NovelToon NovelToon
Pernikahan 1001 Malam

Pernikahan 1001 Malam

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cerai / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Tiba-tiba pernikahan Raka dan Arumi berakhir setelah 1001 malam berlalu.


“Aku sudah menjalani tugas sebagai suamimu selama 1000 hari bahkan lebih dua hari. Sekarang waktunya mengakhiri pernikahan palsu ini.”


Arumi yang sedang merapikan selimut tertegun, berbalik badan lalu menatap lekat kepada Raka yang tengah berjalan ke arahnya.


“Tidak adakah sedikit pun percikan cinta selama kita bersama ?” tanya Arumi dengan wajah sendu.


Raka tidak menjawab hanya menyerahkan amplop cokelat kepada Arumi yang bergetar menerimanya.


“Jangan mempersulit !” tegas Raka dengan tatapan tajam yang menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Cerai

“Mari kita bercerai !”

Ucapan singkat Raka membuat selimut yang baru saja dilipat Arumi terlepas. Ia pun berbalik badan dan menatap Raka lekat-lekat.

Wajah Raka yang selalu dingin dan tanpa senyum itu tidak menunjukkan reaksi apa-apa saat melihat keterkejutan istrinya.

”Aku sudah menepati perjanjian kita untuk menjadi suami pura-puramu selama 1000 hari bahkan lebih jadi sekarang waktunya kita bercerai !” tegas Raka dengan tatapan yang menusuk dan menyakitkan hati Arumi.

Sebuah amplop cokelat berukuran A4 yang disodorkan Raka terpaksa diterima Arumi dengan tangan gemetar.

Kepala Arumi menunduk, menatap amplop di tangannya yang bersih, tanpa tulisan apapun.

”Segera urus dengan pengacaramu dan jangan coba-coba menundanya. Aku tidak akan menuntut harta apapun, cukup tabungan dari gajiku selama ini.”

Arumi mendongak, menatap Raka dengan perasaan sesak karena sekuat tenaga ia harus menahan supaya tidak ada air mata yang keluar.

”Bukan seperti itu perjanjiannya,” ucap Arumi dengan nada pelan.

”Persetan dengan perjanjian, aku tidak butuh hartamu sepeser pun !”

Mata Arumi membola,’mendengar suara Raka bukan hanya naik satu oktaf tapi nadanya sedikit membentak.

“Segera selesaikan perceraian kita, jangan coba-coba mengulur waktu apalagi mempersulitnya ! Tidak usah takut digunjingkan orang karena perceraian ini.”

”Aku tidak takut dan tidak peduli,” sahut Arumi dengan nada pelan dan tenang sambll menatap mata Raka yang dipenuhi emosi membara.

Entah kekuatan darimana Arumi akhirnya berhasil menguasai diri dan mengatur emosi meski degup jantungnya masih tidak normal, detaknya lebih cepat seperti orang habis lari marathon.

Raka melengos sambil membuang muka, tangannya masih bertolak di pinggang.

”Aku akan mencari cara untuk membuat orang-orang berpikir kalau aku ini suami yang jahat dan pantas diceraikan olehmu,” ucap Raka dengan tegas namun intonasinya sudah tidak setinggi tadi.

Raka tidak bisa menahan rasa kagetnya saat melihat Arumi malah tersenyum tipis sambil menggeleng pelan. Raka tidak bisa melihat perasaan kecewa atau marah atau sedih di mata Arumi.

”Tidak perlu,” Arumi menggeleng,

“Jaman sudah berubah, perceraian bukan lagi aib apalagi kita tidak memiliki keturunan meski sudah hampir 3 tahun menikah. Gunjingan mereka tidak akan lama karena menganggap semuanya wajar.”

Raka sempat mengernyit, menatap Arumi dengan wajah bingung. Sebetulnya bukan pertama kali Arumi bersikap setenang ini bahkan masih bisa tersenyum.

Selama menjalani pernikahan meski selama di rumah Raka tidak pernah sekalipun menjalani jewajibannya sebagai suami sungguhan , Arumi tidak pernah protes apalagi sampai marah-marah malah Arumi selalu melayani Raka sebagai suaminya.

“Aku berharap surat keputusannya sudah keluar sebelum minggu depan !”

Tidak sanggup berhadapan dengan Arumi yang sangat tenang, Raka pun memilih pergi ke kantor tanpa menunggu istrinya seperti biasa.

“Raka !”

