Lana
Puntung rok*k yang berserakan, mangkuk-mangkuk kotor bekas makanan sisa kemarin, dan botol air mineral bermerek mahal melebur menjadi satu dalam sebuah rumah mewah di kawasan komplek pinggir kota. Tid
0
0
Seseorang di Sisiku
“Tadi gimana sekolahnya?” ujar nyaring seorang laki-laki setelah aku pulang sekolah. “..” “Terus, gimana ujiannya? Lancar enggak?” tanyanya lagi. “Biasa-biasa aja,” ucapku malas. “Nanti jangan lupa cu
0
0
Imaji Semu (Part 1)
Darah mengalir susah tuk Aura hentikan, air mata menjadi sebuah tambahan yang memperdalam luka di hatinya. Dia berdiri dengan tangan terluka tapi serasa pilu, sendiri dengan luka hati yang diobati wak
0
0
Dandelion Lain
Di tepi bukit sana, di antara jalan setapak yang berhiaskan bebatuan kecil berwarna pekat, terhampar padang ilalang. Di sanalah aku sering menghabiskan waktu. Sejenak, membiarkan ambu sendiri di gubuk
0
0
Hanya Sebuah Puisi Sederhana Untuk Ibu
Hai namaku lisa aisyah zahra. Kalian bisa memanggilku lisa. Oke lanjut saja ke cerita. “Lisa sini bentar dong” kata temanku vivi. “Iya kenapa vi?” Jawabku, “ini katanya ada lomba yang akan diadakan sa
0
0
Kupu Kupu
Aku punya satu kupu-kupu, Parasnya sangat indah. Karena aku hanya memiliki satu kupu-kupu, maka kupu-kupu itu sangat berharga bagiku. Parasnya memang sangat cantik, tetapi dia lemah, dia selalu ingin
0
0
Diary Of My Life
Namaku… ah! itu tidak penting. Bagi seorang pembuat masalah sepertiku, nama tidaklah penting. Aku hanya seorang tidak berguna, banyak orang yang kesal dan marah akibat perbuatanku. Contohnya, apa yang
0
0
Ibu Kembalilah ke Rumah
Perkenalkan namaku Ayunda Dias. Aku terlahir dari keluarga yang kurang beruntung. Aku memiliki seorang adik laki-laki Niko namanya, ia masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas 3 sd. Sedangka
0
0
Papa, Peluk Aku Sekali Saja
Namaku Annisa Ekayanti Putri Utami. Umurku tahun ini menginjak angka 16. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Adikku bernama Anindita Dwi Putri. Usiaku dan usia Dita hanya selisih dua angka. Dita mem
0
0
Ayah
Tahun baru tinggal 2 hari lagi, tapi aku masih sibuk di tempat kerja, aku kerja part time jadi pelayan di salah satu kafe di dekat balaikota, dekat dengan area perkantoran dan kampus membuat kafe ini
0
0
Mamak
“Allhamdulillah…” Demikian kalimat yang terus terucap saat kabar mengenai proses persalinan Mamak, sampai kepada sanak keluarga yang juga menanti dengan penuh harap. Sang pembawa pesan dari ruang bers
0
0
Aku dan Waktu
Seiring waktu yang terus berputar. Kini, sedih dan derita yang pernah aku alami telah jauh pergi dari kehidupanku. Meski terkadang aku masih teringat jelas tentang bagaimana kehidupanku di masa lalu.
0
0
Tersenyumlah Baskara
Ufuk timur kulihat baskara telah memunculkan semburat cahaya. Detik, menit, jam, hari, bulan, kutau terus berlalu. Sadar tidaknya lihat saja sang baskara telah tersenyum kepadaku. Indah, hanya itu yan
0
0
Duc In Altum
Hidup terlalu singkat untuk dijalani Terlalu luas untuk dipahami tetapi hidup menjadi berarti ketika lepas dari segala sesuatu Keluar dari diri sendiri Memecah dinding keegoisan yang memenjarakan diri
0
0
My Praise For You … Oppa
Pagi yang cerah, matahari telah menampakkan wujudnya dan telah menerangi bumi. Burung-burung berterbangan dengan asik dan mengeluarkan suara emasnya. Bunga-bunga bermekaran dengan indah. Seorang gadis
0
0
Pengusaha Muda
Mentari pagi tengah menampakkan diri. Cahayanya masuk ke dalam ruangan bernuansa biru pastel melalui sela-sela tirai dibalik jendela. Cahayanya menusuk mata indah itu. Membuatnya terpaksa membuka mata
0
0
Bulan Berbicara Kepadaku
“Hai bulan, aku ingin curhat! Aku kangen banget sama Bunda, aku selalu berdo’a untuk bunda selesai sholat. Aku ingin melihat bunda lagi… Aku masih ingin dipangkuan bunda…” Ujarku yang langsung duduk d
0
0
Seharusnya Aku Tidak Mendengarkan Apa Yang Ibu Katakan
Mungkin jika aku tidak mendengarkan kata ibu maka semua ini tidak akan terjadi padamu Bu. Bukankah ibu sesaat sebelumnya sangat energik menyanyikan banyak lagu dengan suara yang indah dan lantang di a
0
0
Maafkan Aku Ibu
Derapan langkah kakiku menggendang di telingaku. Guratan kekecewaan tergambar di wajahku. Aku merasa gagal menjadi anak yang baik pada orangtua. Hembusan angin menggerakkan rambutku, aku tengah duduk
0
0
Mama
“Teng-teng-teng!” Demikian bunyi lonceng tersebut mengakhiri pelajaran di sekolah itu. “Kakak bagaimana jika kita membeli es krim?, cuaca hari ini sangat panas, boleh ya?” ucapnya memohon. Kakak laki-
0
0