Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1 : Huru-Hara
Seorang wanita cantik berpakaian formal dengan tampilan elegan berjalan tergesa-gesa menghampiri sebuah meja bar. Ia menggebrak meja tersebut dengan kasar.
"Permisi, aku minta bantuan!"
Kedatangannya yang mengejutkan juga penampilannya yang tak seperti pengunjung lain membuat staff menoleh ke arahnya.
"Risa, tenang sedikit!" Seorang wanita lain yang berdiri di belakangnya memperingati.
"Aduh, gimana mau tenang sih? Ini situasi darurat! Paham 'kan?" Wanita yang disebut Risa itu menoleh ke arah temannya lalu mendengus kecil.
"Ada perlu apa, ya?" Tanya pria yang menjaga meja bar sambil tersenyum sesuai SOP.
"Kira-kira 1 bulan lalu aku mengunjungi bar ini, pada saat itu aku terlalu mabuk, tapi ada salah seorang pelayan yang mengantarku ke area parkir, apa kalian bisa membantuku mencari pelayan itu?" Jelas Risa panjang-lebar tanpa jeda.
"Maaf, sebelumnya, tapi untuk keperluan apa ya, sampai Nona mencarinya?"
"Dia mencuri salah-satu tas berhargaku! Nilai tas itu seharga puluhan juta dan aku beri mengingatnya sekarang!"
"Oh, kalau begitu masalahnya kami akan membantu! Silahkan tinggalkan nomor ponsel anda, kalau sudah ketemu akan kami hubungi secepatnya."
Lelaki itu menyodorkan secarik kertas juga pulpen kepada si wanita. Risa langsung menuliskan nomor ponselnya di atas kertas dan memberikannya kepada si penjaga meja bar.
"Terimakasih, tolong secepatnya ya, karena itu adalah tas hadiah dari pacarku!"
"Baik, kami akan segera mengusahakan yang terbaik!"
...****************...
Risa dan temannya keluar bar. Keduanya berjalan ke arah parkiran mobil dengan santai, tidak seperti barusan.
"Risa, kau sudah gila? Bukankah pengaduanmu tidak benar?" Temannya protes, karena dia tahu masalah Risa yang sebenarnya.
"Lalu apa? Kau mau aku harus bilang ke penjaga itu kalau aku hamil karena salah satu pelayan bar yang ada di sana?" Balas Risa agak kesal.
"Ya, tapi gak gitu juga, kamu bisa bikin pelayan itu dalam masalah tahu!" Sambar si teman tak habis pikir.
"Emangnya, gak bisa ya, dia cari alasan lain yang lebih masuk akal dan gak merugikan orang lain. Apa yang terjadi kalau cowok itu sampai kehilangan pekerjaan?" Ungkap temannya yang sudah menjadi sahabat Risa sejak mereka masih di sekolah menengah pertama hingga sekarang. Padahal kesalahan itu semua karena ulah temannya sendiri.
"Aduh, aku gak peduli, yang penting aku bisa menemukan dia secepat mungkin sebelum ibuku berubah pikiran!" Balas Risa cuek.
Wanita cantik berusia 26 tahun itu langsung membuka pintu mobil mewahnya yang berwarna putih dan masuk ke dalam, disusul oleh temannya yang hanya bisa menghela napas pasrah melihat kegaduhan yang dibuat oleh Risa.
"Habis ini kita ke coffe shop sebentar yuk, aku stress banget, lagi butuh penenang," ucap Risa saat di dalam mobil.
"Terserah deh, selama itu gak bikin kamu mabuk lagi," balas Via mengangguk setuju.
Mobil itu pun akhirnya melaju dari area parkiran, meninggalkan area bar yang cukup terkenal di kawasan kota tersebut.
...****************...
Di tempat lain, seorang pemuda tampak sedang duduk mengamati papan tulis dengan pandangan yang tidak fokus. Hari ini dia sangat lelah sekali karena baru saja pulang sekitar jam 4 pagi, dan dia harus langsung buru-buru untuk kembali ke sekolah. Dia bahkan gak sempat tidur. Untungnya dia masih sempat sarapan sedikit di rumah, karena sang adik ternyata sudah menyiapkan sarapan untuknya. Dia hanya makan sedikit dan sisa makanannya dia bawa ke sekolah untuk bekal.