Panggilan Arumi menghentikan langkah Raka yang sudah memegang gagang pintu namun ia tidak berbalik badan sama sekali.

“Kita tinggal di bawah satu atap bahkan berbagi satu tempat tidur meski tidak pernah melakukan hubungan suami istri selama 1002 hari, 1001 malam. Apa tidak pernah ada sedikit pun percikan cinta selama kita berdekatan ?”

Beberapa detik Raka terdiam bahkan ia sempat menghela nafas sebelum kepalanya menggeleng.

“TIDAK !” tegasnya tetap dalam posisi memunggungi Arumi.

“Terima kasih atas kejujuranmu. Semoga Thalia bisa membahagiakanmu.”

Mata Raka membola, sedikit terkejut saat Arumi menyebut nama itu. Raka pun bergegas membuka pintu dan menutupnya dengan sedikit kasar.

Begitu Raka keluar, Arumi berjalan ke arah nakas, mengambil handphonenya dan langsung menekan tombol panggilan cepat di layar.

“Tolong jalani sekarang, Om. Raka tidak mau memperpanjang perjanjian.”

*****

“Semoga Thalia bisa membahagiakanmu.”

Ucapan Arumi masih terngiang-ngiang di telinga Raka yang berusaha tetap fokus mengemudikan mobil ke kantor.

Dari kalimat itu, Raka berani menyimpulkan kalau Arumi sudah lama tahu mengenai kehadiran Thalia yang muncul kembali setelah 4 tahun lalu meninggalkan Raka untuk mengejar mimpinya di negeri orang.

Sebetulnya belum ada yang istimewa antara Raka dan Thalia sekalipun sudah berkali-kali perempuan itu menemuinya untuk minta maaf sambil memohon dan menangis.

Luka yang ditinggalkan Thalia tidak bisa sembuh begitu saja apalagi hinaan keluarganya 4 tahun lalu tidak hanya ditujukan pada Raka tapi juga keluarganya.

Meskipun begitu, Raka tidak bisa berdusta kalau di antara benci itu masih ada sisa cinta yang tertinggal untuk Thalia.

Indahnya jalinan kisah kasih mereka yang berjalan selama 3 tahun tidak bisa dihapus begitu saja dalam ingatan Raka.

Kehadiran Thalia ibarat oase di tengah rasa lelah yang mendera Raka karena harus menjalankan peran sebagai suami pura-pura Arumi selama 1000 hari sesuai kesepakatan bersama.

Raka kembali menghela nafas panjang sambil menyugar rambutnya.

Beberapa hari yang lalu, Raka kembali bertemu dengan Thalia atas permintaan perempuan itu.

Sungguh di luar dugaan, Thalia tidak sekedar minta maaf seperti biasanya. Sambil menangis sesunggukkan Thalia bersimpuh bahkan memeluk kaki Raka.

“Maafkan aku Raka dan menikahlah denganku. Aku tidak peduli sekalipun harus menjadi istri kedua. Aku ingin menghabiskan sisa waktuku yang tidak lama lagi hanya bersamamu.”

“Apa maksudmu ?” tanya Raka dengan dahi berkerut.

“Aku akan menceritakan semuanya setelah kamu menyatakan bersedia untuk menikahiku.”

Lamunan Raka buyar karena dering handphone. Ia pun meraih benda pipih itu supaya lebih jelas melihat layar handphonenya.

Jantungnya berdegup begitu melihat tulisan “My Love” di layarnya. Meskipun bukan Raka yang menulisnya, ia langsung tahu siapa yang sedang menghubunginya.

“Halo.”

“Mas Raka ya ?”

Raka mengernyit karena bukan suara Thalia yang menjawab.

“Saya Dita, temannya Thalia. Maaf saya menghubungi Mas Raka pakai handphone Thalia. Bisa tolong datang ke rumah sakit xxxx sekarang ?”

“Thalia sakit apa ?”

“Thalia mendadak pingsan waktu lagi ngopi sama saya dan dari hidungnya keluar darah.”

Raka mulai panik apalagi teringat dengan ucapan Thalia soal hidupnya yang tidak akan lama lagi.

“Sebetulnya Thalia sakit apa ?”

Dita tidak langsung menjawab hanya terdengar helaan nafas membuat Raka mulai tidak sabaran karena ingin tahu yang diderita Thalia saat ini.

