10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINCIN GIOK YANGTI
Malam baru menjelang.
Aku gak nyalain api unggun malam ini. Lebih betah duduk di dekat tungku api.
Apinya benar benar awet. Hanya nambah beberapa potong kayu, bisa nyala berjam jam lebih lama dari pada dengan api unggun.
Makan malamku kali ini ransum darurat ditambah 2 udang galah bakar, beuuh... So yummy!
Aku tak lupa menenggak vitamin dan suplemen, serta jamu sachet. Selalu ingat pesan yangti.
Sebotol air minum 600ml kuhabiskan. Jangan sampai dehidrasi ya. Bisa ilang cantiknya. Hehehe..
Botol kosong kukumpulkan, nanti kuisi ulang dengan air sumur. Tentunya menggunakan filter air portable.
Duduk bersila di sisi tungku, aku membuka jurnal, mengecek progress ku hari ini di layar hologram.
Sembari kucatat di jurnal. Aku membuat rangkuman untuk kuanalisa kembali.
Poin system : 2040/1juta.
Level 2, menengah.
Kecerdasan : 350/500
Fisik : 325/500
Mental : 280/500
Adaptasi : 300/500
Skill ruang 3/10
Skill tanah 1/10
Analisa 355/500
Pertarungan 130/200
Tumbuhan 125/200
Tehnik 170/200
Penggunaan efek ganda : 76/500
Ruang inventory : 377/1000
"Celia, berapa hadiah yang kuterima hari ini?"
"Naya, kamu memiliki 4 hadiah yang belum dibuka."
"Gandakan lalu buka semua."
"Baik naya."
Di layar hologram terpampang hadiah yang kuterima.
* 2 gulungan konstruksi dapur sederhana
* 2 gulungan konstruksi gerabah 20lt
* 2 lembar aluminium
* 2 gulung kawat ram 15m
"Hhmm.. Dapur. Menarik. Tapi tar dulu."
"Gerabah ya, bikin kendi ukuran 20lt gitu maksudnya? Bisa juga sih, buat nampung air sama buat bikin kompos."
"Aluminium buat apa ya? Atap kayaknya deh kalo upgrade rumah. Ok sih. Tapi tar dulu. Masih banyak PR gw. Kudu bikin skala prioritas."
"Kawat ram bisa kupakai buat pagar. Tapi kurang deh kalo cuma 30m. Skip dulu. Siapa tau tar punya ayam ato bebek, bisa gw bikin kandang."
"Celia, semua item masuk ke inventory."
"Baik naya."
Aku memberikan lingkaran pada beberapa point.
"Celia, gw punya target untuk dua hari kedepan.
Pertama sudah jelas misi harian 5 kotak bantuan wajib gw dapetin. Gw juga bakalan terus nyari taneman sama hewan baru di sini.
Skill pertarungan gw kudu digenjot. Skill tumbuhan gw juga kudu dikejer."
"Baik naya."
"Celia, gw pengen berenang di laut. Aman gak?"
"Kondisi saat ini aman naya."
Aku memasukkan jurnal ke inventory, bangkit, meregangkan badan, 5 menit pemanasan, jangan sampe kram di tengah laut.
Gak lucu gw kalo meninggoy gara gara kram.
Kubuka kaos, hanya menggunakan sport bra dan hotpant. Melepas sandal jepitku dan berlari ke arah lautan.
Air terasa hangat, aku membiasakan diri dengan suhunya, lalu mulai berenang mengelilingi pulau.
...----------------...
Di bumi.
Chat grup alumni naya.
(A : anjaay si naya. Body goals banget!)
(Ketu : hasil didikan siapa dulu. Para tukang bully. Hehehee..)
(B : iya sih. Pas dulu kena bully kan dia mulai latihan kickboxing ya. Keren sih dia.)
(Celia : soulmate gw gitu looh.)
(A : nah ini sama sama barbarnya dah nongol.)
(Celia : hahaha.. Ya pasti dong ah. Gw selalu eksis.)
