Bayang-Bayang di balik Langkah
Bab 1. Bisikan di tengah Rintikan Hujan Suara rintik hujan yang membasahi sekelilingnya selalu membawa pikiran Nisa kembali ke masa itu. — Sepuluh tahun yang lalu. Kala itu, nisa kecil tidur di sudu
1
1
RUMAH BIRU
*RAMBUT DI ATAS GENTENG* Kejadian tahun 2014 lalu. Rumah biru, sebutan rumah yang kami tinggali berdua. Rumah orang tua istriku. Terasnya tinggi sepinggang, sekeliling depan rumah. Di depan persis
1
0
Tenda Nomor 7
(Diangkat dari kisah nyata - HUT Pramuka ke-65, Tenda Nomor 7) --- Malam itu, langit dipenuhi bintang. Udara terasa dingin, tetapi suara tawa anak-anak membuat suasana tetap hangat. Di antara tenda
0
0
Membangun Habit Menulis
[ Cerpen ini merupakan hasil sharing session "Membangun Habit Menulis" bersama HK — iya betul, itu saya sendiri — di Ruang Author. Siapapun yang membaca cerpen ini, semoga bermanfaat, yaaa ] Dalam b
17
121
Tips Jitu Mendongkrak Retensi
Hai, Authorians! Cerpen ini merupakan rekapan dari hasil sharing session di Ruang Author dengan topik "Tips Jitu Mendongkrak Retensi" bersama Author Syahz pada Sabtu 13 Januari 2024, 19.00. Selamat M
16
108
Kiat-kiat Mengikuti Event Menulis
// Cerpen ini adalah hasil sharing session di Ruang Author Sabtu 02-12-2023 pukul 19.30 bersama Author Syahz // Teman-teman tahu, ya, di sini setiap rentang waktu tertentu pasti ada event menulis, en
4
114
Aku bahagia ?
Di sebuah ruangan 02 yang begitu luas dan penuh jeruji besi. Di sana ada seorang gadis duduk di pojok dengan mata yang tertutup kain. lalu mulai lah ada sesosok yang menghampirinya *Hei ngapain kau d
0
1
Kerinduan Dengan Banyak Hal
Kurindu kebersamaan itu, kurindu mereka. Kurindu kebersamaan baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Kuharap bahagia selalu kalian, keadaan akhir-akhir ini, Indonesia Raya sedang kacau. Banyak h
1
3
kumpulan Sinopsis Cerpen Bagian 1-10
Senja di Lantai 27 Cerpen 1: Senja di Lantai 27 Bagian Satu: Hari Terakhir Pagi itu Jakarta terbangun dengan langit kelabu yang menggantung rendah, seperti enggan berpisah dari malam. Hujan baru sa
1
4
Lentera kerajaan batu
Angin malam berembus dingin menembus celah-celah celah Lembah Kelabu, membawa aroma belerang dan daun pinus yang terbakar. Di kaki Pegunungan Oark, sebuah desa bernama Oskaria berdiri dengan rumah-ru
0
1
Rumah yang menyimpan hujan
Ada rumah di ujung Desa Wonosari, lereng Dieng, yang tidak pernah kering. Bahkan di musim kemarau paling panjang sekalipun, atapnya menetes. Orang desa menyebutnya Rumah Hujan. Rumah itu milik Mba
0
1
Lanjut ya " takdirku bersama suami mafiaku"
Dari tempatku berbaring, aku bisa melihat jelas betapa tegap dan kokohnya tubuhnya — siluet yang seharusnya melindungi, namun kini justru menjadi bayang-bayang yang menakutkan. Pemandangan itu justru
2
21
JALAN TAPAKAN HIDUP ( p i l i h a n )
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Mereka diberi akal untuk berpikir, emosi, nafsu, bahkan pilihan untuk memilih jalan yang ingin mereka lalui. Dalam kehidupan, manusia itu berbeda
3
21
ENAM TAHUN YANG TAK PERNAH BENAR-BENAR USAI
Kali ini, Alesha tidak menoleh kembali. Ia berjalan menyusul suaminya, menggenggam tangan Dimas, dan melangkah menuju pintu keberangkatan. Di belakangnya, masa lalu berdiri sebagai kenangan. Di hadapa
0
0
Absen ke-37
“Tidak semua yang hadir ingin dianggap ada. Sebagian hanya menunggu seseorang menyadari bahwa mereka belum pernah pergi.” Jam menunjukkan pukul 17.46 ketika Naya menyadari sesuatu yang aneh. Ada tiga
0
0
Sebelum Bel Pulang, Kita Pernah Jadi Segalanya (pt 2)
Surat demi surat dibacakan. Ada yang meminta maaf karena pernah menyebarkan gosip. Ada yang berterima kasih kepada teman sebangkunya. Ada pula yang mengaku sengaja meminjam penghapus selama enam bula
0
0
Sebelum Bel Pulang, Kita Pernah Jadi Segalanya (pt 1)
“Katanya, masa SMA adalah masa paling indah. Tapi nggak ada yang bilang kalau di dalamnya, kita juga belajar kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat kita miliki.” Kalau ada penghargaan untuk kela
0
0
THE LAST SPELL
Penyihir Terburuk yang Menantang Sang Jenius Di dunia tempat kekuatan sihir menentukan harga diri seseorang, seorang murid tanpa bakat berani menantang jenius terhebat di akademi. Bukan untuk membuk
0
0
Sunyi Di Ujung Pengabdian
Bagian 1: Kamar Beraroma Minyak Kayu Putih Lampu kamar ibu tak pernah benar-benar padam sejak tiga tahun lalu. Cahayanya selalu temaram, membiaskan bayangan botol-botol obat, selang oksigen portabel,
0
1
Tebing Jurang
Sore di penghujung bulan Oktober menua dengan cepat. Debu-debu tipis menari di udara saat Arga menggeser lemari kayu tua di sudut loteng. Cahaya matahari barat yang berwarna jingga pekat menembus cela
0
1