“Tolong beritahu saya ! Tidak usah khawatir soal Thalia, saya pastikan dia tidak akan marah padamu !”

“Lebih baik Mas Raka tanyakan langsung begitu ketemu Thalia. Saya tunggu di rumah sakit.”

Dita langsung menutup panggilannya sebelum Raka bertanya lagi membuat pria itu menggeram kesal sampai memukul setir.

Dengan sebelah tangan, Raka mencoba membuka peta menuju rumah sakit yang disebut Dita. Konsentrasi yang terpecah membuat Raka tidak sadar kalau kakinya malah menekan pedal gas untuk menambah kecepatan namun tidak fokus dengan lajur yang dilewatinya.

Begitu kepalanya mendongak, matanya langsung membelalak, kecepatan mobilnya tidak mungkin menghindari truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Semuanya langsung gelap dan Raka tidak tahu lagi apa yang terjadi pada dirinya.

1
bunda DF 💞
masih penasaran kenapa raka dulu ngotot cerai dr arumi
Baretta: Apa kabar bunda DF 😊 Terima kasih sdh mampir. Jangan lupa ikuti novel terbaru saya Cinta untuk Andara
total 1 replies
Ir
nin punya calon suami kaya ngapain sih mau nyari kerja segala, nanti kalo kamu dekat sama laki² dan serius belum tentu ketemu kaya Roni, kalo ketemu nya kaya Airlangga amsyong lohh
Noey Aprilia
Laahhh....
ni crtanya end kk???
Baretta
Belum tahu kak 😊
Noey Aprilia
Ya udh lh kl emng knytaan'nya ky gt...
yg nmanya prsaan,emng ga ga bs d pksakan....mga roni cpt dpt jdoh trbaik,...
Fera Susanti
apakah nanti ada novel khusus Nindya n Roni??
Noey Aprilia
Emng srba slah sih kl jd mreka...
yg cwok mau srius krna ngejar umur,yg cwek msih labil krna ngejar karir....
mngkn pisah lbh baik,drpd d pksakan....akhrnya mlah ribut trs ttp psah jg....
Noey Aprilia
Ga ush bhas yg ga pnting kaleee....
bkin slera mkan hlang plus akhrnya jd debat...biarn aja yg onoh mh,ga ush d pkirin.....
Noey Aprilia
Ga ush mkirin orng ga wras,tar ikutan stres....abaikn aja dia mau ngoceh atw apapun....ga ada gunanya jg kl d tnggapi....
Noey Aprilia
Pas d gombalin,misuh2....pdhl d hti bhgia smp pgn joget2....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ayo dong mama sofia crta...ada apa sbnrnya d antara mreka?????🤔🤔🤔
Dwi Agustina
Nah gt, pinteran dikit Raka👍
Noey Aprilia
Diiihhh....
Trnyta eva ky gt,mngkn hkum krma jg...bpknya bjingn,clon mnntu sm clon besan jg bjingn....wooowww.....😫😫😫
Noey Aprilia
Tuuhhh....
udh dpt kode biar cpt nkah....ksian ronikl msti nunggu lma,tar kbru tua....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Brsa bgt jd phlwan,smp nuntut bls budi sgla....pdhl mh udh sykur eva d rwat dgn ksih syang,ga kya kluarganya sndri....mnusia emng ska aneh.....
Ir
kalo yang di maksud saras balas budi nya adalah karna Sofia merawat Eva jadi bisa punya anak perempuan ya kebalik dong, seharusnya saras yg berterima kasih anak nya udah di urusin tanpa di gaji, terus masalah anak nya Eva bener juga nih, kalo Sofia yang rawat ntar Eva makin ngelunjak lama² anak nya suruh manggil Raka papa juga dengan alasan anak nya punya papa, aaiiisss udah bisa di baca akal bulus nya
Ir
kalo orang nya ga bisa balas budi yaudah sihh, biar Tuhan yang balas, lagian yakin anak itu bakal selamat, kalo ga di gugurin yongki ya keguguran karna kelakuan Eva sendiri lah paling
Noey Aprilia
Laahhh....
mkin rumit aja mslh mreka....
jd ga sbr pgn tau fkta sbnrnya...htang budi apa y???uang atw nyawa????🤔🤔🤔
Fera Susanti
makasih makasih..pret lah😬😁
Noey Aprilia
Pntsn anknya songong,trnyta trunan dr emaknya....udh tau suami orng,tp ttp aja mksa....bkin sbel...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!