(Ketu : kalo kamu yang dulu ikut kepilih, kamu sanggup gak cel?)
(Celia : untung gak kepilih. Gw gak sekuat naya. Mental dia juara.)
(A : kakak lo beneran jadian sama naya, cel?)
(Celia : ho'oh. Pas banget mau cabut, eh dia nglamar naya. Pake cincin pula.)
(D : kakak lo juga bikin ngiler sih, cel. Anjir lah bodinya. Apalagi pas berenang, pake shortpants doang. Kebawa mimpi.)
(Celia : dih! Dilarang omes ya. Gak mau dah gw ngebayangin nya, geli banget!!)
(Ketu : jangan salahkan mata memandang, salahkan juru kameranya pinter ngambil angle.)
(Celia : heh! Ketu! Lo tuh laki! Gak usah ikut ikutan!)
...----------------...
Back to naya.
Sumpah cape juga ternyata berenang muterin pulau 2 hektar!
Tapi asik juga. Tantangan baru.
Sekarang sekali muter, besokan kudu kuat dua kali.
Aku sudah menampung air ke dalam bak di kamar mandi.
Juga mengisi botol kosong.
Menenteng emergency lamp dan handuk yang sudah seharian kujemur ke kamar mandi.
15 menit kemudian, aku berdiri di halaman rumahku yang sudah bersih dari segala tumpukan material. Aman di inventory.
Pakaian kotor sudah kubilas dan kujemur.
Ku cek hp, waktu di kota Jaya saat ini jam 21.45 wib.
Biasanya kedua eyangku sudah tidur.
Aku menatap langit.
"Met bobo orang-orang tersayang. Jangan lupa doain aku ya biar bisa pulang 5 tahun lagi."
Notif chat mas ben.
(Ben : sayang.. Udah tidur?)
(Aku : bentar lagi mas. Baru relaks, abis berenang muter pulau.)
(Ben : iya sayang. Jangan diforsir. Mas gak mau ya kamu sakit.)
(Aku : iya mas. Aku mau kejer target aja dulu. Biar cepet naik lv3.)
(Ben : iya, kamu pasti bisa. Ya udah. Buruan tidur. Yang nyenyak ya.)
(Aku : iya mas juga. Met malem masku.)
(Ben : met malem sayangku.)
Aku menutup layar hologram.
Menyentuh bandul cincin di kalungku. Menatap cincin pemberian mas ben, cincin giok yangti, dan liontin foto keluarga ku.
"Terdeteksi benda bersejarah dengan potensi aura tinggi."
Suara system muncul di kepalaku.
"Maksudnya gimana celia?"
"Cincin batu giok yang memiliki potensi aura tinggi."
"Deskripsikan celia."
Layar hologram kembali muncul.
Nama item : cincin batu giok.
Usia item : 550 tahun.
Potensi : penakluk mahluk, penyembuhan.
Level : master.
Cara mengaktifkan : pengikat darah keturunan.
Aku ternganga membacanya.
Asli sih ini keren banget.
Aku lekas masuk ke rumah.
Hal ini gak boleh semua orang tau.
Di atas sleeping bag, aku melepas cincin giok dari kalung dan memakainya di tangan kananku.
Dengan pisau lipat, kugores jari kiri, lalu mengolesnya diatas cincin.
Berharap semoga bener caranya. Kalo di novel tentang kultivasi yang pernah kubaca sih begitu.
Aku menunggu beberapa saat, belum ada reaksi.
Sampai akhirnya darah di atas cincin mulai terserap. Lalu cincin mengeluarkan cahaya hijau lembut. Tiba tiba pandangan ku tertutup kabut.
Saat kabut mulai menipis, aku seperti ada di dunia lain. Di depanku, aku melihat masa lalu, masa sebelum aku. Orang dengan pakaian tradisional cina, sedang bertarung melawan mahluk mistis, seekor naga yang diameter badannya aja segede tong solar.
Pertarungan yang lumayan panjang, yang akhirnya dimenangkan pria tersebut.
