet pohon besar setinggi seratus meter.
"Aku akan mengingat kejadian hari ini dan suatu hari nanti aku menuntut balas atas perbuatan yang telah kalian perbuat padaku," ucap ratu Lily sesaat dirinya hendak meledakkan diri.
DUAR...
Keempat kaisar menatap sisa debu ledakan yang terhempas hembusan angin dengan pikiran masing-masing.
"Rosemary bagaimana keadaannya?" tanya Kaisar Agung mencoba memeriksa area sekitar untuk memastikan keberadaan ratu Lily.
"Tidak ada tanda-tanda keberadaan aura milik Lily sejauh seribu kilometer. Aku hanya merasakan aura miliknya yang lenyap bersamaan dengan ledakan barusan," jawab Rosemary yang memang mempunyai kemampuan sensor terluas diantara mereka.
"Kau benar, aku pun merasakan auranya memudar setelah ledakan usai," timpal Kaisar Giok.
"Cih..." Kaisar iblis hanya berdecak kesal karena tidak bisa memiliki catatan milik kaisar kuno dan teknik milik ratu Lily yang selama ini ia incar.
*****
Domain Fana...
"Ugh..." keluh Vincent saat tergeletak di tanah dengan darah yang merembas dari mulutnya. Sementara tiga pelaku penganiayaan tertawa mengejek dengan ketidakmampuannya.
Satu murid menghampiri, kemudian tanpa ragu menginjakkan kaki tepat di wajahnya, sambil tertawa puas ia meludahi wajah yang sejak tadi hanya bisa diam tak berdaya. "Hahaha... Sampah memang cocok berbaring di tanah."
"Benar sekali tuan muda. Saya heran kenapa dulu ketua sekte membawa bocah kampung ini dan ternyata benar saja ia hanyalah sampah yang berkutat di body strength tahap satu selama tiga tahun dengan jiwa ranting yang tidak berguna sama sekali. Menghamburkan sumber daya sekte saja," timpal anak disampingnya.
"Haha... Mungkin ketua sekte memungutnya memang dikhususkan untuk menjadi seorang pelayan di sekte kita-"
"Berhenti!! Apa kalian tidak bosan mengganggu junior Vincent setiap hari? Apakah dia pernah melakukan kesalahan pada kalian? Aku heran kenapa kalian sering sekali menganiayanya. Terutama kau Ah Jun! Jangan mentang-mentang dirimu cucu tetua ke delapan yang seenaknya membully orang lain, apa kalian tidak malu atau memang hanya berani menganiaya orang yang jauh lebih lemah dari kalian?" lanjutnya menatap kesal pada ketiganya.
Kedua teman Ah Jun langsung mundur dua langkah ketika mengetahui orang yang datang adalah Yu'er cucu dari tetua ketiga sekte kabut yang tingkat kultivasinya berada di spirit tahap dua. Sementara bos mereka baru mencapai spirit lapisan pertama beberapa bulan yang lalu, jadi meskipun mereka bertiga bergabung dipastikan akan kalah dalam keadaan terluka parah.
"Huh... Aku heran kenapa Nona Yu'er yang merupakan salah satu murid berbakat sekte begitu peduli pada sampah sepertinya-"
"Aku tidak terlalu peduli padanya, tapi jika dia terluka akibat ulah kalian dan tidak bisa bekerja. Apa kalian mau menggantikannya melakukan pekerjaan bersih-bersih bersama murid area pelayan lainnya?" sanggah Yu'er yang tampak tidak mau dianggap peduli pada remaja yang tampak lusuh tersebut.
"Ayo pergi.!" Seru Ah Jun mengajak kedua keroconya. Ia tidak mau berdebat dengan salah satu murid jenius cucu dari tetua sekte yang pangkatnya lebih tinggi dari kakeknya sendiri dan itu akan jadi masalah kedepannya.
Setelah kepergian ketiga murid pengganggu, Yu'er pergi tanpa berkata sepatah katapun dan hanya menatap sekilas seolah ia tidak peduli dengan Vincent yang masih tergeletak di tanah, bahkan ada rasa tidak suka yang tersirat dari tatapannya tersebut.
Vincent hanya menghela nafas berat sambil menyeka darah dari mulutnya, ia kembali berdiri dan mengambil sapu untuk melanjutkan membersihkan halaman yang sempat terganggu oleh Ah Jun serta kedua pengikutnya yang tiba-tiba mengganggu. Meski merasa sangat kesal ia hanya bisa pasrah dengan perlakuan para murid sekte Kabut yang selalu menganiaya dirinya.
Sambil memegang sapu dengan erat, Vincent menatap kosong ke arah gumpalan awan yang tengah bergerak dengan tenang. Pikirannya kembali teringat pada kejadian dua setengah tahun yang lalu, dimana saat itu seluruh murid baru melakukan uji kekuatan untuk melihat perkembangan ilmu beladiri dan kultivasi sekaligus melihat soul dalam diri mereka.
Vincent yang diprediksi akan masuk sepuluh besar murid terbaik, karena nilai akademiknya selama masa belajar pengetahuan tentang jalur kultivasi selalu yang paling menonjol diantara murid lain. Apalagi dirinya direkrut secara langsung oleh ketua sekte, namun pujian itu berbalik menjadi hinaan ketika bola kristal penguji menampilkan soulnya adalah sebatang ranting kecil berdaun tiga dan membuat semua mata menatap kecewa tidak terkecuali Ketua sekte Radit. Ia pun memutuskan menempatkan Vincent di area murid pelayan sebagai murid gagal.
"Ayah... Ibu... Apakah kalian akan kecewa seperti orang lain jika anakmu ternyata hanyalah pecundang tak berbakat?" gumam Vincent yang untuk kedua kalinya menatap langit sebelum meninggalkan tempat tersebut.
"Tuan Ah Jun. Lihat si pecundang itu!"
"Ikuti dia!" Ah Jun tampak masih kesal dan mengajak kedua bawahannya mengikuti Vincent yang secara diam-diam berjalan ke arah hutan belakang sekte.
"Mau kemana dia?"
"Sudah jelaskan dia hendak ke hutan-"
"Diam!" Ah Jun memotong kedua pengikutnya yang berdebat.
'Apa yang hendak ia lakukan di sana? Bukankah hutan kabut adalah area terlarang untuk semua murid karena sangat berbahaya?' pikir Ah Jun masih menerka apa yang hendak Vincent lakukan di tempat yang bahkan murid senior dan sebagian guru pun enggan datang ke sana.
"Huh kukira dia hendak masuk ke hutan kabut," gumam salah satu pengikut Ah Jun yang tampak kecewa melihat Vincent berbelok saat berada di depan pintu gerbang hutan kabut.
"Memangnya kau pikir dia bakal berani masuk ke sana?"
"Diam! Terus ikuti saja dia dan banyak berbicara," bentak Ah Jun menghentikan perdebatan tak berguna keduanya. Mereka berhenti ketika melihat Vincent memasuki sebuah perkebunan kecil dengan berbagai tanaman dan segala macam bahan herbal lainnya.