Kenangan
Orang-orang menyoraki nama seseorang yang sedang menyanyi di atas panggung yang sangat besar. Laki-laki yang memiliki rambut berwarna hitam itu melihat ke arah ratusan ribu penonton yang melihatnya, d
0
3
Aroma Hujan dan Kedai Buku Tua
Bagi Senja, cinta tidak pernah datang seperti ledakan kembang api. Baginya, cinta lebih mirip aroma tanah kering yang tersiram hujan—tenang, meresap, dan menenangkan. Itulah mengapa ia selalu menyu
0
2
Elegi di Ujung Cakrawala Peristiwa
Bagian 1: Sang penjelajah yang kehilangan jangkar Alam semesta tidak mengenal kata kasihan, dan waktu adalah penguasa yang paling tiran. Bagi Elias, waktu bukan lagi garis lurus yang membosankan, mel
0
1
Di Balik Kacamata Hitam
Di pagi hari yang cerah, aku bermain dengan teman-temanku di halaman sekolah sambil menunggu bel untuk upacara. Berlari ke sana sini, kejar kejaran. Sekelompok polisi dan sekelompok perampok. Aku berp
0
1
Menikah dengan Sahabat
Adakah yang percaya jika persahabatan antara wanita dan lelaki itu ada? Iya, kalimat itu aku pikirkan sejak dulu saat aku bertemu dengan sosok gadis yang mempunyai wajah semanis gulali, Salsabila. Gad
1
15
Lalisa Story [ Horor ]
Gadis itu begitu bingung apa dia harus bersyukur atau menyesali dengan kelebihan yang ia miliki, namun kelebihan yang dimiliki nya membuat semua orang tidak ingin berteman dengan nya, kelebihan yang t
2
9
Keluar dari Sarang
Namaku Adiba Syakila, orang biasa memanggilku Kila. Tapi sejujurnya, aku hampir lupa kapan terakhir kali seseorang memanggil namaku dengan hangat. Kamarku sudah lama menjadi segalanya bagiku. Dinding
0
2
Di Antara Dua Suara
Di Antara Dua Suara Rina menikah dengan Arga karena ia percaya Arga adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Namun setelah menikah, Rina mulai menyadari satu hal yang tak pernah benar-bena
0
1
Anak Tunggal Yang Merasa Kesepian
Pada hari Minggu yang sedang hujan ini, terlihat seorang anak perempuan sedang membaca novel berjudul “Keluarga Bahagia”. Anak itu bernama Yaya, siswi kelas 9 SMP. Ia tidak memiliki kakak maupun adik
0
4
Membuka Perbatasan Dunia Iblis Dan Manusia?
Aku tiur satu kamar dengan orang tuaku. Tidak mau dianggap anak papi mami atau semacamnya, aku bertekad untuk tidur sendiri sejak usia 7. Usiaku sekarang 14 tahun, disini, dikamar yang sejak kecil ak
1
4
Apa Itu Dia?
Cerita ini dimulai saat.. Disebuah rumah terpencil, hiduplah seorang kakak-adik yang telah ditinggal oleh orangtuanya saat usia sang kakak menginjak 14 tahun dan sang adik usia 9 tahun. Mereka selal
0
1
OH MY BOSS
"Ahhh Shiiitttttt" Umpat Aira dalam hati saat pekerjaannya ditambah oleh kepala divisinya. "Kenapa wajahmu seperti itu? kamu tidak suka?" Tanya Tomo sang kepala divisi. Aira hanya diam dan tidak men
9
117
kalo menurut aku di dunia nyata ada wanita hebat seperti silvya pasti benar² daebakk,😊
Ratu Dominan
0
10
Buat klaim emot aja
buat klaim emot aja
0
3
Patung Bernyawa
Hujan deras mengguyur kota, aroma khas dari tanah yang basah dan bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Yara bingung apakah ia harus menerobos atau menunggu, setelah beberapa saat Yara memilih untuk l
0
1
Anna
Perkenalan nama ku ana, aku adalah seorang gadis desa yang terlahir kembali setelah kematian. Karena telah mengalami kematian aku menjadi lebih menghargai hidup ini dan lebih menjaga keluarga yang tel
2
28
Tembok yg terlalu tinggi
Cerita inih mengkisahkan tentang sebuah cinta yg beda agama Suatu hari di sekolah sma 3 di kelas ipa 1 Ada seorang laki-laki yg bernaman Rendra Kebetulan pada hari ituh di kelas Rendra Ada kedata
1
1
Pohon Mangga Yang Angker
Pada suatu hari aku menanam buah mangga di depan rumah. Pohon mangganya sudah berusia 7 tahun, buahnya lebat dan manis. Setiap musim mangga, Pohon Mangga itu berbuah sangat lebat. Keesokannya Pak Supr
0
0
Cinta yang menunggu
Hai kenalkan. .aku stefani Aurielia Panggil saja fani.. Aku tinggal dikota pemalang bersama kedua orang tuaku, bapak ku seseorang kepala desa,dan ibu ku sebagai guru ngaji.aku anak tunggal an
0
3
TAWURAN
Langit Kelabu di Bawah Flyover Langit sore itu tidak menjanjikan senja yang indah. Awan mendung menggantung berat di atas Jakarta, seolah menahan napas menunggu sesuatu meledak. Di bawah pilar-pilar
0
1