Kita Yang Tak Sama (Part 2)
Kini di lain tempat, seorang cowok berparas tampan baru saja memasuki sebuah rumah yang bisa dikatakan sebagai basecamp. Dilihatnya begitu banyak teman temannya yang sedang bercanda dan juga mengobrol
0
1
Kita Yang Tak Sama
Namaku Aleazha Grazella, saat ini aku berusia 17 tahun. Aku adalah siswa SMA di salah satu sekolah swasta yang berada di daerah khusus ibukota Jakarta. Mereka mengenalku dengan sebutan Azel. Hari ini,
0
0
Pengarang dengan Kekasihnya yang Tukang Protes
Membayangkan Moni, mantan kekasihku, membuatku tidak bisa tidur. Dulu kami hampir selalu bertengkar karena masalah sepele. Biasanya karena aku yang tak berhenti merokok, sedang ia benci rokok. Atau ka
0
1
Suki
Dia adalah Raziel Raddian. Dia tidak memiliki kepercayaan diri terhadap pandangan orang lain kepadanya. Pria yang suka sendirian dan kesepian. Tapi sebaliknya, dia adalah tipe pria yang bersikap keren
0
0
Kenyataan Pahit
Aku terus berlari menjauhi tempat menyedihkan itu. Tempat dimana aku mengetahui fakta miris. Aku benar-benar sangat kecewa. Air mataku tak berhenti mengalir. Hujan semakin deras dan menghatam tubuhku.
0
0
Hadiah Indah Untuk Rere
Malam ini, angin berhembus cukup kencang membuat pohon pohon bergoyang, menerbangkan jauh dedaunan yang jatuh menerpa tanah, membuat siapapun takkan mau keluar di malam yang begitu dingin ini. Dinginn
0
0
Pengorbanan Cinta
Secarik kertas putih di hadapanku, kugerakan tanganku, mulai menggoreskan tintaku dan merangkai kata. Seulas senyum dan semburat merah jambu menghiasi wajahku. Saat ini, aku tengah menulis surat cinta
0
0
Friend and Boyfriend (Part 3)
Kevin akhirnya mengantar Hani pulang sampai di depan rumahnya. “Maafkan aku, lingkungan di sini memang padat dan jalannya agak sempit. Tapi di sini lumayan bersih kok. Makasi kak sudah mau mengantarku
0
0
Friend and Boyfriend (Part 1)
Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di SMA Darmawangsa. Di sinilah ia, dengan dandanan super norak, yaa seperti MOS biasanya. Rambut dikepang empat, memakai pita berwarna kuning, menggendong tas
0
0
Friend and Boyfriend (Part 2)
Di kelas Hani masih memikirkan kata-kata Levin tadi. Memang benar Hani sangat membenci ibunya karena ibunya setahun yang lalu telah memarahi kakaknya yang gagal diujiannya dan membuat kakaknya bunuh d
0
0
Friend and Boyfriend (Part 5)
Kriinggg.. Hani menerima pesan dari Levin. “Siapa yang akan kau pilih? Seseorang yang membuat hatimu berdebar atau seseorang yang membuatmu nyaman?” “Apa maksudnya?” tanya Hani bingung. “Apanya? Siapa
0
0
Kini Kutahu Siapa Dirimu
Tak terasa kini hubunganku dengan dia memasuki usia 15 bulan. Ya, namanya Iyan. Tepat pada 23 november nanti kami anniv. Tapi, belakangan ini aku merasakan ada yang berbeda dengan dia. Makin hari maki
0
0
6 Tahun Yang Lalu
Pandangan cinta tertuju kepada seorang laki-laki yang sedang melukis di halaman sekolah. Dia adalah raka. Seorang laki-laki yang sangat tampan dan juga menawan, banyak orang yang bilang kalau dia sang
0
0
Friend and Boyfriend (Part 4)
Teett…. teeet… Bel istirahat pun berbunyi. Pagi ini Hani tidak pergi ke apartemen Levin. Ia merasa canggung dengan sikap Levin kemarin. Hani melihat ke arah jam. Sudah jam sembilan. Ia mengingat lagi
0
0
Eccedentesiast
Eccedentesiast. Itulah reina. Gadis yang selalu menyembunyikan semua masalahnya dibalik senyumannya. Banyak hal yang terjadi di hidupnya namun kini masalahnya tak dapat lagi ditutupi oleh sebuah senyu
0
0
Istri Yang Tak Diinginkan
Aku sangat mencintaimu, dulu sampai sekarang dan mungkin selamanya. Perasaan itu masih sama meskipun berulang kali kau menghancurkannya. Tidak, bukan kau. Tapi aku sendirilah yang menghancurkannya. Ke
0
0
Rahasia di Pantai Pandawa
Terik matahari memudar bersamaan dengan jarum jam ini terus berputar. Matahari semakin condong ke barat diikuti tiupan angin yang semakin kencang. Rambutku yang terurai terbang mengikuti arah angin. M
0
0
Demi Sahabat
“Din tau gak kamu?” “Gak!!” “Ihhh kamu nih, ada anak baru lo, dia di kelas 2 IPA 3” “Emang knapa?” “Ihh kamu ini, dia ganteng banget” Namaku Dina, aku sekarang kelas 2 SMA bersama sahabatku Geti. Aku
0
0
Karena Kebersamaan
Hari-hariku berlalu lebih cerah. Sebuah cahaya menerangi sebuah ruang kosong yang tadinya gelap. Tak hanya menerangi, tapi juga mengisinya. Dia bukanlah pengunjung pertama yang singgah, namun hadirnya
0
0
I like You, She like You, You like…
“Nay, cepet dong!” keluh Shina, sahabatku. “Iya Shina cerewet!!” ucapku sambil menekankan nada bicaraku. “Yuk Shin!” ajakku. Kami segera naik Taksi yang sudah di pesan Shina. Rencananya, hari ini kami
0
0