"Rio, jangan tidur lagi, bangun." Teman sebangkunya menyikut lengan pemuda itu karena nyaris tertidur.
"Iya, iya, ini gak tidur kok!" Rio berusaha membulatkan kedua-matanya lebar-lebar.
"Capek banget ya kayaknya?" Dika teman sebangkunya tampak prihatin.
"Hmm, udah tau pake nanya." Rio hanya meliriknya, sedikit jengkel pake ditanya-tanya.
Rio sebenarnya sudah sangat mengantuk sekali, tapi harus ditahannya rasa kantuk itu. Dia sudah terlalu sering ketiduran di kelas, dan dia gak mau itu terulang lagi atau reputasinya akan menjadi buruk. Dia bakal dikenal sebagai murid yang hobi tidur! Dia harus jaga reputasi biar bisa dapat beasiswa nantinya.
"Lama banget sih ini guru, kapan keluarnya?" Hati Mario gak sabaran.
Namun apa daya, rasa kantuk yang menyerangnya terlalu dahsyat, sampai akhirnya Mario pun tertidur.
...****************...
Mario tidak tahu seberapa lama dia tertidur, tapi yang jelas dirinya terbangun saat mejanya digebrak oleh seseorang.
"Siapa yang menyuruhmu tidur di dalam kelas?!"
Suara seorang perempuan langsung masuk ke dalam telinganya.
Mario berusaha untuk melihat siapa yang berdiri di samping mejanya sambil mengerjap-ngerjapkan mata.
"Mimpimu indah?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah kepala sekolah mereka sendiri.
"Rapihkan bajumu dan berdiri di depan kelas sampai selesai!" Perintahnya dengan nada memerintah.
Mario hanya bisa pasrah. Ia berdiri dengan lemah, memasukkan pakaiannya yang berantakan dan berjalan lunglai menuju luar kelas. Sementara sang teman, Dika hanya bisa menatap dengan perasaan bersalah. Sebenarnya dia sudah berusaha membangunkan temannya itu, tapi Mario terlalu pulas dan susah untuk bangun.
"Sorry, bro...," gumamnya merasa tak enak hati.
...****************...
Mario berjongkok di depan kelas masih dengan wajah yang suntuk dan mengantuk. Tak berapa lama wanita itu keluar kelas. Ia menatap Mario dengan tatapan tak suka. Mungkin dalam kepalanya saat ini, Mario adalah anak nakal yang gak disiplin dan suka bikin onar di kelas.
"Bu, saya tadi gak sengaja tidur karena kecapean," ucap Mario berusaha menjelaskan agar namanya gak masuk daftar hitam.
"Saya dapat keluhan dari beberapa guru yang mengajar kalau kamu sering tidur di kelas," balas wanita itu dengan nada tegas.
"Iya Bu, tapi semua itu ada alasannya, tolong jangan ditulis didaftar hitam." Suara Mario seperti sedang memohon.
"Ikut saya ke kantor sekarang." Tanpa kata-kata lagi Mario malah disuruh ke kantor kepala sekolah.
"Gawat kalau begini!" Batin Mario menjadi cemas. Apa dia bakal masuk buku hitam atau lebih parah dia kena skors dari sekolah karena terlalu sering tidur di kelas?
Dalam hati dia berdoa semoga saja kepala sekolahnya itu bisa memahami situasinya atau paling tidak bisa luluh setelah mendengar penjelasan darinya dan dia gak jadi masuk ke dalam buku hitam catatan sekolah.
" Ya, Tuhan kalau saja aku bisa lolos dari masalah ini, aku janji deh gak bakalan pulang pagi lagi dan nolak shift malam! Tolong, ya Tuhan!"
Mario enggak sadar kalau sepanjang perjalanan dia jadi diperhatiin sama murid-murid lain yang berpapasan sama dia karena mulutnya komat-kamit sendiri dengan mimik muka serius.
Dia terus mengucapkan doa yang sama dalam hati sampai tiba di depan ruangan kepala sekolah.
"Masuk," ucap sang kepala sekolah muda setelah membuka pintu ruangan.
Mario menelan ludah saat melihat pintu yang terbuka seperti suatu hukuman yang sedang menanti dirinya. Tapi dia harus menghadapi semuanya dan melangkah memasuki ruangan tersebut dengan perasaan was-was.
Kira-kira, hal apa yang bakal terjadi di dalam ya?
.
.
.
TBC....