Gadis itu begitu bingung apa dia harus bersyukur atau menyesali dengan kelebihan yang ia miliki, namun kelebihan yang dimiliki nya membuat semua orang tidak ingin berteman dengan nya, kelebihan yang tak banyak dimiliki oleh orang lain.
Gadis tersebut memiliki kemampuan melihat sosok tak kasat mata, seperti makhluk halus, berbicara dengan mereka.
Awalnya ia tak menerima keadaan ini namun dengan seiringnya waktu berjalan ia bisa menerima keadaan nya sebagai orang terpilih dari tuhan.
Lalisa Queena Arsetta, ya itulah namanya anak spesial yang memiliki sebuah kelebihan yang tak mungkin orang lain miliki.
"Papa, mama Lisa udah nerima hidup Lisa yang sekarang, lalu sekarang Lisa harus apa?" ucap Lisa sembari menatap kedua orang tuanya yang kini mereka pun tengah menatap sendu putri semata wayangnya.
"Kesayangan papa itu gadis kuat Lisa enggak lemah, papa yakin Lisa bisa menghadapi semua ini, jangan khawatir sayang kami akan selalu ada di samping Lisa" Ucap Arseno papa Lisa.
"Mama akan selalu ada di samping Lisa apapun keadaan nya" imbuh Melyan mama Lisa.
Arseno dan Melyan memeluk erat putrinya, mereka memberikan sebuah kehangatan bagi Lisa putri kecilnya.
___________
Di sebuah kamar yang bernuansa white gold terdapat seorang gadis cantik, dengan rambut yang di biarkan terurai terkena hembusan angin malam, ia tengah menatap ke arah langit dan mata indahnya melihat beribu² bintang yang sedang terbentang di atas langit..
Siapa lagi jika bukan Lisa..
"Papa sama mama dulu bilang sama Lisa kalian akan selalu ada untuk Lisa, tapi mana? mana janji kalian yang akan menemani Lisa? kalian kenapa pergi meninggalkan Lisa disini?" ucapnya dengan mata masih menatap ke arah bintang-bintang.
DORR....
"KYAKKK!!!" -teriak Lisa..
"Huhh Seaaannn!! dasar hantuuu sedeng kamu!!" -Kesal Lisa
Sean adalah hantu tampan yang Lisa temui sejak mereka kecil, Sean yang selama ini selalu menemani Lisa kemanapun Lisa pergi, Sean yang selalu menjadi teman bagi Lisa, hanya ada beberapa orang manusia yang ingin berteman dengan Lisa.
"Hahaha lagian kamu aku panggil-panggil gak nyaut-nyaut jadi yaudah aku kagetin kamu" -ucap Sean yang langsung ikut duduk di samping Lisa.
"Kamu ngapain si malem-malem disini? gak dingin apa?" tanya Sean.
"Enggak malah disini nyaman"
"Eh iya Sean jadi hantu enak gak si?" tanya Lisa yang sembari menatap wajah Sean yang terlihat pucat namun dia tetap tampan seperti manusia pada umumnya.
"Entahlah, enak apa enggaknya" ucap Sean
"Tapi kenapa kamu nanya itu?" tanya Sean lalu menatap wajah Lisa.
Namun Lisa hanya mengedikkan bahunya pertanda dia pun tak tau mengapa dia menanyakan hal tersebut kepada Sean.
"Dih aneh kamu" cibir Sean.
*Selamat datang di cerpen Al, semoga kalian suka jika kalian suka maka Al akan terus melanjutkan nya xixixi*
Sampe bertemu di next selanjutnya ><