Dari dalam mulut hewan mistis yang dikalahkan keluar bola bekel bercahaya berwarna hijau yang kemudian ditangkap si pria.
Setelah di genggamnya, bola tersebut berubah menjadi dua macam benda. Cincin dan liontin.
Scene berpindah ke rumah pondok sederhana.
Pria itu duduk bersama dua orang anak perempuan.
Cincin itu kemudian dia berikan kepada anak pertamanya, dan liontin diberikan ke anak keduanya. Entah bagaimana aku faham yang dia ucapkan, padahal dia berbahasa cina, yang jelas jelas tak pernah kupelajari!
Intinya dia bilang cincin dan liontin itu masing masing membawa separuh jiwa mahluk mistis yang dia kalahkan, cincin itu dapat menaklukan mahluk dengan level tinggi dan memberi kesembuhan bagi pemakainya, dan hanya bisa dibangkitkan oleh keturunan terpilih.
Lalu si anak perempuan pertamanya tersebut menoleh ke arahku dan seakan-akan bisa melihatku, dia tersenyum dan berbicara "Kamu lah keturunan ku yang terpilih. Jalani tugasmu."
Lalu kabut tipis mulai menutupi jarak pandang ku dan pandangan ku menggelap.
Aku terbangun karena alarm hp. Seperti biasa, jam 05.30.
Kepalaku agak sakit.
Mimpi aneh apa aku semalam?
Aku langsung memegang bandul kalungku, hanya ada cincin dari mas ben, liontin foto keluarga dan tag tentara.
Dimana cincin giok yangti?
Aku bangkit duduk, melihat pisau lipat tergeletak di samping tempat tidur ku. Lalu kulihat jariku yang semalam kupasangi cincin giok.
Tapi cincin itu menghilang, dan terukir semacam tato melingkari jariku. Tato dengan aksara cina dan seperti ada gambar naga kecil gitu deh. Mataku hampir juling melihat nya.
"Celia, semalam apa yang terjadi?"
Systemku menceritakan ulang apa yang terjadi padaku.
Bahkan dia juga bisa melihat visual yang kulihat.
"Beneran toh ya?" Aku terbengong, masih tak percaya.
"Jaman begini masih ada toh yang kayak begituan?"
"Mahluk seperti itu selalu ada sepanjang masa, naya. Hanya kemunculannya yang tak bisa diketahui orang awam. Karena itulah mahluk itu dianggap hanya mistis dan mitos. Tak semua memiliki kekuatan untuk melihat dan menaklukkannya. Potensi itu sekarang menjadi milikmu."
"Gimana caranya biar aku tau?"
"Lakukan yang terbaik. Maka potensi itu akan membuka jalannya ke arahmu. Energimu akan memancar dan meningkat dengan sendirinya. Energi itu akan mengikuti ke mana arah yang kamu ambil. Arah positif atau negatif, semua tergantung kamu sebagai penggunanya."
Aku menyadari, tubuhku terasa lebih berenergi, lebih segar, sakit badanku akibat latihan keras hilang semua.
Aku melirik jariku yang semalam kuiris. Dan lukanya hilang!
"Celia, apa sistem imunku lebih tinggi?"
"Benar naya. Sekarang kamu punya 2 skill baru berkat dorongan aura cincin giok yang sudah menyatu dengan kamu.
Skill tambahan : hewan, skill langka : penyembuhan."
"Ok, akumulasi semua poin dan hadiah nanti malam saja. Sekarang yang penting aku kejer target. Btw celia, keturunan pemilik liontin, apakah dia juga terpilih pindah ke planet ini?"
"Benar naya. Dia juga ada di planet subiru. Seorang chinese wanita."
"Aku bakalan ketemu dia gak ya? Secara silsilah nenek moyang, kita kan masih sodaraan."
"Hal itu belum bisa dipastikan. Tapi jika suatu saat kamu bertemu dengannya, kalian akan mengenali satu sama lain, jika dia sudah menerima penglihatan seperti kamu."
Aku mengangguk. "Ok gak papa. Kalo jodoh pasti ketemu."
...----------------...